Kamis, 17 Sep 2026
light_mode

Magnitute Wacana Balon Bupati Madina, (Bikin Kriteria atau Cari Tokoh?)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 23 Mar 2015
  • print Cetak

 

Oleh: Muhammad Ludfan Nasution

Tanpa harus menyoal kenapa harus Pilkada Langsung dan serentak di 2015 ini, bicara tentang bakal calon (Balon) Bupati Madina tetap menantang, bahkan bisa-bisa bikin frustrasi.

Kita mengenal Madina sedemikian rupa. Ada problem besar. Butuh resolusi tuntas. Ada perspektif sejarah yang adiluhung. Harus mencapai target-target besar yang terkesan mustahil.

Itu satu sisi dari kenyataan Madina kontemporer. Dalam magnitute wacana Pilkada 2015, karakteristik Madina yang sedemikian itu tentu terkonversi secara alamiah ke dalam satu urunan kriteria Balon Bupati.

Di angle berbeda, sebagaimana lahir dari sistem sosial, budaya dan politik, kita memilik banyak orang yang sudah lahir dan besar menjadi tokoh atau bisa ditokohkan. Masing-masing memiliki latar belakang, ciri khas, visi, konsepsi, strategi dan dapat dilukiskan dalam satu deskripsi profile tersendiri.

Beberapa di antaranya, layak muncul sebagai Balon Bupati Madina. Terakhir, sesuai kecukupan prasyarat suara/kursi di DPRD Madina dan dukungan independen, akan mengemuka sejumlah Balon yang layak dijagokan untuk menjadi Bupati Madina periode 2016-2021.

Problemnya sekarang, ketika tahapan dan anggaran Pilkada belum ditetapkan, apa yang harus kita lakukan lebih dulu?

Pilihan pertama, bisa dengan merumuskan kriteria Balon terlebih dahulu, baru kemudian mencari figur balon yang relevan dengan kriteria yang sengguhnya bersifat etis tersebut.

Sebut saja ini cara yang bersifat idealistik. Pilihan kedua, mencari figur paling potensial, paling kuat dan paling populer. Umpamanya, mengambil tiga, lima atau tujuh figur Balon terlebih dahulu.

Selanjutnya, dari mereka yang terseleksi itu diturunkan kriteria yang sudah ada kian dalam diri ketiga, kelima atau ketujuh figur tersebut.

Sebuat saja yang kedua ini cara ala realistik. Mana wacana yang lebih signifikan, lebih sehat, lebih logis dan lebih strategis buat Madina?

Hindari Frustrasi

Karekteristik Madina dalam bidang apa pun dan dari data objektif yang seperti apa pun, adalah standar yang berlaku mutlak bagi identitas dan kondisi ideal Madina yang diharapkan di masa depan.

Di beberapa diskusi informal, muncul argumentasi yang mengkerucut pada penawaran kriteria. Sebagaimana kriteria, jelas menguraikan latar belakang, bobot kepemimpinan, konsepsi, visi, misi dan strategi membangun daerah.

Kriteria demikian tentu memproyeksikan ketokohan, figur dan profile yang baik. Sehingga memunculkan harapan dan optimisme bahwa tokoh-tokoh yang terpresentasi dalam kriteria itu mampu menjawab problem terbesar Madina. Bahkan, kriteria itu mungkin saja membersitkan sedikit harapan bahwa mereka bakal tampil sebagai 'ratu adil' versi Madina.

Masih dari diskusi dadakan yang disebutkan di atas, ketika satu kriteria itu dijajaki ke beberapa tokoh yang sudah muncul, ternyata tidak ada profile dan figur tokoh-tokoh itu yang sama sekali mendekati kriteria.

Nah, kalau begini, wacana Balon dalam Pilkada Madina 2016 bisa bikin frustrasi sosial kan? Tidak juga. Justru inilah cara paling logis untuk mengantisipasi munculnya frustrasi sosial di masa mendatang. Lalu, bagaimana juga jika dari tokoh-tokah yang sudah mengemuka sekarang ditarik kriteria minimalis (realistik)?

Cara ala 'realistik', bisa juga kita jajaki. Hanya saja, problem yang bakal muncul setidaknya dua hal: 1) subjektif dan terlalu cepat menutup peluang bagi yang relatif lebih ideal; dan 2) bisa terjebak dan wacana sekitar Pilkada akan kehilangan orientasi dan akurasi untuk mengetahui standar paling minimal bagi pemimpin dan pengelola Madina, yang kemudian berakibat pada rendahnya target yang bisa diharapkan dari Bupati hasil Pilkada 2015.

 

Kembali Idealistik

Memang kita sudah melalui beragam fase dan masa. Salah satunya, keadaan dimana seakan tidak ada pilihan tepat dan tidak ada target tertentu yang bisa digapai. Akibatnya, kita menerima saja kondisi real yang ada, seolah-olah tak pantas atau tak mungkin mendapatkan hal yang lebih baik, serta seakan harus meyakini bahwa hal terbaik yang bisa diharapkan adalah keadaan yang buruk atau terburuk.

Maka dari itu, karena tahapan Pilkada 2015 juga belum dimulai, alangkah lebih baik kalau daftar balon dibuka dulu selebar-lebarnya. Setidaknya, jangan terfokus dulu pada figur yang sudah muncul. Lagi pula, mungkin saja muncul tokoh, atau tokoh yang sudah populer duluan, justeru menempati posisi sebagai kuda hitam.

Dengan begitu, untuk menjawab pertanyaan pada judul tulisan ini, pilihannya adalah bikin kriteria dulu. Soal tidak ada figur yang mendekati patokan-patokan dalam kriteria balon itu, tak perlu disoal dan dijawab sekarang. Yang jelas, yang terbaik adalah yang paling akurat dengan kriteria.

Madina yang sudah berusia 16 tahun ini tentu memiliki promlematika dengan karakter yang relatif rumit dan unik. Oleh karena itu, kita berharap agar Madina ini dipimpin oleh orang yang paling akurat, paling tepat. Bukankah kita ingin menjadikan Pilkada sebagai bagian utama yang integral dari penyelesaian masalah-masalah yang ada?

Adalah pengalaman yang kelewat traumatis jika prosesi Pilkada yang sudah begitu banyak menyedot energi rakyat dan uang negara itu, dan kali ini dilaksanakan secara serentaka, kembali berakhir dengan kamuplase atau pepesan kosong: bupati dan wakil bupati salah pilih. Makanya, jangan takut bikin kriteria, biar lebih mudah menemukan yang relatif lebih oke. (Muhammad Ludfan Nasution adalah jurnalis tinggal di Madina)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suka ke Pengajian? Bukti Iman Masih Menghujam

    Suka ke Pengajian? Bukti Iman Masih Menghujam

    • calendar_month Sabtu, 25 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Jealous? Tidak mampu? Atau tidak suka? Ketiganya adalah kemungkinan jawaban tersingkat untuk menjawab pertanyaan sebagian orang yang nyinyir. Tetapi dalam konteks kebaikan (khoir) seharusnya tidak berperilaku nyinyir. Seharusnya yang dikedepankan adalah support and appreciate. Sebab, jika kebaikan sudah jadi kebiasaan untuk disindir, maka keburukan akan menempati sebaliknya. Seperti […]

  • Bupati Resmikan Pengoperasian Pembangkit Listrik

    Bupati Resmikan Pengoperasian Pembangkit Listrik

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    85 PLTS untuk Daerah Terpencil TAPSEL- ; Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M Pasaribu meresmikan secara simbolis pengoperasian bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari Dinas Pertambangan dan Energi Sumut tahun 2010 sebanyak 85 unit, Sabtu (11/12). Bupati berpesan agar warga penerima bantuan 85 PLTS di daerah terpencil tersebut untuk menjaga dan memeliharanya. “Kita harus memiliki […]

  • Ini Kata Jubir KPK Terkait Pengeledahan di Madina

    Ini Kata Jubir KPK Terkait Pengeledahan di Madina

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online : Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) sejak jum”at 4/6 2026 melakukan penggeledahan di 2 tempat di Madina. Kediaman Kepala Dinas PUPR Madina Elpianti Harahap di Desa Gunung Tua Panggorengan dan Kantor Dinas PUPR di komplek perkantoran Bupati di bukit payaloting aek godang parbangunan. Penggeledahan tersebut diduga rentetan atas Operasi Tangan (OTT) pengusaha/kontraktor […]

  • Penerimaan CPNS, 9 KDh siap 'fair play'

    Penerimaan CPNS, 9 KDh siap 'fair play'

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    .MEDAN – Sembilan kepala daerah (KDh) di Sumatera Utara menyatakan sikap untuk fair play dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun anggaran 2010 pada Desember mendatang. Kesembilan KDh itu yakni Wakil Bupati Deli Serdang Zainuddin Mars, Bupati Serdang Bedagai T Erry Nuradi, Pj Walikota Tebing Tinggi Eddy Syofian, dan Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang […]

  • Oknum TNI Miliki Kafe Prostitusi di Siantar

    Oknum TNI Miliki Kafe Prostitusi di Siantar

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Prostitusi di Kafe Nasional di tikungan manis Kelurahan Tong Simarimbun, Kecamatan Siantar Simarimbun, Pematangsiantar, berjalan mulus lantaran keterlibatan oknum TNI. Pekerja seks komersil (PSK) yang ditemui Tribun di Kafe Nasional mengaku aman lantaran ada beking dari oknum berseragam. ”Bahkan pemiliknya juga seorang oknum tentara. Makanya, banyak oknum petugas berpakaian loreng yang datang kemari […]

  • Vaksinasi di Panyabungan Barat Sampai Malam Hari

    Vaksinasi di Panyabungan Barat Sampai Malam Hari

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LONGAT (Mandailing Online) – Dalam upaya mencapai target vaksinasi, Pemerintahan Kecamatan Panyabungan Barat menggelar vaksinasi sampai malam hari. Hal itu disampaikan Kepala Puskesmas Longat Melvariani Siregar ketika dimintai keterangan di kantor FP2L Longat, Panyabungan Barat pada Jumat (19/11). “Target vaksinasi harus dikejar. Kita tetap melakukan sosialisasi baik secara individu maupun kelompok. Bahkan kita melakukan vaksinasi […]

expand_less