Rabu, 7 Okt 2026
light_mode

Dua Kursi, Satu Kepala: Di Antara Basa-basi Politik dan Tuntutan Aksi Nyata

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Di Mandailing Natal, panggung politik belakangan ini dipenuhi dua nada yang berjalan beriringan: rekomendasi yang terdengar rapi dari legislatif, dan komitmen yang terdengar siap dari eksekutif. Keduanya tampak sejalan—hingga publik bertanya: di mana titik temu antara kata dan kerja?

Di tengah simpul itu, berdiri satu posisi yang tidak biasa: figur yang memikul dua logika sekaligus—ritme legislatif yang menuntut harmoni, dan mesin eksekutif yang menuntut hasil. Dalam konteks ini, Aprizal Nasution menjadi titik temu—sekaligus titik uji—dari seluruh proses perubahan.

Dua Logika, Satu Kepala

Sebagai penghubung ke legislatif, ia dituntut menjaga hubungan tetap cair, forum tetap produktif, dan friksi tetap terkendali.
Sebagai pengendali birokrasi, ia dituntut memaksa sistem bergerak, menekan OPD, dan memastikan hasil terlihat.

Masalahnya, dua logika ini tidak selalu sejalan.

Menjaga semua pihak nyaman sering berarti menunda keputusan keras.
Mendorong perubahan cepat sering berarti membuka risiko politik.

Di sinilah muncul pilihan yang tidak pernah netral: memelihara keseimbangan, atau memecah kebuntuan.

Basa-basi Politik: Nyaman, Tapi Menahan Laju

Rekomendasi yang “komprehensif” sering kali berakhir sebagai bahasa yang aman:

* semua hal dianggap penting,
* tidak ada prioritas yang dipaksa,
* tidak ada tenggat yang mengikat.

Dalam kondisi seperti ini, sistem cenderung bergerak pelan—bahkan diam—tanpa terlihat bersalah.

Basa-basi politik bekerja halus: ia tidak menolak perubahan, tetapi juga tidak mendorongnya cukup jauh.

Tuntutan Aksi Nyata: Jangan Tunda

Di sisi lain, publik tidak menunggu kesempurnaan dokumen. Publik menunggu:
* layanan yang membaik,
* keputusan yang jelas,
* dan hasil yang bisa dirasakan.

Di sinilah tekanan sesungguhnya berada.
Bukan pada seberapa lengkap rekomendasi, tetapi seberapa cepat sikap politis berubah menjadi tindakan terukur.

Psikologi Kekuasaan: Mengapa Semua Terasa Lambat

Dalam posisi rangkap, ada kecenderungan alami:
* memilih langkah paling aman,
* meredam konflik,
* menjaga semua pihak tetap nyaman.

Namun efek sampingnya jelas: perubahan menjadi lambat, bahkan jadi nihil.

Bukan karena tidak tahu harus berbuat apa — tetapi karena terlalu banyak yang harus dipertimbangkan.

Titik Balik: Penyeimbang — Penggerak Reformis

Justru di sinilah peluang besar itu ada.

Posisi rangkap bukan hanya beban, tetapi juga tuas kekuasaan yang utuh:
* memahami bagaimana rekomendasi lahir,
* mengetahui di mana birokrasi tersendat,
* dan memiliki otoritas untuk menggerakkan keduanya secara reformis.

Jika digunakan dengan berani, satu kepala ini bisa memutus siklus lama: dari basa-basi menjadi aksi berani.

Bukti Nyali Itu Harus Terukur

Jika ingin keluar dari pola lama, maka yang dibutuhkan bukan lagi pernyataan — tetapi keputusan yang bisa diuji:
* setiap rekomendasi dipecah menjadi aksi konkret,
* ada penanggung jawab yang jelas,
* ada tenggat waktu yang diumumkan,
* ada laporan progres yang dibuka ke publik.

Tanpa itu, semua akan kembali ke titik awal: rapi di atas kertas, lemah di lapangan.

Penutup: Publik Puas atau Publik Frustrasi

Pada akhirnya, ini bukan soal jabatan rangkap.

Ini soal pilihan.

Tetap berada di tengah—aman bagi semua pihak, atau melangkah ke depan—berisiko, tetapi membawa perubahan.

Karena di mata publik, ukuran kepemimpinan tidak lagi pada keseimbangan yang dijaga,
melainkan pada keberanian memecahkan kebuntuan.

Dan di titik itulah, semua akan melihat dengan jelas: apakah yang bekerja adalah basa-basi politik — atau aksi berani? Kepuasan publik atau frustrasi publik.***

 

Tim Mandailing Epicentrum, wadah pemikiran dan pergerakan kritis, motivasi dan support penguasa daerah.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Walikota Putuskan Kontrak 31 Proyek

    Walikota Putuskan Kontrak 31 Proyek

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan. Walikota Padangsidimpuan Zulkarnaen Nasution memutuskan kontrak 31 proyek yang tidak selesai hingga 30 Desember 2012 kemarin. Pemutusan ini dilakukan berdasarkan ketentuan yang terkandung dalam Perpres No. 54 tahun 2010. Sebelumnya walikota Padangsidimpuan telah memonitoring pelaksanaan proyek di lapangan. Monitoring tersebut juga disertai Inspektorat dan dinas terkait. Saat itu ditemukan berbagai masalah, seperti kurangnya kualitas […]

  • Bupati Didesak Instruksi PNS dan Siswa Test Urine Rutin

    Bupati Didesak Instruksi PNS dan Siswa Test Urine Rutin

    • calendar_month Rabu, 23 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGSIDIMPUAN (Mandailing Online) – Seluruh Kepala Daerah di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) didesak mengeluarkan intruksi agar seluruh PNS/honorer, guru dan siswa dilakukan test urine mendeteksi narkoba. Dan test urine tersebut hendaknya dilakukan secara rutin agar pemakaian narkoba bisa dibasmi. Itu disampaikan Ketua Persatuan Advokad Indonesia (Peradi) Tabagsel, H.Ridwan Rangkuti, SH.MH melalui pers rilis yang […]

  • Disepakati Lion Air Buka Rute Penerbangan Madina-Medan dan Madina-Padang

    Disepakati Lion Air Buka Rute Penerbangan Madina-Medan dan Madina-Padang

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        JAKARTA (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menemui Pemilik Lion Air Rusdi Kirana di Lantai 7, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Bupati Saipullah didampingi Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang. Ketiganya membahas pembukaan jalur penerbangan dari dan ke Bandar Udara Jenderal Besar Abdul Haris […]

  • Yayasan Mataniari Genjot Program Investasi Kehutanan Berbasis Masyarakat

    Yayasan Mataniari Genjot Program Investasi Kehutanan Berbasis Masyarakat

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Yayasan Mataniari Sian Madina yang berbasis di Mandailing Natal (Madina) terus bergerak mengkampanyekan sekaligus menggenjot Program Investasi Kehutanan Berbasis Masyarakat. Program ini merupakan upaya Yayasan Mataniari melestarikan hutan dalam sumbangsihnya bagi mitigasi emisi karbon global yang juga sekaligus memperkuat posisi kesejahteraan masyarakat yang bermukim di zona penyagga hutan. Sebab, hutan adalah asset sumber daya […]

  • Rekaman Suara “Osama” Ancam Prancis Pemerintah Prancis menanggapi ancaman ini dengan sangat serius.

    Rekaman Suara “Osama” Ancam Prancis Pemerintah Prancis menanggapi ancaman ini dengan sangat serius.

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Stasiun televisi berita Al-Jazeera, Rabu 27 Oktober 2010, menyiarkan rekaman seseorang, yang diduga adalah suara Osama bin Laden, pemimpin jaringan teroris al-Qaeda. Dalam rekaman tersebut, bin Laden memperingatkan pemerintah Prancis menarik tentaranya dari Afghanistan dan mencabut larangan pemakaian burqa. “Jika kalian ingin menindas kami dan berpikir bahwa kalian berhak melarang wanita mengenakan burqa, berarti kami […]

  • Tahun Ini tak Ada Penerimaan CPNS untuk Guru dan Tenaga Medis

    Tahun Ini tak Ada Penerimaan CPNS untuk Guru dan Tenaga Medis

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Masyarakat yang berkeinginan menjadi pegawai negeri sipil harus bersabar. Pasalnya, pemerintah tahun ini tidak membuka formasi apapun untuk pelamar umum kecuali lulusan sekolah ikatan dinas. “Tidak ada itu penerimaan CPNS di luar sekolah ikatan dinas. Tahun ini masanya moratorium,” tegas‎ Asdep Koordinasi Kebijakan, Penyusunan, Evaluasi Program dan Pembinaan SDM Apratur Bambang Dayanto Sumarsono‎ […]

expand_less