Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

Generasi Muda Mandailing Mengalami Krisis “Partuturon”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 18 Des 2013
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Generasi muda Mandailing saat ini mulai mengalami gejala krisis “partuturon” (tutur sapa). Bahkan sudah banyak yang tak mengetahui dan memahami tentang “partuturon”.

Padahal, masyarakat Mandailing selama ini dikenal sebagai masyarakat yang sangat menjunjung tinggi etika. Dan salah satu unsur penting etika adalah “partuturon”.

“Untuk itu, penguasaan tentang “partuturon” harus diajarkan agar tetap dipahami,” kata Afifuddin Lubis pada pembukaan acara workshop Penguatan Adat Istiadat Budaya Mandailing di hotel Madina Sejahtera, Panyabungan, Selasa (17/12/2013).

Dikatakanya, “partuturon” mengatur dan menentukan bagaimana seseorang bersikap, berbicara dan bertutur terhadap orang lain, begitu juga sebaliknya.

Berdasarkan “partuturon” akan diketahui sejauh mana hubungan seseorang dengan orang lain berdasarkan hubungan darah, hubungan kekerabatan atau hubungan berdasarkan pekawinan.

Pada prinsipnya, “partuturon” merupakan etika, sikap dan tingkah laku sesorang jika berkomunikasi dengan orang lain.

“Tujuan penguasaan “partuturon” adalah untuk saling menghormati, menumbuhkan semangat persaudaraan, rasa persatuan dan semakin eratnya ikatan kekeluargaan yang harmonis,” bebernya.

Semakin baik seseorang dalam bertutur, dia akan dianggap mempunyai etika yang tinggi.

Prinsip “partuturon” didasarkan pada hubungan kekerabatan berdasarkan “Dalihan Na Tolu”. Dalam “partuturon” ketika digunakan sapaan “tulang”, “inangtulang” maka dapat dipastikan yang bersangkutan merupakan “mora” dari yang menyapa.

Kalau sapaan mengunakan “amangboru”, “namboru”, “babere”, “lae”, maka yang bersangkutan merupakan “anak boru” dari yang menyapa.

Juka sapaan menggunakan kata seperti “amangtua”, “amanguda”, maka yang bersangkutan merupakan “kahanggi”.

Agar krisis “partuturon” ini tak makin parah, diharuskan pengajaran melalui sekolah terutama pada tingkatan sekolah dasar dan sekola lanjutan tingkat pertama. Itu dianggap merupakan cara efektif dalam menumbuhkan budaya “martutur” di kalangan generasi muda.

Kemudian dorongan pengajaran melalui jalur keluarga. Juga melalui jalur kelompok seperti kelompok “parsadaan” semisal parsadaan marga. Serta melalui organisasi kemasyarakat yang berbasis budaya.

Diungkapkannya, sejauh ini kendala dalam pengajaran “partuturon” akibat masih kurangnya kesadaran sebagaian keluarga tentang pentingnya “partuturon”.

“Kemudian pada keluarga Mandailing yang tinggal di luar Mandailing banyak yang tidak dapat berbahasa Mandailing,” katanya.

Kadangkala sapaan “partuturon” yang mereka gunakan sudah mengikuti alur sapaan makcik digunakan untuk sapaan terhadap “namboru” atau “inangtulang” dan pakcik untuk “tulang” dan “amangboru”.

Peliput/editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Dia Jadwal Tahapan Pilkades di Madina

    Ini Dia Jadwal Tahapan Pilkades di Madina

    • calendar_month Rabu, 19 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tanggal 19 Oktober hingga 03 November 2016 : Pendataan Daftar Pemilih dan Penetapan Daftar Pemilih. Tanggal 31 Oktober hingga 08 November 2016 : Pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa Tanggal 09 hingga 11 November 2016 :  Pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa ke II Tanggal 12 hingga 13 November 2016 :  Pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa ke […]

  • Jika Keracunan itu Akibat Siomai, Mengapa Konsumen di Desa Lain Tak Keracunan?

    Jika Keracunan itu Akibat Siomai, Mengapa Konsumen di Desa Lain Tak Keracunan?

    • calendar_month Jumat, 12 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Peliput : Salman Rais Daulay / Editor : Dahlan Batubara   MUARASIPONGI (Mandailing Online) – Padil, penjual siomai yang biasa berkeliling di Kecamatan Muara Sipongi mengaku terkejut mendengar ada anak-anak keracunan di Desa Simpang Mandepo. Pria yang  berdomisili di Pasar Muarasipongi itu menjawab Mandailing Online, Jum’at malam (12/5/2017) menyatakan keterkejutannya mendengar keracunan itu disebut-sebut diduga […]

  • PKS Madina Resmi Dukung Yusuf-Imron

    PKS Madina Resmi Dukung Yusuf-Imron

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Madina resmi mendukung dan memperjuangkan pasangan calon bupati/wakil bupati Madina Drs. HM. Yusuf Nasution,Msi – H. Imron Lubis,S.Pd.MM di Pilkada Madina 2015. Peresmian dukungan itu dilakukan di sekretariat DPD PKS Mandailing Natal (Madina) Jl. Willem Iskander, Pidoli, Panyabungan, Minggu malam (23/8) dihadiri pasangan calon […]

  • Ini Dia Kasus Terminal Panyabungan Yang Menyeret Kadis Perhubungan Sebagai Tersangka Korupsi 1,7 Milyar

    Ini Dia Kasus Terminal Panyabungan Yang Menyeret Kadis Perhubungan Sebagai Tersangka Korupsi 1,7 Milyar

    • calendar_month Rabu, 3 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Polres Madina menetapkan Kepala Dinas Perhubungan Madina sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan terminal Panyabungan. Dan sejatinya Harlan ditahan pada Serlasa Malam, tetapi karena adanya surat permohonan penangguhan penahanan dari bupati Madina dan dan Plt sekda Madina dan jaminan dari istri tersangka mengakibatkan polisi tak jadi menahan Harlan. Lalu bagaiamana […]

  • Film Mandailing “Madina & Mustafa” Dirilis Jelang Lebaran

    Film Mandailing “Madina & Mustafa” Dirilis Jelang Lebaran

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menjelang lebaran dua film Mandailing akan dirilis ke pasar. Yakni film “Senandung Willem” dan film “Madina & Mustafa”. Kedua film tersebut diproduksi dua pihak yang berbeda. Film “Madina & Mustafa” diproduksi oleh Willis Tinating Com & Kudel Baiya Ent & Film yang berbasis di Pidoli, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Sedangkan film […]

  • Kemauan Politik Untuk Kopi Mandailing

    Kemauan Politik Untuk Kopi Mandailing

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Ratusan sudah nama “Mandheling Coffee” diproduksi puluhan negara dan menjadi salah satu bubuk kopi bergengsi di dunia internasional. Nomenclatur “Mandheling Coffee” pada merek dagang kopi di pasar internasional telah menobatkan nama Mandailing sangat terkenal di dunia. Tetapi, kopi Mandailing justru saat ini nyaris tak terlihat di tanah Mandailing. Kebun-kebun kopi rakyat di Mandailing surut […]

expand_less