Kamis, 5 Mar 2026
light_mode

Kelakuan Para Pemuda Membuatku Menangis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 11 Apr 2021
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd
Pemerhati Generasi Muda tinggal di Barus

Hari ini aku termenung melihat para pemuda yang sangat sekuler dan individualis. Bagaimana tidak, banyak dari mereka dalam pergaulannya suka sekali melemparkan kata-kata yang tidak pantas dan tidak layak untuk diucapkan oleh seorang muslim. Kata-kata yang mereka keluarkan itu adalah kata-kata kotor dan menjijikkan. Tetapi hal itu dianggap lumrah dan menjadi bahasa sayang kata mereka. Dan ini semua mereka dapatkan awalnya dari tontonan dan publik figur.

Sungguh sedih sekali hati ini melihat kelakuan para pemuda hari ini. Aku menangis dan tak mampu berkata-kata saat mereka melemparkan semua ucapan itu. Rasanya telingaku panas dan hatiku hancur berkeping-keping sehingga membuatku sedih sekali sampai aku ingin meneteskan air mata jikalau mendengarkan perkataan mereka itu.

Bukan itu saja.

Setiap malam aku juga menyaksikan para anak muda berbaris-baris untuk bermain game online di jembatan dekat rumahku. Mulai dari selesai salat isya sampai tengah malam anak-anak muda itu di sana. Hal ini membuatku termangu dan dalam hatiku bertanya apakah orang tua mereka tidak merasa kehilangan anaknya sehingga tidak mencari mereka. Tetapi kurasa orang tuanya tidak mencarinya sebab setiap malam mereka selalu di sana tanpa pernah absen kecuali jaringan rusak.

Sedih sekali rasanya hati ini. Bagaimana nasib negeri ini ke depannya jika keseharian mereka tak pernah diisi dengan kegiatan yang mendekatkan mereka kepada Allah. Bagaimana para pemuda generasi muslim ini bisa terpaut dengan masjid jika aktivitas mereka selalu jauh dari yang Allah perintahkan. Apakah generasi penerus seperti Al-Fatih akan muncul dari generasi ini? Sungguh ini adalah kemustahilan.

Iya bagaimana lagi ini semua adalah kenyataan yang harus aku dan kita semua hadapi sebab kita hidup dalam sistem kapitalisme-sekuler yang mana semua aturan yang berlaku dalam sistem ini sangat menjauhkan kita dari aturan Allah yang Maha Pencipta dan Pengatur.

Sistem kapitalisme memang menciptakan generasi yang tidak patuh kepada aturan Allah. Karena memang sistem ini memberikan fasilitas kepada umat agar selalu mementingkan kesenangan dunia. Makanya dalam sistem kapitalisme ini lahirlah berbagai macam media dan alat untuk memudahkan umat bermaksiat kepada Allah dan jauh dari aturannya.

Jelaslah sudah sistem kapitalisme ini memang hanya mementingkan keuntungan apa yang didapatkan para kapitalis dengan membuat sesuatu kepada umat. Kalau mendapatkan manfaat dan keuntungan besar maka akan dipublikasikan dan diberikan dengan mudah kepada umat walaupun itu jelas haram. Seperti membuat tontonan dan games online yang tak berfaedah.

Begitulah kenyataan hidup kita sebab tak mau menerapkan sistem Islam kaffah. Sistem Islam kaffah adalah sistem yang berasal dari Allah. Sehingga dengan menerapkan sistem ini maka hidup kita akan bahagia dunia dan akhirat. Sebagaimana yang telah Rasullulah terapkan, diikuti oleh sahabat dan para tabiut tabiin. Islam berjaya 1300 tahun dengan peradaban yang gemilang dan generasi yang luar biasa.

Dan dengan diterapkannya sistem islam kaffah maka generasi penerus seperti Muhammad Al-fatih akan lahir dan membuat para musuh Islam gentar dan ketakutan. Muhammad Al-fatih adalah pemuda yang hidupnya hanya untuk beribadah kepada Allah. Sejak beliau kecil ibunya sudah memberikan maklumat kepadanya tentang bisyaroh Rasulullah mengenai penaklukan Konstantinopel. Muhammad Al-fatih dari kecil sudah diserahkan kepada seorang ulama agar dididik menjadi hamba yang taat kepada Allah dan juga semenjak beliau baligh tidak pernah sekalipun beliau meninggalkan shalat malam. Beliau juga ahli dalam segala bidang ilmu dan menguasai banyak bahasa. Saat umur 19 tahun beliau sudah menjadi Khalifah dan umur 21 tahun beliau sudah menaklukkan Konstantinopel. Muhammad Al-fatih adalah generasi yang lahir dari sistem islam kaffah yang hidupnya hanya untuk Allah saja.

Makanya hari ini kita harus memperjuangkan sistem Islam kaffah untuk tegak kembali agar generasi muda hari ini seperti generasi para terdahulu kita.

Wallahu’alam bishowab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1,3 Juta Guru Sasaran Pelatihan Kurikulum Baru

    1,3 Juta Guru Sasaran Pelatihan Kurikulum Baru

    • calendar_month Senin, 30 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal semakin gencar menjalankan implementasi Kurikulum 2013 tahun depan. Pada tahun kedua pelaksanaan kurikulum anyar itu, Kemendikbud siap melatih 1,3 juta guru di seluruh Indonesia. Supaya tidak kedodoran, mereka melibatkan sejumlah organisasi pendidikan. Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan bahwa organisasi pendidikan yang mereka libatkan bukan sembarang organisasi. Tetapi mereka […]

  • Keselamatan Warga Prioritas Pemkab Madina

    Keselamatan Warga Prioritas Pemkab Madina

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      ​PANTAI BARAT (Mandailing Online) – Keselamatan warga menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) saat bencana banjir dan longsor di tengah intensitas hujan yang tinggi sekitar dua pekan terakhir. ​Hal itu disampaikan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi di hadapan para kepala desa di Kecamatan Batahan dan masyarakat Desa Banjar Aur, Kamis (11/12/ 2025). ​”Karena […]

  • Bapperida buat Aplikasi Baginda Madina sebagai wadah  Lomba Inovasi Antar OPD

    Bapperida buat Aplikasi Baginda Madina sebagai wadah Lomba Inovasi Antar OPD

    • calendar_month Jumat, 4 Agt 2023
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Pada hari kamis tanggal 3 Agustustus Bertempat di Aula Bapperida  Mengadakan pelatihan penggunaan Aplikasi Bagas Data Inovasi Daerah (Baginda Madina) dan juga  sebagai ajang dimulainya  Lomba Inovasi Antar Organisasi Perangkat Daerah. Pada kesempatan ini Kaban Bapperida Birul Walidain, ST Memberi sambutan dan juga memotivasi para pamong inovasi untuk menjadi ajang ini sebagai awal persiapan pada […]

  • Pemkab Madina Optimis Target PAD 700 Juta Sektor Perizinan Terpenuhi

    Pemkab Madina Optimis Target PAD 700 Juta Sektor Perizinan Terpenuhi

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tahun 2016 ini Bagian Perekonomian Pemkab Mandailing Natal memiliki target PAD sebesar 700 juta rupiah dari sektor perizinan HO. Pihak Bagian Perekonomian optimis mampu memenuhi target itu. Sebab, berdasar pengalamannya tahun 2015,  Bagian Perekonomian justru merealisasikannya sebesar 109 % dari target Rp.700 juta. Meski begitu, Pihak Bagian Perekonomian tetap secara rutin […]

  • Oknum Guru PPPK di Natal Jadi Anggota BPD Desa Hutarimbaru

    Oknum Guru PPPK di Natal Jadi Anggota BPD Desa Hutarimbaru

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gempar Alam warga desa Hutarimbaru, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) adalah seorang Guru Pegawai Pemerintah Perjanjian dengan Kerja (PPPK). di SDN 378 Sikara Kara, Kecamatan Natal.selain seorang guru, ternyata ia juga aktif sebagai anggota BPD Desa Hutarimbaru di Kecamatan Panyabungan Timur. Selidik punya selidik ternyata Gempar Alam […]

  • API KEKUASAAN

    API KEKUASAAN

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Askolani Nasution Budayawan/Sutradara   Kalau ada rasa kekuasaan yang bisa dikecap di lidah, saya yakin rasanya asin seperti garam. Sebab, ketika Anda menapakinya selalu butuh jalan yang sulit. Bahkan ketika Anda menggenggamnya, jauh lebih sulut lagi menungganginya. Sekali Anda tergelincir, bukan hanya butuh lima tahunan untuk menaikinya lagi, Anda juga bisa kehilangan seluruh […]

expand_less