Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Data Privasi Rakyat Tidak Aman di Era Kapitalisme

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 31 Agt 2022
  • print Cetak

Oleh: Nurmala Sari, S.Pd
Aktivis Dakwah, tinggal di Tapanuli Utara

Kasus kebocoran data privasi rakyat kembali terjadi. Dilansir dari Liputan6.com, 21/08/22, 26 juta riwayat pencarian Indihome diduga bocor, nama dan NIK pelanggan terungkap dan dibagikan gratis di situs gelap.

Isu ini mendapat komentar dari masyarakat, salah satunya dari akun di twitter Teguh Aprianto, yang mengatakan bahwa pernah menekan Indihome untuk mematikan sistem pendeteksi yang digunakan untuk mencari riwayat penelusuran pelanggan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika akan mencoba mendalami kasus dugaan kebocoran data pribadi pelanggan layanan dari PT Telkom Indonesia. Kementerian Kominfo juga akan segera melakukan pemanggilan terhadap manajemen Telkom untuk mendapatkan laporan dan langkah tindak lanjut Telkom terkait dengan dugaan insiden,” jelas Samuel, Minggu (21/8/22), dikutip dari Kompas.com.

Kebocoran data bukan hanya terjadi pada Indihome saja melainkan juga terjadi pada PT PLN Persero, sebanyak 17 juta data pribadi pelanggan bocor. (Kompas.com, 20/08/22). Kasus ini semakin marak terjadi seiring berkembangnya teknologi yang semakin pesat, dimana penggunaan internet menjadi kebutuhan masyarakat terutama dalam transaksi bisnis secara online. Pada tahun 2021, jumlah konsumen belanja online di Indonesia melesat 80% ,mencapai 32 juta orang dibandingkan tahun 2020.

Dalam sistem kapitalisme, dengan peningkatan jumlah tersebut seakan menjadi angin segar bagi dunia marketing untuk meraup keuntungan materi semaksimal mungkin, sehingga sangat dibutuhkan data pribadi rakyat untuk dijadikan peluang tersebut. Angka penggunaan e-commerce dapat direpresentasikan menjadi 2 hal yakni peluang dan persaingan, karena akan terjadi pasar besar digital. Menambang data pribadi pelanggan, dan menjualnya kepada para pebisnis digital tentunya menjadi peluang yang besar untuk meraup keuntungan. Dari data yang bocor, mereka dapat menentukan produk dan strategi pasar. Maka terjadilah simbiosis mutualisme antara penambang data dengan pebisnis digital.

Selama negara masih dipengaruhi kapitalisme dalam tatanan kehidupan bernegara, maka peranan negara pun begitu lemah dalam menjaga keamanan data pribadi rakyat, termasuk data digital. Sebab para kapitalis bebas mengekplorasi dan mengeksploitasi data pengguna, dan ini terbukti dengan berulangnya terjadi kasus kebocoran data, baik dari layanan pemerintah sendiri maupun perusahaan swasta seperti platform e-commerce.

Data pribadi pelanggan bukanlah milik umum, sehingga mengambilnya tanpa izin tentu saja melanggar privasi pelanggan. Jika sebuah negara itu independen, seharusnya mampu memberi perlindungan, penjagaan keamanan bagi data pribadi rakyat, dan memberikan sanksi yang tegas kepada pihak kejahatan tersebut. Rakyat juga harus memahami bahwa kejahatan kasus yang terjadi apalagi terjadi secara berulang, maka hal itu merupakan sebuah masalah sistemik yang diakibatkan oleh pengaruh kapitalisme.

Maka untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dibutuhkan solusi yang sistemik pula, menjauhi pengaruh kapitalisme yang rusak, dengan sistem islam yang memiliki aturan sempurna. Negara yang menerapkan aturan islam, akan memberi keamanan, perlindungan terutama data privasi rakyat karena itu bagian dari tugas negara. Negara akan fokus pada langkah pencegahan sebelum masalah itu terjadi, bukan baru bergerak ketika timbul masalah. Negara akan memastikan regulasi dan sinergi antar lembaga yang berhubungan dengan data privasi rakyat dan dapat saling bekerja sama memberi perlindungan. Menggunakan sistem IT terhebat untuk menjaga data pribadi rakyat secara maksimal. Bagi para pelaku kejahatan, kecurangan  penipuan dan sejenisnya yang menggangu keamanan negara maka akan diberikan sanksi hukum ta’zir oleh negara. Negara juga akan mendukung kemandirian teknologi perlindungan keamanan penduduk sehingga tidak perlu melibatkan pihak luar (swasta atau asing). Maka dengan infrastruktur, tata kelola yang terintegrasi dengan baik, instrumen hukum yang benar maka negara akan mampu menjaga dan memberikan jaminan keamanan data pribadi rakyat.

Wallahu a’lam bis shawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MARSIDAO-DAO (1)

    MARSIDAO-DAO (1)

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Naisuratkon : Dahlan Batubara Mataniari tar geleng tu jae, tai inda pedo megelengtu, tar onok dope so kotu Asyar. Ombus ni angin lumobi gogo mambaen bulung-bulung ni arambir merbas-erbas tu siamun dohot tu siambirang. Eme nagumorsing na i saba na bolak boti mar gadu-gadu tarida songon ombak ni laut tarombus angin maroban muap […]

  • Pelestarian Warisan Budaya Mandailing (1)

    Pelestarian Warisan Budaya Mandailing (1)

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Z. Pangaduan Lubis (in memoriam) Suku Mandailing atau kelompok etnis (ethnic group) Mandailing merupakan salah satu dari sekian ratus suku bangsa penduduk asli Indonesia. Dari zaman dahulu sampai sekarang suku tersebut secara turun-temurun bermukim di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatra Utara. Menurut tradisinya, orang Mandailing menamakan wilayah etnisnya itu Tano Rura Mandailing […]

  • Bentuk Rasa Sukur Warga Desa Sopobatu Upacara HUT ke 78 RI

    Bentuk Rasa Sukur Warga Desa Sopobatu Upacara HUT ke 78 RI

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) – Sebagai bentuk rasa sukur karena sudah menjadi perhatian Pemerintah, Warga Desa Sopobatu, di Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina ) hari ini melaksanakan upacara peringatan HUT ke 78 RI. peserta upacara sendiri selain melibatkan anak sekolah Dasar, juga masyarakat setempat dan karang taruna.Kamis 17/8/2023. Desa Sopobatu memang menjadi desa binaan […]

  • Pembalakan Liar

    Pembalakan Liar

    • calendar_month Sabtu, 28 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jejeran rel pengangkut kayu yang dibuat pembalak liar terlihat dari udara di tengah area hutan Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Jumat (27/1). Akibat terjadinya konflik antara sebagian warga dengan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dalam pengelolaan kawasan hutan itu, aktivitas pembalakan liar semakin meningkat di hutan Pulau Padang. (n ant/fb Anggoro)

  • Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014. Ruang I. (Sesi II) Hari : Rabu, Pukul : 10.15 s/d 12.45 wib Tanggal : 10 desember 2014   NO.   RUANG UJIAN   NO. PESERTA   NAMA PESERTA 1 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 1 52132000041 DEDI MISWAR 2 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB […]

  • DPRD Sumut Desak PTPN 4 dan Bank Mandiri Transparan di Batahan, Madina

    DPRD Sumut Desak PTPN 4 dan Bank Mandiri Transparan di Batahan, Madina

    • calendar_month Jumat, 15 Jan 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Anggota Komisi B DPRD Sumut, H. Fahrizal Efendi Nasution,SH meminta PTPN 4 menyerahkan hak rakyat Batahan, Mandailing Natal. Politisi asal Madina ini juga mendesak Bank Mandiri membuka data pencairan uang senilai Rp. 84 M yang dipakai untuk pembiayaan operasional kebun KUD Pasar Baru Batahan seluas 1.700 – 1.726 Ha. Apalagi semenjak dini, KUD Pasar […]

expand_less