Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Jabatan kepala daerah jadi rebutan, satu periode minimal meraup Rp300 miliar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
  • print Cetak


TARUTUNG : Saat ini banyak kaum muda pengusaha, birokrat murni, dan bahkan para politikus mengincar posisi menjadi kepala daerah.Umumnya mereka rela melakukan segala upaya demi mendapatkan posisi tersebut. Karena diyakini 1 periode ( 5 tahun ) masa jabatan minimal menghasilkan Rp300 miliar.

Hal ini diutarakan oleh Nelson Parapat serta Nimrod Nababan pemerhati pembangunan kabupaten Tapanuli Utara serta penasehat khusus mantan Bupati Tobasa Monang Sitorus kepada Eksposnews Senin 13 Desember 2010 di Tarutung.

Menurut mereka, hasil Rp300 miliar diperoleh dari berbagai sumber antara lain, mutasi pejabat pimpinan SKPD yang bervariasi tergantung eselon serta instansinya, banyak program kegiatan atau tidak dilakukan minimal 4 kali selama 1 periode. Fee proyek setiap tahun atau kewajiban yang tidak tertulis namun wajib diberikan besarannya bervariasi ada yang 10 hingga 20 persen dari pagu proyek, mutasi para kepala sekolah dari TK hingga SMA sederajat yang jumlahnya juga bervariasi berdasarkan jenjang sekolah serta lokasi sekolah dilakukan 4 kali selama 1 periode, SPPD yang sering tidak jelas, upeti akhir tahun dari pimpinan SKPD, adanya anggaran pendapatan belanja daerah yang diduga sengaja dibuat tumpang tindih dan tidak dilaksanakan serta banyak hal hal lainnya.

Bila penghasilan semua ini dikumpulkan, total penghasilan bersih seorang kepala daerah dalam satu periode (5 tahun ) minimal diperoleh sebesar Rp300 miliar, belum lagi termasuk tunjangan serta honorer yang jumlahnya ratusan juta rupiah, besarnya tergantung penghasilan daerah yang dipimpinnya.

Ironisnya lagi, beberapa kepala daerah ada yang sengaja membeli lahan sekaligus mendirikan bangunan rumah, namun setelah diamat-amati uang pembeli lahan serta mendirikan bangunan rumah tidak ada dari uang pribadinya melainkan dari para pimpinan SKPD, para kepala sekolah, rekanan/ kontraktor,dengan cara mengundang mereka melakukan pesta adat untuk bangunan tersebut. Umumnya mereka yang diundang memberikan sumbangan agar tetap diingat serta aman pada posisinya, dan total sumbangan yang diperoleh jumlahnya ada yang impas dan bahkan ada yang lebih dari anggaran yang dikeluarkan.

Dari pengamatan mereka, akibat ambisi untuk mengejar penghasilan miliaran rupiah tersebut, tak jarang banyak kepala daerah ( setingkat Bupati/wali kota ) terjerat hukum dan bahkan menjadi bulan-bulanannya. Namun banyak juga diantara mereka yang lolos dari jeratan tersebut, sehingga bila akhir masa jabatannya para mantan kepala daerah banyak yang menghilang dari daerah yang dipimpinnya dan sekaligus membuka usaha yang baru. Sehingga sebutan untuk membangun daerah hanyalah isapan jempol serta guraun untuk membodoh bodohi rakyat.(er)
Sumber : EksposNews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Produksi Padi Meningkat di Huraba

    Produksi Padi Meningkat di Huraba

    • calendar_month Jumat, 12 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Upaya petani dan Pemkab Madina memperlancar pengairan air ke sawah-sawah di Desa Huraba, Kecamatan Siabu menuai hasil yang memuaskan. Pada panen yang berlangsung Maret-April ini, penghasilan sawah rata-rata 80 kaleng per lungguk. Kondisi itiu berbeda dengan musim panen sebelumnya, dimana para petani hanya menuai hasil rata-rata sekitar 50 kaleng per lungguk. […]

  • Rekreasi Sambil Menjala Ikan di Lubuk Larangan Aek Pohon

    Rekreasi Sambil Menjala Ikan di Lubuk Larangan Aek Pohon

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manndailing Online) – Lubuk larangan di Sungai Aek Pohon, Pidoli, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) dibuka untuk halayak umum, Minggu (28/4/2013). Daya tarik lubuk larangan benar-benar selalu memikat sejak dahulu. Ratusan penduduk Madina dari berbagai penjuru kecamatan tumpah ruah di sepanjang aliran sungai dan bergerombol dalam titik-titik lubuk. Mereka membawa jala. Tetapi ada juga yang […]

  • Bupati Madina Melayat ke Rumah Korban Tanah Longsor Bekas Tambang

    Bupati Madina Melayat ke Rumah Korban Tanah Longsor Bekas Tambang

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LINGGABAYU (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution bersama rombongan secara langsung melayat ke rumah duka korban longsor bekas tambang emas di Desa Simpang Bajole dan Desa Bandar Limabung, Kecamatan Linggabayu. Kedatangan Bupati ke rumah korban didampingi Kepala Dinas Sosial Dedi Hermansyah, Kepala BPBD Edi Sahlan, Kapolres AKBP Muhammad Reza […]

  • Rumah dan Mobil Dinas Kasat Lantas Dibakar

    Rumah dan Mobil Dinas Kasat Lantas Dibakar

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Giliran Polres Aceh Tengah Diteror TAKENGON- Penyelidikan aksi teror di Mapolresta Cirebon belum tuntas diusut, teror sejenis kembali terjadi. Kali ini giliran Polres Aceh Tengah di Takengon yang jadi sasaran. Aksi teror orang tak dikenal (OTK) ini bahkan terjadi dalam dua hari berturut-turut. Sabtu (16/4), kantor Satreskrim yang dibakar OTK. Sehari kemudian, Minggu (17/4), giliran […]

  • Satu Rumah Terbakar di Natal

    Satu Rumah Terbakar di Natal

    • calendar_month Senin, 16 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Satu rumah di Desa Setia Karya Pasar IV Kecamatan Natal, Mandailing Natal musnah terbakar, (Madina), Minggu (15/1/2016). Peristiwa yang terjadi sekira pukul 11.20 WIB diduga akibat korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa karena pemilik rumah itu bernama Yus (40) dan anak-anaknya sedang di kebun ketika kebakaran terjadi. Warga setempat mengungkapkan, kejadian diketahui […]

  • 2011, biaya persalinan gratis

    2011, biaya persalinan gratis

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Tahun 2011 masyarakat Sumatera Utara kembali akan mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Pemerintah akan memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi penghuni panti asuhan, penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas), korban bencana alam dan biaya persalinan tanpa kecuali di 2011 nanti. Kepala Bidang Kepesertaan Jamkesmas, Kamaru Zaman, mengatakan untuk penghuni panti sosial, mereka tidak mempunyai kartu Jamkesmas, tapi […]

expand_less