Jumat, 4 Sep 2026
light_mode

Resiliensi: Meneguhkan Langkah Bangsa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
  • print Cetak

Oleh: Azhar Nasution

Setiap bangsa yang besar selalu melalui ujian sejarah yang tidak ringan. Indonesia, misalnya, pernah mengalami masa penjajahan panjang, krisis ekonomi, hingga berbagai gejolak sosial. Namun, yang membuat bangsa ini tetap berdiri tegak adalah resiliensi yaitu kemampuan untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari kesulitan.

Makna resiliensi dalam kehidupan bangsa bukan hanya soal bertahan menghadapi tekanan, tetapi juga kemampuan untuk belajar dari pengalaman pahit dan menjadikannya energi kebangkitan. Dalam konteks bangsa, resiliensi lahir dari:

1. Semangat persatuan, meskipun berbeda suku, agama, dan budaya.
2. Nilai perjuangan, warisan para pahlawan yang mengajarkan bahwa kebebasan diraih dengan pengorbanan.
3. Optimisme kolektif, keyakinan bahwa masa depan bisa lebih baik jika dikerjakan bersama.

Sejarah menunjukkan bahwa setiap krisis selalu melahirkan kebangkitan baru. Setelah penjajahan, lahirlah proklamasi kemerdekaan. Setelah krisis 1998, lahirlah era reformasi. Bahkan di tengah pandemi, bangsa ini belajar memperkuat solidaritas dan kemandirian. Kebangkitan sejati bukan sekadar bangun dari jatuh, tetapi juga membangun arah baru dengan tekad lebih kuat.

Generasi hari ini ditantang dengan ujian berbeda: disrupsi teknologi, tantangan moral, dan persaingan global. Untuk itu, mereka perlu menumbuhkan resiliensi dengan cara:
Menjaga mental tangguh, tidak mudah menyerah pada kegagalan.
Mengasah kreativitas dan inovasi, agar mampu menciptakan solusi.
Menjaga nilai kebangsaan, agar tidak tercerabut dari akar budaya. Untuk mencapainya, bangsa Indonesia membutuhkan fondasi ilmu pengetahuan yang kokoh.

Ilmu Pengetahuan sebagai Kunci Kedaulatan

Dalam era globalisasi, penjajahan tidak lagi hadir dalam bentuk kolonialisme bersenjata, melainkan dalam bentuk hegemoni teknologi, ekonomi, dan budaya. Bangsa yang tidak menguasai ilmu pengetahuan akan tertinggal dan hanya menjadi konsumen. Penguasaan teknologi digital menentukan posisi bangsa dalam peta dunia. Inovasi dalam riset dan pendidikan membuka jalan bagi kemandirian.

Kebangkitan ekonomi berbasis pengetahuan menjadi syarat menuju kemakmuran sejati. Dengan kata lain, ilmu pengetahuan adalah senjata baru untuk mempertahankan kemerdekaan. Generasi muda Indonesia adalah penentu masa depan. Mereka tidak cukup hanya merayakan kemerdekaan dengan euforia seremonial, lomba tradisional, tetapi harus mengisinya dengan karya dan inovasi. Startup teknologi, riset keilmuan, energi terbarukan, hingga kecerdasan buatan adalah medan perjuangan baru.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • dr. Rajamin Sebut Banyak Pekerja Fiktif di RSU Husni Thamrin Natal, Terima Gaji Tak Masuk Kerja

    dr. Rajamin Sebut Banyak Pekerja Fiktif di RSU Husni Thamrin Natal, Terima Gaji Tak Masuk Kerja

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – Mandailing Online: Terkait statmen Direktur RSU Husni Thamrin di Kecamatan Natal, Mandailing Natal ( Madina) dr. Muhammad Rajamin Nasution yang mengatakan ada proyek fiktif di RSU Husni Thanrin. Sabtu Sore 13/7 pada Mandailing Online ia menjelaskan, tujuan pernyataan proyek fiktif itu sebenarnya bukan proyek fisik atau belanja rutin. “Maksud saya prokyek fiktif itu […]

  • Kasus Pustu Pastab Jae, Sekda Akui Belum Diberitahu Dinas Kesehatan

    Kasus Pustu Pastab Jae, Sekda Akui Belum Diberitahu Dinas Kesehatan

    • calendar_month Selasa, 19 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus dugaan pengalihan lokasi proyek rehabilitasi Puskesmas Pembantu (Pustu) dari Desa Pastap Julu ke desa Pastap Jae terus bergulir. Sekrataris Daerah Kabupaten Mandailing Natal, Syafei Lubis yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jum’at (15/7) mengatatakan bahwa dia belum mendapat pemberitahuan bahwa pelaksanaan proyek rehab Pustu di Pastab Julu tersebut berubah lokasi ke […]

  • PT. Legenda Kopi Katulistiwa Genjot Pasar Kopi Robusta Mandailing

    PT. Legenda Kopi Katulistiwa Genjot Pasar Kopi Robusta Mandailing

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PT. Kopi Rakyat Indonesia melalui anak perusahaanya PT. Legenda Kopi Katulistiwa terus melalukan ekspansi pasar kopi robusta dari Mandailing. Hingga kini PT. Legenda Kopi Katulistiwa telah mampu memasarkan sekitar 2 hingga 3 ton perbulan kopi robusta bentuk bubuk dan green bean serta  roast bean. Itu diungkapkan Direktur PT. Legenda Kopi […]

  • Bupati Pasaman Tertarik Gabung di KEK Batahan

    Bupati Pasaman Tertarik Gabung di KEK Batahan

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat menyatakan ingin bergabung dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batahan di Mandailing Natal (Madina). Itu diungkap Bupati Pasaman, M Yusuf Lubis di Panyabungan dalam satu pembicaraan dengan Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution serta Ketua Komisi 1 DPRD Madina Sobir Lubis usai menghadiri peringatan HUT Kabupaten Madina […]

  • Resesi Buah Pahit Sistem Kapitalis

    Resesi Buah Pahit Sistem Kapitalis

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Sri Handayani Tahun 2020 menjadi tahun yang berat bagi perekonomian global. Satu demi satu negara berjatuhan ke jurang resesi. Perekonomian dunia berada di ambang ketidakpastian akibat pandemi virus Corona (COVID-19). Begitu juga dengan perekonomian Indonesia yang diprediksi kuat pada kuartal II-2020 ini mengalami kontraksi. Belum lagi isu resesi yang berada di depan mata, […]

  • Tok..Tok..Tok! 7 Daerah Dapat Ekstra Time Pendaftaran Balon Kada

    Tok..Tok..Tok! 7 Daerah Dapat Ekstra Time Pendaftaran Balon Kada

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya kembali memperpanjang masa pendaftaran pasangan bakal calon kepala daerah (balon kada), di tujuh wilayah yang sebelumnya baru memunculkan satu pasangan bakal calon. Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan, perpanjangan dilakukan setelah penyelenggara pemilu mempelajari dan melakukan rapat pleno atas surat rekomendasi yang dikeluarkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), […]

expand_less