Sabtu, 9 Mei 2026
light_mode

Dua Kursi, Satu Kepala: Di Antara Basa-basi Politik dan Tuntutan Aksi Nyata

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Di Mandailing Natal, panggung politik belakangan ini dipenuhi dua nada yang berjalan beriringan: rekomendasi yang terdengar rapi dari legislatif, dan komitmen yang terdengar siap dari eksekutif. Keduanya tampak sejalan—hingga publik bertanya: di mana titik temu antara kata dan kerja?

Di tengah simpul itu, berdiri satu posisi yang tidak biasa: figur yang memikul dua logika sekaligus—ritme legislatif yang menuntut harmoni, dan mesin eksekutif yang menuntut hasil. Dalam konteks ini, Aprizal Nasution menjadi titik temu—sekaligus titik uji—dari seluruh proses perubahan.

Dua Logika, Satu Kepala

Sebagai penghubung ke legislatif, ia dituntut menjaga hubungan tetap cair, forum tetap produktif, dan friksi tetap terkendali.
Sebagai pengendali birokrasi, ia dituntut memaksa sistem bergerak, menekan OPD, dan memastikan hasil terlihat.

Masalahnya, dua logika ini tidak selalu sejalan.

Menjaga semua pihak nyaman sering berarti menunda keputusan keras.
Mendorong perubahan cepat sering berarti membuka risiko politik.

Di sinilah muncul pilihan yang tidak pernah netral: memelihara keseimbangan, atau memecah kebuntuan.

Basa-basi Politik: Nyaman, Tapi Menahan Laju

Rekomendasi yang “komprehensif” sering kali berakhir sebagai bahasa yang aman:

* semua hal dianggap penting,
* tidak ada prioritas yang dipaksa,
* tidak ada tenggat yang mengikat.

Dalam kondisi seperti ini, sistem cenderung bergerak pelan—bahkan diam—tanpa terlihat bersalah.

Basa-basi politik bekerja halus: ia tidak menolak perubahan, tetapi juga tidak mendorongnya cukup jauh.

Tuntutan Aksi Nyata: Jangan Tunda

Di sisi lain, publik tidak menunggu kesempurnaan dokumen. Publik menunggu:
* layanan yang membaik,
* keputusan yang jelas,
* dan hasil yang bisa dirasakan.

Di sinilah tekanan sesungguhnya berada.
Bukan pada seberapa lengkap rekomendasi, tetapi seberapa cepat sikap politis berubah menjadi tindakan terukur.

Psikologi Kekuasaan: Mengapa Semua Terasa Lambat

Dalam posisi rangkap, ada kecenderungan alami:
* memilih langkah paling aman,
* meredam konflik,
* menjaga semua pihak tetap nyaman.

Namun efek sampingnya jelas: perubahan menjadi lambat, bahkan jadi nihil.

Bukan karena tidak tahu harus berbuat apa — tetapi karena terlalu banyak yang harus dipertimbangkan.

Titik Balik: Penyeimbang — Penggerak Reformis

Justru di sinilah peluang besar itu ada.

Posisi rangkap bukan hanya beban, tetapi juga tuas kekuasaan yang utuh:
* memahami bagaimana rekomendasi lahir,
* mengetahui di mana birokrasi tersendat,
* dan memiliki otoritas untuk menggerakkan keduanya secara reformis.

Jika digunakan dengan berani, satu kepala ini bisa memutus siklus lama: dari basa-basi menjadi aksi berani.

Bukti Nyali Itu Harus Terukur

Jika ingin keluar dari pola lama, maka yang dibutuhkan bukan lagi pernyataan — tetapi keputusan yang bisa diuji:
* setiap rekomendasi dipecah menjadi aksi konkret,
* ada penanggung jawab yang jelas,
* ada tenggat waktu yang diumumkan,
* ada laporan progres yang dibuka ke publik.

Tanpa itu, semua akan kembali ke titik awal: rapi di atas kertas, lemah di lapangan.

Penutup: Publik Puas atau Publik Frustrasi

Pada akhirnya, ini bukan soal jabatan rangkap.

Ini soal pilihan.

Tetap berada di tengah—aman bagi semua pihak, atau melangkah ke depan—berisiko, tetapi membawa perubahan.

Karena di mata publik, ukuran kepemimpinan tidak lagi pada keseimbangan yang dijaga,
melainkan pada keberanian memecahkan kebuntuan.

Dan di titik itulah, semua akan melihat dengan jelas: apakah yang bekerja adalah basa-basi politik — atau aksi berani? Kepuasan publik atau frustrasi publik.***

 

Tim Mandailing Epicentrum, wadah pemikiran dan pergerakan kritis, motivasi dan support penguasa daerah.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gagasan Ketahanan Produksi di Madina Masa Covid-19

    Gagasan Ketahanan Produksi di Madina Masa Covid-19

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Saat ini pemerintah pusat hingga daerah, juga DPR hingga DPRD “memproklamirkan” bantuan langsung tunai (BLT) dan Sembako untuk rakyat mengatasi dampak ekonomi akibat pandemi Corona (Covid-19). Pertanyaannya: apakah BLT dan sembako itu cukup mengatasi krisis ekonomi rakyat? Berapa lama ketahanan sembako itu? Cukupkah untuk 3 bulan pertama? Lalu setelah 3 bulan pertama berlalu, apakah negara […]

  • Ikan Jurung di Lubuk Larangan Aek Pohon

    Ikan Jurung di Lubuk Larangan Aek Pohon

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Manndailing Online) – Lubuk larangan di Sungai Aek Pohon, Pidoli, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) dibuka untuk halayak umum, Minggu (28/4/2013). Daya tarik lubuk larangan benar-benar selalu memikat sejak dahulu. Ratusan penduduk Madina dari berbagai penjuru kecamatan tumpah ruah di sepanjang aliran sungai dan bergerombol dalam titik-titik lubuk. Mereka membawa jala. Tetapi ada juga yang […]

  • 7 bintara Polres Taput positif narkoba

    7 bintara Polres Taput positif narkoba

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    TARUTUNG – Sejumlah tujuh personil Kepolisian Resort (Polres) Tapanuli Utara (Taput) berpangkat bintara dinyatakan positif menggunakan narkoba. “Dari 422 personil Polres Taput yang melakukan tes urine, ternyata ada sebanyak 7 Bintara yang positif telah mengkomsumsi Narkoba,” kata Kasubbag Humas Polres Taput, Aiptu W Baringbing, kemarin. Ditegaskan dia, awalnya ada 27anggota dicurigai sebagai pengkomsumsi narkoba. Namun […]

  • Harimau Serang Hewan Ternak, Sekda Madina Sarankan Siskamling

    Harimau Serang Hewan Ternak, Sekda Madina Sarankan Siskamling

    • calendar_month Minggu, 30 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    KOTA NOPA ( Mandailing Online ) bukannya di desak agar BKSDA melakukan penangkapan terhadap harimau yang telah mengancam kehidupan dan menyerang hewan ternak warga desa Gunung Tua MS, Kecamatan Kota Nopan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina )  Pemda Madina melalui Camat justru mengintruksikan agar warga mengadakan siskamling di desa dan desa terdekat. “adakan siskamling di […]

  • Ini Langkah PUPR Madina untuk Mengembalikan Produktivitas Lahan Pertanian

    Ini Langkah PUPR Madina untuk Mengembalikan Produktivitas Lahan Pertanian

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Agar lahan pertanian bisa kembali produktif dan pemukiman masyarakat terhindar dari bahaya banjir, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mandailing Natal akan melaksanakan beberapa pekerjaan baik untuk rehabilitasi jaringan irigasi maupun rehabilitasi tanggul sungai yang akan direalisasikan di akhir tahun 2025 ini, Dimana ada […]

  • Merasa Diancam,  Nekson Akan Adukan Ahmad Ravi ke Polda

    Merasa Diancam, Nekson Akan Adukan Ahmad Ravi ke Polda

    • calendar_month Selasa, 12 Jun 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Merasa mendapat ancaman fisik, Nekson Tanjung salah satu tim kampanye Djarot-Sihar akan mengadukan satu akun ke Polda Sumut. Nekson akan mengadukan akun facebook Ahmad Ravi ke Polda Sumut dalam waktu dekat. Pemilik akun Ahmad Ravi di facebook ini disebut-sebut berprofesi wartawan di salah satu media terbitan Medan. Di kolom komentar pada […]

expand_less