Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Dana Pilkada, DPRD Madina Tetap di Angka 37 Milyar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 15 Jan 2020
  • print Cetak

 

Anggota DPRD Madina, Safaruddin Nasution

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Meski APBD Madina telah disahkan DPRD pada Desember lalu, pihak KPU Madina masih ngotot ada perubahan dana untuk Pilkada 2020.

Di APBD 2020 itu ditetapkan pagu dana hibah untuk KPU sebesar 37 milyar rupiah biaya penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Pihak DPRD Madina tetap pada pendirian bahwa dana hibah untuk KPU Madina tetap sebesar 37 milyar rupiah.

Sikap DPRD itu menyahuti tuntutan KPU Madina yang ngotot di angka 40,3 milyar rupiah.

Pihak Pemprov Sumut pada saat Pemprovsu melakukan evaluasi terhadap APBD Madina 2020 kabarnya tak bersedia menyikapi perbedaan angka antara DPRD Madina dengan KPU Madina ini.

Persoalan angka ini akhirnya dipindahkan ke Mendagri.

Berdasar surat bupati Madina tertanggal 14 Januari 2020, direncanakan pertemuan konsultatif antara Pemkab Madina, DPRD Madina dengan pihak Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri di Jakarta besok, Kamis (16/1/2020) mengkonsultasikan dana pilkada.

Anggota DPRD Madina, Safaruddin Ansyari Nasution menjawab Mandailing Online di gedung dewan, Rabu (15/1) mengungkapakan bahwa sikap DPRD Madina tetap melihat bahwa besaran 37 milyar adalah angka yang realistis.

Sikap DPRD itu, ungkap Safaruddin terlihat dalam pertemuan anggota dewan di gedung DPRD Madina, Rabu (15/1) sebelum berangkat ke Kemendagri, Jakarta.

Pihak DPRD menilai, KPU Madina kurang argumentatif konstruktif dalam menjabarkan rasionalisasi poin-poin kebutuhan dana Pilkada sehingga permintaan KPU sebesar 40,3 milyar diragukan Badan Anggaran DPRD Madina.

Ketua KPU Madina, Fadillah Syarif yang dihubungi Mandailing Online via SMS, Rabu (15/1) tak bersedia menjawab rasionalitas besaran 40,3 milyar itu.

Fadillah Syarif justru mempersilahkan Mandailing Online mengkonfirmasi Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Madina, Ridwan Lubis dan seorang wartawan bernama Zamharir.

Sementara itu, pagu dana Pilkada Madina 2020 ini telah mengalami beberapa kali perubahan sebagaimana diungkap media Tagar.id edisi 3 Oktober 2019 berdasar wawancara dengan Ketua KPU Madina, Fadillah Syarif.

Semula pihak KPU Madina mengajukan kepada Pemkab Madina sebesar 65 milyar rupiah.

Tetapi Pemkab Madina menilai angka 65 milyar itu terlalu besar untuk ukuran kondisi keuangan daerah saat ini dan meminta KPU Madina melakukan rasionalisasi anggaran.

Kemudian KPU Madina mengajukan ulang dengan angka 54 milyar rupiah.

Lagi-lagi angka 54 milyar itu tak dapat disetujui Pemkab Madina. Akhirnya disepakati pada angka 40,3 milyar rupiah.

Namun, ketika angka 40,3 milyar ini diajukan ke DPRD Madina via Rancangan APBD 2020, pihak Badan Anggaran DPRD meminta argumantasi rasional dari pihak KPU Madina.

Anggota DPRD Madina, Safaruddin Ansyari mengungkapkan bahwa awalnya Badan Anggaran pada masa pembahasan RAPBD 2020 menilai pagu dana Pilkada yang rasional hanya sekitar 30 milyar.

Tetapi, berdasar perkembangan pembahasan di Badan Anggaran, akhirnya DPRD hanya meloloskan pagu 37 milyar di APBD 2020.

Peliput : Dahlan Batubara
Sumber tambahan : tagar.id

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dahlan Hasan Nasution, Mengabdi Ditengah Kritikan dan Hujatan

    Dahlan Hasan Nasution, Mengabdi Ditengah Kritikan dan Hujatan

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      (Bagian 1 dari 2 tulisan) Dimensi kepemimpinan telah lama menjadi kajian yang menarik terutama terhadap keberhasilan kepemimpinan dalam suatu organisasi. Kompetensi kepemimpinan dapat diketahui dari keberhasilan seseorang dalam kepemimpinannya bagi pencapaian tujuan organisasi apalagi bagi seorang pemimpin aparatur memang harus dituntut untuk mampu membawa organisasi publik yang dipimpinnya dalam pemberian pelayanan yang berkualitas. Hudges […]

  • SBY belum terbitkan Keppres kasus penculikan

    SBY belum terbitkan Keppres kasus penculikan

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Wakil Ketua bidang Internal Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Yosep Adi Prasetyo mengatakan, penyelesaian kasus penculikan atau penghilangan paksa para aktivis pada 1998 tinggal menunggu Keputusan Presiden tentang pembentukan Pengadilan HAM Ad Hoc. “Presiden belum mengeluarkan Keppres,” katanya, hari ini. Namun, dia menyatakan, presiden tidak membahas secara khusus tentang penuntasan kasus […]

  • Pilkada Madina, Perempuan Lebih Banyak Datang ke TPS

    Pilkada Madina, Perempuan Lebih Banyak Datang ke TPS

    • calendar_month Jumat, 11 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Total Tingkat Kehadiran Hanya 57,47 % PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Berdasar amatan Mandailing Online di website KPU Madina, jumlah yang datang ke TPS atau yang menyalurkan hak pilih sebanyak 189.477 orang terdiri dari 85.365 pria dan 101.162 perempuan. Jumlah itu dari DPT (Daftar Pemilih Tetap) sebanyak 329.697 terdiri dari 158.404 pria dan 168.473 perempuan. Berdasar […]

  • Usulan Wabup Terkait Penutupan PT SMGP Hanya Cakap-Cakap

    Usulan Wabup Terkait Penutupan PT SMGP Hanya Cakap-Cakap

    • calendar_month Senin, 12 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Usulan penutupan perusahaan panas bumi PT SMGP yang beroperasi di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sebagaimana dimuat beberapa media menurut Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Muhammad Irwansyah Lubis hanya sebatas lip service. “Kita tidak pernah mendengar usulan itu diajukan secara resmi kepada pemerintah pusat […]

  • Kepala Desa Harus Transparan Kelola Dana Desa

    Kepala Desa Harus Transparan Kelola Dana Desa

    • calendar_month Rabu, 24 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Mandailing Online) – Para kepala desa di Mandailing Natal harus transparan mengelola Dana Desa agar tidak terjebak dalam masalah hukum. “Karena jika penggunaanya disalahgunakan akan menimbulkan proses hukum yang bisa menjerumuskan kades ke penjara,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Madina, Iskandar Hasibuan kepada Mandailing Online di Panyabungan, Rabu (24/8/2016). Dia juga mengingatkan para kepala desa […]

  • Karut-Marut Dana Desa (Bagian 1)

    Karut-Marut Dana Desa (Bagian 1)

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Askolani Nasution Budayawan/Sutradara   Ketika Musyawarah Desa, pendamping desa duduk diam di depan, membiarkan masyarakat bertikai soal bangunan yang urgen dan tidak urgen. Karena banyak pendamping desa yang tidak memadai kapabilitasnya untuk memberi solusi, mana program desa yang berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan bersama, mana yang tidak. Karena masyarakat juga tidak cukup kreatif […]

expand_less