Minggu, 25 Okt 2026
light_mode

Longsor makan korban di Tapteng 500 meter

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
  • print Cetak

MEDAN – Longor yang terjadi di Desa Sibiobio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera utara mencapai lebih kurang 500 meter dan berada di delapan titik.

“Kedalaman longsor mencapai 5 sampai 20 meter dan lebar 3 tiga meter,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapteng, Bonaparte Manurung saat dihubungi dari Medan, Minggu.

Longsor tersebut, menurut dia, sempat menghilangkan lima warga Sibiobio karena terjatuh ke Sungai Garoga yang tidak begitu jauh dari lokasi kejadian.

“Longsor terjadi pada Jumat (21/11) sekitar pukul 19.00 WIB dan menghancurkan beberapa rumah warga yang berada di bawah pengunungan,” ujarnya.

Bonaparte menjelaskan, dari lima orang korban itu, empat di antaranya telah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh tim SAR (Search And Rescue), personel TNI AD, Polri, dan petugas BPBD Tapteng yang melakukan pencaraian Sabtu, (22/11) siang.

Ke empat korban itu yakni Saut Marito Zebua (28), Dalizato Zebua (20), Yunita Telaumbenua (20) dan Kaani Telaumbenua (18) merupakan warga Desa Sibiobio. Sedangkan, satu orang lagi korban yang belum ditemukan adalah seorang bayi yang masih berusia empat bulan, saat ini masih terus dalam pencarian.

“Pencarian yang dilakukan Sabtu (22/11) hingga pukul 16.00 WIB, belum membuahkan hasil dan terpaksa dihentikan untuk sementara,” katanya.

Ia menjelaskan, saat terjadinya longsor pada malam hari itu, rumah korban yang berada di bawah pegunungan, tidak hanya ditimpa material berupa tanah dan batu ukuran besa, tetapi juga pohon karet.

“Rumah warga yang dihantam tanah longsor itu masuk ke Sungai Garoga yang tidak berapa jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) dan hanyut dibawa arus sungai yang cukup dalam,” jelas Bonaparte.

Kepala BPBD menambahkan, ke empat korban longsor tersebut ditemukan tersangkut di rawa-rawa Sungai Garoga, setelah dicari aparat keamanan di Kabupaten Tapteng selama tujuh jam.

“Sebelum terjadinya tanah longsor yang merengut lima orang korban warga Sibiobio, hujan turun cukup deras dan juga terjadi banjir bandang,” kata Bonaparte.

Sumber : antara

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolda Diminta Usut Tuntas

    Kapolda Diminta Usut Tuntas

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara Kamaluddin Harahap datang meninjau langsung kondisi rumah Ketua KPU Kabupaten Mandailing Natal Jefri Anthoni di Jalan Abdul Haris Nasution, Lingkar Timur, Kayujati, Panyabungan, Sabtu (05/02/2011) siang. Kamal meminta Kapoldasu dan jajarannya sesegera mungkin menuntaskan permasalahan ini. Karena dari kondisi lapangan, kebakaran yang terjadi ada unsur kesengajaannya dan besar kemungkinan […]

  • 7 bintara Polres Taput positif narkoba

    7 bintara Polres Taput positif narkoba

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    TARUTUNG – Sejumlah tujuh personil Kepolisian Resort (Polres) Tapanuli Utara (Taput) berpangkat bintara dinyatakan positif menggunakan narkoba. “Dari 422 personil Polres Taput yang melakukan tes urine, ternyata ada sebanyak 7 Bintara yang positif telah mengkomsumsi Narkoba,” kata Kasubbag Humas Polres Taput, Aiptu W Baringbing, kemarin. Ditegaskan dia, awalnya ada 27anggota dicurigai sebagai pengkomsumsi narkoba. Namun […]

  • Warning Light Tak Berfungsi, Di Persimpangan Timbangan Pal 11

    Warning Light Tak Berfungsi, Di Persimpangan Timbangan Pal 11

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    TAPSEL, – Lampu peringatan (warning light) di Persimpangan Timbangan Pal 11, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapsel, tidak berfungsi. Bahkan, keberadaan fasilitas milik negara tersebut terkesan kurang terurus dan mubazir. Keberadaan fasilitas lampu peringatan yang terpasang tidak berfungsi alias lampunya tidak menyala lagi. Beberapa pengguna jalan yang melintas juga kurang memperhatikan keberadaan lampu tersebut. Padahal melihat […]

  • Wabub Madina Hadiri Penyerahan Remisi Bagi 325 WBP Lapas Kelas IIB Panyabungan

    Wabub Madina Hadiri Penyerahan Remisi Bagi 325 WBP Lapas Kelas IIB Panyabungan

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN( Mandailing Online)-  Sebanyak 325 orang warga binaan pemasyarakatan ( WBP )Lapas kela IIB Panyabungan, Mandailing Natal mendapat remisi dari Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkumham) pada HUT ke-78 Republik Indonesia. Penyerahan remisi tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution di Lapas Kelas II Panyabungan, Kecamatan Panyabungab, Madina, Sumut, Kamis (17/8/2023). […]

  • Oknum DPRD Tapsel Diduga Tilep Rp12 Juta Uang TI

    Oknum DPRD Tapsel Diduga Tilep Rp12 Juta Uang TI

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan diminta melaksanakan tugas fungsi dan kewenangannya terkait dugaan pelanggaran etika oknum anggota DPRD Robinton Simanjuntak yang ketahuan menerima dana tukar informasi ke Bogor namun tidak turut pada kegiatan Komisi II tersebut. Sesuai informasi dan data yang diperoleh wartawan, Komisi II DPRD Tapanuli Selatan melaksanakan Tukar […]

  • 22 dari 23 Kecamatan di Madina Endemik Malaria

    22 dari 23 Kecamatan di Madina Endemik Malaria

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Onlne) – Kecuali Kecamatan Pakantan, seluruh kecamatan di Mandailing Natal adalah kawasan endemik malaria. Itu artinya 22 dari 23 kecamatan merupakan kawasan sebaran virus berbahaya tersebut. Dan jenis malaria yang ada di Mandailing Natal (Madina) adalah jenis Plasmodium Palsifarum dan Plasmodium vivax. “Jenis Palsifarum yang paling bebahaya, karena merusak sekitar 86 persen sel […]

expand_less