Kamis, 4 Jun 2026
light_mode

Generasi Muda Amburadul Akibat Sistem Sekularisme

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 21 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd
Pemerhati Generasi Muda dan Anggota Komunitas Forum Kajian Akhwat Islam

Generasi muda adalah generasi penerus yang mana di tangan merekalah perubahan suatu bangsa itu berada, baik perubahan ke arah yang baik atau pun rusak. Semua itu tergantung bagaimana generasi ini dididik. Oleh karena itu, sangat penting sekali memperhatikan bagaimana pendidikan para generasi muda hari ini agar mereka bisa menjadi agent of change, terutama dalam pendidikan agama agar tidak terperosok dalam kubangan kemaksiatan.

Lihat saja hari ini bagaimana kelakuan para pemuda di setiap daerah, mereka sangat jauh dari Allah. Seperti fenomena balap liar yang terjadi baru-baru ini di Padang Sidempuan. Dimana karena kenakalan remaja ini sehingga mengakibatkan salah satu teman mereka meninggal dunia akibat bersenggolan dengan temannya saat melakukan balap liar. (Lampung.tribunnews.com)

Bukan hanya itu, baru-baru ini di Makassar seorang selegram bernama Ari Pratama ditikam oleh pacarnya sampai tewas dikarenakan sakit hati. (m.tribunnews.com)

Sungguh mengerikan sekali dan tentunya sangat memprihatinkan melihat kelakuan generasi muda hari ini. Mereka sama sekali tidak takut dalam melakukan kemaksiatan. Rasanya kemaksiatan itu menjadi hal wajar dalam kehidupan mereka.

Bagaimana tidak! Hal ini bisa terjadi tentunya karena diterapkannya sistem sekularisme-kapitalisme dalam kehidupan kita. Dimana dalam sistem sekularisme ini setiap aktivitas kehidupan selalu dipisahkan dengan agama. Sistem sekularisme memaksa manusia untuk tidak melibatkan Allah dalam setiap aktivitasnya.

Sistem ini juga membuat manusia selalu melakukan apa saja sesuai kehendak mereka walaupun jelas yang mereka lakukan dosa, mereka akan tetap melakukannya sebab mereka hanya melihat kesenangan dan manfaat apa yang mereka dapatkan dari melakukan seluruh aktivitas itu. Tidak peduli lagi halal dan haram suatu perbuatan.

Padahal jelas sekali sudah tampak kerusakan yang terjadi dalam kehidupan kita jika kita hidup tanpa aturan dari Sang Pencipta maka kehidupan kita akan rusak, sebab kita manusia memiliki sifat terbatas, serba kurang dan membutuhkan yang lebih dari kita yaitu Sang Pencipta dan Pengatur. Oleh karenanya, harusnya kita selalu melibatkan Allah dalam setiap aktivitas kita.

Allah sebagai pencipta sudah menyiapkan aturan yang jelas kepada seluruh umat manusia agar kita menerapkannya. Aturan itu sudah tertulis dalam Alquran dan Assunnah. Jadi harusnya, jika kita ingin menyiapkan generasi muda yang baik dan taat maka kita harus menjadikan sistem Islam kaffah sebagai aturan sebab hanya sistem inilah yang akan mampu memuliakan seluruh makhluk tanpa terkecuali.

Dan sistem Islam kaffah sudah terbukti diterapkan 1300 tahun yang lalu. Yang mana karena diterapkannya sistem Islam kaffah maka muncullah generasi muda yang sangat memukau dunia. Seperti muncul ahli bedah, muncul ahli astronomi, muncul penghafal hadist, muncul ahli gravitasi, dan lain-lain, yang mana semua generasi muda ini memberikan kontribusi kepada dunia sampai hari ini ilmu yang mereka gali selalu dimanfaatkan untuk kehidupan manusia hari ini. Begitulah memang mulianya dan berpotensinya manusia jika hidup dalam sistem Islam kaffah.

Maka harusnya ini membuat kita sadar bahwa hanya dengan diterapkannya aturan yang berasal dari Sang Pencipta kehidupan kita akan bahagia dunia dan akhirat.

Wallahu’alam bishowab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Teror via SMS, Wanita Mengaku Istri Mantan Pejabat Pemkab Madina Dilapor ke Polisi

    Teror via SMS, Wanita Mengaku Istri Mantan Pejabat Pemkab Madina Dilapor ke Polisi

    • calendar_month Sabtu, 20 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sumber : Harian Medan Bisnis / Editor : Dahlan Batubara   SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Seorang wanita mengaku istri mantan pejabat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dilaporkan ke polisi oleh Basrah Gabe Siregar (50), warga Jalan T Umar, Padangsidimpuan. Demikian dilansir Harian Medan Bisnis Daily.com edisi 20 Mei 2017. Hanya saja, status wanita itu belum […]

  • Interupsi, Kopi Do Di Hamu, Amang?

    Interupsi, Kopi Do Di Hamu, Amang?

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BIAR tak dikatai ‘Kuper’ atau nggak gaul, nai Heppot jadi latah pakai istilah khususnya saat melayani tamu pelangannya. Saat amani Jamotan dan kawan-kawannya asyk memperbincangkan kasus Century, dan sampai lupa pula memesan kopi, tiba-tiba ia nongol sambil mendekatkan sendok ke mulutnya layaknya operator gendang kibor ngetest mikropon. “Interupsi, kopi do di hamu, Amang? Dari tadi […]

  • Sorikmas Mining Bantu Penimbunan Jalan

    Sorikmas Mining Bantu Penimbunan Jalan

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    Perusahaan PT Sorikmas Mining membantu penimbunan jalan lintas Malintang – Tanjung Sialang, Jumat (20/9). Jalan lintas desa Malintang Jae – Tanjung Sialang ini merupakan jalur vital masyarakat menuju sentra perkebunan masyarakat pada dua desa itu. (MO)

  • 14 Desa di Panyabungan Timur Ikuti Karnaval Budaya

    14 Desa di Panyabungan Timur Ikuti Karnaval Budaya

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Tidak hanya tingkat Kabupaten, Karnaval Budaya memeriahkan HUT ke 78 RI di Mandailing Natal ( Madina ) ternyata juga diadakan di setiap Kecamatan yang ada. Di Kecamatan Panyabungan Timur usai melaksanakan Upacara Detik Detik Proklamasi hari ini Kamis 17/8/2023, Pemerintah Kecamatan mengadakan Karnaval Budaya. Karnaval itu berlangsung meriah yang diikuti […]

  • Usut Sumber Duit Amrin Tambunan

    Usut Sumber Duit Amrin Tambunan

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Terdakwa korupsi Tunjangan Pendapatan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD) Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2005 senilai Rp 1,5 miliar lebih, Amrin Tambunan, mengembalikan uang sebesar Rp 1,5 M. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia mendesak sumber duit Amrin Tambunan diusut. Penegasan ini disampaikan Sekretaris Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sumatera Utara (PKC PMII Sumut) Darwin Sipahutar melalui […]

  • Kampanye caleg mencapai Rp 20 M
    Tak Berkategori

    Kampanye caleg mencapai Rp 20 M

    • calendar_month Rabu, 1 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Mandailing online) – Politisi senior PDI Perjuangan Pramono Anung menilai biaya kampanye calon anggota legislatif (caleg) bervariasi mulai dari ratusan juta rupiah hingga mencapai Rp 20 miliar. “Ada caleg yang mengeluarkan biaya kampanye hingga Rp 20 miliar, pada pemilu 2009,” kata Pramono Anung pada diskusi peluncuran buku “Basa Basi Dana Kampanye” di Jakarta, tadi malam. […]

expand_less