Rabu, 19 Agu 2026
light_mode

Honor Kepdes di Madina Kemana? Sejak Januari Hingga Juni Belum Dicairkan Pemkab

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 27 Jun 2016
  • print Cetak
Sejumlah kepala desa di halaman Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Madina

Sejumlah kepala desa di halaman Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Madina

PANYABUNGAN (Mandailing Online)Sejak Januari hingga Juni 2016, honor para kepala desa dan aparat desa se Kabupaten Mandailing Natal entah dimana rimbanya.

Pasalnya, selama rentang 6 bulan itu, para para kepala desa dan aparat desa belum menerima walau 1 rupiah. Lalu, kemana uang itu diperam?

Fakta ini terungkap ketika puluhan kepala desa mendatangi kantor Bupati Mandailing Natal (Madina), Senin (27/6) mempertanyakan honor mereka yang belum dicairkan sejak bulan Januari hingga Juni 2016.

“Honor itukan hak kami, kenapa sampai 6 bulan belum dibayarkan,” ujar salah seorang kepala desa kepada wartawan begitu tiba di kantor bupati.

Para kepala desa tersebut sebagian menemui Sekretaris Daerah Madina, Drs.Syafei Lubis. Tetapi, Syafei tak mampu memberikan jawaban kepastian kapan cairnya gaji itu. Lalu, mereka disuruh ke Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) yang membidanginya.

“Ketika kami ke Sekda kami disuruh ke Tapem. Tetapi, sampai di sini (Tapem) kami juga belum menerima jawaban yang jelas, katanya menunggu stafnya belum hadir,” ujar kepala desa.

“Padahal tuntutan kami ini honor kepala desa beserta perangkatnya, apalagi saat seperti ini kebutuhan makin tinggi. Kami harapkan kepada bupati agar bisa mencairkan honor sebelum lebaran” ujar kepala desa.

Bahkan seorang kepala desa mengatakan, mereka menjadi khwatir jika dalam dua hari tidak cair, sebab akan menunggu lama lagi mengingat pada tanggal 30 Juni ada acara pelantikan bupati Madina di Medan.

 “Tentu makin lamalah itu. Alamak, makin  tak jelas pemkab ini sekarang, ah,” keluh seorang kepala desa.

Sebab, menurutnya, jika para pejabat pergi ke Medan menghadiri pelantikan, tentu akan menghambat proses pencairan gaji kepala desa.

Sementara itu, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Madina soal belum cairnya gaji para kepala desa ini.

Salah seorang staf di Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Madina, Junaidi menjawab wartawan mengatakan bahwa gaji para kepala desa belum bisa dicairkan jika kepala desa belum menyelesaikan seluruh administrasinya. Tak dijelaskan sudah berapa persen dari total jumlah desa yang telah menyelesaikan administrasi?

Para kepala desa yang dikonfirmasi ulang mengatakan bahwa mereka justru telah lama menyelesaikan administrasi. Pencairan justru yang lambat.

Peliput : Maradotang Pulungan

Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Panwaslu Karo Resmi Ditahan

    Ketua Panwaslu Karo Resmi Ditahan

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KARO- Pasca ditangkap terkait kasus judi joker “Peak” (sejenis Black Jack, Red), Selasa (24/5) lalu, akhirnya Ketua Panwaslu Kabupaten Karo, Drs Nggeluh Sembiring, resmi ditahan bersama dua rekannya Hendrik Situmorang (51) dan Mbantu Tarigan (37), Kamis (26/5). Kasat Reskrim Pores Tanah Karo AKP Harry Azhar Harahap Sik, kepada wartawan koran ini, Kamis (26/5) mengatakan, Ketua […]

  • Gempa 5,5 SR Guncang Psp

    Gempa 5,5 SR Guncang Psp

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN- Gempa berkekuatan 5,5 skala Richter mengguncang Psp, Senin (7/2) sekira pukul 15.08 WIB. Guncangan gempa terasa sampai ke Madina, Sibolga, dan Tapteng. Uniknya, meski guncangan terasa hingga ke luar daerah, masyarakat Psp justru banyak yang mengaku tidak merasakan gempa yang memang hanya berlangsung selama 5 detik tersebut. Kabid Pelayanan Data dan Informasi Balai Besar […]

  • Baru Berumur 1,5 Bulan, Bagunan Jarigan Irigasi Hancur

    Baru Berumur 1,5 Bulan, Bagunan Jarigan Irigasi Hancur

    • calendar_month Rabu, 11 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bangunan jaringan irigasi di Gunung Baringin, Panyabungan Timur sudah hancur, padahal baru selesai dibangun 1,5 bulan lalu. Irigasi ini sangat dibutuhkan petani untuk mengairi persawahan di kawasan itu. Hancurnya bangunan itu berdampak terganggunya pasokan air ke areal pertanian. Proyek pembangunan jaringan irigasi tersebut diduga bersumber dari APBD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) […]

  • Pemkab Madina Aktifkan Pasar Yang Pernah Mati

    Pemkab Madina Aktifkan Pasar Yang Pernah Mati

    • calendar_month Rabu, 15 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)– Upaya peningkatan ekonomi kerakyatan, Dinas Prindag Koperasi dan Pasar Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akan mengoperasikan kembali pasar-pasar tradisional yang pernah mati alias tidak berpungsi selama ini. Kepala Dinas Prindag Koperasi dan Pasar, Lismulyadi Nasution melalui Kabid Pasar Ir.Mangatas Tua Nasution kepada Mandailing Online, Selasa (15/2) diruang kerjanya, mengatakan, pasar terdisional yang diaktifkan kembali […]

  • Pentingnya Menjaga Lisan

    Pentingnya Menjaga Lisan

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Suatu hari, perawi hadits, Abdullah bin Mubarak, menunaikan ibadah haji. Ketika berziarah ke makam Rasulullah SAW, Dia bertemu dengan wanita tua. Setiap kali Abdullah bertanya selalu dijawab wanita itu dengan ayat-ayat Alquran. Abdullah, Assalamualaikum. Wanita tua, Salamun qaulan min rabbi rohim (salam sebagai ucapan dari Tuhan Maha Kasih. QS Yasin 58). Abdullah, ”Semoga Allah merahmati […]

  • Halal bi Halal Antara Budaya dan Ibadah

    Halal bi Halal Antara Budaya dan Ibadah

    • calendar_month Jumat, 31 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Indonesia punya tradisi unik dan khas dalam merayakan idul fitri. Disamping tradisi mudik yang setiap tahun selalu fenomenal, kebiasaan lain yang menjamur pada saat idul fitri dan sepanjang bulan Syawal adalah halal bi halal. Banyak lembaga pemerintah dan kelompok-kelompok masyarakat yang merayakan idul fitri secara kolektif dalam bentuk halal bi halal. Bila ditelusuri dalam literatur-literatur […]

expand_less