Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

KEK Pantai Barat Batu Loncatan Ekonomi Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 2 Agt 2019
  • print Cetak

Irwan Daulay saat berada di Kawasan Ekonomi Khusus Zhenzhen, Cina.

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gagasan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pantai Barat Madina di Kecamatan Batahan dan sekitarnya oleh Bupati Madina Dahlan Nasution dianggap menjadi batu loncatan bagi bangkitnya industrialisasi di Madina.

Itu disampaikan Irwan Daulay, pengamat pembangun Madina, kepada wartawan, Jumat (2/8/2019).

Potensinya sangat besar oleh dukungan Raw Material (bahan baku) yang melimpah, baik berbahan sawit, karet, kopi, hortikultura, hasil laut dan pariwisata.

Begitu juga ketersediaan energy menjadikan kawasan ini akan sangat mungkin berkembang pesat melampaui KEK lainnya di Indonesia.

“Misalnya Sei Mangke yang sejak tahun 2013 yang lalu di-ground breaking sudah mendaptakan komitmen investasi lebih dari 10 triliun Rupiah,” imbuh Irwan yang sudah dua kali ke kawasan KEK Zhenzen, Cina.

Dari data resmi BPS, di tengah-tengah keterpurukan ekonomi bangsa, ternyata Madina secara gradual meningkat porsi industri manufaktur terhadap PDRB, sehingga mampu mempertahankan pertumbuhan di 6 % melampaui pertumbuhan nasional dan regional.

Tantangan yang akan dihadapi nantinya adalah seputar ketersediaan SDM yang bervisi industrial serta lemahnya inovasi oleh perusahaan swasta di sekitarnya dalam upaya menciptakan nilai tambah baru terhadap produknya.

Dan hal ini terus didorong oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah sehingga dalam waktu segera usulan KEK oleh dunia usaha dapat ditindak lanjuti dengan kelahiran Peraturan Pemerintah.

“Terkait SDM yang bervisi idustrial, Pemerintah Madina sudah mulai melakukannya dengan menggandeng beberapa perguruan tinggi yang akan dikolaborasi dalam satu kesatuan tekad membangun Madina dari sektor swasta oleh Public Private University Partnership (PPUP),” jelasnya.

Begitu juga dengan pemerintah daerah dalam tahapan gradual ikut berbenah dalam menyongsong visi industrial ini dengan masuk ke dunia usaha dengan skala penuh berdasar konsep reinventing local government.

“Hal ini membutuhkan perencanaan yang matang dan komprehensif serta membutuhkan dukungan seluruh pihak, terutama pemegang kebijakan dan para pengusaha yang sudah dan sedang berinvestasi di sana,” ujar Irwan.

Irwan Daulay yang saat ini sedang menggeluti dunia usaha, berharap KEK Madina 10 tahun ke depan akan mampu mengubah Madina dalam wajah dan perspektif berbeda, bahwa usaha-usaha keras dan konsisten ternyata mampu melahirkan sejarah besar.

 

Kawasa Ekonomi Khusus

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) adalah kawasan dengan batas tertentu yang tercangkup dalam daerah atau wilayah  untuk menyelenggarakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu.

KEK dikembangkan melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan geoekonomi dan geostrategi dan berfungsi untuk menampung kegiatan industri, ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing internasional.

Pada dasarnya KEK dibentuk untuk membuat lingkungan kondusif bagi akitivitas investasi, ekspor, dan perdagangan guna mendorong laju pertumbuhan ekonomi serta sebagai katalis reformasi ekonomi. Untuk ide ini diinspirasi dari keberhasilan beberapa negara yang lebih dulu mengadopsinya, seperti Cina dan India.

Zhenzhen merupakan daerah di Cina yang menjadi satu dari beberapa KEK di dunia yang berhasil memajukan suatu daerah.

Shenzhen yang semula dusun nelayan, saat ini merupakan daerah tujuan investasi bagi sejumlah perusahaan teknologi tinggi, antara lain Foxconn dan ZTE. Berkat Shenzhen, China kini juga menjadi investor global terbesar kelima di dunia.

Perubahan Zhenzhen dari status dusun nelayan menjadi kawasan industri yang pesat itu, menjadikan gambaran bahwa status daerah Pantai Barat Mandailing Natal terutama Batahan dan sekitarnya juga memiliki peluang yang tinggi menuju kawasan industri pesat.

Dengan laju pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 25,8%, Shenzhen menjadi kota utama di dunia dalam bidang industri, urbanisasi dan modernisasi. Seiring dengan kemajuuan Shenzhen, jumlah penduduknya juga melonjak pesat akibat pertumbuhan lapangan kerja.

Peliput : Dahlan Batubara

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga TBS di Madina Semakin Membaik

    Harga TBS di Madina Semakin Membaik

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus membaik. Dan dalam dua minggu terakhir, harganya kembali mengalami kenaikan Rp50 per kilogramnya dari sebelumnya Rp1.100 menjadi Rp1.150 per kg. Demikian dikatakan Sugeng (37), petani sawit warga Sinunukan, Kecamatan Sinunukan, kepada MedanBisnis, Senin (25/10) di Panyabungan. Disebutkannya, harga jual TBS sebesar Rp1.150 […]

  • Runway Bandara Bukit Malintang 2,5 Km

    Runway Bandara Bukit Malintang 2,5 Km

    • calendar_month Jumat, 5 Jan 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Foto lokasi bandara Mandailing Natal di Bukit Malintang dalam tahap konstruksi lahan. Bandara ini direncanakan memiliki runway sepanjang 2,5 kilometer. Total lahan bandara seluas 100,49 hektar, terdiri dari hibah lahan dari Pemprov  Sumut seluas 24,87 hektare, sedangkan sisanya merupakan lahan masyarakat, yaitu 75,62 hektar yang kini masih tahap proses pembebasan. Foto ini diproduksi dari udara […]

  • Pembangunan jalan tergantung pengawasan

    Pembangunan jalan tergantung pengawasan

    • calendar_month Selasa, 2 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Pembangunan Jalan Hotmix baik proyek Nasional, Provinsi, maupun Kabupaten yang lokasinya berada di Madina tidak pernah berkualitas disebabkan lemahnya pengawasan. Lemahnya pengawasan ini dimulai dari komposisi dari bahan Hotmix berupa campuran batu pecah,apakah ukuranya sudah pas, jumlah aspal yang dimasak. hal tersebut dikatakan anggota Komisi III DPRD Madina, Binsar Nasution, siang ini sembari […]

  • Pembangunan Gedung Markas PMI di Madina Sudah 6 Kali Penganggaran

    Pembangunan Gedung Markas PMI di Madina Sudah 6 Kali Penganggaran

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Komisi III DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus menjalankan fungsi pengawasan nya lewat tinjauan lapangan melihat secara langsung progres pembangunan yang sumber dananya dari APBD Kabupaten untuk tahun 2025. Hari ini Komisi III tinjauan lapangan ke pembangunan gedung Markas PMI ( palang merah indonesia ). Dari data yang di dapat […]

  • Koperasi di Madina Mati Suri

    Koperasi di Madina Mati Suri

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Pasar dan UKM Drs Ansyari Nasution, menyebutkan, koperasi di Madina berjumlah sekitar 450 unit dengan berbagai jenis usaha. Namun, hampir setengahnya mati suri. Sebab, bila ditinjau dari keberadaannya masih banyak koperasi yang tak berjalan sesuai mekanisme. “Jumlahnya banyak, sekitar 450 unit, tetapi pelaksanaannya belum tahu seperti apa. Apakah koperasi itu […]

  • Dihadapan Banggar DPRD Madina, Sekda Akui Kualitas Air RSUD Panyabungan Memprihatinkan

    Dihadapan Banggar DPRD Madina, Sekda Akui Kualitas Air RSUD Panyabungan Memprihatinkan

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online : dihadapan pimpinan dan anggota badan anggaran( Banggar ) DPRD Madina, Plt Sekda Madina Sahnan Pasaribu akui kualitas air RSUD Panyabungan tidak begitu baik karena di ambil dari sungai batang gadis yang saat ini tercemar limbah tambang emas ilegal. “Kebutuhan air di RSUD Panyabungan masih langsung diambil dari sungai batang gadis” Ungkapnya dihadapan […]

expand_less