Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Jabatan kepala daerah jadi rebutan, satu periode minimal meraup Rp300 miliar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
  • print Cetak


TARUTUNG : Saat ini banyak kaum muda pengusaha, birokrat murni, dan bahkan para politikus mengincar posisi menjadi kepala daerah.Umumnya mereka rela melakukan segala upaya demi mendapatkan posisi tersebut. Karena diyakini 1 periode ( 5 tahun ) masa jabatan minimal menghasilkan Rp300 miliar.

Hal ini diutarakan oleh Nelson Parapat serta Nimrod Nababan pemerhati pembangunan kabupaten Tapanuli Utara serta penasehat khusus mantan Bupati Tobasa Monang Sitorus kepada Eksposnews Senin 13 Desember 2010 di Tarutung.

Menurut mereka, hasil Rp300 miliar diperoleh dari berbagai sumber antara lain, mutasi pejabat pimpinan SKPD yang bervariasi tergantung eselon serta instansinya, banyak program kegiatan atau tidak dilakukan minimal 4 kali selama 1 periode. Fee proyek setiap tahun atau kewajiban yang tidak tertulis namun wajib diberikan besarannya bervariasi ada yang 10 hingga 20 persen dari pagu proyek, mutasi para kepala sekolah dari TK hingga SMA sederajat yang jumlahnya juga bervariasi berdasarkan jenjang sekolah serta lokasi sekolah dilakukan 4 kali selama 1 periode, SPPD yang sering tidak jelas, upeti akhir tahun dari pimpinan SKPD, adanya anggaran pendapatan belanja daerah yang diduga sengaja dibuat tumpang tindih dan tidak dilaksanakan serta banyak hal hal lainnya.

Bila penghasilan semua ini dikumpulkan, total penghasilan bersih seorang kepala daerah dalam satu periode (5 tahun ) minimal diperoleh sebesar Rp300 miliar, belum lagi termasuk tunjangan serta honorer yang jumlahnya ratusan juta rupiah, besarnya tergantung penghasilan daerah yang dipimpinnya.

Ironisnya lagi, beberapa kepala daerah ada yang sengaja membeli lahan sekaligus mendirikan bangunan rumah, namun setelah diamat-amati uang pembeli lahan serta mendirikan bangunan rumah tidak ada dari uang pribadinya melainkan dari para pimpinan SKPD, para kepala sekolah, rekanan/ kontraktor,dengan cara mengundang mereka melakukan pesta adat untuk bangunan tersebut. Umumnya mereka yang diundang memberikan sumbangan agar tetap diingat serta aman pada posisinya, dan total sumbangan yang diperoleh jumlahnya ada yang impas dan bahkan ada yang lebih dari anggaran yang dikeluarkan.

Dari pengamatan mereka, akibat ambisi untuk mengejar penghasilan miliaran rupiah tersebut, tak jarang banyak kepala daerah ( setingkat Bupati/wali kota ) terjerat hukum dan bahkan menjadi bulan-bulanannya. Namun banyak juga diantara mereka yang lolos dari jeratan tersebut, sehingga bila akhir masa jabatannya para mantan kepala daerah banyak yang menghilang dari daerah yang dipimpinnya dan sekaligus membuka usaha yang baru. Sehingga sebutan untuk membangun daerah hanyalah isapan jempol serta guraun untuk membodoh bodohi rakyat.(er)
Sumber : EksposNews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Isteri Surung Minta Suaminya Dituntut Ringan

    Isteri Surung Minta Suaminya Dituntut Ringan

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Isteri Surung Panjaitan, Blondina Marpaung, menangis dan meminta jaksa KPK untuk meringankan tuntutan hukum bagi suaminya. Permohonan tersebut diungkapkan anak pendiri RS Boloni, Medan, itu usai persidangan pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Tipikor Medan, Kamis (17/10/2013). Blondina yang berwajah muram meninggalkan keluarganya yang duduk di kursi lobi Pengadilan untuk menemui jaksa […]

  • Adelin Lis tidak pernah dicekal

    Adelin Lis tidak pernah dicekal

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Humas Direktorat Imigrasi Sumatera Utara, Baringbing, mengatakan kalau nama Adelin Lis tidak termasuk ke dalam daftar cekal. “Nama seperti yang dimaksudkan tidak ada dalam daftar cekal saat ini,” ungkap Baringbing kepada Waspada Online. Ungkapan itu terjawab sudah. Pasalnya, polisi dan jaksa yang menangani kasus ini sejak awal tidak pernah mencekalnya. Kepolisian Daerah Sumatera […]

  • Syamsul Hilal Imbau Mantan Wali Kota Binjai Ali Umri Penuhi Panggilan Polda Sumut

    Syamsul Hilal Imbau Mantan Wali Kota Binjai Ali Umri Penuhi Panggilan Polda Sumut

    • calendar_month Minggu, 17 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Mantan Wali Kota Binjai, Ali Umri, dinilai pengecut jika tidak berani memenuhi panggilan polisi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat olahraga dan operasional Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Binjai pada 2007. “Kenapa mesti takut? Kan dipanggil sebagai saksi.Kalau terus menghindar seperti ini, akan timbul dugaan masyarakat bahwa dia terlibat dalam kasus ini,”ujar anggota Komisi […]

  • Meski Sudah jadi Kades. Erwinsyah Tetap Terima Gaji dari Statusnya Sebagai Pegawai Honor

    Meski Sudah jadi Kades. Erwinsyah Tetap Terima Gaji dari Statusnya Sebagai Pegawai Honor

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – (Mandailing Online) – Erwinsyah Pasaribu Kades Batang Gadis, Kecamatan Panyabungan Barat, Madina mengakui tetap menerima gaji dari statusnya sebagai pegawai honor di Kantor Camat Panyabungan Utara sejak tahun 2023 ahir sampai tahun 2024. ” kalau tahun 2023 sejak dilantik jadi Kepala Desa saya terima 1 bulan saja dan di tahun 2024 nerima gaji […]

  • Koin Abad 11 Ditemukan di Barumun

    Koin Abad 11 Ditemukan di Barumun

    • calendar_month Minggu, 29 Okt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BARUMUN (Mandailing Online) – Koin berbahan menyerupai emas beremisi 1014 ditemukan di Dusun Tarutung, Desa Hasahatan Julu, Kecamatan, Barumun, Kabupaten Padang Lawas. Di koin seberat ¼ gram itu tertera tulisan Nidnei Indie dengan tahun 1014. Koin ini ditemukan dalam tanah kedalaman sekitar 1 meter ketika dilakukan penggalian pembuatan tambak ikan di desa itu oleh […]

  • Golkar Dukung Hak-hak Warga Batahan

    Golkar Dukung Hak-hak Warga Batahan

    • calendar_month Sabtu, 5 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Terkait Rekomendasi Pansus Palmaris PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Fraksi Golkar Plus DPRD Mandailing Natal (Madina) menyatakan bahwa sikap tidak memberikan suara pada opsi pencabutan izin PT.Palmaris Raya, bukan berarti fraksi ini tidak memihak kepada rakyat Batahan. “Kami justru sangat mendukung terhadap semua keputusan yang memihak pada kepentingan dan hak-hak warga Batahan,” kata Ketua Fraksi Golkar, […]

expand_less