Minggu, 1 Nov 2026
light_mode

POLISI MACAM PREMAN Di NAGA JUANG

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Mar 2013
  • print Cetak

DI BINANGA 1 TEWAS, 6 LUKA-LUKA

Ridwan Rangkuti 260313PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pola yang diperlihatkan polisi di Naga Juang, Mandailing Natal, mengarah pada gaya preman terhadap para penambang emas di bukit Sihayo, Jum’at (22/3) lalu.

Ini bertolak belakang dengan pencanangan Kapolri di awal tahun 2013 yang bersemangat pemberantasan premanisme yang dimulai dari Jakarta terbukti dengan penangkapan Hercules dan kelompoknya.

“Akan tetapi sungguh sangat ironis yang terjadi di Wilayah Sumut, khususnya di Tapanuli Bagian Selatan, polisi yang diharapkan memberantas premanisme justru beberapa oknum polisi menjadi preman dengan seenaknya melakukan kekerasan fisik terhadap warga dengan dalih dan alasan pengamanan.

Itu diungkapkan Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Tabagsel, H.Ridwan Rangkuti,SH. MH yang juga dosen tetap Fakultas Hukum UMTS Padangsidempuan, kepada wartawan, Selasa (26/3).

“Seperti kasus yg terjadi di Naga Juang, Madina, aparat Brimob Polda Sumut menyiksa dan menelanjangi dada warga dan menjemurnya di terik matahari, tangan diikat ke belakang dan menjadi tontonan yg mengasyikkan bagi aparat brimob yg tidak berprikemanusiaan tersebut,” katanya.

Disebutkannya, seharusnya aparat brimob tersebut setelah menangkap para warga yang diduga melanggar hukum, diserahkan langsung ke penyidik Polres Madina.

“Kenapa harus disiksa, apa begini cara yg didoktrin waktu sekolah Brimob. Luar biasa kekejaman aparat brimod tersebut, tak obahnya gaya preman, pantas saja warga bilang “Kami Bukan PKI”, karena menurut warga penyiksaan yang dilakukan aparat Brimob tersebut ala PKI,” cetus Ridwan.

Kasus serupa terjadi lagi di Binanga, tepatnya di halaman Mapolsek Binanga, lagi lagi warga korban luka berat dan bahkan korban tewas akibat kekejaman aparat kepolisian dari Polres Tapanuli Selatan. Korban luka berat sebanyak 6 orang masih di rawat di RSU Padangsidempuan. Sedangkan korban yang meninggal sudah dikebumikan keluarganya.

Kasus ini terkait beberapa waktu yang lalu masyarakat yang menolak pembangunan pipa perusahaan tambang PT. A-Resources Martabe Batang Toru, warga menjadi korban luka dan masuk penjara.

“Begitu banyaknya kasus kekejaman aparat kepolisian yang terjadi di Wilayah Tabagsel membuat hati kita miris kemana para kepala daerah nya, kok bisa terjadi berulang ulang. Semuanya kasus tersebut bermula dari sengketa tanah. Jika kasusnya soal tanah, kenapa para bupatinya diam tak punya kebijakan dan keberanian untuk melindungi rakyatnya,” kesal Ridwan.

Kapolda juga dikesalkan tidak mengambil tindakan tegas kepada anggotanya yang salah dalam melakukan tugas, dengan hanya menjawab sudah sesuai prosedur tetap.

“Lalu, kemana gubernur yang katanya pro rakyat. Kenapa tidak bersikap tegas, koq selalu bela pengusaha tambang, aneh para petinggi di Sumut ini,” imbuhnya.

Disebutkannya, masyarakat semakin prustasi untuk memperjuangkan haknya, sehingga terkadang dengan jalan kekerasan terhadap perusahaan yang harus mereka tempuh. Karena tidak ada perlindungan dan kepastian dari bupatinya, gubernurnya, apalagi DPRD-nya hanya pintar cuap-cuap di media tanpa tindakan nyata.

“Saya menghimbau kepada presiden RI dan menteri terkait serta kapolri agar segera menyikapi semua persoalan tambang di wilayah Tabagsel, khususnya di Madina dan Batang Toru serta persoalan lahan di Palas, agar tidak terulang lagi kekejaman aparat yang akhirnya rakyat yang menjadi korban,” lanjutnya.

Di sisi lain, perusahaan tambang pun harus melihat realita ini secara jernih. Investasi butuh keamanan, tetapi jika perusahaan tidak memikirkan masyarakat sekitar tambang, kerugian yang lebih besar lagi akan muncul di kemudian hari. (dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • LABUSEL: KETIKA RAJA KOTAPINANG HADIR DI ISTANA BUPATI (bagian 3-selesai)

    LABUSEL: KETIKA RAJA KOTAPINANG HADIR DI ISTANA BUPATI (bagian 3-selesai)

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masa Depan yang Menunggu Ditulis   Oleh: Tim Mandailing Epicentrum Pertanyaan terbesar bagi Labuhanbatu Selatan hari ini bukanlah soal kerajaan. Bukan pula soal silsilah. Melainkan soal masa depan. Bagaimana daerah yang bertumpu pada sawit ini mampu menciptakan nilai tambah ekonomi? Bagaimana generasi muda memperoleh kesempatan kerja yang layak? Bagaimana pembangunan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat? […]

  • 8 Korban Meninggal di Tambang Huta Bargot Sudah Dievakuasi

    8 Korban Meninggal di Tambang Huta Bargot Sudah Dievakuasi

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jumlah korban meninggal dunia di lobang tambang emas Huta Bargot yang sudah berhasil dievakuasi sebanyak 8 orang. Sejauh ini belum diketahui apakah masih ada yang tertinggal atau hanya total 8 orang. Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mandailing Natal (Madina) sejauh ini juga belum diketahui apakah sudah terjun ke lokasi atau […]

  • Parkir Tak Jelas, Pasar Panyabungan Semrawut

    Parkir Tak Jelas, Pasar Panyabungan Semrawut

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Kesemrawutan di jalan protokol Kota Panyabungan sebagai pusat kota Kabupaten Mandailing Natal (Madina) disebabkan areal parkirnya tidak jelas. Sehingga, di jam lalulintas padat, pengendara akau sulit melewati ruas jalan tersebut. Amatan METRO, Selasa (24/1) Kabupaten Madina mekar dari Kabupaten Tapsel tahun 1998 lalu, kondisi jalinsum Kota Panyabungan masih tetap seperti dulu. Di kiri kanan […]

  • Harga Karet Di Madina Bergerak Naik

    Harga Karet Di Madina Bergerak Naik

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah lama harga karet alam membuat petani kalang kabut, kini harga terlihat bergerak naik. Pantauan wartawan di Kecamatan Kotanopan, Panyabungan dan Kecamatan Panyabungan Timur di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) penjualan getah karet di tingkat petani naik antara 800 hingga 1.000 rupiah per kilo gram. “Kita menjual karet hari ini […]

  • Sidak Gudang Farmasi, Wabup Atika Temukan Tumpukan Obat di Luar Ruangan

    Sidak Gudang Farmasi, Wabup Atika Temukan Tumpukan Obat di Luar Ruangan

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa kantor OPD dan gudang Farmasi di komplek perkantoran Payaloting, Parbangunan, Selasa (8/2). Dalam sidak kali ini Wabup Atika didampingi Ketua TP PKK Ny. Eli Mahrani Ja’far Sukhairi Nasution. Saat sidak di gudang Farmasi, Atika menemukan tumpukan […]

  • DPRD Tak Diberitahu 2 Anggota Dewan Diperiksa KPK

    • calendar_month Rabu, 5 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemeriksaan terhadap dua anggota DPRD Madina, Ali Mutiara Rangkuti dan Ahmad Husein, tanpa pemberitahuan terhadap lembaga DPRD Madina. Sehingga pimpinan DPRD Madina tidak tahu terkait pemeriksaan kepada dua anggota dewan itu. Sekretaris DPRD Madina Sahnan Batubara kepada wartawan, kemarin mengatakan, pihaknya tidak mengetahui berapa jumlah anggota DPRD Madina yang diperiksa KPK […]

expand_less