Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Oknum TNI Miliki Kafe Prostitusi di Siantar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
  • print Cetak


MEDAN – Prostitusi di Kafe Nasional di tikungan manis Kelurahan Tong Simarimbun, Kecamatan Siantar Simarimbun, Pematangsiantar, berjalan mulus lantaran keterlibatan oknum TNI. Pekerja seks komersil (PSK) yang ditemui Tribun di Kafe Nasional mengaku aman lantaran ada beking dari oknum berseragam.

”Bahkan pemiliknya juga seorang oknum tentara. Makanya, banyak oknum petugas berpakaian loreng yang datang kemari melakukan penjagaan,” ujar Rd, saat ditemui Tribun, Selasa (25/1/2011) malam. Rekan Rd, Ay mengamini pendapat rekannya.

”Tidak takut karena tempat ini punya tentara yang setiap bulan memberikan setoran kepada aparat lainnya,” ujar PSK asal Medan ini.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0207 Simalungun Letkol (ARM) Anton Arianto Popang berjanji akan mengecek kebenaran anggotanya mengoperasikan dan membekingi kegiatan prostitusi di Kafe Nasional.
“Saya akan lihat dulu kebenarannya di lapangan dan akan memanggil anggota yang membekinginya untuk diberi nasihat. Kalau sudah dinasihati tetap saja menjalankan usaha yang menyalahi aturan, jangan salahkan saya bila dilakukan razia dan menutup tempat itu,” kata Anton, kemarin.

Ia berjanji akan berkoordinasi ke Pemko Siantar untuk mencabut izin Kafe Nasional bila benar losmen tersebut menjadi ajang prostitusi.

Ketua Komisi A DPRD Pematangsiantar Ibnu Harbani mengaku tidak mengetahui ada kegiatan prostitusi di Kafe Nasional, sebab selama ini dewan tidak pernah merestuinya kegiatan ini.

“Saya akan selidiki dan dibahas di Komisi A. Ini sudah mencoreng nama baik Kota Siantar. Dalam waktu dekat saya akan meyurati Pemko khususnya Satpol PP untuk melakukan razia dan pembongkaran,” kata Ibnu, kemarin.

Ia berjanji akan membahas prostitusi di Kafe Nasional dalam agenda paripurna dewan.
”Kalau benar di tempat itu ada prostitusi, maka harus ditertibkan dan dibongkar. Kalau memang losmen tersebut memiliki izin, maka izinnya akan dicabut,” katanya.
Ibnu juga berjanji akan mencari identitas oknum tentara yang menjadi beking kafe ini.

Kakak Beradik PSK Ay (18), PSK di Kafe Nasional, tikungan manis Kelurahan Tong Simarimbun, Kecamatan Siantar Simarimbun, mengatakan tarif per kamar di losmen ini beragam yaitu Rp 50 ribu, Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu. Kamar di losmen ini ada sekitar 20 ruangan.

“Walau pun ada tempat tidur yang disediakan tapi saya lebih memilih tinggal di kos. Di kos lebih nyaman dan teratur hidupnya, kalau tinggal di barak makanannya sesuka hati yang memasak jadi tidak sehat untuk di badan,” katanya, saat ditemui Tribun, Rabu (25/1/2011) malam.

Ia mengaku bekerja di tempat itu sekitar dua tahun bersama adik kandungnya.
”Hasilnya lumayanlah untuk memenuhi kehidupan sehari-hari,” ujar warga Medan ini.
Dia menyebut di setiap kamar sudah ada wanita yang menunggu pelanggan. Tarifnya tergantung negoisasi, ada Rp 350 ribu, dan paling rendah Rp 100 ribu.

Rekannya, Rd (22), mengaku pernah dikejar-kejar polisi saat razia bulan puasa lalu. Dia tertangkap, tapi kemudian dibebaskan.

“Saat razia saya lari lewat jendela dan dalam kondisi tanpa busana,” katanya.
Ia mengatakan semua PSK yang ada di lokasi ini selalu disuntik anti HIV/AIDS setiap bulan.
Sekali suntik Rp 50 ribu dan bagi yang tidak disuntik akan dikenakan denda Rp 300 ribu. Dokter yang menyuntik datang kemari dua kali dalam sebulan.

Rd mengaku menjadi PSK karena sudah cerai dari suami sekitar 2008 lalu.
Pantauan Tribun, losmen Kafe Nasional tidak terlihat seperti tempat prostitusi umumnya. Pagarnya juga tinggi.

Untuk masuk ke losmen tersebut tidak dipungut biaya hanya saja harus minum bir minimal sepasang.
Di lantai bawah disediakan musik yang berdentang keras dan lampu kelap-kelip.
Untuk urusan melepas syahwat, pelanggan harus ke lantai atas. (bey/rif)
Sumber : Tribun

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sampai Kapan Batahan Bertahan

    Sampai Kapan Batahan Bertahan

    • calendar_month Kamis, 26 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Mobil ini terperosok di badan jalan raya berkubang lumpur. Tepatnya di titik Desa Bintungan Bejangkar, Kecamatan Batahan, Mandailing Natal, Sumut. Lihatlah foto itu dengan seksama. Lumpurnya mungkin lebih setinggi lutut pria dewasa. Berdasar laporan Sobirin warga Batahan menjawab Mandailing Online, Rabu malam (26/12/2019) mobil yang terjebak di jalan berlumpur ini tiga hari lalu saat […]

  • Bupati Madina Pinjam Rp 1 M Beli Harley

    Bupati Madina Pinjam Rp 1 M Beli Harley

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 6Komentar

    MEDAN, – Bupati Mandailing Natal Muhammad Hidayat Batubara mengaku uang Rp 1 miliar dari Direktur PT Bumi Lestari Surung Panjaitan dipakai untuk membeli sepeda motor Harley-Davidson. Pengakuan ini disampaikan Hidayat yang menjadi saksi kasus suap dengan terdakwa Surung Panjaitan di Pengadilan Tipikor Medan, Rabu (25/9/2013). Menurutnya, uang tersebut merupakan pinjaman dan bukan uang pelicin yang […]

  • 24 Murid Paud Permata Indah Wisuda

    24 Murid Paud Permata Indah Wisuda

    • calendar_month Senin, 30 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN SELATAN ( Mandailing Online) –  Sebanyak 24 orang murid PAUD Permata Indah, Roburan, Kecamatan Panyabungan di wisuda. Acara wisuda pada murid PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) tersebut berlangsung di gedung SDN 147 Roburan, Sabtu (28/5). Prosesi wisuda murid PAUD Permata Indah tersebut berlangsung hikmat dan meriah, dierangkai dengan berbagai prtunukan dari para murid PAUD […]

  • Prisia Nasution Petik Pelajaran dari Orang Rimba

    Prisia Nasution Petik Pelajaran dari Orang Rimba

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Dua Minggu berada di dalam pedalaman Hutan Bukit Duabelas, Jambi membuat Prisia Nasution memetik banyak pelajaran dari penghuni Hutan tersebut. Dirinya menilai terjadi ironi kehidupan di kota besar yang sangat klise. Menurut Phia, begitu ia disapa, Orang Rimba selalu menjalani hidup dengan bahagia meski dalam kondisi yang kurang memadai. Sedangkan di kota, orang-orang masih saja […]

  • Aksi Penipuan Marak Di Medan, Korbannya Pengusaha Perias Pengantin

    Aksi Penipuan Marak Di Medan, Korbannya Pengusaha Perias Pengantin

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    *Korban Ditipu Hingga Jutaan Rupiah MEDAN : Akhir-akhir ini aksi penipuan berkedok ingin menyewa pakaian pengantin dan pakaian daerah telah merebak di kawasan Medan sekitarnya. Korbannya pada umumnya pengusaha perias pengantin dan pengelola boutique. Korban mengaku dirugikan hingga jutaan rupiah, karena barang yang disewa raib dan tidak dikembalikan. Modus yang dilakukan sepasang suami istri itu […]

  • DAKWAH ITU WAJIB, TAK PERLU SERTIFIKAT

    DAKWAH ITU WAJIB, TAK PERLU SERTIFIKAT

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kementerian Agama (Kemenag) berencana meluncurkan Program Penceramah Bersertifikat mulai akhir September 2020 (Republika, 7/9). Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Kamaruddin Amin, menyebut target peserta program ini adalah 8.200 penceramah untuk tahun ini. Terdiri dari 8.000 penceramah di 34 provinsi dan 200 penceramah di pusat. Menag Fachrul Razi menyatakan Program Penceramah Bersertifikat dimaksudkan untuk mencegah penyebaran […]

expand_less