Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Resiliensi: Meneguhkan Langkah Bangsa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
  • print Cetak

Oleh: Azhar Nasution

Setiap bangsa yang besar selalu melalui ujian sejarah yang tidak ringan. Indonesia, misalnya, pernah mengalami masa penjajahan panjang, krisis ekonomi, hingga berbagai gejolak sosial. Namun, yang membuat bangsa ini tetap berdiri tegak adalah resiliensi yaitu kemampuan untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari kesulitan.

Makna resiliensi dalam kehidupan bangsa bukan hanya soal bertahan menghadapi tekanan, tetapi juga kemampuan untuk belajar dari pengalaman pahit dan menjadikannya energi kebangkitan. Dalam konteks bangsa, resiliensi lahir dari:

1. Semangat persatuan, meskipun berbeda suku, agama, dan budaya.
2. Nilai perjuangan, warisan para pahlawan yang mengajarkan bahwa kebebasan diraih dengan pengorbanan.
3. Optimisme kolektif, keyakinan bahwa masa depan bisa lebih baik jika dikerjakan bersama.

Sejarah menunjukkan bahwa setiap krisis selalu melahirkan kebangkitan baru. Setelah penjajahan, lahirlah proklamasi kemerdekaan. Setelah krisis 1998, lahirlah era reformasi. Bahkan di tengah pandemi, bangsa ini belajar memperkuat solidaritas dan kemandirian. Kebangkitan sejati bukan sekadar bangun dari jatuh, tetapi juga membangun arah baru dengan tekad lebih kuat.

Generasi hari ini ditantang dengan ujian berbeda: disrupsi teknologi, tantangan moral, dan persaingan global. Untuk itu, mereka perlu menumbuhkan resiliensi dengan cara:
Menjaga mental tangguh, tidak mudah menyerah pada kegagalan.
Mengasah kreativitas dan inovasi, agar mampu menciptakan solusi.
Menjaga nilai kebangsaan, agar tidak tercerabut dari akar budaya. Untuk mencapainya, bangsa Indonesia membutuhkan fondasi ilmu pengetahuan yang kokoh.

Ilmu Pengetahuan sebagai Kunci Kedaulatan

Dalam era globalisasi, penjajahan tidak lagi hadir dalam bentuk kolonialisme bersenjata, melainkan dalam bentuk hegemoni teknologi, ekonomi, dan budaya. Bangsa yang tidak menguasai ilmu pengetahuan akan tertinggal dan hanya menjadi konsumen. Penguasaan teknologi digital menentukan posisi bangsa dalam peta dunia. Inovasi dalam riset dan pendidikan membuka jalan bagi kemandirian.

Kebangkitan ekonomi berbasis pengetahuan menjadi syarat menuju kemakmuran sejati. Dengan kata lain, ilmu pengetahuan adalah senjata baru untuk mempertahankan kemerdekaan. Generasi muda Indonesia adalah penentu masa depan. Mereka tidak cukup hanya merayakan kemerdekaan dengan euforia seremonial, lomba tradisional, tetapi harus mengisinya dengan karya dan inovasi. Startup teknologi, riset keilmuan, energi terbarukan, hingga kecerdasan buatan adalah medan perjuangan baru.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1 Syawal 1431H Diprediksi Bersamaan, 10 September

    1 Syawal 1431H Diprediksi Bersamaan, 10 September

    • calendar_month Sabtu, 4 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Surabaya–Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memprediksi Lebaran 2010 akan jatuh pada waktu bersamaan karena konjungsi (ijtimak) terjadi pada Rabu (8/9) pukul 17.20-17.30 WIB. “Hilal akan sulit dirukyat akibat konjungsi (pertemuan matahari dan rembulan) terjadi pada pukul 17.20 WIB. Kalau malam, rukyat akan sulit,” kata Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Hasjim Abbas kepada […]

  • Peningkatan Mutu Pendidikan Tidak Capai Target

    Peningkatan Mutu Pendidikan Tidak Capai Target

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN-Peningkatan mutu pendidikan di Sumut 2010 dinilai belum maksimal. Terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaannya, termasuk dalam memenuhi kompetensi dan profesionalisme SDM serta prestasi yang dihasilkan peserta didik. Kepala Disdik Sumut, Syaiful Syafri mengatakan, pendidikan di Sumut memang mengalami peningkatan. Namun hal itu belum maksimal dan perlu dikejar dalam pembenahannya. Selama 2010, selain ada peningkatan prestasi, […]

  • Bencana Asap, Ini Instruksi Jokowi

    Bencana Asap, Ini Instruksi Jokowi

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Joko Widodo akan berangkat menuju Pekanbaru, Riau, menyusul terjadinya darurat asap di wilayah tersebut. Hal ini disampaikan Kepala BNPB Syamsul Maarif usai menghadiri rapat terbatas terkait penanganan asap dengan presiden dan kementerian terkait di kantor kepresidenan, Jakarta, Jumat, (4/9). “Beliau akan berangkat ke Riau dalam waktu dekat, besok atau lusa. Tapi kami […]

  • Kuasa Hukum Ali Makmur Nasution Ajukan PK, Minta Eksekusi Ditunda

    Kuasa Hukum Ali Makmur Nasution Ajukan PK, Minta Eksekusi Ditunda

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kuasa hukum Ali Makmur Nasution, Elsa Syarif meminta Kejaksaan Negeri Panyabungan menunda eksekusi hukuman terhadap Ali Makmur Nasution yang divonsi 2 tahun penjara oleh Mahkamah Agung. Permintaan penundaan eksekusi tersebut dikirim melalui surat nomor 012/ESL/1/2014 tanggal 20 Januari 2014. Sementara itu, Kajari Panyabungan, Satimin, SH melalui Kasi Intel, Muhammad Yusuf, SH […]

  • Panen Raya Padi di Madina, Penyedia Jasa Mesin Rontok Padi Banjir Orderan

    Panen Raya Padi di Madina, Penyedia Jasa Mesin Rontok Padi Banjir Orderan

    • calendar_month Kamis, 5 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Panen raya padi di wilayah Kabupaten Mandailing Natal membuat penyedia jasa mesin perontok padi kebanjiran orderan. Mursal salah satunya, selama sepekan terakhir, mesin perontok padi miliknya selalu dapat orderan. “Jasa yang harus dibayar petani dihitung per kaleng hasil panen padi yakni 4000 rupiah. Dalam satu hari bisa empat areal sawah yang […]

  • Malaysia Siapkan Amnesti TKI

    Malaysia Siapkan Amnesti TKI

    • calendar_month Selasa, 30 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, – Kabar baik bagi ratusan ribu tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal di Malaysia. Negeri jiran itu merencanakan akan membuka masa amnesti atau pemutihan dokumen keimigrasian. Dengan pemutihan ini, TKI berstatus ilegal karena urusan keimigrasian bisa dipulihkan menjadi berstatus legal. Penyelenggaraan masa amnesti merupakan program yang ditunggu-tunggu oleh TKI di manapun. Khususnya di negara-negara kantong […]

expand_less