Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Begini Tata Cara Shalat di Dalam Pesawat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 28 Okt 2013
  • print Cetak

Melakukan shalat di dalam pesawat yang sedang melakukan penerbangan adalah hal yang tidak bisa terhindarkan bagi jamaah haji. Hal ini termasuk menjadi perbincangan para fuqaha’ (Ahli Fiqih) tentang hukum melaksanakan shalat di dalam pesawat yang tengah terbang.

Shalat di dalam pesawat yang sedang berlabuh (tidak dalam keadaan terbang) tidak dipersoalkan lagi kebolehannya. Karena tidak ada suatu hal yang menuntut untuk melakukan shalat di luar ketentuan-ketentuan yang disyari’atkan.

Selama dalam perjalanan menuju Makkah, tidak selamanya kewajiban shalat dapat dilaksanakan di luar kendaraan. Seperti halnya dalam pesawat, perjalanan tentu tidak mungkin dihentikan, sementara waktu shalat telah tiba.

Dalam hal ini jamaah haji harus melaksanakan shalat di dalam kendaraan yang sedang berjalan. Antara angkutan laut, darat, dan udara tidak terdapat perbedaan yang prinsip bila dikaitkan dengan pelaksanaan shalat di dalamnya.

Karena keadaan yang dialami oleh seorang jamaah haji pada ketiga jenis kendaraan itu adalah sama, yaitu kesulitan melaksanakan shalat sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam syari’at Islam.

Jumhur ulama sepakat bahwa shalat yang diwajibkan adalah shalat wajib dilaksanakan oleh setiap individu dalam segala keadaan, baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan baik ketika di atas pesawat maupun tidak.

Ketidaksepakatan mereka terjadi ngenai cara pelaksanaannya. Adapun cara pelaksanaan shalat di pesawat terbang, para ulama berselisih pendapat.

Menurut Imam Abu Hanifah, seseorang yang sedang dalam cara duduk, baik dalam keadaan uzur maupun tidak. Uzur dimaksud ialah seperti tidak dapat berdiri karena goncangan pesawat atau karena sakit dan sebagainya.

Keadaan duduknya sama dengan duduk dalam tasyahud. Rukuk dan sujud dilakukan dengan isyarat yaitu dengan cara menundukkan kepala, tetapi penundukan kepala pada waktu sujud lebih rendah dari rukuk.

Abu Yusuf (113-182 H/731-198 M) dan Muhammad Ibnu Hasan al- Syaibani (748-804 M). Keduanya adalah murid dari Abu Hanifah yang berpendapat lain dengan gurunya, Menurut keduanya, seseorang yang sedang di atas pesawat tidak boleh melakukan shalat dalam keadaan duduk kecuali dalam keadaan uzur.

Alasan mereka ialah bahwa shalat yang diperintahkan itu pada dasarnya harus dilaksanakan dengan keadaan berdiri.

Hal ini seperti ditegaskan pada ayat, “Peliharalah segala shalatmu dan (peliharalah) shalat wustha. Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu.” (QS. Albaqarah [2]: 238).(rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Madina Tangkap Suami Pembunuh Istri

    Polres Madina Tangkap Suami Pembunuh Istri

    • calendar_month Rabu, 9 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Polres Mandailing Natal berhasil menangkap D. Sitompul terduga pembunuh istrinya dan membuangnya ke dalam sumur. Pria berusia 45 tahun, warga Desa Janjimatogu Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal itu ditangap bersama anaknya DS Sitompul (19) di terminal bus Antar Kota Antar Provinsi Pekan Baru, Provinsi Riau, Rabu (9/8/2017). Kapolres Madina, AKBP […]

  • DPRD dan Pemkab Madina Sepakati RPJMD

    DPRD dan Pemkab Madina Sepakati RPJMD

    • calendar_month Jumat, 5 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak DPRD dan Pemkab Madina menandatangani kesepakatan terhadap Rancangan Awal RPJMD 2021-2026. Kesepakatan dilakukan pada rapat paripurna di DPRD Madina, Jum’at (5/11/2021). Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Madina, Harminsyah Batubara. Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution menandatangani nota kesepakan itu mewakili pemerintah daerah, dan dua pimpinan legislatif mewakili DPRD […]

  • Naskah Deklarasi "Batang Pungkut Green Conservation"

    Naskah Deklarasi "Batang Pungkut Green Conservation"

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bismillahirrahmanirrahim Sesungguhnya kami menyadari bahwa lingkungan hidup adalah warisan yang paling berharga untuk generasi yang akan datang, oleh karena itu kami berkomitmen untuk menjaganya. Kami menyadari bahwa dampak negatif pertambangan lebih besar dari pada dampak positifnya terhadap masyarakat dan lingkungan hidup, oleh karena itu kami menolak pertambangan khususnya di wilayah Kabupaten Mandailing Natal. Kami menghormati […]

  • Ali Muhammad Mori, Islam Dorong Kebangkitan Jepang

    Ali Muhammad Mori, Islam Dorong Kebangkitan Jepang

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Ali Muhammad Mori, seorang pekerja sosial dan pendeta dari Jepang. Ia mengaku sangat terkesan dengan cara saleh beberapa Muslim di Manchuria, tempat tinggalnya dulu. Kisah ini bermula dari 18 tahun yang lalu ketika Ia berada di Manchuria dimana Jepang masih menguasai daerah tersebut. Waktu itu di padang pasir dekat Pieching adalah kali pertamanya Ia bergabung […]

  • MASSA SEMPAT BENTROK DENGAN POLISI

    MASSA SEMPAT BENTROK DENGAN POLISI

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

      Tiga Unit Mobil Polisi Rusak PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aksi pemblokiran jalan lintas Sumatera oleh warga Kecamatan Naga Juang dan Kecamatan Panyabungan Utara, Jum’at 22 Maret 2013 di titik Desa Jambur Padang Matinggi sempat bentrok dengan aparat Polres Mandailing Natal (Madina). Aparat polres datang ke lokasi dalam rangka melancarkan arus lalulintas yang terhenti oleh […]

  • Warga Minta KGM Jangan Proyek di Atas Kertas

    Warga Minta KGM Jangan Proyek di Atas Kertas

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Para ibu di Desa Sirambas-Saba Jior, Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menilai program kelompok gizi masyarakat (KGM) gagal. Pasalnya, tidak ada peningkatan gizi di kalangan balita di desa tersebut dan terkesan hanya proyek di atas kertas. Laila Nasution, warga Desa Sirambas mengatakan, tidak ada capaian yang diperoleh KGM dalam meningkatkan gizi anak-anak […]

expand_less