Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Karut-Marut Dana Desa (Bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2020
  • print Cetak

Catatan : Askolani Nasution
Budayawan/Sutradara

 

Ketika Musyawarah Desa, pendamping desa duduk diam di depan, membiarkan masyarakat bertikai soal bangunan yang urgen dan tidak urgen.

Karena banyak pendamping desa yang tidak memadai kapabilitasnya untuk memberi solusi, mana program desa yang berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan bersama, mana yang tidak.

Karena masyarakat juga tidak cukup kreatif untuk mengusulkan program pengembangan masyarakat yang sungguh-sungguh signifikan dengan peningkatan ekonomi bersama. Tentu saja tidak kreatif, karena kelas menengahnya malas menghadiri rapat begituan. Karena bikin darah naik saja. Termasuk saya.

Dalam kondisi rapat deadlock, harusnya pendamping desa berpendapat, membuka pemikiran kreatif. Tapi rata-rata pendamping desa tidak memiliki kecakapan itu. Tentu tidak semua, tapi kebanyakan begitu.

Ada pendamping desa yang melihat orang ramai saja gemetaran, konon lagi mau ngomong. Ada yang mengaku tidak sesuai jurusannya. Tidak sesuai mengapa jadi pendamping? Akhirnya, ujung-ujungnya semua program jatuh ke fisik. Dengan dana yang nauzubillahi min zalik.

Padahal, ketika musyawarah desa rampung, pendamping desa ini yang idealnya merumuskan kegiatan itu dalam bentuk “fix”, termasuk rincian dana dan bahan. Tetapi karena dia tak paham jabaran program, dan tidak menguasai teknis, maka diserahkanlah kepada pendamping kecamatan untuk membuat teknisnya. Tentu saja desa harus membayar jasa tambahan itu. Dan hasilnya aneh-aneh. Dek jalan misalnya, hanya dihitung sebelah, sebelah lain lupa. Kepala desanya bingung.

Ada dek jalan yang ketebalannya nauzubillahi minzalik di RAB. Macam-macam. Sehingga terjadilah pengerasan jalan sepanjang 350 meter misalnya, dananya sampai 550 juta. Padahal dengan dana sebesar itu, harusnya bukan lagi pengerasan jalan, tetapi hotmix. Bayangkan untuk gapura desa bisa ratusan juta. MCK bisa ratusan. Pos Kamling bisa puluhan juta, dll. Yang salah siapa? Pendamping Kecamatan! Karena mereka yang membuat RAB-nya. Dan kepala desa sangat tahu untuk pihak kecamatan. Pembagian SHU. Agar DD mereka lempang.

Makin focus ke fisik, keuntungan makin besar. Karena pasir dan semen, misalnya, satuan harganya berdasarkan satuan harga kabupaten. Angka itu jauh di atas harga ril pasar di toko bangunan. Jadi ketika bangunan selesai, masih ada stok semen dan pasir di toko bangunan. Bisa puluhan zak semen, bahkan ratusan. Setelah kuitansi dibuat, bahan-bahan itu diganti dengan uang sesuai harganya. Itu menjadi keuntungan bagi kepala desa.

Belum lagi jumlah pekerja yang dilebihkan, tentu sambil memasukan nama-nama fiktif. Belum lagi jumlah upah yang jauh selisihnya antara upah ril desa dengan upah yang ditetapkan berdasarkan UMR kabupaten.

Tukang-tukang itu tidak peduli. Karena protes berarti tidak dipakai lagi dalam tahun berikutnya. Itu artinya ancaman sumber mata pencaharian bagi buruh-buruh miskin itu. Begitu setiap tahun.

Tentu saja, semua sudah diprediksi biaya publikasi untuk pers. Karena itu kepala desa “jarang di rumah suka pergi” (JARUM SUPER). Pagi-pagi mereka keluar rumah, makan di luar, pulang tengah malam. Mereka kumpul beberapa orang, lalu jalan ke mana-mana.

Berapa sebenarnya keuntungan dana desa setiap tahun? Bisa 10, minimal 8 persen. Namanya juga proyek! Itu angka yang mudah diperoleh. Makin “cakap” kepala desanya, makin banyak SHU.

Makanya, kepala desa yang tidak tahan pegang duit, segera beli mobil, dll. Biar tidak ketara, lalu di simpan di tempat lain. Atau membeli asset-aset lain di luar kampung. Itu biasa. Kesempatan tidak selalu datang dua kali. Tentu tetap ada kepala desa yang di jalur lurus. Mungkin di kampung Anda.

Jadi, jangan heran, bertahun-tahun ada DD, tetapi masyarakat tetap miskin. Dan siapa peduli, karena semua dapat bagian SHU. Para bandit, cukong, mereka yang punya stempel, bla…bla…bla. Kita tahulah itu! Semua khusuk berjamaah. (bersambung)

Askolani Nasution adalah budayawan dan sutradara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Longsor makan korban di Tapteng 500 meter

    Longsor makan korban di Tapteng 500 meter

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Longor yang terjadi di Desa Sibiobio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera utara mencapai lebih kurang 500 meter dan berada di delapan titik. “Kedalaman longsor mencapai 5 sampai 20 meter dan lebar 3 tiga meter,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapteng, Bonaparte Manurung saat dihubungi dari Medan, Minggu. Longsor […]

  • Buta Aksara Sumut Tinggal 2,6%

    Buta Aksara Sumut Tinggal 2,6%

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Tapsel – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) terus berupaya menurunkan persentase penduduk buta aksara usia 15 tahun ke atas. Terbukti, hingga saat ini tinggal 2,16% atau 150.511 jiwa penduduk Sumut buta aksara. Capaian dalam memberantas buta aksara di Sumut hingga tersisa 2,16% tersebut menjadi catatan penting yang dicapai Provinsi Sumut dalam memenuhi target deklarasi dakar […]

  • Gang Pasar Baru Panyabungan Berlumpur,  Bagai Jalan ke Desa Terisolir

    Gang Pasar Baru Panyabungan Berlumpur, Bagai Jalan ke Desa Terisolir

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kondisi Relokasi Pasar Baru Panyabungan becek dan sumpek. “Foto untuk apa itu, bang,” sergah seorang pedagang pisang saat Mandailing Online memotoi gang pasar, Senin (12/10/2020). “Foto-foto kondisi pasar untuk berita, dik,” jawab Mandailing Online. “Mantap kali itu, beritakan dulu, bang. Payah ini pasar,” katanya. Pantauan Mandailing Online, gang pasar sangat parah, […]

  • Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014. Ruang II. (Sesi I) Hari :  Minggu, Pukul : 08.00 s/d 10.00 wib Tanggal : 14 Desember 2014   NO.   RUANG UJIAN   NO. PESERTA   NAMA PESERTA 1 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 2 52133000807 INDAH SURIANI HARAHAP 2 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB […]

  • Sejumlah SPBU di Madina Kini Sering Tutup

    Sejumlah SPBU di Madina Kini Sering Tutup

    • calendar_month Minggu, 11 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MANDAILING NATAL (Mandailing Online) – Pihak Pertamina diharap tidak memperlambat distribusi BBM ke Mandailing Natal. Pasalnya sejumlah SPBU sering tutup diduga kehabisan stok. Pantauan Mandailing Online, Minggu (11/4/2021) pukul 12.30 WIB di SPBU 13229105, Saba Purba, Panyabungan tidak punya stok BBM. “Kapan kira-kira minyak datang,” tanya Mandailing Oline. “Tak pasti, mungkin malam, bang,” jawab satu […]

  • Bupati Hadiri Penyerahan DIPA di Medan

    Bupati Hadiri Penyerahan DIPA di Medan

    • calendar_month Jumat, 2 Des 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution menghadiri penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Sumatera Utara (Sumut) tahun 2023 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Jumat (2/12/2022). Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan DIPA dan TKDD Sumut tahun […]

expand_less