Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Inflasi Tahunan Padangsidimpuan Terendah Nasional

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Selasa, 16 Des 2014
  • print Cetak

Sibolga – Secara spasial, Pulau Sumatera mencatat inflasi 1,87% (mtm) pada bulan November 2014, atau lebih besar dibanding kawasan lainnya di Indonesia. Kondisi tersebut terpicu akibat kenaikan harga BBM bersubsidi, juga akibat kenaikan harga komoditas pangan strategis, khususnya cabai merah. "Pada November 2014, Sumatera Barat mengalami inflasi tertinggi di Indonesia dengan mencatatkan inflasi sebesar 3,27 (mtm). Sedangkan inflasi di Pulau Jawa, selain dipengaruhi kenaikan harga BBM bersubsidi juga terkerek akibat kenaikan biaya administrasi transfer uang dan kartu ATM yang mulai berlaku pada awal November 2014," ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Yiyok T Herlambang, di acara High Level Meeting TPID Kota Padangsidimpuan, yang digelar akhir pekan kemarin, di Aula Kantor Walikota Padangsidimpuan.

Acara itu dihadiri seluruh anggota TPID Kota Padangsidimpuan yang meliputi, pimpinan SKPD, pimpinan BUMN dan instansi terkait lainnya serta sejumlah pejabat BI Sibolga yang turut dalam rombongan mendampingi Kepala Perwakilan BI Sibolga.

Yiyok memaparkan, inflasi terendah justru terjadi di kawasan Indonesia Timur yang mencatat inflasi sebesar 1,28% (mtm), akibat terkoreksi penurunan harga pada ikan segar dan daging. Khusus di Sumatera Utara, pada bulan November 2014, secara tahunan mayoritas daerah mengalami inflasi. Kota Padangsidimpuan tercatat daerah yang mengalami inflasi terendah di Indonesia sebesar 4,63% (yoy).

"Demikian pula secara bulanan, Kota Sibolga merupakan daerah yang mengalami inflasi tertinggi di Sumut, sebesar 2,45% (mtm) disusul Kota Pematangsiantar 1,95% (mtm), Padangsidimpuan 1,98% (mtm), Sumut 1,80% (mtm) dan Nasional 1,50% (mtm). Kemudian, secara tahun kalender (Januari-November 2014-red), Kota Padangsidimpuan inflasi sebesar 4,98% (ytd) atau jauh lebih rendah dibanding inflasi Nasional 5,75% (ytd)," ungkap Yiyok T Herlambang
Secara umum, komoditas cabai merah merupakan pemegang andil terbesar terjadinya inflasi di Sumatera Utara yang kembali mencatatkan sejarah. Ditinjau dari disagregasi inflasi Kota Padangsidimpuan, volatile food mengalami inflasi 3,76% (mtm), yang berasal dari sub kelompok bumbu-bumbuan (18,35%/mtm), di mana cabai merah, cabai hijau, bumbu masak jadi dan cabai rawit memiliki andil inflasi terbesar, disusul kemudian komoditas buah-buahan (12,77%/mtm) dan sayur-sayuran sebesar 2,90% (mtm).

Administered prices juga inflasi sebesar 4,29% (mtm), yang berasal dari sub kelompok transportasi 7,05% (mtm) dan bahan bakar 0,8% (mtm). Sementara inflasi inti, pada kelompok core juga terjadi inflasi sebesar 0,33% (mtm) yang disebabkan oleh sub kelompok minuman tidak beralkohol 17,49% (mtm).

Pada kesempatan itu, Yiyok T Herlambang menganjurkan kepada TPID Kota Sibolga untuk mewaspadai kenaikan harga pada komoditas kebutuhan sehari-hari seperti, cabai merah, bawang merah, dan tomat buah, terutama menjelang perayaan Natal 25 Desember 2014 dan tahun baru 2015. (medanbisnis)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jumlah Calhaj Paluta 265 Orang

    Jumlah Calhaj Paluta 265 Orang

    • calendar_month Minggu, 14 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGBOLAK- Sebanyak 265 Calon Jamaah Haji (calhaj) sementara asal Kabupaten Paluta akan diberangkatkan pada musim haji Tahun 2011 ini. Dari total 265 calhaj sementara ini, belum ada satu pun calhaj yang sudah melunasi biaya haji. Hal tersebut disebabkan karena pelunasan biaya haji baru akan dilakukan sejak 15 Agustus hingga awal September mendatang. Demikian disampaikan, Kepala […]

  • TIM SAR MERANGKAK DI LORONG LOBANG

    TIM SAR MERANGKAK DI LORONG LOBANG

    • calendar_month Selasa, 12 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LOBANG SEMPIT – ketua tim Basarnas berada di lorong lobang yang sempit menuju titik lokasi reruntuhan dalam upaya mengevakuasi korban yang tertimbun di kedalaman 150 meter di bawah tanah. Lorong berliku dan sangat sempit dengan panjang diatas 100 meter itu harus dilalui tim dengan cara merangkak dan merayap. Lorong-lorong sempit ini selain panjang, juga ada […]

  • 69 Panwascam Se-Kab Madina 2014 Mengikuti Rakor

    69 Panwascam Se-Kab Madina 2014 Mengikuti Rakor

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2014
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Panyabungan, 69 Panwaslu Kecamatan Se-Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengikuti Rapat Kordinasi (Rakor) Pemilihan Umum DPD, DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota tahun 2014 yang di selenggarakan Panwaslu Kabupaten Madina di aula Sekretariat Panwaslu Madina di Jalan Lingkar Timur Panyabungan, Jumat (10/1). Rakor dibuka oleh Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution diwakili Asisten Tata Praja Drs […]

  • Pemkab Madina Gelar Bimtek Aplikasi Simanja

    Pemkab Madina Gelar Bimtek Aplikasi Simanja

    • calendar_month Kamis, 8 Des 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis (Bimtek) Input Data Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) pada Sistem Informasi Data Analisis Jabatan (Simanja) Madina di Aula Bappeda, Komplek Perkantoran Payaloting, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Kamis (8/12). Analis Kebijakan Ahli Muda/Sub Koordinator Kelembagaan dan Analisis Jabatan […]

  • Sosok Atika di Mata Kawan Sebaya

    Sosok Atika di Mata Kawan Sebaya

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Atika Azmi Utammi melanjutkan penyantunan anak yatim dan piatu di Desa Singengu dan Desa Tombang Bustak, Kecamatan Kotanopan, Rabu (16/10/2024). Ibaratnya, calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 itu sedang pulang kampung. Dari dua titik penyantunan, Atika memulai di Desa Singengu. Di sini dia bercerita tentang masa kecilnya. […]

  • Penambang Emas Liar Marak di Nagajuang

    Penambang Emas Liar Marak di Nagajuang

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Penambangan liar (ilegal mining) semakin menggila maraknya di Madina. Setelah beberapa tahun ini dilakoni ribuan orang di Kecamatan Hutabargot, penambangan emas tanpa izin ini juga marak di Nagajuang. Informasi yang didapat Metro, banyak dari penambang di Hutabargot yang pindah ke Nagajuang, tepatnya di Sambung Desa Humbang 1, Nagajuang. Tapi, penambang yang pindah ini banyak dari […]

expand_less