Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Bahaya Terlalu Banyak Bersumpah

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2015
  • print Cetak

 

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Perseteruan Eyang Subur versus Adi Bing Slamet-Arya Wiguna membuat heboh jagat hiburan tanah air. Tayangan infotainment secara massif berhasil menyihir masyarakat. Banyak orang meniru dan mengabadikan aksi maki dan umbar aib dalam video-video parodi yang diungguh di dunia maya. Dari  Salah satu yang menarik dan banyak ditiru adalah kesaksian Arya Wiguna dan sumpah “Demi Tuhaan”-nya dengan menggebrak meja.

Banyak orang meniru aksi sumpah “Demi Tuhaan” Arya Wiguna sehingga manjadi mainan dan materi guyonan. Padahal sumpah merupakan sesuatu yang agung; khususnya jika disebut nama Allah di dalamnya. Karenanya dalam tulisan berikut kami ingin ingatkan saudara seiman agar tidak memainkan sumpah dengan nama Allah dan menggampangkannya.

Sesungguhnya terlalu gampang dan sering bersumpah dengan nama Allah menunjukkan tidak ada (kurang)-nya pengagungan terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Padahal mengagungkan nama Allah merupakan tanda sempurnanya tauhid. Jika ia terlalu sering bersumpah maka orang akan mengganggap remeh sumpahnya tersebut. Akibatnya, sumpah dengan nama Allah dianggap remeh atau enteng.

Allah telah mencela orang yang terlalu banyak atau gampang bersumpah.

وَلاَ تُطِعْ كُلَّ حَلاَّفٍ مَّهِينٍ

“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina.” (QS. Al-Qalam: 10)

Allah sudah memerintahkan agar tidak mudah dan sering bersumpah dalam firman-Nya,

وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُم

“Dan jagalah sumpahmu.” (QS. Al-Maidah: 79)

Ada beberapa makna dan maksud yang disebutkan para ulama tentang maksud dari perintah menjaga sumpah:

Pertama, menjaga sumpah dengan nama Allah dari bersumpah dusta. Ia berusaha jujur dalam sumpahnya. Kemudian jika ada orang yang bersumpah dengan nama Allah ia menerimanya selama tidak ada indikasi kuat bahwa ia berbohong dan bersumpah terhadap sesuatu yang batil.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ حَلَفَ بِاللَّهِ فَلْيَصْدُقْ وَمَنْ حُلِفَ لَهُ بِاللَّهِ فَلْيَرْضَ وَمَنْ لَمْ يَرْضَ بِاللَّهِ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ

“Barangsiapa yang bersumpah dengan nama Allah, maka hendaknya ia jujur. Dan Barangsiapa yang diberi sumpah dengan nama Allah maka hendaklah ia rela (menerimanya), barangsiapa yang tidak rela menerima sumpah tersebut maka lepaslah ia dari Allah.” (HR. Ibnu Majah)

Dalam hadits lain,

وَلاَ تَحْلِفُوْا بِاللهِ إِلاَّ وَأَنْتُمْ صَادِقُوْنَ

“Dan janganlah kamu bersumpah atas nama Allah kecuali kamu dalam kondisi benar (sungguh-sungguh).”(HR. Abu Dawud dan al-Nasa’i)

Kedua, menjaga sumpah dengan tidak membatalkan atau menghianati sumpahnya apabila telah bersumpah. Kecuali membatalkannya untuk kebaikan; seperti bersumpah untuk tidak berbicara kepasa saudaranya. Dan jika membatalkan sumpahnya maka ia membayar kafarah sumpahnya.

Ketiga, menjaga sumpah dari banyak (sering) bersumpah. Ia tidak buru-buru bersumpah kecuali karena sesuatu yang mendesak dan sangat membutuhkan sumpah tersebut.

Larangan terlalu gampang dan sering bersumpah dikuatkan dalam beberapa hadits yang membahas larangan bersumpah dengan nama Allah untuk melariskan dagangan, walaupun ia jujur dalam sumpahnya.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

الْحَلِفُ مُنَفِّقَةٌ لِلسِّلْعَةِ مُمْحِقَةٌ لِلْبَرَكَةِ

“Sumpah bisa melariskan dagangan dan menghancurkan keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Salman Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

ثَلاثَةٌ لا يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، وَلاَ يُزَكِّيهِمْ ، وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ : أُشَيْمِطٌ زَانٍ ، وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ ، وَرَجُلٌ جَعَلَ اللهُ لَهُ بِضَاعَةً فَلا يَبِيعُ إِلَّابِيَمِينِهِ وَلاَ يَشْتَرِي إِلَّابِيَمِينِهِ

“Tiga orang yang mereka itu tidak diajak bicara dan tidak disucikan oleh Allah pada hari kiamat, serta bagi mereka siksa yang pedih: Orang tua beruban yang berzina, orang melarat yang congkak, dan orang yang menjadikan Allah sebagai barang dagangannya; ia tidak membeli dan tidak pula menjual kecuali dengan bersumpah.” (HR. Al-Thabrani dengan sanad shahih. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’: 3072)

. . . terlalu gampang dan sering bersumpah dengan nama Allah menunjukkan tidak ada (kurang)-nya pengagungan terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. . .

Hikmah Tidak Banyak Bersumpah

  1. Orang yang terlalu sering bersumpah dengan nama Allah, maka sumpah itu akan mengalir dari lisan dalam perkara yang besar dan kecil. Sehingga sumpah tersebut tidak membekas dalam hatinya. Ia tak akan aman dari bersumpah palsu sehingga ia merusak tujuan pokok dari disyariatkannya bersumpah.
  2. Saat seseorang sempurna mengagungkan Allah maka ia akan lebih sempurna dalam ubudiyah. Di antara tanda sempurnanya pengagungan terhadap Allah ia jadikan zikrullah sebagai sesuatu yang paling agung dan tinggi di sisinya daripada menampakkannya untuk kepentingan dunia.
  3. Orang yang banyak bersumpah maka ia merendahkan kejujuran dirinya dan kepercayaan orang lain kepadanya. Seolah-olah ia tidak jujur sehingga ia harus bersumpah agar orang percaya, karenanya Allah menyifati orang yang banyak sumpah sebagai orang hina.

Penutup

Menguatkan bahasan di atas, kita lihat kehidupan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam masa dakwah beliau selama 23 tahun hanya terekam sumpah beliau sekitar 80-an kali. Padahal beliau membutuhkan untuk meyakinkan manusia terhadap apa yang beliau dakwahkan. Karenanya bagi orang tua yang agar mendidik anak-anaknya agar mengagungkan Allah; Nama dan syariat-Nya. Di antaranya dengan melarang mereka dari bersumpah dalam urusan kecil. Bagi dai agar memperingatkan umat supaya lebih mengagungkan nama Allah dan sumpah dengan menyebut nama-Nya; di antaranya tidak mudah bersumpah kecuali karena sesuatu yang benar-benar mendesak. Wallahu Ta’ala A’lam.(voa-islam)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penundaan LKPJ Bupati Diduga Gara-Gara Proyek PU

    Penundaan LKPJ Bupati Diduga Gara-Gara Proyek PU

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)- Akhirnya nasib pembahasan LKPJ Bupati Madina terkatung-katung. DPRD Madina telah menetapkan penundaan pembahasannya sampai waktu yang tak ditentukan. Beredar kabar bahwa keengganan pihak DPRD bersedia membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) bupati tahun 2013 akibat belum tuntasanya negosiasi jatah borongan proyek fisik pemerintah untuk para anggota DPRD Mandailing Natal (Madina). Penetapan penundaan pembahasan […]

  • Enam Rumah Terbakar di Panyabungan, Atika Datangi Lokasi

    Enam Rumah Terbakar di Panyabungan, Atika Datangi Lokasi

    • calendar_month Kamis, 16 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Enam rumah terbakar di Pasar Lama, Lingkungan 1, Kelurahan Panyabungan 1, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumut Kamis (16/3/2023) dini hari, sekitar pukul 12.30. Kawasan pemukiman terbakar tak jauh di arah belakang Madina Square. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Kerugian yang diderita para pemilik rumah sejauh ini belum diketahui. […]

  • Presiden Surati Pemimpin Myanmar Soal Rohingya

    Presiden Surati Pemimpin Myanmar Soal Rohingya

    • calendar_month Minggu, 5 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bogor, (MO- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan dirinya telah mengirim surat kepada Presiden Myanmar Thein Sein untuk menyelesaikan masalah etnis Rohingya dengan sebaik-baiknya. “Tadi malam saya siapkan surat. Insya Allah terkirim kepada Presiden Thein Sein (Presiden Myanmar), ungkapkan harapan Indonesia ke Pemerintah Myanmar untuk selesaikan permasalahan etnis Rohingya dengan sebaik-baiknya,” kata Presiden dalam konferensi pers […]

  • Penggabungan Malaria Center & Dinkes Kebijakan Keliru

    Penggabungan Malaria Center & Dinkes Kebijakan Keliru

    • calendar_month Senin, 4 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pj Bupati Mandailing Natal Ir H Aspan Sofian Batubara MM sebaiknya mengurungkan niatnya untuk menggabungkan Kantor Malaria Centre dengan Dinas Kesehatan (Dinkes). Keberadaan Kantor Malaria Center dinilai masih sangat perlu dipertahankan karena telah berhasil meminimalisir jumlah penderita malaria di Madina. “Rencana penggabungan kantor itu keliru. Semua pihak harus jujur dan jangan karena sentimen pribadi […]

  • Gaja Do Napagaja, dohot  bibirpe manggenjal

    Gaja Do Napagaja, dohot bibirpe manggenjal

    • calendar_month Senin, 6 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Songon nabiaso alak dikampung pula dung loja-loja marusaho tontu les natulopo ujungna maradian sareto giot laos manyirup-nyirup kopi paet. Songoni mada disada maso ima topetma diari Salasa dilopo nisi Jakombang, bahat ma tarpaida alak namarkumpul palidang-lidang pat dilopo i. Sareto diari I bahat alak dihutai mandung mandaek sarojitana pastimei mandung cerah ma nida parboi nialak […]

  • Agar Keluar dari PPKM Level 4, Madina Harus Capai Target Ini

    Agar Keluar dari PPKM Level 4, Madina Harus Capai Target Ini

    • calendar_month Jumat, 17 Sep 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejak Inmendagri Nomor 40 keluar pada tanggal 6 September 2021 yang menetapkan Mandailing Natal (Madina) PPKM Level 4 Covid-19, sekolah kembali ditutup dan pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat harus diambil pemerintah. Untuk keluar dari PPKM level 4, Pemkab Madina minimal harus mencapai 20 persen dari total target vaksinasi. Target itu […]

expand_less