Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Resiliensi: Meneguhkan Langkah Bangsa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
  • print Cetak

Oleh: Azhar Nasution

Setiap bangsa yang besar selalu melalui ujian sejarah yang tidak ringan. Indonesia, misalnya, pernah mengalami masa penjajahan panjang, krisis ekonomi, hingga berbagai gejolak sosial. Namun, yang membuat bangsa ini tetap berdiri tegak adalah resiliensi yaitu kemampuan untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari kesulitan.

Makna resiliensi dalam kehidupan bangsa bukan hanya soal bertahan menghadapi tekanan, tetapi juga kemampuan untuk belajar dari pengalaman pahit dan menjadikannya energi kebangkitan. Dalam konteks bangsa, resiliensi lahir dari:

1. Semangat persatuan, meskipun berbeda suku, agama, dan budaya.
2. Nilai perjuangan, warisan para pahlawan yang mengajarkan bahwa kebebasan diraih dengan pengorbanan.
3. Optimisme kolektif, keyakinan bahwa masa depan bisa lebih baik jika dikerjakan bersama.

Sejarah menunjukkan bahwa setiap krisis selalu melahirkan kebangkitan baru. Setelah penjajahan, lahirlah proklamasi kemerdekaan. Setelah krisis 1998, lahirlah era reformasi. Bahkan di tengah pandemi, bangsa ini belajar memperkuat solidaritas dan kemandirian. Kebangkitan sejati bukan sekadar bangun dari jatuh, tetapi juga membangun arah baru dengan tekad lebih kuat.

Generasi hari ini ditantang dengan ujian berbeda: disrupsi teknologi, tantangan moral, dan persaingan global. Untuk itu, mereka perlu menumbuhkan resiliensi dengan cara:
Menjaga mental tangguh, tidak mudah menyerah pada kegagalan.
Mengasah kreativitas dan inovasi, agar mampu menciptakan solusi.
Menjaga nilai kebangsaan, agar tidak tercerabut dari akar budaya. Untuk mencapainya, bangsa Indonesia membutuhkan fondasi ilmu pengetahuan yang kokoh.

Ilmu Pengetahuan sebagai Kunci Kedaulatan

Dalam era globalisasi, penjajahan tidak lagi hadir dalam bentuk kolonialisme bersenjata, melainkan dalam bentuk hegemoni teknologi, ekonomi, dan budaya. Bangsa yang tidak menguasai ilmu pengetahuan akan tertinggal dan hanya menjadi konsumen. Penguasaan teknologi digital menentukan posisi bangsa dalam peta dunia. Inovasi dalam riset dan pendidikan membuka jalan bagi kemandirian.

Kebangkitan ekonomi berbasis pengetahuan menjadi syarat menuju kemakmuran sejati. Dengan kata lain, ilmu pengetahuan adalah senjata baru untuk mempertahankan kemerdekaan. Generasi muda Indonesia adalah penentu masa depan. Mereka tidak cukup hanya merayakan kemerdekaan dengan euforia seremonial, lomba tradisional, tetapi harus mengisinya dengan karya dan inovasi. Startup teknologi, riset keilmuan, energi terbarukan, hingga kecerdasan buatan adalah medan perjuangan baru.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mendikbud: penerbit tak perlu khawatir kurikulum baru

    Mendikbud: penerbit tak perlu khawatir kurikulum baru

    • calendar_month Sabtu, 10 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Surabaya, (MO) – Mendikbud Mohammad Nuh meminta penerbit untuk tidak khawatir dengan kurikulum baru pada tahun ajaran 2013/2014, karena pergantian buku tidak akan dilakukan secara langsung, melainkan bertahap. “Misalnya, SD itu mungkin saja buku kelas satu yang diganti terlebih dulu, bukan langsung buku kelas satu sampai enam, tapi nanti saya akan bicara dengan mereka (penerbit),” […]

  • Kejatisu Panggil Bupati Madina Lewat Gubernur

    Kejatisu Panggil Bupati Madina Lewat Gubernur

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        MEDAN (Mandailing Online) – Pemprovsu telah menerima surat panggilan Kejatisu terkait pemanggilan Bupati Madina, Dahlan Nasution. Sekretaris Biro Hukum Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) Aprilla Siregar, Selasa (8/10/2019) mengatakan  surat pemanggilan dari Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejatisu) tersebut diterima pihaknya, Senin (7/10/2019). “Nanti akan kami sampaikan ke Kepala Biro Sumut untuk dilakukan proses administrasi […]

  • Tanggul Pengaman Jembatan Naga Juang Hampir Rampung

    Tanggul Pengaman Jembatan Naga Juang Hampir Rampung

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NAGA JUANG (Mandailing Online) – Pembangunan tanggul pengaman jembatan Naga Juang mulai rampung. Tanggul ini sangat penting mengingat hantaman sungai Batang Gadis sudah nyaris memutus abutmen jembatan yang menghubungan kawasan Kecamatan Naga Juang dengan jalur jalan negara. “Selanjutnya kita akan memasang tiang-tiang pengaman serta melakukan pelurusan sungai,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Madina, Risfan […]

  • Pemkab Madina Harus Evaluasi Perusahaan Perkebunan Yang Membandel

    Pemkab Madina Harus Evaluasi Perusahaan Perkebunan Yang Membandel

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di Mandailing Natal (Madina) masih banyak perkebunan yang diduga dengan sengaja melalaikan tanggungjawab membangun plasma untuk masyarakat sekitar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Itu diungkapkan Ali Mutiara Rangkuty, tokoh masyarakat Pantai Barat Madina yang juga mantan anggota DPRD Madina kepada wartawan,Rabu (22/10/2014) di Panyabungan. “Terdapat beberapa agenda yang masih jalan ditempat […]

  • Laporan Keuangan Pemerintah Masih "Amburadul"

    Laporan Keuangan Pemerintah Masih "Amburadul"

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terus mengingatkan pemerintah memperbaiki laporan keuangannya yang amburadul. Menumpuknya hasil temuan BPK dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) menunjukkan masih banyaknya pekerjaan rumah yang mesti dibereskan pemerintah. “Berdasarkan pemeriksaan atas LKPP 2010, masih terdapat area-area yang mengharuskan pemerintah untuk meningkatkan perbaikan kinerja transparansi pengelolaan keuangan negara,” ungkap Anggota BPK Taufiequrrahman […]

  • Tahanan Lapas II B Sidempuan kabur

    Tahanan Lapas II B Sidempuan kabur

    • calendar_month Rabu, 10 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANG SIDEMPUAN, (MO) – Seorang tahanan kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Salambue, Kecamatan Padang Sidempuan Tenggara, Senin, 8 April malam. Tahanan yang diketahu bernama Agustinus Arefa itu kabur setelah menjebol asbes penjara. Pemuda yang ditahan pada 26 Maret lalu kemudian memanjat tembok dengan mengunakan tali. Agustinus kabur saat petugas Lapas minim pengawasan, karena […]

expand_less