Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

KEPEMIMPINAN DAN KETELADANAN

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2015
  • print Cetak

 

Oleh : Pambudi
Mahasiswa STAIM

 

Kata pemimpin selalu jadi bahan diskursus yang sering mengandung polemik berkepanjangan menjelang perhelatan demokrasi terutama suksesi kepemimpinan didaerah. Tentu saja ini sangat beralasan mengingat ekspektasi yang teramat tinggi dari masyarakat terhadap pemimpin masa depan. Pemimpin yang diharapkan kelak mampu membawa perubahan signifikan dalam seluruh lini kehidupan.

Jauh sebelum sosiologi modern berkembang dewasa ini sudah ramai diperbincangkan soal kepemimpinan. Sebelum Mahatma Gandhi berbicara tentang gagasan keteladanan dalam kepemimpinan, Plato telah mengenalkan konsep ”Philosopher Kings” dengan tesis bahwa “pemimpin harus siap menjadi teladan bagi anggotanya”. Kosa kata yang sering didengar untuk mendefinisikan ini dizaman sekarang adalah negarawan.

Seorang negarawan diharuskan memiliki watak yang baik dan senantiasa menjaga citra dirinya dengan melakukan aktivitas-aktivitas yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara (what the statesman is most anxious to produce is a certain moral character in this fellow citizens, namely a disposition to virtue and the performance of virtuous actions). Moechtar Nasution, dalam artikel “Mencari Sosok Negarawan Untuk Masa Depan Madina” menyebut seorang negarawan tersebut memang dituntut untuk bisa menjadi contoh tauladan yang “uswatun khasanah” dan “berahlaqul karimah” sehingga bisa mentransformasikan kebiasan-kebiasan baik  kepada masyarakat.  Negarawan ini juga selalu ditiru, digugu dan diperhatikan masyarakat sepak terjangnya termasuk kehidupan pribadinya. Namun sesungguhnya, ini sangat sulit diwujudkan karena semua sifat, sikap, tingkah laku, perbuatan, ucapan, tindakan seorang pemimpin pasti akan dipantau dan dilihat masyarakat.

Jauh sebelum biografi tokoh pemimpin modern abad ini dikenal, dunia telah mencatat bahwa Nabi Muhammad SAW sukses memberikan keteladanan sebagai seorang pemimpin umat yang memerangi jahiliyah dan kemudian membangun masyarakat madani. Beliau mengajarkan definisi kepemimpinan yang sarat dengan pesan moral yakni siddiq, amanah, tabliq dan fathonah. Teori kepemimpinan ini hingga dekade sekarang masih diakui sebagai yang terbaik.

 Usai menjalani ”kehidupan baru” selepas dari penjara, Bung Karno pernah menyatakan “seorang pemimpin tidak akan berubah karena hukuman, Saya masuk penjara demi untuk memperjuangkan kemerdekaan. Dan saya meninggalkan penjara juga untuk tujuan yang sama yaitu demi  memperjuangkan kemerdekaan,”. Dikatakannya, ketetapan hati dan keteguhan iman adalah salah satu syarat yang pokok untuk menjadi seorang pemimpin. Bung Hatta juga mengatakan hal yang sama jika pemimpin tidak memiliki moral yang kuat dan setegar baja, maka dipastikan pemimpin tersebut tidak akan dapat memenuhi kewajibannya.

Seorang pemimpin memang diharuskan memiliki kelebihan diatas rata-rata. Harus lebih cerdas, lebih percaya diri, dan lebih bermoral. Singkatnya lebih baik dibanding warga masyarakatnya. Namun bagi sosiolog Universitas Indonesia, Prof. Imam Prasojo justru sangat mengkhawatirkan dimasa mendatang bangsa Indonesia lebih banyak memiliki kepemimpinan “kerumunan” daripada kepemimpinan berbasis moral. Pemimpin kelas ini jelas Prasojo muncul dari ”kerumunan” tanpa memiliki rekam jejak yang jelas. Guru bangsa Nurcholis Madjid atau akrab dipanggil Cak Nur juga tak henti untuk selalu mengingatkan tentang pentingnya   menegakkan standar moral suatu bangsa. Dalam analisa Cak Nur, lemahnya standar moral inilah yang menyebabkan bangsa  Indonesia menjadi salah satu pengisi halaman belakang Asia Timur. Ditinggalkan oleh negara-negara tetangga yang sudah berkembang menjadi negara maju. Dan penyebabnya lanjut Cak Nur adalah etos kerja pemimpin yang lembek dan sarat korupsi yang menggurita.

 Sumber malapetaka ini terjadi karena kelemahan pemimpin dalam pengelolaan ekonomi serta urusan pemerintahan dan kekuasaan. Bung Hatta sungguh sangat tidak suka, bila rakyat dikondisikan membeo pemimpin konon lagi menjadi obyek tipu daya penguasa. Jika rakyat dalam kondisi menyedihkan semacam ini, Bung Hatta meramalkan walaupun Indonesia sudah merdeka, rakyat tetap tertindas oleh yang berkuasa.

            Seorang pemimpin yang baik sebagaimana yang dicita-citakan Bung Hatta adalah pemimpin yang mendidik rakyatnya menjadi cerdas, ingin mensejahterakan hidup rakyatnya lewat perbaikan ekonomi, dia tidak ingin melihat kondisi masyarakatnya terpuruk karena kemiskinan dan kebodohan, dan dia ingin masyarakatnya bukan hanya cerdas otaknya, tetapi juga cerdas hidupnya, tahu akan harkat dan martabatnya, tidak rendah serta berkarakter yang kuat.

Pemimpin yang mampu memberikan pesona hidup dan mencurahkan amanah yang diembannya untuk membahagiakan rakyat. Seorang pemimpin yang tahu penderitaan rakyat serta mampu memberikan kesejahteraan dan pencerdasan. Mampu mewarisi aroma harum sepanjang masa bagi generasi mendatang.

Oleh karena itu, tugas pemimpin yang utama dan pertama adalah memperbaiki dirinya sendiri. Jika ia sudah menjadi orang yang amanah, adil, jujur,cerdas, dan sanggup mencintai semua, artinya sudah berhasil memperbaiki dirinya sendiri, maka pemimpin itu telah  berhasil menjadi tauladan, dan akhirnya kepemimpinannya akan berhasil pula. Ibn Umar. R.A berkata  “saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang pemimpin akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang isteri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggungjawab dan tugasnya. Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan jawab) darihal hal yang dipimpinnya. (HR. Bukhari Muslim)”

Beban memimpin itu memang berat, akan tetapi jika sifat siddiq, amanah, tabliq dan fathonah berhasil diaplikasikan dalam kepemimpinan maka kesuksesan memimpin insha Allah akan bisa terealisasi. Dan ini mengartikan bahwa kemungkinan besar impian masyarakat akan semaksimal mungkin diperjuangkan sekaligus diwujudkan. Semoga.

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Gagal Tertibkan Penambang Liar

    Pemkab Madina Gagal Tertibkan Penambang Liar

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Meski menimbulkan protes dari masyarakat, namun pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sepertinya ‘membiarkan’ tambang emas tradisional liar itu beroperasi. Soalnya, penambang masih melakukan aktivitasnya di lokasi tambang. Informasi dihimpun METRO, Senin (14/2) dari sejumlah warga, tambang emas masih sulit dihentikan kegiatannya karena beberapa warga sudah menikmati hasil dari tambang tersebut. Disusul dana penertiban penambang […]

  • MERDEKA DI DEPAN ALGORITMA

    MERDEKA DI DEPAN ALGORITMA

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Moechtar Nasution
    • 0Komentar

      Oleh: Moechtar Nasution* Penggiat GEREP INSTITUTE (Pusat Kajian Madina)   Pendahuluan Setiap fajar menyingsing hal pertama yang mengetuk kesadaran kita bukanlah derit pintu yang dibuka melainkan membuka telpon selular. Sesuatu yang intim telah berpindah, seakan-akan telepon selular itulah yang menemani malam hingga azan subuh memecah sunyi. Kita hidup di dalam dunia di mana hasrat, […]

  • Pemkab Madina Raih UHC Award 2026 

    Pemkab Madina Raih UHC Award 2026 

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menerima Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 Kategori Madya yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/2/2026). Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution. Selain Madina ada 31 provinsi dan 397 kabupaten/kota se-Indonesia yang turut diundang atas pencapaian serupa. Penghargaan ini […]

  • Konten Debat Publik Hilang dari Youtube KPU Madina

    Konten Debat Publik Hilang dari Youtube KPU Madina

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Link chanel youtube Satker KPU Mandailing Natal (Madina) yang menyiarkan debat publik Pilkada Madina 2024 di Hall Sapadia Hotel Gunungtua, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) pada Kamis (14/11/2024) malam, sempat tak bisa diakses publik. Kalaupun bisa diakses, kontennya hanya persiapan panitia. Sedangkan acara debatnya tidak ada. Pada Jumat (15/11/2024) malam, link yang […]

  • Meriahkan HUT Madina Panyabungan Timur Ikuti Beberapa Perlombaan

    Meriahkan HUT Madina Panyabungan Timur Ikuti Beberapa Perlombaan

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)  –  Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kabupaten Mandailing Natal yang ke 17, Kecamatan Panyabungan Timur mengikuti beberapa even perlombaan di tingkat Kabupaten demikian dikatakan  Camat Panyabungan Timur melalui Sekretaris Kecamatan Akhiruddin Batubara SE kepada Mandailing online Jumat, (4/3). “ Untuk memeriahkan Hari Ulang tahun Madina yang ke 17 Kecamatan Panyabungan Timur […]

  • Pelajaran “Markobar” Wajib Dimasukkan ke Dalam Muatan Lokal

    Pelajaran “Markobar” Wajib Dimasukkan ke Dalam Muatan Lokal

    • calendar_month Kamis, 24 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Markobar atau marhata-hata wajib dimasukkan ke dalam muatan lokal pendidikan formal untuk tingkat SLTP dan SLTA di Mandailing Natal. Sebab, belakangan ini warga Mandailing yang pandai markobar hanya tinggal sedikit, sedangkan di sisi lain markobar merupakan satu item penting dalam sistem sosial di Mandailing. Markobar adalah kegiatan menyampaikan ucapan-ucapan di forum […]

expand_less