Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

DPRD Sumut Desak PTPN 4 dan Bank Mandiri Transparan di Batahan, Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Jan 2021
  • print Cetak

Anggota Komisi B DPRD Sumut, H Fahrizal Efendi Nasution, SH di RDP dengan PTPN 4 di gedung dewan

MEDAN (Mandailing Online) – Anggota Komisi B DPRD Sumut, H. Fahrizal Efendi Nasution,SH meminta PTPN 4 menyerahkan hak rakyat Batahan, Mandailing Natal.

Politisi asal Madina ini juga mendesak Bank Mandiri membuka data pencairan uang senilai Rp. 84 M yang dipakai untuk pembiayaan operasional kebun KUD Pasar Baru Batahan seluas 1.700 – 1.726 Ha. Apalagi semenjak dini, KUD Pasar Baru Batahan tidak pernah diberikan data history payment (seluruh tahapan pembayaran). Fahrizal pun berharap Bank Mandiri bersikap transparan kepada KUD Pasar Baru Batahan. Sebab dia menduga, banyak manipulasi dan rekayasa informasi dilakukan PTPN 4 terkait pencairan uang Rp. 84 M untuk pembiayaan lahan 1.700 – 1726 Ha.

Desakan demi desakan itu dicecar Fahrizal dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas konflik kemitraan pengelolaan kebun sawit antara PTPN 4 dengan 3 Koperasi Unit Desa (KUD) Kab Mandailing Natal (Madina), Selasa siang (12/1/2021) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan.

Komisi B DPRDSU akhirnya mengeluarkan rekomendasi rapat dengan meminta PTPN 4 menyelesaikan masalah yang dikeluhkan KUD Pasar Baru Batahan, KUD Setia Abadi dan KUD Maju Bersama.

Pantauan www.MartabeSumut.com saat RDP berlangsung, anggota Komisi B DPRDSU H Fahrizal Efendi Nasution, SH, mencecar Business Support PTPN 4 Budi Susanto. Politisi Partai Hanura itu menyatakan prihatin atas konflik kemitraan kebun sawit di Kab Madina antara 3 KUD dengan PTPN 4. Sesuai fakta-fakta hukum selama ini, terang Fahrizal, semestinya lahan seluas 1.700 – 1.726 Ha milik KUD Pasar Baru Batahan tidak rugi melainkan profit. “Saya setuju kalimat Pak Budi tadi soal komitmen PTPN 4 menyelesaikan. Cuma, jangan lagi dalam posisi mencari lahan pengganti. Gak usah kita cari. Sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan), lahan inti saja dikeluarkan. BUMN ini kan negara, kita tak mau melihat rakyat di lapisan bawah tertekan semua. Kalo bapak PTPN 4 mau duduk bersama, pasti masalah selesai. Apa alasan bapak tidak menyerahkan hak masyarakat,” herannya.

Fahrizal menegaskan, saat ini tanah sudah habis digarap PTPN 4. Jika 9 tahun telah dikuasai dan diusahai, Fahrizal meyakini PTPN 4 bakal kalah bila digugat rakyat secara hukum. “Kok 9 tahun dikuasai PTPN 4 tapi KUD tidak mendapat profit ? Kan rakyat atau KUD hanya menuntut hak dari izin lokasi aja ? Bukan dari lahan inti PTPN 4. Artinya, tak ada alasan PTPN 4 lari dari tanggungjawabnya. Zaman sekarang terbuka loh Pak Budi. Presiden Jokowi tentu tidak suka bila BUMN melukai hati rakyat,” sindir Fahrizal blak-blakan.

Pemkab Madina Bisa Cabut Izin PTPN 4

Legislator asal Dapil Sumut 7 Kab Madina, Kab Paluta, Kab Palas, Kab Tapsel dan Kota Padang Sidimpuan ini melanjutkan, Pemkab Madina bisa saja mencabut izin lokasi dan izin usaha PTPN 4. “Kita harus minta kapan keuntungan untuk KUD direalisasikan PTPN 4. Seyogianya kehadiran BUMN di Madina mensejahterakan rakyat. Bukan malah menyengsarakan. Sementara setahu saya, hutang KUD Pasar Baru Batahan ke Bank Mandiri telah mencapai Rp. 84 M untuk pembiayaan lahan sekira 1.700 – 1.726 Ha. Saya lihat pihak PTPN 4 bersikap kamuflase,” sesal Fahrizal dengan nada tinggi. Sebelumnya, Business Support PTPN 4, Budi Susanto, berpendapat, PTPN 4 punya komitmen menyelesaikan konflik kemitraan pengelolaan kebun sawit dengan 3 KUD di Madina. Budi mengakui, khusus KUD Pasar Baru Batahan memiliki 2 masalah. Yaitu areal sekira 1.500 Ha yang belum diserahkan dan persoalan produktivitas kebun. “Kami punya komitmen menyelesaikan dan membantu daerah. Kami mengacu koridor dan ketentuan. Soal KUD Pasar Baru Batahan, benar terdapat izin lokasi yang belum clear. Hanya 1.700 – 1.726 Ha bisa dikelola,” ucapnya. Budi menilai, kekurangan areal belum dapat dipenuhi PTPN 4 sesuai MoU awal. Menyinggung produktivitas kebun, Budi menyatakan kurang sesuai sehingga tidak bisa memenuhi kewajiban perbankan. Dia menyebut, perjanjian dengan Bank Mandiri hanya berdasar luas izin lokasi. “Hutang KUD Setia Abadi ke bank telah selesai. Namun 2 KUD lagi belum. Dari sisi produktivitas memang tak ideal. Tanaman kelapa sawit ini kan ada pola idealnya. Makanya belum bisa dilunasi dana talangan ke Bank Mandiri,” tepis Budi Susanto berkilah.

PTPN 4 Diminta Transparan

Terpisah, kepada www.MartabeSumut.com seusai RDP, anggota Komisi B DPRDSU H Fahrizal Efendi Nasution, SH, menguraikan, hingga kini tidak ada transparansi (keterbukaan) manajemen PTPN 4 terhadap KUD selaku mitra kerja. Yang ada cuma pembodohan. Fahrizal menuding, kehadiran BUMN PTPN 4 di Madina telah menyengsarakan masyarakat. “Izin lokasi diberikan Pemkab Madina agar PTPN 4 mau bermitra dengan rakyat dan menghasilkan kesejahteraan. PTPN 4 jangan membodohi rakyat dong,” geramnya.

Bank Mandiri Diminta Buka Data Pencairan Uang

Pada sisi lain, anggota DPRDSU periode 2014-2019 dan 2019-2024 ini menyerukan Bank Mandiri membuka data pencairan uang senilai Rp. 84 M yang dipakai untuk pembiayaan operasional kebun KUD Pasar Baru Batahan seluas 1.700 – 1.726 Ha. Apalagi semenjak dini, KUD Pasar Baru Batahan tidak pernah diberikan data history payment (seluruh tahapan pembayaran). Fahrizal pun berharap Bank Mandiri bersikap transparan kepada KUD Pasar Baru Batahan. Sebab dia menduga, banyak manipulasi dan rekayasa informasi dilakukan PTPN 4 terkait pencairan uang Rp. 84 M untuk pembiayaan lahan 1.700 – 1726 Ha. “Keluarkan print out pencairan uang. History payment Bank Mandiri itulah nanti pegangan kita. Apa pun alasan PTPN 4 terkait pencairan uang Rp. 84 M, asal ada history pembayaran dari awal yang dibuka Bank Mandiri, maka kelak pasti terungkap semua,” yakin Fahrizal, sembari mensinyalir, hutang KUD Pasar Baru Batahan Rp. 84 M sebenarnya sudah lunas/selesai kepada PTPN 4 dengan asumsi perhitungan ada pembayaran per-triwulan atas operasional lahan 1.700 – 1.726 Ha kurun 9 tahun sehingga total mencapai sekira Rp. 170 M.

Semestinya, simpul Fahrizal, semua lahan KUD Pasar Baru Batahan yang sesuai izin lokasi wajib mendapat pembiayaan. “Aneh sekali PTPN 4 bilang uang gak cukup atau kurang. Lalu berdalih lahan jadi terlantar. Saya bilang tadi sama Pak Budi, yang benar itu uang Rp. 84 M sudah berlebih dari jumlah lahan KUD Pasar Baru Batahan. Pasalnya, uang yang dicairkan Bank Mandiri mencapai Rp. 84 M. Itulah hutang koperasi sekarang. Jadi beban KUD Pasar Baru Batahan sekira Rp. 84 M. Jangan ada alasan PTPN 4 bahwa uang pembiayaan lahan kurang. Bagaimana kurang ? Uang telah diterima bahkan kita duga berlebih,” cetus Fahrizal Efendi Nasution tak habis pikir. 

Sumber : Martabesumut/BUD

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kawasan BNI Panyabungan Inda Banjir Be, Ulang Sugari Tumpat Be

    Kawasan BNI Panyabungan Inda Banjir Be, Ulang Sugari Tumpat Be

    • calendar_month Jumat, 1 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menelusur Hasil Pengendalian Banjir Panyabungan (bagian 2)   Seperti halnya kawasan Pasar Lama, Panyabungan, di sepanjang jalan raya titik Sipolu-polu, Panyabungan, pengendalian banjir juga relatif sukses. Terbukti beberapa pekan terakhir banjir tak terjadi lagi kala hujan deras melanda. Selama ini, banjir menjadi langganan Jl.Willem Iskander dari titik Madina Market hingga simpang Jl. Bermula. Sejumlah pengunjung […]

  • Hut Kodam I/ BB, Dandim 0212/TS Beserta Ratusan Anggota Laksanakan Karya Bhakti di Madina

    Hut Kodam I/ BB, Dandim 0212/TS Beserta Ratusan Anggota Laksanakan Karya Bhakti di Madina

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA -Mandailing Online:  Ratusan personil TNI dibawah naugan Komando Distrik Militer 0112/TS diturunkan untuk gerakan karya bhakti. Dengan alat seadanya TNI, Pemda Madina, Pramuka melakukan aksi bersih bersih sungai aek mata yang ada di pusat kota Panyabungan Jum’at 14/6/2024. Meski memakai pakaian loreng dengan pangkat dipundak, para pimpinan TNI itu tidak merasa risih dengan tumpukan […]

  • Kembalilah Kepada Sang Pencipta

    Kembalilah Kepada Sang Pencipta

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nurhabibah, S. Pd Ketika kemaksiatan merajalela. Keangkuhan tampak di mana mana. Hampir di setiap penjuru dunia kemungkaran menjadi hal yang biasa. Di saat alam sudah mulai muak. Namun Allah SWT yang Maha Kasih yang Maha Sayang, memberi peringatan melalui mahluk kecilnya yang bernama corona. Virus ini telah menyebar di 198 negara. Di China, […]

  • Irasionalitas Perppu Ormas

    Irasionalitas Perppu Ormas

    • calendar_month Jumat, 27 Okt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Prof. Dr. Refly Harun, SH.MH   Pembelahan politik atas kanan-kiri, yang kembali mencuat saat dan pasca-Pilkada DKI 2017, membuat masyarakat kehilangan rasionalitas, termasuk kelompok kelas menengah terdidik. Irasionalitas tersebut sangat tertangkap kala menyimak debat soal Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, […]

  • Soal Irigasi Hancur, PU Madina Akan Surati Kontraktor

    Soal Irigasi Hancur, PU Madina Akan Surati Kontraktor

    • calendar_month Kamis, 12 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait bangunan irigasi hancur di Gunung Baringin, panyabungan Timur, pihak Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mandailing Natal akan menyurati kontraktor. Kasi Pengairan Dinas Pekerjaan Umum, Rijal, Kamis (12/11) menyatakan pihaknya akan segera menyurati manajemen CV Menara Berlian Pantai Barat. Bangunan irigasi itu sudah hancur, padahal baru sekitar 1,5 bulan selesai dikerjakan pembangunannya. […]

  • Membasmi Malaria Harus Ditangani Lintas Sektor

    Membasmi Malaria Harus Ditangani Lintas Sektor

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MandailingOnline) – Penaggulangan malaria di Mandailing Natal (Madina) membuthkan kerjasama secara lintas sektoral. Tak bisa hanya satu pihak saja. Pasalnya Madina termasuk kawasan epidemi malaria yang membutuhkan penanganan secara serius dan kerjasama antar semua pihak secara berkesinambungan. Seperti yang pernah dilansir Mandailing Online sebelumnya, kecuali Kecamatan Pakantan, seluruh kecamatan di Mandailing Natal adalah kawasan […]

expand_less