Rabu, 24 Jun 2026
light_mode

Dua Kursi, Satu Kepala: Di Antara Basa-basi Politik dan Tuntutan Aksi Nyata

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Di Mandailing Natal, panggung politik belakangan ini dipenuhi dua nada yang berjalan beriringan: rekomendasi yang terdengar rapi dari legislatif, dan komitmen yang terdengar siap dari eksekutif. Keduanya tampak sejalan—hingga publik bertanya: di mana titik temu antara kata dan kerja?

Di tengah simpul itu, berdiri satu posisi yang tidak biasa: figur yang memikul dua logika sekaligus—ritme legislatif yang menuntut harmoni, dan mesin eksekutif yang menuntut hasil. Dalam konteks ini, Aprizal Nasution menjadi titik temu—sekaligus titik uji—dari seluruh proses perubahan.

Dua Logika, Satu Kepala

Sebagai penghubung ke legislatif, ia dituntut menjaga hubungan tetap cair, forum tetap produktif, dan friksi tetap terkendali.
Sebagai pengendali birokrasi, ia dituntut memaksa sistem bergerak, menekan OPD, dan memastikan hasil terlihat.

Masalahnya, dua logika ini tidak selalu sejalan.

Menjaga semua pihak nyaman sering berarti menunda keputusan keras.
Mendorong perubahan cepat sering berarti membuka risiko politik.

Di sinilah muncul pilihan yang tidak pernah netral: memelihara keseimbangan, atau memecah kebuntuan.

Basa-basi Politik: Nyaman, Tapi Menahan Laju

Rekomendasi yang “komprehensif” sering kali berakhir sebagai bahasa yang aman:

* semua hal dianggap penting,
* tidak ada prioritas yang dipaksa,
* tidak ada tenggat yang mengikat.

Dalam kondisi seperti ini, sistem cenderung bergerak pelan—bahkan diam—tanpa terlihat bersalah.

Basa-basi politik bekerja halus: ia tidak menolak perubahan, tetapi juga tidak mendorongnya cukup jauh.

Tuntutan Aksi Nyata: Jangan Tunda

Di sisi lain, publik tidak menunggu kesempurnaan dokumen. Publik menunggu:
* layanan yang membaik,
* keputusan yang jelas,
* dan hasil yang bisa dirasakan.

Di sinilah tekanan sesungguhnya berada.
Bukan pada seberapa lengkap rekomendasi, tetapi seberapa cepat sikap politis berubah menjadi tindakan terukur.

Psikologi Kekuasaan: Mengapa Semua Terasa Lambat

Dalam posisi rangkap, ada kecenderungan alami:
* memilih langkah paling aman,
* meredam konflik,
* menjaga semua pihak tetap nyaman.

Namun efek sampingnya jelas: perubahan menjadi lambat, bahkan jadi nihil.

Bukan karena tidak tahu harus berbuat apa — tetapi karena terlalu banyak yang harus dipertimbangkan.

Titik Balik: Penyeimbang — Penggerak Reformis

Justru di sinilah peluang besar itu ada.

Posisi rangkap bukan hanya beban, tetapi juga tuas kekuasaan yang utuh:
* memahami bagaimana rekomendasi lahir,
* mengetahui di mana birokrasi tersendat,
* dan memiliki otoritas untuk menggerakkan keduanya secara reformis.

Jika digunakan dengan berani, satu kepala ini bisa memutus siklus lama: dari basa-basi menjadi aksi berani.

Bukti Nyali Itu Harus Terukur

Jika ingin keluar dari pola lama, maka yang dibutuhkan bukan lagi pernyataan — tetapi keputusan yang bisa diuji:
* setiap rekomendasi dipecah menjadi aksi konkret,
* ada penanggung jawab yang jelas,
* ada tenggat waktu yang diumumkan,
* ada laporan progres yang dibuka ke publik.

Tanpa itu, semua akan kembali ke titik awal: rapi di atas kertas, lemah di lapangan.

Penutup: Publik Puas atau Publik Frustrasi

Pada akhirnya, ini bukan soal jabatan rangkap.

Ini soal pilihan.

Tetap berada di tengah—aman bagi semua pihak, atau melangkah ke depan—berisiko, tetapi membawa perubahan.

Karena di mata publik, ukuran kepemimpinan tidak lagi pada keseimbangan yang dijaga,
melainkan pada keberanian memecahkan kebuntuan.

Dan di titik itulah, semua akan melihat dengan jelas: apakah yang bekerja adalah basa-basi politik — atau aksi berani? Kepuasan publik atau frustrasi publik.***

 

Tim Mandailing Epicentrum, wadah pemikiran dan pergerakan kritis, motivasi dan support penguasa daerah.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemda Se-Tabagsel Harus Total Tangani Covid-19

    Pemda Se-Tabagsel Harus Total Tangani Covid-19

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Melihat grafik perkembangan ODP dan PDP yang terus naik, pemerintah daerah di Tabagsel harus totalitas menanggulangi covid-19. Pemerintah daerah tidak bisa lagi setengah-setengah. Kepala daerah melalui gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 yang dalam hal ini kepala BPBD harus mengintensifkan konsolidasi lintas sektoral agar informasi terkait dengan virus Corona harus up […]

  • Amerika Will Take Over Gaza, Adakah Penguasa Mulim Berani Melawan?

    Amerika Will Take Over Gaza, Adakah Penguasa Mulim Berani Melawan?

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Sombong! Angkuh! Biadab! Bengis! Kata-kata yang layak dilayangkan kepada Amerika khususnya Donald Trump. Andai masih ada kata yang lebih kasar dari kata-kata tersebut, jauh lebih layak disematkan kepada sosok yang  berlagak pahlwan, tetapi sesungguhnya adalah perampok dan penjajah yang bertopengkan retorika. Ucapan-ucapannya bak sihir mampu mempengaruhi penguasa negara-negara […]

  • Jarang Ikuti Agenda DPRD Madina, BKD Berencana Panggi Nasrul Hilmi Nasution

    Jarang Ikuti Agenda DPRD Madina, BKD Berencana Panggi Nasrul Hilmi Nasution

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Jarangnya hadir dalam setiap agenda resmi DPRD, Nasrul Hilmi Nasution Anggota DPRD Mandailing Natal ( Madina ) dari Partai Golkar mulau diperbincangkan. Hilmi yang akrab disapa itu sendiri adalah anak kandung dari Bupati Madina Saipullah Nasution dan ia menjadi sorotan karena jarang hadir. Ketua DPD Golkar Madina Aswin Parinduri yang […]

  • Inilah Surat Cinta Borkat-Megalia

    Inilah Surat Cinta Borkat-Megalia

    • calendar_month Minggu, 19 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cut Dian Satriana, istri Direktur Eksekutif DPD Partai Demokrat Sumut, Borkat Hasibuan, membeberkan tiga indikasi perselingkuhan suaminya dengan Megalia Agustina, anggota Fraksi Demokrat DPRD Sumut. Indikasi ini dipapar Cut hanya beberapa jam setelah Megalia bersama suaminya, Muhammad Herry, menggelar konferensi pers di rumahnya, Jl Karya Kasih, Kompleks Karya Kasih Residence No 1, Medan Johor, Medan, […]

  • Selama Ramadhan, Jerman Bebaskan Pajak Pemilik Usaha Restoran dan Pasar Muslim

    Selama Ramadhan, Jerman Bebaskan Pajak Pemilik Usaha Restoran dan Pasar Muslim

    • calendar_month Sabtu, 11 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JERMAN (Mandailing Online) – Kanselir Jerman Angela Merkel hari Sabtu (4/6/2016) menandatangani keputusan untuk mengecualikan para pemilik restoran dan pasar Muslim dari pungutan pajak selaman bulan suci Ramadhan. Menurut laporan Russia Today, keputusan itu diambil agar rumah-rumah makan Muslim dapat menurunkan harga makanan untuk umat Islam yang berpuasa di bulan Ramadhan. Angela Merkel, wanita pertama […]

  • Pasaman Barat Akan Jadi Sentra Produksi Ikan Laut

    Pasaman Barat Akan Jadi Sentra Produksi Ikan Laut

    • calendar_month Minggu, 29 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIMPANG AMPEK : Pasaman Barat, satu wilayah berada di kawasan pantai barat Sumatera Barat memiliki potensi besar bidang perikanan, dan optimis punya prospek cerah untuk dikembangkan menjadi sentra produksi ikan laut terbesar di provinsi itu. Bupati Pasaman Barat Baharuddin di Simpang Ampek berjarak 200 km dari Kota Padang, mengatakan, ada lima kecamatan berada di kawasan […]

expand_less