Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Panyabungan Ibu Kota Kabupaten (3-habis)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 16 Okt 2015
  • print Cetak

 

Terbuka dan Egaliter

Oleh: Basyral Hamidi Harahap
Sejarahwan Mandailing

Land Hunter

Istilah land hunter, pemburu tanah, yang ditulis oleh DR. Michel Van Langenberg dalam North Sumatra Under the Dutch Colonial Rule: Asfects of Structural Change yang dimuat dalam Review of Indonesian and Malaysian Affairs, vol.II no.1-2, 1997, dikutip oleh Prof. Dr. Usman Pelly dalam disertasinya, menunjukkan bahwa orang Mandailing terjun sebagai Land Hunter, pemburu tanah, ketika Kecamatan Deli Serdang dimasukkan ke dalam Kota Medan. (Pelly, 1994:100).

Perilaku sebagai land hunter itu juga terjadi di Panyabungan ketika sudah ada kabar bahwa Panyabungan akan menjadi Ibukota Mandailing Natal. Maka harga tanah pun meningkat lebih-lebih di wilayah Dalan Lidang yang hampir menyamai harga tanah di Jakarta. Hal ini membuktikan bahwa naluri bisnis membenarkan Panyabungan sebagai kota yang akan maju pesat.

Keadaan ini merupakan hambatan tersendiri dalam perkembangan kota Panyabungan pada masa yang akan datang. Penulis yakin bahwa kebijakan membangun komplek perkantoran Kabupaten Mandailing Natal di Paya Loting di luar Dalan Lidang adalah merupakan reaksi terhadap land hunter itu.

Kehidupan Politik

Kehidupan politik masyarakat Mandailing Godang yang berpusat di Panyabungan sejak dahulu menunjukkan sikap egalitarian. Hal itu dibuktikan oleh beberapa hasil pemilu, misalnya pemilu 1997 menunjukkan perolehan suara Golkar sebagai kontestan pemilu terkuat dan berkuasa, hanya berhasil meraih 51% suara, sedangkan di Kotanopan Golkar meraih 71% suara. Hal itu merupakan indikator sikap kedemokratisan lebih kuat di Panyabungan ketimbang di Kotanopan.

Kecendrungan serupa itu pada pemilu 1977 pernah penulis diskusikan dengan Adam Malik pada November 1981 dalam rangka penulis menyiapkan makalah The Political Trends of Suoth Tapanuli and its Reflektion in the General Elections (1995,1971,and 1977) yang akan penulis bacakan pada International Interdisciplinary Symposium on Cultures and Societes of North Sumatera di Universitas Hamburg, Jerman bulan November 1981.

Perolehan suara Golkar di Mandailing Godang itu penulis pertanyakan kepada Adam Malik, karena pada pemilu 1977 Golkar boleh dikatakan kalah di daerah itu. Padahal Adam Malik sendiri selaku tokoh puncak Golkar sudah berkampanye di Mandailing pada tahun 1977 itu. Adam Malik menjawab:

‘’Itu adalah bukti tingginya kesadaran politik pada masyarakat Mandailing. Mereka semakin demokratis. Mereka memilih kontestan yang dikehendakinya secara sadar dan bebas.”

Jika analisis Adam Malik itu dikaitkan dengan perolehan suara Golkar 51% di Panyabungan dan 71% di Kotanopan, maka kesimpulannya ialah: masyarakat Panyabungan lebih egaliter, lebih mudah menerima perubahan, lebih bebas, lebih terbuka, dan lebih demokratis.

Sehingga Panyabungan khususnya, Mandailing Godang pada umumnya, merupakan daerah yang subur bagi semua kontestan pemilu. Prilaku politik seperti ini sangat dibutuhkan dalam pembangunan politik pada era reformasi sekarang ini.

Urbanisasi dan Industrialisasi

Perpindahan penduduk desa ke Panyabungan sebagai ibukota pemerintahan kabupaten secara berduyun-duyun tidaklah mengkhawatirkan. Pasalnya, kecendrungan global yang mengarah pada pertumbuhan kota-kota secara simultan membawa pertumbuhan desa-desa di sekitar kota menjadi satelit kota.

Penulis menyaksikan hal seperti itu di Jepang. Dimana hasil pertanian di desa-desa satelit kota dijual di kota dengan harga yang tinggi. Sehingga petani sayur-mayur dan buah-buahan memperoleh penghasilan yang besar.

Dapat diperkirakan, bahwa urbanisasi ke Panyabungan akan tertahan oleh kemudahan transportasi yang menghubungkan kota dan pedesaan. Sehingga orang yang bekerja di kota Panyabungan lebih tertarik tinggal di desa-desa sekitar, karena memiliki banyak keuntungan.

Sejumlah keuntungn tinggal di desa ialah: biaya hidup lebih murah, rumah tidak perlu di sewa, masih dapat melakukan aktivitas keseharian sebagai petani, waktu tempuh desa ke kota relatif pendek, dan lain-lain.

Hal itu dipermudah lagi oleh sarana telekomunikasi melalui wartel. Keadaan itu dapat dinikmati para pedagang, pegawai negri dan swasta, pelajar dan mahasiswa. Tidak terkecuali para petani sayur-mayur yang tinggal di perdesaan memperoleh kesempatan menjual hasil pertaniannya di pasar Panyabungan seperti yang setiap hari disaksikan di sekitar mesjid raya Al Qurro Wal Huffazh.

Petani menjual sendiri hasil pertaniannya di pasar itu, usai berjualan mereka kembali ke desanya. Sehingga Panyabungan tidak akan penuh sesak. Lagipula sedang terjadi proses perubahan sifat dan suasana desa ke suasana kota. Panyabungan masih dipandang bagai kampung sendiri.

Industrialisasi di Panyabungan sekitarnya memerlukan studi kelayakan yang mendalam yang bukan hanya menyangkut modal, tanah dan tenaga kerja, tetapi juga kajian mendalam harus dilakukan tentang kesiapan mental tenaga kerja untuk bekerja menurut aturan-aturan yang ketat. Tata ruang kota Panyabungan harus mengantisipasi pertumbuhan industri tanpa mengorbankan tanah-tanah pertanian produktif.

Kanal Ala Amsterdam

Menarik sekali gagasan Bupati Amru Daulay, S.H. dalam obrolan dengan DR. Adnan Buyung Nasution dan penulis pada saat jeda sarasehan silaturrahmi tanggal 21 Februari 2004 di Jakarta. Bupati Amru Daulay S.H. menyampaikan gagasannya menata kota Panyabungan menjadi kota medern antara lain meniru kota Amsterdam yang memiliki banyak Kanal.

Keberadaan sungai Batang Gadis menjadi inspirasi untuk membangun kanal-kanal mengitari kota dan memanfaatkannya sebagai sarana pariwisata dan olah raga air. Gagasan yang futuristis ini bukanlah sesuatu yang mustahil.

Sikap dan prilaku masyarakat di desa ini yang terbuka pada perubahan, suka menerima pendatang yang mampu berdaptasi sebagai warga sejati, merupakan modal pembangunan masa depan kota ini. Kehadiran para pendatang sangat besar pengaruhnya dalam perkembangan masyarakat modern, sehingga sifat-sifat negatif seperti gutgut dengan sendirinya akan dikikis oleh perikehidupan serba objektif yang saling memiliki ketergantungan. (dikutip dari buku “Madina Madani”)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERISAI ISLAM DAN UMAT

    PERISAI ISLAM DAN UMAT

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Rasulullah saw. diutus oleh Allah SWT dengan membawa risalah Islam untuk menjadi rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil ‘alamin) (QS al-Anbiya’ [21]: 107). Rahmatan lil ‘alamin mewujud dalam ragam kemaslahatan dan terhalanginya berbagai kemafsadatan. Rahmatan lil ‘alamin akan terwujud jika syariah Islam diterapkan secara menyeluruh dan total. Penerapan syariah Islam secara menyeluruh dan total jelas […]

  • BAHASA DAN AKSARA MANDAILING (bagian 1)

    BAHASA DAN AKSARA MANDAILING (bagian 1)

    • calendar_month Senin, 2 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : ASKOLANI NASUTION Budayawan    Pengantar Bahasa Mandailing adalah bahasa yang digunakan sebagai bahasa adat dan budaya di wilayah bekas Asisten Residen Angkola Mandailing atau di wilayah Tapanuli Bagian Selatan. Penyebutan Tapanuli Bagian Selatan dalam konteks ini, hanya untuk menjelaskan satu kawasan yang berbeda dengan Tapanuli lainnya, baik dari sisi bahasa maupun budaya. […]

  • PKB Tetapkan Pasangan Sukhairi-Atikah

    PKB Tetapkan Pasangan Sukhairi-Atikah

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailling Online) – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi menetapkan Jakfar Sukhairi Nasution-Atikah Azmi Utammi Nasution sebagai pasangan bakal calon buopati/wakil bupati Mandailing Natal (Madina) yang akan diusung di Pilkada 2020. Kepastian itu disampaikan Ketua Dewan Tanfizd DPC PKB Kabupaten Madina, Khoiruddin Faslah Siregar dalam temu pers di sekretariat DPC PKB Madina, Panyabungan, Senin […]

  • Jelang Buka Puasa,Panyabungan Banjir Pedagang Jajanan Berbuka

    Jelang Buka Puasa,Panyabungan Banjir Pedagang Jajanan Berbuka

    • calendar_month Rabu, 1 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan MO-Aneka makanan dijajakan dikawasan kota Panyabungan, masyarakat panyabungan mulai membanjiri para pedagang menjelang berbuka puasa Ramadhan, omset para pedagangpun cukup menggiurkan. Dari Pengamatan Mandailing Online, Minggu (29/7), ratusan pedagang menggelar dagangannya baik yang ada di Pasar baru Panyabungan dipelataran Parkir, yang berada di Pasar Lama Panyabungan serta disepanjang jalan Protokol kota Panyabungan. jajanan yang […]

  • Kapolres Tapsel: Pembajak Akun Facebook Toni Darius Sitorus Sedang Diusut Polda

    Kapolres Tapsel: Pembajak Akun Facebook Toni Darius Sitorus Sedang Diusut Polda

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAPANULI SELATAN (Mandailing Online) – Kapolres Tapsel, AKBP Roni Santana menyatakan Polda Sumut sedang mengusut oknum pembajak akun facebook Toni Darius Sitorus. Itu diutarakan Kapolres Tapsel di hadapan perwakilan Desa Pardomuan (Aek badak Siture) Sayur Matinggi, Tapanuli Selatan dan perwakilan Desa Sihepeng, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal di di Ranto Natas, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten […]

  • Butuh Pembenahan Tata Kelola Penarikan PAD Sektor Pasar

    Butuh Pembenahan Tata Kelola Penarikan PAD Sektor Pasar

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perolehan PAD dari sektor pasar di Mandailing Natal sejauh ini masih belum maksimal. Untuk itu harus dilakukan pembenahan dan perbaikan tata kelola agar capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini bisa berkembang ke depan. Rapat kordinasi yang dipimpin Wakil Bupato Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, Senin (30/8/2021) di aula […]

expand_less