Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

BWS Sumatera II Dinilai Lamban Keruk  Irigasi Batang Gadis, Petani Kecewa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 27 Sep 2022
  • print Cetak

Satu unit exavator mengeruk badan Irigasi Batang Gadis di satu titik Lingkar Dalam Timur, Panyabungan.

 

PANYABUNGAN, (Mandailing Online) — Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II dinilai terlalu lama mengerjakan pengerukan jalur kanan Irigasi Batang Gadis, akibatnya petani di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, kecewa.

Kekecewaan petani karena lahan persawahan tak terairi. Sebab, irigasi harus kering di kala pengerukan berlangsung.

Banyak hamparan persawahan dan perikanan darat di desa-desa kawasan Kecamatan Panyabungan dan Panyabungan Utara menggantungkan sumber pengairan dari Irigasi Batang Gadis jalur kanan.

Bupati Mandailing Natal, Ja’far Sukhari Nasution juga telah banyak menerima keluhan petani.

Bupati meminta pihak rekanan pekerjaan normalisasi irigasi segera menyelesaikan proyek tersebut. Jika tidak, petani dan masyarakat dirugikan.

“Kami banyak menerima keluhan para petani. Sejak proyek itu dikerjakan oleh pihak pemborong, air untuk lahan pertanian mereka terganggu. Bahkan tidak ada sama sekali,” kata Sukhairi kepada sejumlah media pada, Senin sore (26/9/2022).

“Kita berharap  jangan sampai terjadi hal-hal tak diinginkan. Sudah banyak petani menyampaikan keluhan ke pemkab. Bahkan sebagian di antaranya langsung ke saya,” jelas bupati.

Hannum (54) petani di Saba Sialang, Desa Gunungtua Jae, Panyabungan, Minggu (25/9/2022) mengaku persawahan di Saba Silang hingga kini tak berani memulai musim tanam akibat air tak ada dari Irigasi Batang Gadis.

Irigasi Batang Gadis bukan kewenangan Pemkab Mandailing Natal.

Informasi yang didapat Mandailing Online dari berbagai sumber, Irigasi Batang Gadis berada di bawah kewenangan BWS Sumatera II Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerajaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Berdasarkan pantauan Senin, proyek pembersihan di sepanjang Irigasi Batang Gadis kanan sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Selama mereka kerja, pintu air menuju “aek proyek” itu mereka tutup dari DAS induknya, Sungai Batang Gadis.

Imam Wahyudi, pengawas proyek, mengatakan jadwal pelaksanaan proyek itu sampai Desember 2020.

“Namu ditargetkan pertengangan Oktober nanti aliran irigasi sudah bisa normal kembali,” katanya pada, Selasa pagi (27/9/2022).

Dia menyebutkan, saat ini pekerjaan yang belum selesai sekitar 750 meter dari total empat kilometer. Pekerjaan yang belum selesai yaitu depan Dinda Garden sampai Titi Kuning.

Sedangkan proyek normalisasi irigasi itu dari jembatan Aek Pohon — depan loket ALS, Pidoli Dolok —sampai pintu air di Sungai Batang Gadis, Dalan Lidang.

Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kajari Diminta Bongkar Kantor Kejaksaan

    Kajari Diminta Bongkar Kantor Kejaksaan

    • calendar_month Minggu, 17 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Jangan Sampai Lanjutan Pembangunan Terminal Terkendala KOTANOPAN (Mandailing Online) – Luas lahan terminal Kotanopan saat ini  masih sekitar 0,5 hektar terletak di bekas lahan bangunan kantor camat, persis di seberang pasar Kotanopan. Luas ini belum final, karena masih akan diperlebar ke arah sisi tumur. Berdasar perencanaan pemerintah daerah, luas terminal ini nantinya adalah 5.000 […]

  • Sebaran Listrik Belum Merata, Negara Abai Rakyat Menderita

    Sebaran Listrik Belum Merata, Negara Abai Rakyat Menderita

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Soviariani Ibu dan Pemerhati Umat Hari ini teknologi maju dengan pesatnya. Berbagai sarana kehidupan tersedia dengan canggih, tentunya harus ditopang oleh sumber energi yang mumpuni juga. Listrik, adalah sumber utama penunjang kemajuan teknologi hari ini. Hampir semua perangkat yang menjadi sarana kemudahan menggunakan sumber energi listrik. Sayangnya energi listrik yang menjadi kebutuhan penting […]

  • Malaysia Tak Pede Menang

    Malaysia Tak Pede Menang

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KUALALUMPUR – Hingga satu hari menjelang partai puncak leg pertama final Piala ASEAN Football Federation (AFF) Suzuki 2010, loket penjualan tiket di Stadion Bukit Jalil, Kualalumpur, Malaysia, masih terlihat sepi. Tak ada antrean panjang, apalagi sampai berdesak-desakan seperti yang terjadi di Jakarta. Wartawan Tribun, Husein Sanusi dan Dany Permana, dari Stadion Bukit Jalil, melaporkan, hanya […]

  • Melagukan Bacaan Alquran, Bolehkah?

    Melagukan Bacaan Alquran, Bolehkah?

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Ustaz Nashih Nashrullah Melagukan bacaan Alquran harus sesuai kaidah. Keindahan Alquran tak hanya terbatas pada susunan huruf, kalimat, atau makna yang terkandung di baliknya. Tetapi, Alquran juga indah kala dibaca. Kedahsyatan pengaruh yang terdapat dalam bacaan Alquran konon dapat meluluhkan hati Umar bin Khatab yang lantas memeluk Islam. Karena, ayat-ayat Alquran tersebut bila dilantunkan niscaya […]

  • Turnamen Tennis Meja Milenial SUKA Sukses

    Turnamen Tennis Meja Milenial SUKA Sukses

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Turnamen tennis meja tingkat kabupaten yang disponsori SUKA berakhir sukses, Ahad (06/09/2020) di Pasar Hilir, Panyabungan. Turnamen Milenial SUKA CUP I itu diikuti atlit-atlit milenial dari berbagawai kawasan Mandailing Natal (Madina) dalam beberapa pekan. Acara penutupan turnamen tennis meja itu dihadiri calon wakil bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution didampingi pimpinan […]

  • Dr. Radjamin Nasution Walikota Pertama Surabaya

    Dr. Radjamin Nasution Walikota Pertama Surabaya

    • calendar_month Selasa, 24 Mei 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Namanya dr. Radjamin Nasution, gelar Sutan Kumala Pontas, lahir di Barbaran Julu, Panyabungan Barat, Mandailing Natal, Sumatera Utara tanggal 15 Agustus 1892. Di Surabaya, Radjamin Nasution termasuk bumiputera yang berpendidikan tinggi. Naluri dan jalan pikirannya bangkit. Apalagi ia menyadari bahwa tinggal dan berkeluarga di tempat kelahiran sobatnya, dr. Soetomo. Radjamin mulai menyingsingkan lengan baju, memulai […]

expand_less