Minggu, 18 Okt 2026
light_mode

Gempa Sumatera, 8,9 SR di Depan Mata

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 5 Sep 2010
  • print Cetak


Gempa berkekuatan 6,0 skala richter mengguncang Bengkulu dini hari tadi. Getarannya dirasakan hingga Padang, sehingga masyarakat di sana ikut panik. Ahli gempa dari LIPI, Prof Danny Hilman, menegaskan, teror gempa di wilayah Sumatera belum akan berakhir.

Sumatera, khususnya di wilayah Mentawai menyimpan energi yang memicu gempa 8,9 SR . Zona subduksi yang menyimpan energi besar itu berbeda ‘tabungan’ dari gempa-gempa yang selama ini terjadi di Sumatera, seperti Nias, Bengkulu dan gempa Padang yang menewaskan hampir seribu orang itu pada September 2009 lalu.

“Baru sebagian (energinya) yang terlepas. Tahun 2007 lalu saat gempa terjadi di bagian selatan (Mentawai) hanya 1/3 yang terlepas, masih ada 2/3 lagi energi yang berpotensi memicu gempa 8,8 hingga 8,9 SR,” kata Danny saat dihubungi VIVAnews, Sabtu 4 September 2010.

Danny sendiri tak bisa memperkirakan kapan energi itu akan terlepas, bisa sebulan atau bahkan puluhan tahun. “Tapi kalau melihat gejala hari ini (gempa Bengkulu), ancaman (gempa besar) di wilayah Sumatera makin tinggi,” kata dia.

Dalam penjelasannya terkait potensi gempa Mentawai pada Juli 2010 lalu yang dimuat di laman youtube, Danny membeberkan, potensi gempa besar di Mentawai, Sumatera Barat ini sudah diteliti sejak tahun 1990. Penelitian dilakukan oleh sejumlah lembaga, termasuk LIPI yang bekerjasama dengan peneliti asing.

Secara garis besar, kata dia, ada dua metode yang dilakukan dalam penelitian berpuluh tahun itu, yakni metode geologi dan modern yang menggunakan alat-alat modern seperti global positioning system (GPS). GPS ini digunakan untuk memonitor pergerakan lempeng yang terkait proses gempa bumi.

Dari penelitian, katanya, secara historis, wilayah barat Sumatera memang banyak dilanda gempa besar. Pada 1993, misalnya gempa tercatat 8,4 SR. Di tahun 1833 pernah juga terjadi gempa dengan kekuatan 8,9 SR. “Jadi pernah terjadi gempa hampir 9 SR di barat Padang,” katanya. Sementara di wilayah utara Sumatera, khususnya di Andaman, baru tercatat dua kali gempa.

Intensitas gempa di wilayah Sumatera pada 2000 semakin meningkat, seperti Bengkulu, Simelue, dan Andaman. Dan yang paling mengejutkan pada ilmuwan adalah gempa di Andaman pada 2004 lalu dengan kekuatan 9,15 SR. “Karena tidak ada historikalnya (gempa besar). Jadi historikal saja tidak cukup, dalam geologi harus ada data lain,” kata dia.

Setelah rentetan gempa besar di Sumatera, mulai dari Aceh, Nias hingga Mentawai, menurut Danny, banyak yang menilai Padang sudah aman, artinya tidak akan ada gempa besar lagi.

Tetapi, dari penelitian yang dilakukannya bersama sejumlah lembaga lain, menunjukkan bahwa perhitungan tentang kandungan energi di Mentawai masih belum berimbang dibandingkan dengan gempa yang terjadi di sana pada 2007. “Energi yang terlepas, jauh lebih kecil hanya 1/3, artinya 2/3 masih tersimpan di sana, sampai sekarang,” kata Danny.

Kondisi Sebelum Gempa

Gempa besar di Sumatera dari penelitian terjadi dalam periode 200 tahun sekali. Sekarang ini energi besar yang diperkirakan menjadi sumber gempa di Sumatera itu masih terkunci. Dari hitung-hitungan, jika lempeng yang terdesak ke Sumatera rata-rata 6 cm per tahun dalam tempo 200 tahun akan mencapai 12 meter. “Kalau dilepaskan itungannya hampir 9 SR,” kata dia.

Dari penelitian selama 15 tahun diketahui pada abad 14 di Mentawai terjadi gempa besar dengan magnitude 9 SR. Gempa besar juga terjadi di abad 16 yang mengangkat pulau ini 1,2-1,5 meter. Namun dua gempa besar ini tidak tercatat dalam sejarah. Dua gempa besar ini diketahui lewat penelitian terhadap batu karang yang punya kemampuan luar biasa merekam turun naiknya permukaan air laut.

Danny juga membeberkan, ada kondisi-kondisi tertentu sebelum terjadinya gempa besar. Contohnya, Pulau Siberut yang tenggelam secara perlahan-lahan. Namun usai gempa besar, pulau ini naik hingga tiga meter. Kondisi serupa terjadi di Nias tahun 2005 silam. Sementara daratan Padang kini mengalami penurunan 1 hingga 1,5 meter. (pet)
sumber : Vivanews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Bupati Pastikan Bandara Mandailing Natal Rampung Akhir Tahun 2023

    Wakil Bupati Pastikan Bandara Mandailing Natal Rampung Akhir Tahun 2023

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online): Atika Azmi Utami Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) menyebutkan, bandara yang terletak di Kecamatan Bukit Malintang ini akan rampung pada ahir tahun 2023. Hal ini dikatakannya saat meninjau progres pembangunan bandara Bukit Malintang, Selasa (20/6/2023). “Saat ini progres pembangunannya sudah 34 persen, dan insyaallah ahir tahun ini selesai, dan untuk beroperasinya di […]

  • Pertumbuhan Ekonomi di Visi Misi Dahlan-Sukhairi

    Pertumbuhan Ekonomi di Visi Misi Dahlan-Sukhairi

    • calendar_month Minggu, 6 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mempercepat pembangunan infrastruktur untuk pertumbuhan ekonomi di Madina dan pemerataan pembangunan merupakan salah satu poin di dalam visi misi calon bupati/wakil bupati Dahlan-Sukhairi. Selain di bidang infrastruktur, meningkatkan pengelolaan sumber daya alam dan nilai tambah sektor pertanian juga pin lain di visi misi itu. Pasangan ini juga memberikan perhatian pada sector […]

  • Bus Pariwisata Jatuh di Jurang Jalinsum Titik Tambangan

    Bus Pariwisata Jatuh di Jurang Jalinsum Titik Tambangan

    • calendar_month Senin, 8 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Satu bus pariwisata mengalami kecelakaan di jalur Lintas Tengah Sumatera titik jembatan kecil simpang Angin Barat Lamo, Senin (8/2/2021) sekira pukul 12.15 WIB. Belum diketahui jumlah korban. Juga belum terpastikan penyebab kecelakaan. Lokasi kecelakaan itu berada di perbatasan Desa Muara Mais Jambur dengan Desa Lumban Pasir, Kecamatan Tambangan, Mandaililing Natal, Sumut. […]

  • Dugaan Korupsi Sertifikasi Guru, Polisi Kembali Periksa Sekda Labuhanbatu

    Dugaan Korupsi Sertifikasi Guru, Polisi Kembali Periksa Sekda Labuhanbatu

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LABUHANBATU: Lagi, Sekdakab Labuhanbatu diperiksa di Mapolres Labuhanbatu terkait dugaan korupsi dana sertifikasi guru se Labuhanbatu. Hasban Ritonga Sekdakab Labuhanbatu datang ke Mapolres di Jalan HM Thamrin Rantauprapat. Kamis 21 April 2011 ditemani Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Erwin Siregar. Hasban diperiksa dan dimintai ulang keterangannya di ruangan Res Ekonomi terkait kasus […]

  • Menpora Meminta Kasus Nurdin Halid Diproses

    Menpora Meminta Kasus Nurdin Halid Diproses

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng meminta aparat terkait untuk memproses fakta persidangan yang menyebutkan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid disebut turut menikmati uang hasil korupsi dari terpidana 1 tahun mantan GM Persisam Putra Samarinda, Aidil Fitri. “Kalau ada fakta persidangan yah harus diproses,” kata Andi kepada pers di kantor Presiden Jakarta, […]

  • Bimtek TP PKK Terindikasi Melanggar Hukum

    Bimtek TP PKK Terindikasi Melanggar Hukum

    • calendar_month Rabu, 17 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Miswaruddin Daulay Pemerhati Hukum dan Sosial Beberapa hari terakhir ini publik dikagetkan oleh berita tentang adanya Bimtek yang diterapkan kepada Tim Penggerak PKK Pemerintah Desa di Kabupaten Mandailing Natal. Bimtek ini menjadi kontroversi disamping suasana Covid-19, ketidakefektifan, tidak tepat sasaran, pemborosan  anggaran juga terindikasi melanggar hukum. Berdasarkan pengalaman sebelumnya dimana telah dilakukan beberapa […]

expand_less