Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Harun Mustafa Nasution Dorong Penegakan Hukum yang Setimpal Bagi Tersangka Pembunuh Anak Paskibra di Madina

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • print Cetak

Harun Mustafa Nasution Politisi Partai Gerindra Sumut ( ist )

MADINA ( Mandailing Online ): Harun Mustafa Nasution seorang politikus dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumut meminta penegakan hukum yang tepat bagi pelaku pembunuhan terhadap Diva Febriani siswa Paskibra di Kecamatan Natal, Mandailing Natal ( Madina )

Harun yang juga putra daeah madina itu mengatakan masalah pembunuhan adalah isu serius yang memerlukan penanganan hukum yang tepat. Hukuman untuk pembunuhan biasanya ditentukan oleh sistem hukum suatu negara dan dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti motif, kondisi korban, kondisi pelaku.

Ia berharap Polisi bisa dengan cermat melihat apakah motif pembunuhan dilakukan dengan perencanaan sebab tindakan yang dilakuakan pelaku sesuai pengakuan amat sangat kejam.

Harun Mustafa menilai hukuman yang pas untuk pembunuhan penjara seumur hidup atau hukuman mati untuk suatu kasus pembunuhan yang sangat berat atau berencana.

Ia meminta Polisi selain sudah menadapatkan pengakuan dari pelaku juga bukti lapangan dan saksi,  penting untuk melihat alibi dari pelaku sehingga bisa menempatkan pasal yang pas buat pelaku pembunuhan tersebut.

Sebagai Politisi dan putra daerah Madina, Harun  Mustafa Nasution juga mengucapkan bela sungkawa pada keluarga korban atas musibah tersebut.

” kepada keluarga Diva Febriani di Natal saya pribadi turut berbela sungkawa atas musibah ini, dan turut mendorong penegakan hukum yang setimpal pada pelaku,” kata Harun Mustafa Nasution Selasa malam 5/8/2025.

Selain itu Harun meminta agar masyarakat menguatkan diri pada agama karena jelas ketika agama dan akidah kita kuat, maka akan bisa menghindari atau tidak akan nekat melakukan perbuatan seperti pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Natal tersebut.

Seperti diketahui Diva Febriani (15) siswi SMAN 1 Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumut dibunuh dan diperkosa tetangganya sendiri, Yunus Saputra (22).

Dari kronologi yang disampaikan tersangka terungkap bahwa tidak ada kecurigaan korban Diva ketika tersangka melancarkan modus minta tolong agar korban mengantarkannya mengambil sparepart motor.

Kebaikan hati korban Diva kepada tetangganya ternyata berujung maut. Diva tewas dicekik dan juga dicabuli atau diperkosa oleh tersangka Yunus Saputra.

Saat diintrogasi Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh, tersangka mengaku sudah punya niat dan rencana merampok korban. Tersangka juga mengakui semua perbuatannya pada polisi.( **)

 

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bruno Mars Kepincut Fatin Shidqia Lubis

    Bruno Mars Kepincut Fatin Shidqia Lubis

    • calendar_month Kamis, 31 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Jakarta, (MO) – Nyanyian Fatin Shidqia Lubis (16), dalam lomba tarik suara di layar kaca X Factor Indonesia Auditions episode keempat, telah memikat Bruno Mars, artis musik internasional dari Amerika Serikat. Setelah menonton video YouTube yang berisi penampilan pelajar SMA itu membawakan “Grenade”, sang pemilik lagu, Bruno Mars, menampilkan video tersebut ke situs resminya, brunomars.com. […]

  • Butuh Pembenahan Tata Kelola Penarikan PAD Sektor Pasar

    Butuh Pembenahan Tata Kelola Penarikan PAD Sektor Pasar

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perolehan PAD dari sektor pasar di Mandailing Natal sejauh ini masih belum maksimal. Untuk itu harus dilakukan pembenahan dan perbaikan tata kelola agar capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini bisa berkembang ke depan. Rapat kordinasi yang dipimpin Wakil Bupato Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, Senin (30/8/2021) di aula […]

  • Kisruh DPRD Madina Kian Panas

    Kisruh DPRD Madina Kian Panas

    • calendar_month Jumat, 27 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Ketua Dewan Kena Mosi Tidak Percaya PANYABUNGAN, Kisruh di DPRD Madina kian memanas, sebanyak 26dari total 40 jumlah angota DPRD Madina melayangkan surat mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD Madina, As Imran Kahytami Dauay, SH. Mosi itu disampaikan disela rapat paripurna DPRD Madina,Jum’at (27/1) tentang pembahasan program DPRD Madina Tahun 2012 yang dipimpinWakil Ketua DPRD […]

  • Zakaria Rambe : Polisi Dinilai Menutup nutupi Akhir Dari Penertipan Tambang di Perbatasan Tapsel-Madina

    Zakaria Rambe : Polisi Dinilai Menutup nutupi Akhir Dari Penertipan Tambang di Perbatasan Tapsel-Madina

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Medan ( Mandailing Online )- Zakaria Rambe, pengamat Hukum dan Sosial dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara meminta aparat penegak hukum (APH) khususnya Polisi dan TNI untuk terbuka terkait penertiban Penambangan Tanpa Izin (PETI) di Mandailing Natal (Madina) beberapa waktu lalu. Hal ini diungkapkan oleh Zakaria karena menilai Polisi dan TNI terkesan menutup-nutupi akhir dari penertiban […]

  • Perampok Gasak Uang Bendahara Sekwan Labusel

    Perampok Gasak Uang Bendahara Sekwan Labusel

    • calendar_month Senin, 17 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ditodong Pistol, Rp200 Juta Uang Operasional Anggota DPRD Lewong LABUHANBATU (MO)-Labuhanbatu Selatan (Labusel) mulai tidak aman. Delapan perampok dengan menggunakan senjata api (senpi) menggasak uang operasional anggota DPRD Labusel yang baru ditarik Bendahara di Sekretariat DPRD (Sekwan) Labusel, Mahrizal (52) bersama rekannya Fauzi (27) dari kantor Unit Bank Sumut, Kota Pinang, Jumat (14/9) sekitar pukul […]

  • Skema Penghitungan Jam Mengajar Diubah

    Skema Penghitungan Jam Mengajar Diubah

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Ringankan Beban Tatap Muka di dalam Kelas JAKARTA – Perhitungan jam mengajar saat ini memicu polemik. Banyak guru bersertifikat gagal mendapatkan tunjangan profesi pendidik (TPP). Pemicunya mereka gagal mengejar beban mengajar 24 jam tatap muka per pekan. Sistem perhitungan beban mengajar itu segera diubah. Rencana pengubahan sistem penghitungan beban jam mengajar ini tertuang dalam revisi […]

expand_less