Kamis, 8 Okt 2026
light_mode

Busyro Dituntut Segera Ungkap Kasus Korupsi Besar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
  • print Cetak


Jakarta, Harapan besar ada di pundak Ketua KPK yang baru Busyro Muqoddas. Sebagai bukti komitmennya untuk pemberantasan korupsi, Busyro harus segera mengungkap kasus besar.
“Oleh karena itu, KPK di bawah Busyro agar memberi fokus lebih pada kasus-kasus menarik perhatian publik yang kini kesannya lamban tersebut,” kata Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor, Edy Suandi Hamid dalam siaran pers, Jumat (26/11).
Dia menjelaskan terpilihnya Busyro diharapkan menjadi era baru bagi bangsa ini dalam pemberantasan korupsi. “Harapan tersebut bisa dilihat antara lain dari indikator bagaimana KPK menyelesaikan kasus besar yang ada, seperti persoalan cek perjalanan pemilihan deputi senior BI, Bank Century, juga kasus Gayus,” terangnya.
Forum Rektor Indonesia yang ikut mengajukan Busyro tentu berharap banyak agar Busyro betul-betul bisa memenuhi harapan publik.”Walau kesempatan hanya setahun, masyarakat yang sudah terlanjur punya harapan sangat tinggi pada Busyro, sehingga jangan sampai dikecewakan. Busyro harus bergerak cepat dalam memberantas korupsi untuk menjawab harapan publik yang sangat tinggi pada sosoknya,” jelasnya.Busyro pada Kamis (25/11) terpilih sebagai pimpinan KPK dengan mengalahkan Bambang Widjojanto dalam voting di Komisi III DPR. Busyro kemudian dipilih menjadi Ketua KPK melalui voting, dengan memenangi suara atas 4 pimpinan KPK yang lain.
Busyro Punya 4 PR yang Harus Segera Dibereskan
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih, Busyro Muqoddas diminta segera tancap gas menyelesaikan pekerjaan rumahnya di KPK. Ada 4 kasus besar yang menjadi PR Busyro dan menunggu diselesaikan. Apa saja itu?”Yang pertama adalah Kasus Century. Bagaimana kelanjutannya? Mana upaya pemanggilan Boediono dan Sri Mulyani?” ujar aktivis antikorupsi Fadjroel Rahman kepada detikcom, Kamis (25/11).
Kasus kedua adalah kasus mafia pajak Gayus Tambunan. KPK diminta turun tangan menyingkap masalah ini. Menurut Fadjroel, jangan hanya fokus pada keluar masuknya Gayus dari rutan, tetapi bagaimana kasus mafia pajak ini menggurita.”Ada 40 perusahaan yang ditangani Gayus. Ini yang harus menjadi perhatian,” terang dia.
Kasus ketiga adalah kasus suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S Goeltom. Dalam kasus yang menyeret sejumlah politisi Senayan ini, KPK diminta transparan dan mengungkap semua pelakunya tanpa pandang bulu.”Yang keempat adalah IPO Krakatau Steel. Hal ini harus diusut karena masalah BUMN negara yang coba dijual ke pihak asing,” tambah pria berkaca mata ini.Mengingat Busyro hanya punya waktu satu tahun masa jabatan, Fadjroel meminta Busyro bergerak cepat dalam hitungan bulan. Jika tidak, kepemimpinan Busyro hanya numpang lewat saja.”Tiga bulan pertama harus ada gebrakan. Kalau lewat dari 6 bulan, saya kira sudah terlambat,” tutup Fadjroel.
Busyro Diminta Kembalikan ‘Taring’ KPK
Ketua KPK terpilih Busyro Muqoddas, diminta untuk mengembalikan ‘taring’ KPK dalam pemberantasan korupsi. Busyro harus mampu mengembalikan semangat KPK yang meredup setelah energi KPK tersedot oleh kasus Bibit-Chandra.”Busyro harus membangkitkan spirit jajaran internalnya,” ujar Sekjen Transparency International Indonesia (TII), Teten Masduki kepada detikcom, Kamis (25/11).
Menurut Teten, Busyro harus membawa KPK menjadi trigger pemberantasan korupsi pada institusi yang lain. KPK harus menjadi institusi yang kuat, dan Busyro harus melawan setiap upaya untuk melemahkan KPK.”Busyro harus mengembalikan gigi KPK. Jika tidak segera dipulihkan, KPK akan kehilangan legitimasinya. Jika KPK tidak melawan, dia akan dihabisi,” tegas Teten.
Sebagai langkah awal, Teten meminta KPK untuk membenahi dua sektor yang melemah setelah KPK dihantam kasus Bibit-Chandra. Dua sektor tersebut adalah penyidikan dan penuntutan.
Teten menambahkan, Busyro juga harus segera membuat gebrakan di KPK. Hal ini perlu dilakukan untuk menepis adanya dugaan kompromistis di DPR yang memilih Busyro sebagai Ketua KPK.”Ini yang harus dibuktikan pak Busyro. Sekaligus membuktikan pada masyarakat ini bukan pilihan kompromistis,” terang Teten.
Din: Buka Century, Bawa Gayus ke KPK
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin berharap terpilihnya Busyro Muqoddas sebagai ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mampu menjadikan lembaga itu berani membuka kembali kasus Bank Century sekaligus mengambil alih kasus Gayus Tambunan dari Polri.
“KPK selama ini terkesan hati-hati menindaklanjuti temuan DPR terkait kasus Century. Jangan ragu, lanjutkan kembali penyelesaiannya, kan jelas ada rekomendasi BPK,” kata Din di Jakarta, Jumat.
Menurutnya, kasus Bank Century harus diusut tuntas agar kasus serupa tidak terulang lagi di masa mendatang.
Terkait kasus Gayus, Din mengatakan, KPK harus mengambil alih kasus tersebut karena Polri sudah terbukti tidak menjalankan tugasnya dengan baik. (Detikcom/Ant/g)
Sumber : Sib

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PSMS masih banyak kekurangan

    PSMS masih banyak kekurangan

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – PSMS Medan hanya mampu menang tipis di laga ujicoba ketiganya. Menghadapi PS Kampus USU di Stadion Mini USU, Kamis, tim besutan Edi Syahputra itu menang 2-1. Bermain di hadapan ratusan suporternya, skuad Ayam Kinantan bermain menyerang. Namun gol yang ditunggu-tunggu baru tercipta di menit 15. Menerima umpan terobosan Tri Yudha Handoko, Fajar Adinata […]

  • PARIPURNA DEWAN RAKYAT

    PARIPURNA DEWAN RAKYAT

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Na nisuratkon: Askolani Nasution Muloi manyogoti, ranggo dope ari, namargoso ma barisan ni Anak Boru Dewan Rakyat (Sekretariat DPRD) mardahan di alaman. Alaima barisan namanorjak tu pudi juljul tu jolo, sitamba naurang siorus nalobi, na ganop ari sitastas nambur manjuljulkon morana. Di ari on ma nangkan dipatidahon abisukan ni halak Mandailing, songon sindok ni alak, […]

  • Kapolda Sumut Tarik Kapolresta Siantar

    Kapolda Sumut Tarik Kapolresta Siantar

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Oegroseno memutasi jabatan Kapolres Pematang Siantar dari AKBP Fatori yang diduga melakukan penganiayaan terhadap salah seorang wartawan televisi swasta di daerah itu. Dalam serah terima jabatan yang dilakukan di Aula Kamtibmas Polda Sumut di Medan, Senin, 6 Desember 2010 jabatan Kapolres Pematang Siantar diserahkan kepada AKBP Alberd Sianipar […]

  • Perang Narkoba di Madina Masuk Radar Mabes Polri: Jangan Main-main (Lagi?)

    Perang Narkoba di Madina Masuk Radar Mabes Polri: Jangan Main-main (Lagi?)

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Tim Mandailing Epicentrum*   Ada yang berubah dari denyut operasi narkoba di Mandailing Natal beberapa pekan terakhir. Intensitasnya meningkat, pola geraknya lebih sistematis, dan bahasa resmi aparat mulai terdengar seperti “operasi sapu bersih”, bukan lagi sekadar penindakan rutin. Di permukaan, publik hanya melihat penggerebekan, pembakaran barak, dan parade tersangka. Tapi di balik itu, ada […]

  • Ramadan, Kolang Kaling dari Puncak Sorik Marapi Rambah Jakarta

    Ramadan, Kolang Kaling dari Puncak Sorik Marapi Rambah Jakarta

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Permintaan pasar terhadap bahan penganan jenis kolang-kaling di bulan Ramadan merupakan berkah tersendiri bagi pengrajin kolang-kaling di Desa Hutabaringin Jae, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal (Madina). Biji buah aren hasil olahan para pengrajin di Kecamatan Puncak Sorik Marapi ini sangat diminati oleh banyak masyarakat luar, sehingga pasarannya […]

  • Godaan suap masih menghantui hakim

    Godaan suap masih menghantui hakim

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Ternyata masih banyak godaan hakim ketika menjalankan tugasnya, seperti dugaan penyuapan untuk mempengaruhi putusan yang akan dilakukan penegak hukum itu sendiri. Hal itu diungkapkan analis hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Runtung Sitepu, tadi sore. Menurutnya. Terkadang upaya penyuapan yang dilakukan oknum pejabat, maupun pencari keadilan, serta yang berkepentingan dengan perkara itu, menghadapi kegagalan. […]

expand_less