Senin, 14 Sep 2026
light_mode

Begini Tata Cara Shalat di Dalam Pesawat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 28 Okt 2013
  • print Cetak

Melakukan shalat di dalam pesawat yang sedang melakukan penerbangan adalah hal yang tidak bisa terhindarkan bagi jamaah haji. Hal ini termasuk menjadi perbincangan para fuqaha’ (Ahli Fiqih) tentang hukum melaksanakan shalat di dalam pesawat yang tengah terbang.

Shalat di dalam pesawat yang sedang berlabuh (tidak dalam keadaan terbang) tidak dipersoalkan lagi kebolehannya. Karena tidak ada suatu hal yang menuntut untuk melakukan shalat di luar ketentuan-ketentuan yang disyari’atkan.

Selama dalam perjalanan menuju Makkah, tidak selamanya kewajiban shalat dapat dilaksanakan di luar kendaraan. Seperti halnya dalam pesawat, perjalanan tentu tidak mungkin dihentikan, sementara waktu shalat telah tiba.

Dalam hal ini jamaah haji harus melaksanakan shalat di dalam kendaraan yang sedang berjalan. Antara angkutan laut, darat, dan udara tidak terdapat perbedaan yang prinsip bila dikaitkan dengan pelaksanaan shalat di dalamnya.

Karena keadaan yang dialami oleh seorang jamaah haji pada ketiga jenis kendaraan itu adalah sama, yaitu kesulitan melaksanakan shalat sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam syari’at Islam.

Jumhur ulama sepakat bahwa shalat yang diwajibkan adalah shalat wajib dilaksanakan oleh setiap individu dalam segala keadaan, baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan baik ketika di atas pesawat maupun tidak.

Ketidaksepakatan mereka terjadi ngenai cara pelaksanaannya. Adapun cara pelaksanaan shalat di pesawat terbang, para ulama berselisih pendapat.

Menurut Imam Abu Hanifah, seseorang yang sedang dalam cara duduk, baik dalam keadaan uzur maupun tidak. Uzur dimaksud ialah seperti tidak dapat berdiri karena goncangan pesawat atau karena sakit dan sebagainya.

Keadaan duduknya sama dengan duduk dalam tasyahud. Rukuk dan sujud dilakukan dengan isyarat yaitu dengan cara menundukkan kepala, tetapi penundukan kepala pada waktu sujud lebih rendah dari rukuk.

Abu Yusuf (113-182 H/731-198 M) dan Muhammad Ibnu Hasan al- Syaibani (748-804 M). Keduanya adalah murid dari Abu Hanifah yang berpendapat lain dengan gurunya, Menurut keduanya, seseorang yang sedang di atas pesawat tidak boleh melakukan shalat dalam keadaan duduk kecuali dalam keadaan uzur.

Alasan mereka ialah bahwa shalat yang diperintahkan itu pada dasarnya harus dilaksanakan dengan keadaan berdiri.

Hal ini seperti ditegaskan pada ayat, “Peliharalah segala shalatmu dan (peliharalah) shalat wustha. Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu.” (QS. Albaqarah [2]: 238).(rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lagi, Jalinsum Aek Latong Diselimuti Kabut Tebal

    Lagi, Jalinsum Aek Latong Diselimuti Kabut Tebal

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK-Hati-hati melintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah Aek Latong, Sipirok, Tapsel. Pasalnya, setelah beberapa hari menghilang, kabut tebal kembali menyelimuti jalanan, sehingga mengganggu jarak pandang pengguna lalu lintas, Selasa (23/11). Pengendara lalu lintas yang berlalu lalang di kawasan itu, terpaksa menghidupkan lampu kendaraan, agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas. Amatan METRO di lokasi, meski […]

  • Adi Mansar: Harusnya Jangan Ada Lagi KTP ke PSU Pilkada Madina

    Adi Mansar: Harusnya Jangan Ada Lagi KTP ke PSU Pilkada Madina

    • calendar_month Selasa, 20 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Advokad hukum, Dr. H. Adi Mansar, SH,MHum mencuatkan warning agar data pemilih benar-benar valid di tiga TPS yang akan melaksanakan PSU Pilkada Madina. Itu disampaikan Adi Mansar dalam pesan WhatsAap diterima Mandailing Online, Selasa (20/4/2021). Data pemilih yang kurang valid akan berpotensi memberikan peluang kembali kepada Paslon tertentu mengulangi kecurangan. Padahal, […]

  • Wabub Aceh Tenggara Silaturrahmi ke Madina

    Wabub Aceh Tenggara Silaturrahmi ke Madina

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Aceh Tenggara (Agara) H. Ali Basrah bersilaturrahmi ke Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sekaligus saling tukar informasi pembangunan daerah, Jum’at (17/10/2014). Rombongan diterima langsung oleh Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution di ruang kerjanya. Dalam acara silaturrahmi tersebut bupati Madina memaparkan perkembangan Kabupaten Mandailing Natal dan kebijakan-kebijakan yang dilakukan […]

  • Disdik Tunggu Juknis & Juklak

    Disdik Tunggu Juknis & Juklak

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Soal UN Bukan Penentu Kelulusan MADINA; Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih menunggu petunjuk dari Disdik Provinsi Sumatera Utara atas rencana Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang menyatakan bahwa nilai Ujian Nasional (UN) bukan satu-satunnya penentu kelulusan siswa peserta UN. “Kalau terkait rencana BSNP itu, kami belum tahu secara akurat dan masih sebatas […]

  • Ayu Azhari: Saya Korban Orang Dekat Mantan Presiden PKS
    Tak Berkategori

    Ayu Azhari: Saya Korban Orang Dekat Mantan Presiden PKS

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ayu mengaku dijanjikan pekerjaan mengisi sebuah acara dan jadi jurkam. Artis dan bintang film ternama Ayu Azhari diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama tujuh jam terkait kasus suap pengurusan kuota impor daging di Kementerian Pertanian. Yang menarik, dia mengaku telah menjadi korban janji-janji Ahmad Fathanah. Hal itu disampaikan Ayu usai pemeriksaan oleh penyidik di kantor […]

  • Bupati Madina Serahkan BLT: “Tabusi Ambeng Sanga Itik Da, Uda, So Martungko”

    Bupati Madina Serahkan BLT: “Tabusi Ambeng Sanga Itik Da, Uda, So Martungko”

    • calendar_month Selasa, 17 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Tabusi ambeng sanga itik da, Uda, so martungko. Anggo tu lopo dot panganon abis don copat, Uda”. Terjemahannya: “Belilah kambing atau itik ya, Paman. Agar bertunas. Kalau ke warung dan makanan saja akan cepat habis, Paman”. Itu dikatakan Bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution saat menyerahkan BLT-DD kepada seorang penerima di Desa […]

expand_less