Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Oknum TNI Miliki Kafe Prostitusi di Siantar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
  • print Cetak


MEDAN – Prostitusi di Kafe Nasional di tikungan manis Kelurahan Tong Simarimbun, Kecamatan Siantar Simarimbun, Pematangsiantar, berjalan mulus lantaran keterlibatan oknum TNI. Pekerja seks komersil (PSK) yang ditemui Tribun di Kafe Nasional mengaku aman lantaran ada beking dari oknum berseragam.

”Bahkan pemiliknya juga seorang oknum tentara. Makanya, banyak oknum petugas berpakaian loreng yang datang kemari melakukan penjagaan,” ujar Rd, saat ditemui Tribun, Selasa (25/1/2011) malam. Rekan Rd, Ay mengamini pendapat rekannya.

”Tidak takut karena tempat ini punya tentara yang setiap bulan memberikan setoran kepada aparat lainnya,” ujar PSK asal Medan ini.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0207 Simalungun Letkol (ARM) Anton Arianto Popang berjanji akan mengecek kebenaran anggotanya mengoperasikan dan membekingi kegiatan prostitusi di Kafe Nasional.
“Saya akan lihat dulu kebenarannya di lapangan dan akan memanggil anggota yang membekinginya untuk diberi nasihat. Kalau sudah dinasihati tetap saja menjalankan usaha yang menyalahi aturan, jangan salahkan saya bila dilakukan razia dan menutup tempat itu,” kata Anton, kemarin.

Ia berjanji akan berkoordinasi ke Pemko Siantar untuk mencabut izin Kafe Nasional bila benar losmen tersebut menjadi ajang prostitusi.

Ketua Komisi A DPRD Pematangsiantar Ibnu Harbani mengaku tidak mengetahui ada kegiatan prostitusi di Kafe Nasional, sebab selama ini dewan tidak pernah merestuinya kegiatan ini.

“Saya akan selidiki dan dibahas di Komisi A. Ini sudah mencoreng nama baik Kota Siantar. Dalam waktu dekat saya akan meyurati Pemko khususnya Satpol PP untuk melakukan razia dan pembongkaran,” kata Ibnu, kemarin.

Ia berjanji akan membahas prostitusi di Kafe Nasional dalam agenda paripurna dewan.
”Kalau benar di tempat itu ada prostitusi, maka harus ditertibkan dan dibongkar. Kalau memang losmen tersebut memiliki izin, maka izinnya akan dicabut,” katanya.
Ibnu juga berjanji akan mencari identitas oknum tentara yang menjadi beking kafe ini.

Kakak Beradik PSK Ay (18), PSK di Kafe Nasional, tikungan manis Kelurahan Tong Simarimbun, Kecamatan Siantar Simarimbun, mengatakan tarif per kamar di losmen ini beragam yaitu Rp 50 ribu, Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu. Kamar di losmen ini ada sekitar 20 ruangan.

“Walau pun ada tempat tidur yang disediakan tapi saya lebih memilih tinggal di kos. Di kos lebih nyaman dan teratur hidupnya, kalau tinggal di barak makanannya sesuka hati yang memasak jadi tidak sehat untuk di badan,” katanya, saat ditemui Tribun, Rabu (25/1/2011) malam.

Ia mengaku bekerja di tempat itu sekitar dua tahun bersama adik kandungnya.
”Hasilnya lumayanlah untuk memenuhi kehidupan sehari-hari,” ujar warga Medan ini.
Dia menyebut di setiap kamar sudah ada wanita yang menunggu pelanggan. Tarifnya tergantung negoisasi, ada Rp 350 ribu, dan paling rendah Rp 100 ribu.

Rekannya, Rd (22), mengaku pernah dikejar-kejar polisi saat razia bulan puasa lalu. Dia tertangkap, tapi kemudian dibebaskan.

“Saat razia saya lari lewat jendela dan dalam kondisi tanpa busana,” katanya.
Ia mengatakan semua PSK yang ada di lokasi ini selalu disuntik anti HIV/AIDS setiap bulan.
Sekali suntik Rp 50 ribu dan bagi yang tidak disuntik akan dikenakan denda Rp 300 ribu. Dokter yang menyuntik datang kemari dua kali dalam sebulan.

Rd mengaku menjadi PSK karena sudah cerai dari suami sekitar 2008 lalu.
Pantauan Tribun, losmen Kafe Nasional tidak terlihat seperti tempat prostitusi umumnya. Pagarnya juga tinggi.

Untuk masuk ke losmen tersebut tidak dipungut biaya hanya saja harus minum bir minimal sepasang.
Di lantai bawah disediakan musik yang berdentang keras dan lampu kelap-kelip.
Untuk urusan melepas syahwat, pelanggan harus ke lantai atas. (bey/rif)
Sumber : Tribun

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga dan Muspika Tinjau Lahan Sangketa Yang Digarap PT.PSU

    Warga dan Muspika Tinjau Lahan Sangketa Yang Digarap PT.PSU

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Warga 4 Desa bersama camat, Danramil dan Polsek Muara Soma kembali melakukan peninjauan lahan adat yang dikuasi PT. PSU di Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal (Madina). Laha-lahan tersebut telah ditanami sawit oleh PT. PSU (PT.Perkebunan Sumatera Utara), padahal lahan-lahan itu sudah bersertifikat atas nama masyarakat. Ke-empat desa itu adalah Desa […]

  • Pupuk Terlambat, Panen Padi Diperkirakan Merosot

    Pupuk Terlambat, Panen Padi Diperkirakan Merosot

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para petani di Siabu, Mandailing Natal dongkol. Pasalnya, hasil panen di musim tanam ini akan merosot akibat keterlambatan pendistribusian pupuk ke tingkat petani. “Waktu diperlukan pupuk tak ada. Ehh, menjelang padi berbulir pupuk pun dayang. Untuk apa lagi itu. Terlambat sudah.!!!!!,” kata Juan, (38), petani di Desa Huraba Kecamatan Siabu, Rabu […]

  • Hadapi Bencana Alam, Satpol PP Madina Dilatih 

    Hadapi Bencana Alam, Satpol PP Madina Dilatih 

    • calendar_month Selasa, 15 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Musim penghujan telah berlangsung, dan bencana alam di bulan bulan depan tidak dapat diprediksi, tetapi harus diantisipasi. Saat ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Linmas di Mandailing Natal (Madina) dilatih menghadapi bencana alam. Bupati Madina Jafar Sukhairi Nasution membuka pelatihan itu di lapangan masjid agung Nur Ala Nur, […]

  • Aksi Tari Ular, Ketua DPRD Madina Harusnya Arif dan Bijaksana

    Aksi Tari Ular, Ketua DPRD Madina Harusnya Arif dan Bijaksana

    • calendar_month Jumat, 28 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Persoalan tari ular di restauran Dapoer Nenek, Panyabungan yang menghebohkan Kabupaten Madina dalam dua hari ini terus memunculkan stigma baru. Sudah banyak yang mengklarifikasi dan memohon maaf. Tetapi beberapa oknum memplintir persoalan tari ular tersebut sebagai kelalaian Pemkab Madina. “Perlu diketahui bersama, Saudara Ketua DPRD Madina yang hadir di acara tersebut […]

  • Syahrul Kembali Rombak Kabinet

    Syahrul Kembali Rombak Kabinet

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lantik 12 Pejabat Eselon II & 8 Eselon III SIDIMPUAN; Bupati Tapanuli Selatan H Syahrul M Pasaribu kembali merombak ‘kabinetnya’ dengan melantik dan mengambil sumpah serta janji jabatan 12 pejabat eselon II dan delapan pejabat eselon III, Jumat (11/2). Beberapa pekan lalu, Syahrul juga telah mengganti sejumlah pejabat eselon tiga di lingkungan Pemkab Tapsel. Pejabat […]

  • Burhanuddin Siregar Sosok Pengusaha dan Politisi PKS Calon Bupati Madina

    Burhanuddin Siregar Sosok Pengusaha dan Politisi PKS Calon Bupati Madina

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Tak dapat dipungkiri, Kabupaten Mandailing Natal membutuhkan pemimpin dari figur pengusaha, yang memahami cara menggerakkan ekonomi rakyat, pun perekonomian daerah. Karena persoalan yang dihadapi rakyat Madina adalah masalah ekonomi. Dan akan kian mendekati sempurna jika figur pengusaha itu juga memiliki pengalaman sebagai politisi yang memahami belantara birokrasi daerah. Apalagi politisinya dari PKS (Partai Keadilan […]

expand_less