Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

KASUS NAGA JUANG KE KOMNAS HAM

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 25 Mar 2013
  • print Cetak

 

Kapolres: Bukan Penangkapan

ditangkap dan diikat 220313ababPANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perlakuan pasukan polisi terhadap para penambang di bukit Sihayo, Kecamatan Naga Juang, Mandailing Natal (Madina) akhirnya diadukan ke Komnas HAM, Senin (25/3).

Naskah pengaduan resmi diterima salah seorang Komisioner Komnas HAM, Natalis Pigai, di kantor Komnas HAM, Jakarta.

Rombongan yang membawa pengaduan meliputi Ketua Lingkar Madani, Ray Rangkuty yang juga tokoh Madina di Jakarta; Kemal Idris dari Jatram (Jaringan Advokasi Tambang Rakyat Madina) serta pemuda Madina Irwansyah Nasution dan Irwan Daulay.

Pasukan polisi pada Jum’at (22/3) melakukan penangkapan terhadap lebih dari seratus penambang di bukit Sihayo, lokasi nyang bersentuhan dengan wilayah kontrak karya PT.Sorikmas Mining.

Foto-foto memperlihatkan polisi mengikat tangan penambang dengan kondisi kemeja dilepaskan dan dikumpulkan dalam satu hamparan lokasi sebelum akhirnya dibebaskan pada sore harinya.

“Pertemuan (dengan Komnas HAM) itu sendiri berlangsung cukup alot dan Komnas HAM sangat mengutuk pemberlakukan dari oknum Brimob kepada masyarakat setelah melihat foto-foto,” ungkap Irwan Daulay

Malah, Ray Rangkuty pada kesempatan itu menyebutkan bahwa Belanda saja tidak pernah memberlakukan warga Madina sekeji itu.

Dikatakan Irwan Daulay, pihaknya sangat berterima kasih kepada Ray Rangkuty yang begitu peduli dan bersedia memfasilitasi pertemuan dengan Komnas HAM.

Pihak Komnas HAM menyatakan akan segera turun ke Madina untuk menindaklanjutinya. Hanya saja sejauh ini belum ada jadwal pastinya.

 

Kapolres: Bukan Penangkapan

Sementara itu, Kapolres Madina AKBP.Fauzi Dalimunthe Sik menyatakan bahwa aksi polisi di lokasi tambang perbukitan Sihayo tersebut bukan aksi penangkapan, melainkan kegiatan menginventarisir dan mendata jumlah penambang yang aktif.

Karena bukan penangkapan, makanya tidak ada penahanan. “Bukan penangkapan, tetapi kegiatan menginventarisir atau mendata jumlah penambang,” sebutnya menjawab wartawan, Minggu (24/3) via telefon seluler.

Terkait aksi polisi yang mengikat tangan para penambang dan buka baju sebagaimana yang tergambar dalam foto-foto yang beredar, menurut kapolres, itu terkait situasi di lokasi yang sangat memberikan peluang kerawan bentrok antara penambang dengan polisi yang melakukan pendataan.

Sebab, para penambang dalam melakukan aktivitas tentu memiliki senjata tajam seperti linggis, parang, cangkul, pahat dan alat lainnya. Jika terjadi bentrok, pasti menimbulkan korban di pihak penambang dan pihak polisi. (mar)

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kenaikan Harga Cabe, Di Duga Ulah Si Tengkulak

    Kenaikan Harga Cabe, Di Duga Ulah Si Tengkulak

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan: Minggu – minggu terakhir ini beralatan dapur bernama cabe menjadi perhatian. Benda unik berwarna merah ini, sejak awal tahun 2011 menjadi perbincangan masyarakat Kabupaten mandailing Natal ini. Cabe pun jadi ulasan media massa . Pasalnya, rasa pedas yang menyertai rasanya, ternyata berimbas pada harganya yang kian naik di awaltahum 2011 ini. Benda unik yang […]

  • PC PMII Madina Nilai Kapolres Madina Tidak Becus Emban Amanah

    PC PMII Madina Nilai Kapolres Madina Tidak Becus Emban Amanah

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online): puluhan massa Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) seruduk mako Polres Madina meminta Kapolres Madina, AKBP Arie Sofandi Paloh segera melakukan penertiban dan penindakan perusakan lingkungan akibat Pertambangan Tanpa Izin (PETI). Pantauan wartawan, massa PC PMII tiba di Mapolres pukul 15.30 wib, Jum’at (20/06/2025) dikordinatori […]

  • Cabup Harun Mustafa dan Kawan SMA ke Bawaslu Madina untuk Klarifikasi

    Cabup Harun Mustafa dan Kawan SMA ke Bawaslu Madina untuk Klarifikasi

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Calon Bupati (Cabup) nomor urut 1 Kabupaten Mandailing Natal (Madina), H Harun Mustafa Nasution memberikan klarifikasinya atas laporan terhadap dirinya yang dituding memberikan surat keterangan palsu. Dan diketahui tudingan ini didasari oleh penggunaan Ijazah SMA Negeri 1 Panyabungan yang digunakan Harun saat mendaftar ke KPU Madina mencalon Bupati Madina 2025-2030. […]

  • Kerugian Akibat Bencana Alam Madina 212 Miliar Rupiah

    Kerugian Akibat Bencana Alam Madina 212 Miliar Rupiah

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bencana alam yang melanda Kabupaten Mandailing Natal sejauh ini menimbulkan kerugian sekitar Rp 212 miliar. Jumlah ini dimasukkan dalam empat sektor, yakni infrastruktur Rp 90,5 miliar, ekonomi Rp 102,1 miliar, sosial Rp 16,2 miliar, dan perumahan Rp 3,2 miliar serta kerusakan lain-lain senilai Rp 500 juta. Hal itu disampaikan Bupati Madina […]

  • Cedera Berat Pilkada Mandailing Natal

    Cedera Berat Pilkada Mandailing Natal

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Ali Sati Nasution SUATU peristiwa menyedihkan yang tidak dinyana itu telah datang. Keputusan pihak paling berwenang dari pusat telah dimaklumatkan. Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melakukan pemungutan suara ulang di seluruh Mandailing Natal. Terkait masalah Pilkada Juni 2010 lalu. “Telah terjadi pelanggaran terstuktur, sistematis dan massif yang terjadi di […]

  • IBUKU LEBARAN DI SYURGA

    IBUKU LEBARAN DI SYURGA

    • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen Rina Youlida   “Santi, ayo bangun, mari bantu mamak menyiapkan sahur kita, kamu panaskan air di periuk kecil itu supaya masak nasinya lebih cepat”. “iya mak”, jawabku dengan suara lembut sambil mengucek mataku karena masih terasa sangat berat untuk beranjak dari tempat tidurku yang hanya beralas sebuah tikar tipis dari anyaman daun pandan berduri […]

expand_less