Kamis, 5 Nov 2026
light_mode

Magnitute Wacana Balon Bupati Madina, (Bikin Kriteria atau Cari Tokoh?)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 23 Mar 2015
  • print Cetak

 

Oleh: Muhammad Ludfan Nasution

Tanpa harus menyoal kenapa harus Pilkada Langsung dan serentak di 2015 ini, bicara tentang bakal calon (Balon) Bupati Madina tetap menantang, bahkan bisa-bisa bikin frustrasi.

Kita mengenal Madina sedemikian rupa. Ada problem besar. Butuh resolusi tuntas. Ada perspektif sejarah yang adiluhung. Harus mencapai target-target besar yang terkesan mustahil.

Itu satu sisi dari kenyataan Madina kontemporer. Dalam magnitute wacana Pilkada 2015, karakteristik Madina yang sedemikian itu tentu terkonversi secara alamiah ke dalam satu urunan kriteria Balon Bupati.

Di angle berbeda, sebagaimana lahir dari sistem sosial, budaya dan politik, kita memilik banyak orang yang sudah lahir dan besar menjadi tokoh atau bisa ditokohkan. Masing-masing memiliki latar belakang, ciri khas, visi, konsepsi, strategi dan dapat dilukiskan dalam satu deskripsi profile tersendiri.

Beberapa di antaranya, layak muncul sebagai Balon Bupati Madina. Terakhir, sesuai kecukupan prasyarat suara/kursi di DPRD Madina dan dukungan independen, akan mengemuka sejumlah Balon yang layak dijagokan untuk menjadi Bupati Madina periode 2016-2021.

Problemnya sekarang, ketika tahapan dan anggaran Pilkada belum ditetapkan, apa yang harus kita lakukan lebih dulu?

Pilihan pertama, bisa dengan merumuskan kriteria Balon terlebih dahulu, baru kemudian mencari figur balon yang relevan dengan kriteria yang sengguhnya bersifat etis tersebut.

Sebut saja ini cara yang bersifat idealistik. Pilihan kedua, mencari figur paling potensial, paling kuat dan paling populer. Umpamanya, mengambil tiga, lima atau tujuh figur Balon terlebih dahulu.

Selanjutnya, dari mereka yang terseleksi itu diturunkan kriteria yang sudah ada kian dalam diri ketiga, kelima atau ketujuh figur tersebut.

Sebuat saja yang kedua ini cara ala realistik. Mana wacana yang lebih signifikan, lebih sehat, lebih logis dan lebih strategis buat Madina?

Hindari Frustrasi

Karekteristik Madina dalam bidang apa pun dan dari data objektif yang seperti apa pun, adalah standar yang berlaku mutlak bagi identitas dan kondisi ideal Madina yang diharapkan di masa depan.

Di beberapa diskusi informal, muncul argumentasi yang mengkerucut pada penawaran kriteria. Sebagaimana kriteria, jelas menguraikan latar belakang, bobot kepemimpinan, konsepsi, visi, misi dan strategi membangun daerah.

Kriteria demikian tentu memproyeksikan ketokohan, figur dan profile yang baik. Sehingga memunculkan harapan dan optimisme bahwa tokoh-tokoh yang terpresentasi dalam kriteria itu mampu menjawab problem terbesar Madina. Bahkan, kriteria itu mungkin saja membersitkan sedikit harapan bahwa mereka bakal tampil sebagai 'ratu adil' versi Madina.

Masih dari diskusi dadakan yang disebutkan di atas, ketika satu kriteria itu dijajaki ke beberapa tokoh yang sudah muncul, ternyata tidak ada profile dan figur tokoh-tokoh itu yang sama sekali mendekati kriteria.

Nah, kalau begini, wacana Balon dalam Pilkada Madina 2016 bisa bikin frustrasi sosial kan? Tidak juga. Justru inilah cara paling logis untuk mengantisipasi munculnya frustrasi sosial di masa mendatang. Lalu, bagaimana juga jika dari tokoh-tokah yang sudah mengemuka sekarang ditarik kriteria minimalis (realistik)?

Cara ala 'realistik', bisa juga kita jajaki. Hanya saja, problem yang bakal muncul setidaknya dua hal: 1) subjektif dan terlalu cepat menutup peluang bagi yang relatif lebih ideal; dan 2) bisa terjebak dan wacana sekitar Pilkada akan kehilangan orientasi dan akurasi untuk mengetahui standar paling minimal bagi pemimpin dan pengelola Madina, yang kemudian berakibat pada rendahnya target yang bisa diharapkan dari Bupati hasil Pilkada 2015.

 

Kembali Idealistik

Memang kita sudah melalui beragam fase dan masa. Salah satunya, keadaan dimana seakan tidak ada pilihan tepat dan tidak ada target tertentu yang bisa digapai. Akibatnya, kita menerima saja kondisi real yang ada, seolah-olah tak pantas atau tak mungkin mendapatkan hal yang lebih baik, serta seakan harus meyakini bahwa hal terbaik yang bisa diharapkan adalah keadaan yang buruk atau terburuk.

Maka dari itu, karena tahapan Pilkada 2015 juga belum dimulai, alangkah lebih baik kalau daftar balon dibuka dulu selebar-lebarnya. Setidaknya, jangan terfokus dulu pada figur yang sudah muncul. Lagi pula, mungkin saja muncul tokoh, atau tokoh yang sudah populer duluan, justeru menempati posisi sebagai kuda hitam.

Dengan begitu, untuk menjawab pertanyaan pada judul tulisan ini, pilihannya adalah bikin kriteria dulu. Soal tidak ada figur yang mendekati patokan-patokan dalam kriteria balon itu, tak perlu disoal dan dijawab sekarang. Yang jelas, yang terbaik adalah yang paling akurat dengan kriteria.

Madina yang sudah berusia 16 tahun ini tentu memiliki promlematika dengan karakter yang relatif rumit dan unik. Oleh karena itu, kita berharap agar Madina ini dipimpin oleh orang yang paling akurat, paling tepat. Bukankah kita ingin menjadikan Pilkada sebagai bagian utama yang integral dari penyelesaian masalah-masalah yang ada?

Adalah pengalaman yang kelewat traumatis jika prosesi Pilkada yang sudah begitu banyak menyedot energi rakyat dan uang negara itu, dan kali ini dilaksanakan secara serentaka, kembali berakhir dengan kamuplase atau pepesan kosong: bupati dan wakil bupati salah pilih. Makanya, jangan takut bikin kriteria, biar lebih mudah menemukan yang relatif lebih oke. (Muhammad Ludfan Nasution adalah jurnalis tinggal di Madina)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Intelijen harus kupas konflik Aceh

    Intelijen harus kupas konflik Aceh

    • calendar_month Rabu, 11 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tjahjo Kumolo pertanyakan apakah hanya masalah kriminal atau ada ekses-ekses terkait, seperti ekses internasional, pilkada, atau masalah yang belum diselesaikan dengan baik. Menurut dia, pemerintah jangan cepat memberikan pernyataan bahwa peristiwa penembakan itu merupakan kriminal murni, namun perlu dicari latar belakang di balik peristiwa ini. Berdasarkan hasil pencermatannya, konflik di Aceh ini terjadi karena ada […]

  • Fitrah Suryani Nasution Utusan Madina OSN Tingkat Sumut

    Fitrah Suryani Nasution Utusan Madina OSN Tingkat Sumut

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Fitrah Suryani Nasution siswa SMP Negeri I Kotanopan menjadi utusan Kabupaten Mandailing Natal pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi Sumatra Utara. OSN itu akan akan dilaksanakan pada Sabtu 9 April 2016 di Medan. Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kotanopan, Irsan Hasibuan, S.pd kepada Mandailing Online, Jumat, (8/4)  menyampaikan rasa bangga atas perestasi […]

  • Pengesahan APBD Sumut diributi

    Pengesahan APBD Sumut diributi

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Para elemen di Sumatera Utara (Sumut) meminta kepada Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) agak menolak pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumut  Tahun Anggaran 2014  karena sesuai dengan prinsip-prinsip anggaran serta aturan perundang-undangan yang mengatur keuangan daerah. Sekretaris Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran Sumatera Utara (FITRA) Sumut Irvan Hamdani Hasibuan menyebutkan APBD […]

  • Pangan dan Konflik Mengorbankan Umat Mulia

    Pangan dan Konflik Mengorbankan Umat Mulia

    • calendar_month Rabu, 9 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Rusliana, SPd.I Aktivis Forum Muslimah Peduli Mandailing Natal Suriah mengalami krisis pangan yang belum terselesaikan hingga kini. Seorang pria dari Kota Zabadani mengatakan, keluarganya yang beranggotakan empat orang telah berhenti makan keju dan daging pada awal 2020. Kini dia hanya mengandalkan roti untuk makanan mereka (REPUBLIKA.CO.ID). Program Pangan Dunia (WFP)  mendengungkan bahwa jutaan warga di […]

  • Lapak Pedagang Jajanan Sore Aek 8 Panyabungan Dibongkar

    Lapak Pedagang Jajanan Sore Aek 8 Panyabungan Dibongkar

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jika Anda pelanggan kuliner jajanan sore di Jl. Willem Iskander, kawasan Aek 8, Panyabungan, maka mulai hari ini tak lagi dapat menikmatinya. Tim Satpol PP Kabupaten Mandailing Natal (Madina) telah membongkar lapak-lapak kuliner itu, Senin (6/4/2026). Lapak-lapak berbentuk saung berbahan kayu itu selama ini menjadi tempat berjualan pedagang kuliner tingkat […]

  • Jadi Pelacur di Panyabungan Gara-gara Butuh Biaya Operasi Orang Tua

    Jadi Pelacur di Panyabungan Gara-gara Butuh Biaya Operasi Orang Tua

    • calendar_month Senin, 18 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seeorang wanita terpaksa jadi pelacur di Panyabungan gara-gara kebutuhan biaya operasi orang tuanya. Wanita dari Kecamatan Panyabungan Barat berumur sekitar 20 tahun ini terjaring razia pelacur di Panyabungan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Mandailing Natal, Sabtu malam atau Minggu dinihari (17/04) di satu cafe di Panyabungan. Menjawab wartawan, dia […]

expand_less