Jumat, 23 Okt 2026
light_mode

BWS Sumatera II Dinilai Lamban Keruk  Irigasi Batang Gadis, Petani Kecewa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 27 Sep 2022
  • print Cetak

Satu unit exavator mengeruk badan Irigasi Batang Gadis di satu titik Lingkar Dalam Timur, Panyabungan.

 

PANYABUNGAN, (Mandailing Online) — Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II dinilai terlalu lama mengerjakan pengerukan jalur kanan Irigasi Batang Gadis, akibatnya petani di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, kecewa.

Kekecewaan petani karena lahan persawahan tak terairi. Sebab, irigasi harus kering di kala pengerukan berlangsung.

Banyak hamparan persawahan dan perikanan darat di desa-desa kawasan Kecamatan Panyabungan dan Panyabungan Utara menggantungkan sumber pengairan dari Irigasi Batang Gadis jalur kanan.

Bupati Mandailing Natal, Ja’far Sukhari Nasution juga telah banyak menerima keluhan petani.

Bupati meminta pihak rekanan pekerjaan normalisasi irigasi segera menyelesaikan proyek tersebut. Jika tidak, petani dan masyarakat dirugikan.

“Kami banyak menerima keluhan para petani. Sejak proyek itu dikerjakan oleh pihak pemborong, air untuk lahan pertanian mereka terganggu. Bahkan tidak ada sama sekali,” kata Sukhairi kepada sejumlah media pada, Senin sore (26/9/2022).

“Kita berharap  jangan sampai terjadi hal-hal tak diinginkan. Sudah banyak petani menyampaikan keluhan ke pemkab. Bahkan sebagian di antaranya langsung ke saya,” jelas bupati.

Hannum (54) petani di Saba Sialang, Desa Gunungtua Jae, Panyabungan, Minggu (25/9/2022) mengaku persawahan di Saba Silang hingga kini tak berani memulai musim tanam akibat air tak ada dari Irigasi Batang Gadis.

Irigasi Batang Gadis bukan kewenangan Pemkab Mandailing Natal.

Informasi yang didapat Mandailing Online dari berbagai sumber, Irigasi Batang Gadis berada di bawah kewenangan BWS Sumatera II Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerajaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Berdasarkan pantauan Senin, proyek pembersihan di sepanjang Irigasi Batang Gadis kanan sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Selama mereka kerja, pintu air menuju “aek proyek” itu mereka tutup dari DAS induknya, Sungai Batang Gadis.

Imam Wahyudi, pengawas proyek, mengatakan jadwal pelaksanaan proyek itu sampai Desember 2020.

“Namu ditargetkan pertengangan Oktober nanti aliran irigasi sudah bisa normal kembali,” katanya pada, Selasa pagi (27/9/2022).

Dia menyebutkan, saat ini pekerjaan yang belum selesai sekitar 750 meter dari total empat kilometer. Pekerjaan yang belum selesai yaitu depan Dinda Garden sampai Titi Kuning.

Sedangkan proyek normalisasi irigasi itu dari jembatan Aek Pohon — depan loket ALS, Pidoli Dolok —sampai pintu air di Sungai Batang Gadis, Dalan Lidang.

Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Liberalisme dalam Perspektif “Kiri”

    Liberalisme dalam Perspektif “Kiri”

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. Adian Husaini PEKAN lalu, saya menerima kiriman sebuah buku. Judulnya, “Kekerasan Budaya Pasca 1965.” (cetakan pertama, 2013). Penulisnya seorang doktor lulusan University of Queensland, Australia. Buku setebal 330 halaman lebih ini banyak memberikan pembelaan terhadap kaum dan ideologi komunis di Indonesia. Namun, tulisan dalam CAP kali ini tidak membahas masalah tersebut. Meskipun menggunakan […]

  • SBY Siapkan Reshuffle Kabinet

    SBY Siapkan Reshuffle Kabinet

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik Daniel Sparingga menegaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengadakan pertemuan tertutup dengan sejumlah pihak terkait reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II di kediamannya Cikeas, Senin (28/02/2011), kemarin. “Saya dengar seperti itu (SBY bicarakan reshuffle),” kata Daniel kepada pers di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (01/03/2011). Dengan […]

  • Dana APBD Binjai Diduga Bobol Rp8 Miliar Tiap Tahun

    Dana APBD Binjai Diduga Bobol Rp8 Miliar Tiap Tahun

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Ketua Komisi A DPRD Kota Binjai Muhammad Yusuf angkat bicara soal dugaan penyelewengan gaji 1.574 pegawai honor di lingkungan Pemko Binjai Tahun 2007-2009. Yusuf meminta honorer yang merasa dirugikan, segera melapor dan membuat pengaduan. Permintaan tersebut disampaikan M Yusuf saat dihubungi via telepon, Rabu (02/03/2011). “Alokasi Rp8 miliar yang diambil dari dana APBD Kota […]

  • Rektor USU: Pendidikan itu Mahal

    Rektor USU: Pendidikan itu Mahal

    • calendar_month Kamis, 15 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel- Rektor USU Prof Syahril Pasaribu dalam orasi ilmiahnya, di acara pelantikan 117 siswa SMAN 2 Plus Sipirok, TA 2011/2012, menyampaikan bahwa pendidikan sekarang ini cukup sulit, mahal, dan penuh persaingan. “Saya minta kepada seluruh siswa dan siswi SMAN 2 Plus Sipirok, khsusnya yang baru diterima di tahun ajaran 2011/2012, tekunlah belajar. Jangan sia-siakan kesempatan […]

  • Busyro Muqqodas Terpilih Sebagai Ketua KPK

    Busyro Muqqodas Terpilih Sebagai Ketua KPK

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    M. Busyro Muqoddas terpilih sebagai ketua KPK yang baru setelah unggul dalam proses voting yang dilakukan oleh Komisi III DPR RI hari kamis, 25 November 2010. Busyro menyisihkan empat pimpinan KPK lainnya, yang bersaing dalam pemilihan ketua KPK, mereka adalah Chandra Hamzah, Bibit Samad Rianto, M Yasin dan Haryono. Sebelumnya di hari yang sama, Busyro […]

  • Dari Focus Group Discussion : Batak itu Ahistoris, Tak Ditemukan dalam Hasanah Kuno

    Dari Focus Group Discussion : Batak itu Ahistoris, Tak Ditemukan dalam Hasanah Kuno

    • calendar_month Selasa, 24 Okt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mandailing menolak secara tegas disebut atau bagian dari Batak, bahkan perbantahan etnik Mandailing dikelompokkan dalam etnik Batak telah berlangsung lebih dari 100 tahun.Karena Batak adalah istilah atau pelabelan oleh orang asing khususnya Belanda. Hal ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Mandailing bukan Batak yang berlangsung di VIP Restoran Hotel Madani, Senin (23/10/2017). Hadir […]

expand_less