Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

KASUS NAGA JUANG KE KOMNAS HAM

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 25 Mar 2013
  • print Cetak

 

Kapolres: Bukan Penangkapan

ditangkap dan diikat 220313ababPANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perlakuan pasukan polisi terhadap para penambang di bukit Sihayo, Kecamatan Naga Juang, Mandailing Natal (Madina) akhirnya diadukan ke Komnas HAM, Senin (25/3).

Naskah pengaduan resmi diterima salah seorang Komisioner Komnas HAM, Natalis Pigai, di kantor Komnas HAM, Jakarta.

Rombongan yang membawa pengaduan meliputi Ketua Lingkar Madani, Ray Rangkuty yang juga tokoh Madina di Jakarta; Kemal Idris dari Jatram (Jaringan Advokasi Tambang Rakyat Madina) serta pemuda Madina Irwansyah Nasution dan Irwan Daulay.

Pasukan polisi pada Jum’at (22/3) melakukan penangkapan terhadap lebih dari seratus penambang di bukit Sihayo, lokasi nyang bersentuhan dengan wilayah kontrak karya PT.Sorikmas Mining.

Foto-foto memperlihatkan polisi mengikat tangan penambang dengan kondisi kemeja dilepaskan dan dikumpulkan dalam satu hamparan lokasi sebelum akhirnya dibebaskan pada sore harinya.

“Pertemuan (dengan Komnas HAM) itu sendiri berlangsung cukup alot dan Komnas HAM sangat mengutuk pemberlakukan dari oknum Brimob kepada masyarakat setelah melihat foto-foto,” ungkap Irwan Daulay

Malah, Ray Rangkuty pada kesempatan itu menyebutkan bahwa Belanda saja tidak pernah memberlakukan warga Madina sekeji itu.

Dikatakan Irwan Daulay, pihaknya sangat berterima kasih kepada Ray Rangkuty yang begitu peduli dan bersedia memfasilitasi pertemuan dengan Komnas HAM.

Pihak Komnas HAM menyatakan akan segera turun ke Madina untuk menindaklanjutinya. Hanya saja sejauh ini belum ada jadwal pastinya.

 

Kapolres: Bukan Penangkapan

Sementara itu, Kapolres Madina AKBP.Fauzi Dalimunthe Sik menyatakan bahwa aksi polisi di lokasi tambang perbukitan Sihayo tersebut bukan aksi penangkapan, melainkan kegiatan menginventarisir dan mendata jumlah penambang yang aktif.

Karena bukan penangkapan, makanya tidak ada penahanan. “Bukan penangkapan, tetapi kegiatan menginventarisir atau mendata jumlah penambang,” sebutnya menjawab wartawan, Minggu (24/3) via telefon seluler.

Terkait aksi polisi yang mengikat tangan para penambang dan buka baju sebagaimana yang tergambar dalam foto-foto yang beredar, menurut kapolres, itu terkait situasi di lokasi yang sangat memberikan peluang kerawan bentrok antara penambang dengan polisi yang melakukan pendataan.

Sebab, para penambang dalam melakukan aktivitas tentu memiliki senjata tajam seperti linggis, parang, cangkul, pahat dan alat lainnya. Jika terjadi bentrok, pasti menimbulkan korban di pihak penambang dan pihak polisi. (mar)

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satuan Narkoba Tangkap 2 Pengedar Ganja

    Satuan Narkoba Tangkap 2 Pengedar Ganja

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satuan Narkoba Polres Mandailing Natal (Madina) menangkap 2 tersangka pengedar ganja, Rabu (19/08) sekira pukul 11. 30 Wib di Desa Simalagi kecamatan Huta Bargot. Kedua tersangka berinisial PN (25) warga Desa Barbaran Kecamatan Panyabungan Barat dan AS (27) warga Desa Barbaran Julu kecamatan yang sama. Kasat Narkoba Polres Madina, E. Banjar […]

  • Malaysia Punya Data Base Mualaf

    Malaysia Punya Data Base Mualaf

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    KUALA LUMPUR  –  Departemen Pembangunan Islam Malaysia (JAKIM) berencana meluncurkan e-Muallaf tahun depan. E-Muallaf ini merupakan data base mualaf di seluru Malaysia. “Tujuan memiliki data base ini adalah mendeteksi mualaf yang mengaku telah bersyahadat beberapa kali. Di luar itu, ada update informasi mualaf yang bisa diketahui,” kata  Wakil Direktur JAKIM , Datuk Razali Shahabudin seperti […]

  • Polres Madina Didesak Proses Penghina Wartawan

    Polres Madina Didesak Proses Penghina Wartawan

    • calendar_month Jumat, 2 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Polres Mandailing Natal didesak secepatnya memproses kasus penghinaan profesi wartawan oleh seorang gadis berinisial Ra. Ra yang disebut berdomisli di kawasan Panyabungan itu dilaporkan ke Polres Mandailing Natal terkait statusnya di akun facebook menghina profesi wartawan. Pengaduan dilayangkan sejumlah wartawan ke Polres Madina pada Selasa (30/5) lalu. Pengaduan itu tertuang […]

  • Nyawa Hilang Di Tangan Saudara Karena Mencekik Ibu, Salah Siapa?

    Nyawa Hilang Di Tangan Saudara Karena Mencekik Ibu, Salah Siapa?

    • calendar_month Sabtu, 20 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Novida Sari, S.Kom Ketua Forum Muslimah Peduli Generasi Mandailing Natal Pertiwi kembali berduka, SN (18) seorang adik kandung korban dengan terpaksa membunuh abang kandungnya sendiri AN (34). Pelaku menggunakan kayu yang diambil dari samping rumahnya lalu memukul abangnya di bagian kepala sebanyak 6 kali hingga tewas di tempat kejadian. SN adik kandung korban […]

  • Pemkab Madina Berasalan Berkas Batahan I Belum Diberikan Transmigrasi Sumut

    Pemkab Madina Berasalan Berkas Batahan I Belum Diberikan Transmigrasi Sumut

    • calendar_month Senin, 18 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ini alasan Pemkab Madina soal belum mampu menyelesaikan konflik Warga Batahan I vs PT. Palmaris yang berujung ditangkapnya 12 warga Batahan I.  Pihak Pemkab Madina berasalan belum mendapat berkas dari pihak Dinas Transmigrasi Sumut, makanya belum bisa menyelesaikan persoalan warga Batahan I vs PT. Palmaris. Itu dikatakan Asisten I Pemkab Madina, […]

  • Merak Turun, Gilimanuk Bludak

    Merak Turun, Gilimanuk Bludak

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    JAKARTA, – Pelabuhan Merak di Provinsi Banten macet parah sepanjang akhir pekan kemarin. Sebab, jumlah penumpang melonjak di atas perkiraan. PT ASDP Indonesia Ferry, BUMN yang melayani penyeberangan di lintasan Merak-Bakauheni (Lampung) memperkirakan kenaikan penumpang sekitar enam persen. Tapi faktanya jauh di atas itu. Sekretaris Perusahaan ASDP Chrinstine Hutabarat mengatakan, sepanjang H-7 hingga H-4 lebaran, […]

expand_less