Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

Golkar Akan Perjuangankan Anggaran Untuk Desa Rp 1 M

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
  • print Cetak


SIMALUNGUN : Partai Golkar akan memperjuangkan anggaran
untuk setiap desa sebesar Rp 1 miliar per tahunnya, yang diharapkan
bertujuan mempercepat pembangunan pedesaan.

Ini disampaikan Anggota DPR Ali Wongso Sinaga didampingi Ketua Fraksi
Golkar DPRD Simalungun, Timbul Jaya Sibarani, kemarin saat meninjau
proyek Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (P2IP) tahun 2010 di
Kabupaten Simalungun.

Politisi dari Partai Golkar ini menambahkan, di Indonesia ada sekitar
70 ribu desa, sehingga dengan adanya anggaran tersebut, dapat
mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di
pedesaan.

“Golkar akan memperjuangan agar anggaran Rp 1 miliar untuk setiap desa
dapat ditampung,” ujarnya.
Khusus untuk di Kabupaten Simalungun, ada lima Nagori (desa) yang
mendapat proyek P2IP, yakni Nagori Tiga Runggu Kecamatan Purba, Nagori
Dolok Parmonangan Kecamatan Dolok Panribuan, Kelurahan Perdagangan IV
dan V, serta Nagori Pardomuan Nauli Kecamatan Bandar.

Setiap Nagori mendapatkan bantuan Rp 250 juta yang bersumber dari APBN tahun
2010. Proyek P2IP pengerjaanya langsung ditangani masyarakat dan
diawasi Satuan Kerja PU Cipta Karya Sumut dan Dinas Perkimbagwil
Kabupaten Simalungun.

Proyek P2IP yang dikunjungi pertama ke Nagori Dolok Parmonangan
tepatnya di Perumnas, dimana sesuai kesepakatan masyarakat
diperuntukkan untuk pembangunan saluran parit. Dalam kunjungan
tersebut, masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Ali Wongso yang
telah memperjuangkan Kabupaten Simalungun mendapatkan proyek tersebut.

Menurut salah seorang warga, boru Sinaga, selama ini daerah mereka
selalu kebanjiran, dan dengan pembangunan parit tersebut dapat
mengatasi masalah banjir selama ini.
Sedangkan di Huta Baru Nagori Dolok Parmonangan, menurut S Siregar
dari Organaisasi Masyarakat( OMS) sebagai fasilitator proyek tersebut,
bantuan P2IP digunakan masyartakat untuk membangun parit sepanjang 800
meter.

Sedangkan di Kelurahan Perdagangan, dana P2IP digunakan masyarakat
untuk pembangunan jalan cor beton di lokasi pemukiman, yang selama ini
dari tanah sehingga jika hujan akan berlumpur. Di Nagori Pardomuan
Nauli, proyek P2IP digunakan untuk membangun tembok penahan badan
jalan yang menghubungkan Huta Ganjang menuju Huta Jati. Dimana daerah
itu selama ini terisolir, karena jalan tidak ada.

Usai melakukan penijauan proyek P2IP di Simalungun, Ali Wongso Sinaga
yang juga anggota Komisi V ini menyatakan kepuasannya atas
dilaksanakannya proyek tersebut oleh masyarakat. (js)
Sumber : Eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penambang Emas Ilegal Meninggal Tertimpa Kayu

    Penambang Emas Ilegal Meninggal Tertimpa Kayu

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jenazah Wawan (35) korban meninggal akibat tertimpa kayu di lokasi tambang emas ilegal Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal, diotopsi di RSUD Panyabungan, Jumat (13/05/2011). (Ist) |Sumber |: |Beritasumut

  • Sofwat Mendaftar di Golkar dan PPP

    Sofwat Mendaftar di Golkar dan PPP

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bakal Calon Bupati Madina, Brigjend TNI (Purn) M. Sofwat Nasution hari ini mendaftar di Golkar dan PPP. Rabu siang (13/11/2019), Sofwat dan rombongan mengembalikan berkas di DPD Partai Golkar Madina di Pidoli, Panyabungan. Sedangkan di sekretariat DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Parbangunan, Madina. Sejauh ini Sofwat Nasution telah […]

  • Wow, Meski di Dalam Penjara, Jagading Meraih 1 Kursi di Pemilu

    Wow, Meski di Dalam Penjara, Jagading Meraih 1 Kursi di Pemilu

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ir. Ali Makmur Nasution alias Jaganding diprediksi meraih kursi DPRD Mandailing Natal (Madina) pada Pemilu 2014 ini dari Dapil I. Ali Makmur pria yang juga menjabat ketua DPC Hanura Madina sudah mendekam di LP Sipapaga sejak bulan Pebruari 2014 lalu setelah keluarnya putusan kasasi Mahkamah Agung tanggal 12 September 2013 lalu […]

  • Pujakesuma Deklarasi Dukung SAHATA, Saipullah Pidato Bahasa Jawa

    Pujakesuma Deklarasi Dukung SAHATA, Saipullah Pidato Bahasa Jawa

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon bupati Madina Saipullah Nasution ternyata sangat mahir berbahasa Jawa. Nyaris sebagian besar durasi pidatonya disampaikan dalam bahasa Jawa pada acara Deklarasi Dukungan DPD Pujakesuma Madina kepada Saipullah-Atika yang berlangsung di Ball Room, Panggorengan, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Kamis (10/10/2024). Acara deklarasi berjalan lancar oleh pengurus Pujakesuma serta keluarga besar Pujakesmuma […]

  • MENGGUGAT EKSITENSI GENERASI MUDA

    MENGGUGAT EKSITENSI GENERASI MUDA

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Ennawaty Sari Mahasiswi STAIM   Westernisasi dalam dekade ini sudah merambah urat nadi masyarakat. Bukan hanya menimpa bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional namun lebih dari itu sudah mengarah kesoal kepribadian anak bangsa. Dengan mudah ditemukan fenomena penyimpangan sosial yang merambah prilaku remaja. Salah satu contoh yang jamak ditemukan penampilan remaja dewasa ini […]

  • Pertumbuhan Transportasi di Mandailing Masa Kolonial

    Pertumbuhan Transportasi di Mandailing Masa Kolonial

    • calendar_month Kamis, 2 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution Budayawan Tanggal 15 Desember 1847, Belanda menggalakkan kebijakan tanaman kopi di kawasan Mandailing Angkola. Asisten Residen A.P. Godon melibatkan pemerintahan raja-raja tradisional untuk memobilisasi budi daya kopi secara massal. Pemerintah kolonial memaksa setiap penduduk untuk menanam kopi dan hasilnya wajib dijual kepada Belanda dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah. Tetapi sampai […]

expand_less