Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Jabatan kepala daerah jadi rebutan, satu periode minimal meraup Rp300 miliar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
  • print Cetak


TARUTUNG : Saat ini banyak kaum muda pengusaha, birokrat murni, dan bahkan para politikus mengincar posisi menjadi kepala daerah.Umumnya mereka rela melakukan segala upaya demi mendapatkan posisi tersebut. Karena diyakini 1 periode ( 5 tahun ) masa jabatan minimal menghasilkan Rp300 miliar.

Hal ini diutarakan oleh Nelson Parapat serta Nimrod Nababan pemerhati pembangunan kabupaten Tapanuli Utara serta penasehat khusus mantan Bupati Tobasa Monang Sitorus kepada Eksposnews Senin 13 Desember 2010 di Tarutung.

Menurut mereka, hasil Rp300 miliar diperoleh dari berbagai sumber antara lain, mutasi pejabat pimpinan SKPD yang bervariasi tergantung eselon serta instansinya, banyak program kegiatan atau tidak dilakukan minimal 4 kali selama 1 periode. Fee proyek setiap tahun atau kewajiban yang tidak tertulis namun wajib diberikan besarannya bervariasi ada yang 10 hingga 20 persen dari pagu proyek, mutasi para kepala sekolah dari TK hingga SMA sederajat yang jumlahnya juga bervariasi berdasarkan jenjang sekolah serta lokasi sekolah dilakukan 4 kali selama 1 periode, SPPD yang sering tidak jelas, upeti akhir tahun dari pimpinan SKPD, adanya anggaran pendapatan belanja daerah yang diduga sengaja dibuat tumpang tindih dan tidak dilaksanakan serta banyak hal hal lainnya.

Bila penghasilan semua ini dikumpulkan, total penghasilan bersih seorang kepala daerah dalam satu periode (5 tahun ) minimal diperoleh sebesar Rp300 miliar, belum lagi termasuk tunjangan serta honorer yang jumlahnya ratusan juta rupiah, besarnya tergantung penghasilan daerah yang dipimpinnya.

Ironisnya lagi, beberapa kepala daerah ada yang sengaja membeli lahan sekaligus mendirikan bangunan rumah, namun setelah diamat-amati uang pembeli lahan serta mendirikan bangunan rumah tidak ada dari uang pribadinya melainkan dari para pimpinan SKPD, para kepala sekolah, rekanan/ kontraktor,dengan cara mengundang mereka melakukan pesta adat untuk bangunan tersebut. Umumnya mereka yang diundang memberikan sumbangan agar tetap diingat serta aman pada posisinya, dan total sumbangan yang diperoleh jumlahnya ada yang impas dan bahkan ada yang lebih dari anggaran yang dikeluarkan.

Dari pengamatan mereka, akibat ambisi untuk mengejar penghasilan miliaran rupiah tersebut, tak jarang banyak kepala daerah ( setingkat Bupati/wali kota ) terjerat hukum dan bahkan menjadi bulan-bulanannya. Namun banyak juga diantara mereka yang lolos dari jeratan tersebut, sehingga bila akhir masa jabatannya para mantan kepala daerah banyak yang menghilang dari daerah yang dipimpinnya dan sekaligus membuka usaha yang baru. Sehingga sebutan untuk membangun daerah hanyalah isapan jempol serta guraun untuk membodoh bodohi rakyat.(er)
Sumber : EksposNews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MARSIDAO-DAO (episode 15)

    MARSIDAO-DAO (episode 15)

    • calendar_month Kamis, 7 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Dung sidung mangan, na juguk dursat doma si Pikek dohot Si Poso i sopo i. Ro ni udan rimbus-rimbus mambaen saba na dao i tarida so tarida. Dua halak tarida mardalan muli i gadu saba an maniop bulung pisang panyanggop ni ulu so ulang litak tarudan. “Parjolo ma ami […]

  • Harga Karet Turun Lagi, Pangguris Kembali Terpukul

    Harga Karet Turun Lagi, Pangguris Kembali Terpukul

    • calendar_month Sabtu, 1 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga karet alam turun lagi di Mandailing Natal dalam  dua pekan terakhir. Pantauan penjualan di pertimbangan Gunung Tua Iparbondar, Panyabungan, Kamis (31/3/2017), harga terrendah karet alam berada di kisaran Rp 8.200 per Kg, tertinggi sekitar Rp 9.000 per Kg. Harga itu melorot dari pekan sebelumnya yang masih bertengger di kisaran Rp9.000 […]

  • Sukhairi-Atika Dilantik

    Sukhairi-Atika Dilantik

    • calendar_month Kamis, 22 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – HM Jakfar Sukhairi Nasution-Atika Azmi Utammi Nasuton, B.App.Fin, M.Fin dilantik menjadi bupati dan wakil bupati Mandailing Natal priode 2021-2024. Pasangan yang populer dengan sebutan SUKA dilantik Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melanjuti surat keputusan menteri Dalam Negeri. Pelantikan bersamaan dengan pasangan calon bupati/wakil bupati Labuhan Batu Selatan berlokasi di aula […]

  • Tunjangan PNS Madina dibayar Januari 2011

    Tunjangan PNS Madina dibayar Januari 2011

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, akan membayarkan tunjangan kenaikan beras, tunjangan kenaikan gaji sebesar 5 persen 5 bulan, kekurangan gaji CPNS selama 2 bulan, serta dana rapel tunjangan jabatan pada Januari 2011 nanti. Demikian dikatakan kepala seksi gaji pada Dinas Keuangan dan aset daerah Pemkab Madina, Kamal Rangkuty, malam ini. Keterlambatan pembayaran segala tunjangan bagi Pegawai […]

  • Jika Terpilih Jadi Bupati Madina, Harun Mustafa Nasution Gagas Open House Rakyat Tiap Bulan

    Jika Terpilih Jadi Bupati Madina, Harun Mustafa Nasution Gagas Open House Rakyat Tiap Bulan

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online) : Setelah beberapa minggu turun ke desa desa dan menemukan banyak aspiraai masyarakat yang tidak tersahuti oleh Pemerintah Daerah, Calon Bupati Mandailing Natal ( Madina) Harun Mustafa Nasution ketika terpilih menjadi Bupati Madina akan buat Open Hause setiap bulan untuk Masyarakat di setiap Desa atau Kecamatan yang ada di Kabupaten Madina. […]

  • Di Madina, Dana PSKS Mulai Disalurkan

    Di Madina, Dana PSKS Mulai Disalurkan

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PT Pos Indonesia Cabang Kabupaten Mandailing Natal mulai menyalurkan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) sejak Minggu (23/11). Kepala Cabang Kantor Pos Panyabungan, Ramli Siregar, Senin (24/11) mengatakan dana yang disalurkan untuk tiap kepala keluarga penerima sebesar 400 ribu rupiah untuk dua bulan, yakni Nopember-Desember 2014. “Sehubungan dengan keterbatasan personil […]

expand_less