Kamis, 17 Sep 2026
light_mode

Bahaya Terlalu Banyak Bersumpah

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2015
  • print Cetak

 

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Perseteruan Eyang Subur versus Adi Bing Slamet-Arya Wiguna membuat heboh jagat hiburan tanah air. Tayangan infotainment secara massif berhasil menyihir masyarakat. Banyak orang meniru dan mengabadikan aksi maki dan umbar aib dalam video-video parodi yang diungguh di dunia maya. Dari  Salah satu yang menarik dan banyak ditiru adalah kesaksian Arya Wiguna dan sumpah “Demi Tuhaan”-nya dengan menggebrak meja.

Banyak orang meniru aksi sumpah “Demi Tuhaan” Arya Wiguna sehingga manjadi mainan dan materi guyonan. Padahal sumpah merupakan sesuatu yang agung; khususnya jika disebut nama Allah di dalamnya. Karenanya dalam tulisan berikut kami ingin ingatkan saudara seiman agar tidak memainkan sumpah dengan nama Allah dan menggampangkannya.

Sesungguhnya terlalu gampang dan sering bersumpah dengan nama Allah menunjukkan tidak ada (kurang)-nya pengagungan terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Padahal mengagungkan nama Allah merupakan tanda sempurnanya tauhid. Jika ia terlalu sering bersumpah maka orang akan mengganggap remeh sumpahnya tersebut. Akibatnya, sumpah dengan nama Allah dianggap remeh atau enteng.

Allah telah mencela orang yang terlalu banyak atau gampang bersumpah.

وَلاَ تُطِعْ كُلَّ حَلاَّفٍ مَّهِينٍ

Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina.” (QS. Al-Qalam: 10)

Allah sudah memerintahkan agar tidak mudah dan sering bersumpah dalam firman-Nya,

وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُم

Dan jagalah sumpahmu.” (QS. Al-Maidah: 79)

Ada beberapa makna dan maksud yang disebutkan para ulama tentang maksud dari perintah menjaga sumpah:

Pertama, menjaga sumpah dengan nama Allah dari bersumpah dusta. Ia berusaha jujur dalam sumpahnya. Kemudian jika ada orang yang bersumpah dengan nama Allah ia menerimanya selama tidak ada indikasi kuat bahwa ia berbohong dan bersumpah terhadap sesuatu yang batil.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ حَلَفَ بِاللَّهِ فَلْيَصْدُقْ وَمَنْ حُلِفَ لَهُ بِاللَّهِ فَلْيَرْضَ وَمَنْ لَمْ يَرْضَ بِاللَّهِ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ

Barangsiapa yang bersumpah dengan nama Allah, maka hendaknya ia jujur. Dan Barangsiapa yang diberi sumpah dengan nama Allah maka hendaklah ia rela (menerimanya), barangsiapa yang tidak rela menerima sumpah tersebut maka lepaslah ia dari Allah.” (HR. Ibnu Majah)

Dalam hadits lain,

وَلاَ تَحْلِفُوْا بِاللهِ إِلاَّ وَأَنْتُمْ صَادِقُوْنَ

Dan janganlah kamu bersumpah atas nama Allah kecuali kamu dalam kondisi benar (sungguh-sungguh).”(HR. Abu Dawud dan al-Nasa’i)

Kedua, menjaga sumpah dengan tidak membatalkan atau menghianati sumpahnya apabila telah bersumpah. Kecuali membatalkannya untuk kebaikan; seperti bersumpah untuk tidak berbicara kepasa saudaranya. Dan jika membatalkan sumpahnya maka ia membayar kafarah sumpahnya.

Ketiga, menjaga sumpah dari banyak (sering) bersumpah. Ia tidak buru-buru bersumpah kecuali karena sesuatu yang mendesak dan sangat membutuhkan sumpah tersebut.

Larangan terlalu gampang dan sering bersumpah dikuatkan dalam beberapa hadits yang membahas larangan bersumpah dengan nama Allah untuk melariskan dagangan, walaupun ia jujur dalam sumpahnya.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

الْحَلِفُ مُنَفِّقَةٌ لِلسِّلْعَةِ مُمْحِقَةٌ لِلْبَرَكَةِ

Sumpah bisa melariskan dagangan dan menghancurkan keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Salman Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

ثَلاثَةٌ لا يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، وَلاَ يُزَكِّيهِمْ ، وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ : أُشَيْمِطٌ زَانٍ ، وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ ، وَرَجُلٌ جَعَلَ اللهُ لَهُ بِضَاعَةً فَلا يَبِيعُ إِلَّابِيَمِينِهِ وَلاَ يَشْتَرِي إِلَّابِيَمِينِهِ

Tiga orang yang mereka itu tidak diajak bicara dan tidak disucikan oleh Allah pada hari kiamat, serta bagi mereka siksa yang pedih: Orang tua beruban yang berzina, orang melarat yang congkak, dan orang yang menjadikan Allah sebagai barang dagangannya; ia tidak membeli dan tidak pula menjual kecuali dengan bersumpah.” (HR. Al-Thabrani dengan sanad shahih. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’: 3072)

. . . terlalu gampang dan sering bersumpah dengan nama Allah menunjukkan tidak ada (kurang)-nya pengagungan terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. . .

Hikmah Tidak Banyak Bersumpah

  1. Orang yang terlalu sering bersumpah dengan nama Allah, maka sumpah itu akan mengalir dari lisan dalam perkara yang besar dan kecil. Sehingga sumpah tersebut tidak membekas dalam hatinya. Ia tak akan aman dari bersumpah palsu sehingga ia merusak tujuan pokok dari disyariatkannya bersumpah.
  2. Saat seseorang sempurna mengagungkan Allah maka ia akan lebih sempurna dalam ubudiyah. Di antara tanda sempurnanya pengagungan terhadap Allah ia jadikan zikrullah sebagai sesuatu yang paling agung dan tinggi di sisinya daripada menampakkannya untuk kepentingan dunia.
  3. Orang yang banyak bersumpah maka ia merendahkan kejujuran dirinya dan kepercayaan orang lain kepadanya. Seolah-olah ia tidak jujur sehingga ia harus bersumpah agar orang percaya, karenanya Allah menyifati orang yang banyak sumpah sebagai orang hina.

Penutup

Menguatkan bahasan di atas, kita lihat kehidupan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam masa dakwah beliau selama 23 tahun hanya terekam sumpah beliau sekitar 80-an kali. Padahal beliau membutuhkan untuk meyakinkan manusia terhadap apa yang beliau dakwahkan. Karenanya bagi orang tua yang agar mendidik anak-anaknya agar mengagungkan Allah; Nama dan syariat-Nya. Di antaranya dengan melarang mereka dari bersumpah dalam urusan kecil. Bagi dai agar memperingatkan umat supaya lebih mengagungkan nama Allah dan sumpah dengan menyebut nama-Nya; di antaranya tidak mudah bersumpah kecuali karena sesuatu yang benar-benar mendesak. Wallahu Ta’ala A’lam.(voa-islam)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gunda Pietsch Bersyahadat Dua Kali

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gunda Pietsch, dididik keluarga yang tidak memandang penting posisi agama dalam hidup. Kedua orangtuanya tak lagi mengunjungi gereja sejak Gunda lahir. “Jadi, saya tidak mengenal Tuhan sejak lahir,” kata dia seperti dilansir onislam.net, Rabu (13/11). Memasuki usia dewasa, Gunda berpikir tidak mungkin kehidupan ini berjalan begitu saja tanpa ada yang mengatur. Awalnya, sikap skeptis Gunda […]

  • Batan Kenalkan Hasil Litbang Bidang Pertanian di Madina

    Batan Kenalkan Hasil Litbang Bidang Pertanian di Madina

    • calendar_month Jumat, 21 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) melakukan pengenalan teknologi kegiatan pemanfaatan hasil litbangyasa Iptek Nuklir bidang pertanian dan peternakan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). “Sebagai putra daerah, saya punya beban dan tanggung jawab meningkatkan kegiatan pemanfaatan hasil litbang nuklir di bidang pertanian dan peternakan. Apalagi dari segi lahan dan petaninya, Madina sudah […]

  • Langkah Sukhairi-Atika Menggembirakan

    Langkah Sukhairi-Atika Menggembirakan

    • calendar_month Sabtu, 6 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Direktur Lingkar Madani Ahmad Fauzy menyebut langkah Bupati dan Wakil Bupati Madina Sukhairi-Atika dalam memperbaiki struktur pemerintahan merupakan hal yang menggembirakan. “Khususnya terkait peningkatan efesiensi struktur organisasi Pemda, peningkatan disiplin ASN, kemudahan pengurusan administrasi, dan perizinan bagi pelaku UMKM,” sebutnya. Ray Rangkuti, sapaan akrab Fauzy, mengutarakan meskipun masih harus menunggu persetujuan […]

  • Pemda Madina Diminta Putuskan Kerjasama Dengan CI

    Pemda Madina Diminta Putuskan Kerjasama Dengan CI

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Batang Pungkut Green (BPGC) meminta Pemkab Mandailing Natal (Madina) memutuskan kerjasama dengan pihak Conservation Internasional (CI) yang sudah 2 tahun berjalan. Direktur BPGC, Saparuddin Lubis kepada wartawan, Senin (7/7/2014) menyatakan alasan bahwa selama 2 tahun ini sebanyak 5 item yang digarap CI dengan Pemkab Madina tak menghasilkan apa-apa. Justru semakin memberikan […]

  • Bupati Diminta Tuntaskan Desa Tertinggal

    Bupati Diminta Tuntaskan Desa Tertinggal

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS- Bupati Kabupaten Padang Lawas (Palas), Basyrah Lubis SH diminta menuntaskan persoalan desa tertinggal, karena Kabupaten Palas merupakan nomor 2 desa tertinggal di Sumut. Ketua Generasi Muda Peduli Pembangunan Palas, Husni Mubarrok Nasution mengatakan, Bupati sudah seharusnya membangun mulai dari desa terpelosok, bukan dengan membangun mulai dari pusat kota kabupaten, mengingat 2 tahun kepemimpinan Basyrah […]

  • Inilah 28 Pucuk Senjata Rakitan Yang Diserahkan Warga

    Inilah 28 Pucuk Senjata Rakitan Yang Diserahkan Warga

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Wakapolres Mandailing Natal Komisaris Polisi Haryatmoko didampingi Kasat Reskrim AKP S Siregar menunjukkan barang bukti 28 senjata rakitan dan 12 peluru timah, yang diserahkan masyarakat Desa Huta Tua, Kecamatan Panyabungan Timur kepada polisi, Selasa (20/09/2011) sore. (Beritasumut.com/MS Putra) Sumber : beritasumut.com

expand_less