Senin, 31 Agu 2026
light_mode

Bupati Tidak Datang, Paripurna LKPJ Bupati Madina Ditunda

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 30 Mei 2016
  • print Cetak
Rapat Paripurna DPRD Madina tentang LKPJ bupati yang ditunda

Rapat Paripurna DPRD Madina tentang LKPJ bupati yang ditunda

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Paripuran DPRD penyampaian LKPJ bupati Madina, Senin (30/5/2016) gagal dilaksanakan gara-gara Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution tak hadir.

Hanya Sekretaris Daerah, Drs.Syafei Lubis pejabat tertingi dari pihak Pemkab Mandailing Natal (Madina) yang hadir, sehingga Paripurna DPRD tentang penyampaian nota Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Bupati Tahun Anggaran 2015 dibatalkan Ketua DPRD Madina Hj.Leli Artati untuk hari ini.

Informasi yang beredar di gedung dewan, bupati tidak hadir dengan alasan berada di luar kota.

“Sesuai dengan PP Nomor 3 Tahun 2007, nota pengantar LKPJ harus langsung diserahkan bupati. Namun berhubung, kata Sekda, bupati sedang berada di luar kota, akhirnya pariprna diskor,” ujar Leli sambil mengetukkan palu.

Usai men-skors rapat paripurna, menjawab wartawan Leli Hartati menyatakan bahwa sesaui aturan, penyerahan nota LKPJ harus bupati yang menyerahkan langsung, tak bisa diwakilkan.

“Sudah coba kita lihat dalam peraturan, tidak boleh diperwakilkan, LKPJ harus langsung oleh kepala daerah,” tegasnya.

Leli mengakui, sampai saat ini pihaknya belum menerima secara tertulis atas ketidakhadiran bupati, pihak DPRD Madina hanya menerima secara lisan saja.

Dijelaskan Leli bahwa tidak ada satu pasal pun di PP Nomor 3 Tahun 2007 yang mengatakan ketika kepala daerah berhalangan bisa diperwakilkan. Sementara jadwal paripurna sudah melalui Badan Musawarah DPRD Madina yang dihadiri pihak eksekutif.

“Kita malakukan sekor 3 kali berturut-turut dengan rentang waktu satu jam sekali skor, namun jika tidak datang juga terpaksa ditunda sampai batas yang tidak ditentukan,” katanya.

Jika bupati tidak datang dalam rentang 30 hari, maka Pemkab Madina bisa langsung mengajukan ke gubenur. Itu sesuai dengan Pasal 6 PP Nomor 3 Tahun 2007 berbunyi : selama 30 hari jika tidak dibahas bisa langsung diajukan ke Gubernur.

“Jadi jangan nanti ada peranggapan bahwa DPRD Madina tidak membahas, bagaimana membahas jika belum diserahkan bupati kepada DPRD. Walaupun nanti sifatnya dari LKPJ hanya rekomendasi, akan tetapi jangan nanti hanya rekomendasi saja,” ujarnya.

Peliput : Maradotang Pulungan

Editor  : Mandailing Online

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mutasi di Madina Harus Berdasar pada Pembenahan

    Mutasi di Madina Harus Berdasar pada Pembenahan

    • calendar_month Sabtu, 7 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Wakil Ketua DPD KNPI Sumut Anas Suheri Lubis yang juga putra asli Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengatakan, pihaknya mendukung pelaksanaan mutasi yang dilakukan di jajaran Pemkab Madina baru-baru ini. Namun, mutasi yang dilakukan harus mempertimbangkan berbagai hal khususnya untuk tujuan pembenahan untuk mewujudkan pemerintahan yang baik, jujur dan bersih. Menurut Suheri berbagai hal yang […]

  • Sihar Sitorus Reses di Madina

    Sihar Sitorus Reses di Madina

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABYNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPR RI Komisi XI, Sihar PH Sitorus melakukan resea di Kabupaten Mandailing Natal sejak Rabu hingga Kamis (4-5/3/2020). Kebutuhan infrastruktur, ekonomi dan sektor pariwisata menjadi bahasan penting antara Pemkab Mandailing Natal (Madina) dengan Sihar. Pertemuan pada Kamis di aula kantor bupati Madina, pihak Pemkab Madina menyampaikan paparan kebutuhan Madina dilanjutkan […]

  • Wisata Memikat, Upaya Minim

    Wisata Memikat, Upaya Minim

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Kabupaten Mandailing Natal memiliki banyak potensi wisata yang mampu menghipnotis wisatawan, baik waisatawan lokal maupun manca negara. Hanya saja konsentrasi pemerintah daerah, kalangan swasta dan masyarakat luas belum begitu besar mengembangkannya. Dari sisi promosi, brosur pariwisata yang dikeluarkan Pemkab Madina sejauh ini masih Bendungan Batang Gadis, Air Panas Siabu, Gordang Sambilan, Bagas dan Sopo […]

  • Menikah Pasti Ada Ujiannya

    Menikah Pasti Ada Ujiannya

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd Aktivis Dakwah dan Pemerhati Keluarga Muslim Menurut KBBI, nikah adalah perjanjian perkawinan antara laki-laki dan perempuan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama. Secara istilah, pernikahan adalah akad yang menghalalkan pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya. (Tirto.id) Jadi, menikah adalah penyatuan antara lelaki dan perempuan yang bukan mahrom […]

  • Berdoa Sebelum Mendaftar

    Berdoa Sebelum Mendaftar

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Tim pasangan bakal calon bupati/wakil bupati Madina Safaruddin Haji Lubis-Miswaruddin Daulay melakukan do’a bersama di kediaman Safaruddin Haji, Sipolu-polu, Panyabungan sebelum melangkah mendaftar ke KPU Mandailing Natal (Madina), Selasa (28/7). Pasangan ini didaftarkan Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan. Turut hadir di do’a bersama dan pendaftaran antara lain Ketua DPD Partai Golkar Madina, As […]

  • Sistem Pemerintahan Kerajaan-Kerajaan Mandailing Sangat Egaliter

    Sistem Pemerintahan Kerajaan-Kerajaan Mandailing Sangat Egaliter

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manailing Online) – System pemerintahan kerajaan-kerajaan di Mandailing terbukti sangat egalitar, bukan kerajaan absolut. Fungus Namora, Natoras dan Sopo Godang menjadi salah satu tolok ukur keterbukaan pemerintahan kerajaan-kerajaan di Mandailing, baik Mandailing Julu maupun Mandailing Godang. “Raja tak boleh sembarangan menerbitkan peraturan tanpa persetujuan oleh pihak Namora dan Natoras,” kata Budayawan Mandailing, Pandapotan Nasution […]

expand_less