Minggu, 11 Okt 2026
light_mode

Dr. Radjamin Nasution Walikota Pertama Surabaya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 24 Mei 2022
  • print Cetak

dr Radjamin Nasution

Namanya dr. Radjamin Nasution, gelar Sutan Kumala Pontas, lahir di Barbaran Julu, Panyabungan Barat, Mandailing Natal, Sumatera Utara tanggal 15 Agustus 1892.

Di Surabaya, Radjamin Nasution termasuk bumiputera yang berpendidikan tinggi. Naluri dan jalan pikirannya bangkit. Apalagi ia menyadari bahwa tinggal dan berkeluarga di tempat kelahiran sobatnya, dr. Soetomo. Radjamin mulai menyingsingkan lengan baju, memulai babak baru bertarung berhadapan dengan kaum Belanda di parlemen Kota Surabaya. Karir Radjamin di parlemen makin menguat hingga terpilih menjadi wakil Jawa Timur mewakili Kota Surabaya ke Volksraad (parlemen pusat) dari Partai Parindra. Posisi Radjamin menjadi “double gardan”, di satu tangan menjadi anggota senior Dewan Kota Surabaya (wethouder), dan di tangan lainnya sebagai anggota Volksraad.

Dari kampung ke kampung, Radjamin Nasution melihat kondisi masyarakat dan menampung aspirasi rakyatnya. Dalam hal tertentu, Radjamin tidak segan-segan menegur dan menggertak Walikota Surabaya, Fuchter yang berkebangsaan Belanda jika ada pembangunan yang dijalankan jauh menyimpang dari kebutuhan rakyat.

Figur Radjamin galak terhadap Belanda, sebaliknya santun terhadap rakyatnya. Karakter yang lengkap ini juga disukai pasukan Jepang. Ketika datang pertama kali ke Surabaya, militer Jepang mengangkatnya sebagai walikota, menggantikan kedudukan Fuchter yang saat itu sibuk mengurusi soal deportasi bangsa Eropa dari Surabaya. Bahkan di masa pendudukan Jepang, Radjamin kerap bersinggungan dengan kebijakan pemerintah dari negeri sakura itu.

Saat pemerintahan Jepang menyatakan “kalah” dalam Perang Dunia II, setelah bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Takahashi Ichiro kemudian menyerahkan sepenuhnya kepala pemerintahan Kota Surabaya kepada wakilnya, Radjamin Nasution.

Ketika Jepang takluk atas sekutu, pimpinan Republik di Jakarta mengangkatnya menjadi walikota. Konon, pengangkatan Radjamin sebagai walikota incumbent itu atas penilaian Ir. Soekarno sendiri. Soekarno adalah putra daerah Surabaya (lahir dan dibesarkan di Surabaya). Ini berarti, Radjamin tidak memerlukan rekomendasi Amir Sjarifoeddin dan M. Hatta untuk penunjukannya, karena Soekarno sendiri yang merekomendasikan.

Soekarno, Hatta dan Amir adalah tiga founding father negara Republik Indonesia. Sedangkan Amir Sjarifoeddin (Harahap) adalah adik sekampung halaman Radjamin di Tapanuli Selatan.

Radjamin Nasution yang bertempat tinggal di Jalan Alun-alun Rangkah, Surabaya itu, memerintah Kota Surabaya dalam suasana perang. Saat menjadi walikota, Radjamin lebih banyak disibukkan dengan urusan perang. Ketika terjadi pertempuran sengit antara Arek-arek Suroboyo melawan Sekutu yang dikendalikan oleh tentara Inggris, banyak korban berjatuhan. Ratusan dan mungkin ribuan orang gugur di medan perang Surabaya. Patriot bangsa ini kemudian dikuburkan di berbagai tempat.

Atas gagasan Walikota Surabaya Radjamin Nasution, kemudian pemakaman para pejuang yang gugur itu dipindahkan ke lapangan “Canna” (Sekarang TMP Kusuma Bangsa). Untuk pertama kalinya dimakamkan 26 orang pejuang. Upacara pemakaman ini dipimpin langsung oleh Radjamin Nasution selaku kepala pemerintahan Kota Surabaya. Salah satu putranya ialah Irsan Radjamin, suami dari wanita pejuang Surabaya, Hj. Lukitaningsih Irsan Radjamin yang pernah menjabat Ketua Umum Wirawati Catur Panca (Ibu-ibu Kelasyakaran Pejuang Eksponen Angkatan 45).

Ketika menjadi walikota, Radjamin bersama stafnya sibuk mengurusi pengungsian. Radjamin yang seorang dokter juga mengambil posisi sebagai Kepala Dinas Kesehatan Surabaya dan mengkoordinasikan save and rescue terhadap pejuang-pejuang yang terluka dari medan perang. Radjamin berinisiatif mengumpulkan pakaian bekas dan karung goni untuk bahan pakaian para pejuang di Surabaya. Radjamin mondar mandir antara markas pemerintahan Kota Surabaya di pengungsian (Mojokerto dan Tulungagung) dan front pertempuran di Kota Surabaya. Namun setelah pengakuan kedaulatan RI, Radjamin yang bertindak sebagai walikota di pengungsian dan belum pernah dipecat, tak dinyana haknya diambil alih alias dirampas. Radjamin lebih memilih berjuang kembali lewat parlemen untuk bisa tetap dekat dengan rakyatnya.

Sesungguhnya Radjamin Nasution bergelar Sutan Kumala Pontas jauh sebelum dinobatkan rakyat Surabaya sebagai “Arek Soerabaya”. Radjamin sudah menganggap Kota Surabaya sebagai kampung halamannya sendiri.

Radjamin meninggal dunia pada 10 Februari 1957 dan dimakamkan di Surabaya. Saat jenazah disemayamkan di rumah duka ada yang mengusulkan agar almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa. Sebab, dalam kegiatannya menjelang dan setelah Kemerdekaan RI selalu berada di garis perjuangan. Namun atas “wasiat” almarhum yang disampaikan oleh anak-anaknya, ia ingin dimakamkan di tengah-tengah warga Surabaya. Radjamin Nasution dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Rangkah, di Jalan Kenjeran.

Dan diakhir hayatnya beliau sempat tidak diakui sebagai Walikota Surabaya.

Pengurus Besar Ikatan Pemuda Mandailing (PB IPM) meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk mengangkat Rajamin Nasution gelar Sutan Kumala Pontas menjadi Pahlawan Nasional Republik Indonesia.***

Naskah ini dikirim Pengurus Besar Ikatan Pemuda Mandailing

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rektor USU: Pendidikan itu Mahal

    Rektor USU: Pendidikan itu Mahal

    • calendar_month Kamis, 15 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel- Rektor USU Prof Syahril Pasaribu dalam orasi ilmiahnya, di acara pelantikan 117 siswa SMAN 2 Plus Sipirok, TA 2011/2012, menyampaikan bahwa pendidikan sekarang ini cukup sulit, mahal, dan penuh persaingan. “Saya minta kepada seluruh siswa dan siswi SMAN 2 Plus Sipirok, khsusnya yang baru diterima di tahun ajaran 2011/2012, tekunlah belajar. Jangan sia-siakan kesempatan […]

  • Bupati Madina Serahkan Gajinya Kepada Sopir Angkutan Umum

    Bupati Madina Serahkan Gajinya Kepada Sopir Angkutan Umum

    • calendar_month Kamis, 31 Mar 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kini giliran sopir angkutan umum pedesaan yang menerima rezeki dari gaji pokok Bupati Madina, Ja’far Sukhairi Nasution. Sebanyak kurang lebih 68 sopir menerima penyaluran itu di halaman masjid agung Nur Ala Nur, Panyabungan, Kamis (31/3/2022). Saban bulan setelah dilantik tahun 2021 Ja’far Sukhairi memberikan gaji pokoknya kepada kalangan yang berhak. Kali […]

  • Rapat Perdana TP2D, Bahas Potensi Pendapatan Daerah dan Percepatan Program Pembangunan

    Rapat Perdana TP2D, Bahas Potensi Pendapatan Daerah dan Percepatan Program Pembangunan

    • calendar_month Rabu, 1 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Rapat perdana Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Mandailing Natal, Sumut berlangsung di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Rabu (1/3/2023) sore. Prof. Todung Mulia Lubis selaku ketua TP2D memimpin langsung rapat itu. Hadir dalam pertemuan tersebut M. Azhar Lubis, Saipullah Nasution, Bupati Ja’far Sukhairi Nasution, Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution, […]

  • Lempar Batu dan Telur Busuk Kemendagri Laporkan FPI ke Polda Metro Jaya

    Lempar Batu dan Telur Busuk Kemendagri Laporkan FPI ke Polda Metro Jaya

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, . Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melaporkan Front Pembela Islam (FPI) ke Polda Metro Jaya atas insiden pelemparan batu saat aksi di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, kemarin. Polisi akan menindaklanjuti laporan tersebut. “Urusan dalam Kemendagri sudah lapor kemarin dan sudah diterima tiga saksi yang sudah diperiksa,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya […]

  • Tuntut Ketua DEMA Mundur, Mahasiswa STAIN Madina Berunjuk Rasa di Kampus

    Tuntut Ketua DEMA Mundur, Mahasiswa STAIN Madina Berunjuk Rasa di Kampus

    • calendar_month Kamis, 22 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online): Puluhan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri ( STAIN ) Mandailing Natal ( Madina ) dari berbagai Prodi siang tadi Kamis 22/6/2023 berunjuk rasa di depan kampus. Aksi mahasiswa ini sendiri kata Kordinator Aksi Abdul Rahman, dipicu karena Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa ( DEMA ) Khairul Amri dinilai tidak layak memimpin organisaai […]

  • Jalan Terbangun, Kenderaan Sudah Mudah Ke Sawah

    Jalan Terbangun, Kenderaan Sudah Mudah Ke Sawah

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 7Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para petani senyum sumringah setalah jalan jenis rabat beton selesai dikerjakan pada jalur Saba Apas, Desa Gunung Tua Iparbondar, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Sarbein Lubis (53), seorang petani kepada wartawan, Selasa (8/10/2013) mengatakan, sejak selesainya pembangunan jalan ini, para petani sangat terbantu karena kenderaan sudah bisa langsung dibawa ke pinggir sawah […]

expand_less