Jumat, 9 Okt 2026
light_mode

Banyak PNS ‘Lari’ dari Taput

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
  • print Cetak


TARUTUNG-Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tapanuli Utara (Taput), Jasa Sitompul, menyampaikan kritik atas banyaknya PNS setingkat eselon II dan III ‘lari’ dari Pemkab Taput dan memilih berkarir di daerah lain. Kondisi itu menyebabkan proses pembangunan terhambat, sebab PNS yang pindah umumnya para pejabat potensial dan layak menduduki jabatan strategis.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Taput Drs Rudolf Manalu melalui Kepala Bidang (Kabid) Mutasi K Siregar mengakui hal itu. Menurutnya, selama tahun 2010, sudah ada 52 Pegawai Negeri Sipil (PNS) hengkang atau pindah dari Taput.

“Perpindahan itu tidak sebanding dengan PNS yang masuk ke daerah ini. Di mana PNS pindahan yang masuk ke Taput hanya 21 orang. Hal itu tentu sangat menghambat proses pembangunan,” ucap K Siregar.

Ditanya apa alasan para PNS memilih ke luar daerah, K Siregar mengaku tidak tahu. “Soal itu saya kurang tahu. Yang jelas, mereka memilih pindah dengan alasan masing-masing. Ada yang bilang, mereka mendapat tawaran kerja di daerah lain, maka buru-buru mengurus surat pindah,” terangnya.

Salah seorang pejabat Eselon III bernama Rasidin Manik yang sebelumnya bertugas di BKD Taput, bahkan mengaku sudah pindah ketika dihubungi via telepon seluler. Dia mengaku sudah tidak bertugas lagi di wilayah tersebut sejak dua bulan lalu. “Saya tidak bertugas di Taput lagi. Sekarang saya sudah mengabdi di Kabupaten Simalungun,” ucapnya.

Ditanya apa alasannya pindah, Rasidin enggan menjelaskan. “Soal itu tidak usahlah dibahas, tak perlu diperpanjang,” ujarnya singkat dan langsung menutup telepon genggamnya.

Salah seorang pejabat Eselon II yang juga pindah tugas ke daerah lain adalah CY Hutauruk, mantan Staf Ahli Taput dan sekarang bertugas di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

Perpindahan sejumlah pejabat ini sudah mendapat protes dari anggota DPRD Taput Jasa Sitompul. Anggota Komisi A yang membidangi pendidikan ini menyayangkan perpindahan para pejabat tersebut. Dia menilai, PNS yang pindah ke luar daerah merupakan orang-orang bermutu, hanya saja tidak diberdayakan pemerintah setempat.

“Saya kira itulah alasan mereka (pejabat, red) hengkang dari Taput. Karena merasa tidak diberdayakan, mereka memilih pindah dan mengabdi ke kabupaten/kota lain,” bebernya.

Ironisnya, informasi yang beredar di Pemkab Taput, saat ini sekitar 20 PNS sedang mengajukan surat pindah. Namun belum diketahui apa alasan mereka mengurus perpindahan tersebut.

P Nainggolan (43), salah seorang warga Taput yang mengaku berteman dengan sejumlah pejabat, mengomentari perpindahan sejumlah pejabat itu. “Misalnya, YC Hutauruk. Sebelum ia menjadi Staf Ahli Taput, yang bersangkutan adalah mantan Kepala Dinas Kehutanan pada tahun 2009. Artinya, sudah berpegalaman di bidang Kehutanan. Seharusnya orang seperti dia dibutuhkan saat ini mengingat banyaknya daerah yang sudah rawan longsor dan banjir. Melihat situasi seperti ini, harusnya pemimpin Taput intropeksi diri. Mungkin saja mereka merasa tidak nyaman bertugas karena dihantui pemutasian, yang akhir-akhir ini marak di Taput,” katanya. (rih/smg)
Sumber : Sumut Pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rahudman mau jadi Ketum PSMS

    Rahudman mau jadi Ketum PSMS

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Mundurnya Dzulmi Eldin sebagai Ketua Umum PSMS hari ini membuat wacana baru timbul, siapa yang akan memimpin Ayam Kinantan selanjutnya. Dan nama Rahudman Harahap pun digadang-gadang akan menggantikan Eldin. “Memang ada beberapa kandidat ketua yang mencalonkan,” kata Sekretaris Umum PSMS yang menjabat sebagai Plt Ketum PSMS, Idris, kepada Waspada Online, malam ini. Menurut […]

  • Tinjau Korban Kebakaran di Kotasiantar, Sobir Lubis Ucapkan Belasungkawa

    Tinjau Korban Kebakaran di Kotasiantar, Sobir Lubis Ucapkan Belasungkawa

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Madina, Sobir Lubis menyatakan belasungkawa yang sedalam-dalamnya terkait musibah kebakaran di Kotasiantar, Panyabungan. Itu diungkapkan Sobir yang juga kelahiran Kelurahan Kotasiantar ini kepada Mandailing Online usai meninjau langsung lokasi kebakaran, Selasa (12/11/2019). “Saya mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, semoga saudara saudari kita selalu dalam ketabahan dan senantiasa memperoleh rahmat dari […]

  • Atap Rumah Kompos Raib

    Atap Rumah Kompos Raib

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Keberadaan Mesin Tak Jelas SIPIROK- Kurangnya perawatan, perhatian serta bertanggung jawab pemerintah daerah melalui instansinya terlihat dari keberadaan bangunan rumah kompos yang dibangun di Pasar Sipirok, Kabupaten Tapsel sudah tidak berfungsi lagi. Ketika METRO mengunjunginya Senin (19/9), kondisi gedung yang merupakan bantuan Danamon Peduli dengan ukuran sekitar 20X6 meter tersebut tidak memiliki atap lagi. Bukan […]

  • PENDIRI KOTA KUALA LUMPUR

    PENDIRI KOTA KUALA LUMPUR

    • calendar_month Rabu, 18 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

        |Kontroversi tentang sejarah Kuala Lumpur sudah berlangsung lama | Abdur-Razaq Lubis melalui bukunya Sutan Puasa: Founder of Kuala Lumpur menyelesaikannya dengan data akurat | Pendiri Kuala Lumpur bukan Kapten Cina Ketiga Yap Ah Loy dan juga bukan Raja Abdullah keturunan bangsawan dari Bugis itu | Pendiri Kuala Lumpur adalah Sutan Puasa Lubis, seorang […]

  • Mengapa KPU Madina Berubah-ubah?

    Mengapa KPU Madina Berubah-ubah?

    • calendar_month Sabtu, 1 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online Pada tanggal 28 April 2021 KPU Madina menyatakan menunda penetapan pemenang Pilkada Madina. Padahal sejatinya jadwal Penetapan Calon Terpilih adalah tanggal 30 April 2021 sampai dengan 3 Mei 2021. Tetapi, pada hari Sabtu tanggal 1 Mei 2021 Ketua KPU Madina, Fadillah Syarif berbalik arah. Kepada media massa Fadillah […]

  • Warga Kotanopan dan Ulu Pungkut Minta PLN Jangan Mati Saat Ramadhan

    Warga Kotanopan dan Ulu Pungkut Minta PLN Jangan Mati Saat Ramadhan

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Warga Mandailing Julu Kabupaten Mandailing Natal (Madina), khususnya Kecamatan Kotanopan dan ULu Pungkut minta agar listrik jangan mati di bulan Ramadan, terutama jam-jam tertentu, misalnya saat berbuka, tarawih dan sahur. Hal itu di katakan Fendi Lubis, salah seorang warga Kotanopan kepada wartawan beberapa hari lalu. Himbauan itu mengingat di Kotanopan, […]

expand_less