Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Khofifah: BKKBN Harus Miliki Manajemen Kependudukan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Jul 2011
  • print Cetak


Medan,
Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara harus memiliki manajemen kependudukan dan membahasnya secara komprehensif. Hal ini bertujuan dalam mengantisipasi terjadinya ledakan penduduk di Indonesia.

“Ledakan penduduk tidak bisa dianggap main-main, karena jumlah penduduk sudah tidak seimbang dengan lapangan pekerjaan yang ada. Harus ada manajemen kependudukan dan dibahas secara komprehensif,” ungkap Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nadhatul Ulama Khofifah Indar Parawansa dalam seminar sehari Analisis Dampak Kependudukan kerjasama BKKBN dengan mitra kerja di Hotel Madani Medan, Senin (25/07/2011).

Selama ini, menurut Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan (PP) itu, belum ada perspektif yang sama mengenai UU Kependudukan. Buktinya, masih banyak penduduk di Indonesia yang berada dibawah kemiskinan, karena kualitas penduduk yang masih rendah.

“Problem besar di Indonesia adalah masih soal kemiskinan, karena memang belum ada perspektif yang sama mengenai UU kependudukan. Instansi terkait, terutama BKKBN harus punya program membangun penduduk yang lebih berkualitas dan penduduk yang berkualitas akan lebih kompetitif,” tuturnya.

Untuk itu lanjutnya, BKKBN perlu mengadvokasi pemerintah daerah dan panitia anggaran DPRD dalam mensukseskan pembangunan penduduk yang lebih berkualitas. Hal itu penting, karena ada kaitannya dengan pencapaian target MdGS Tahun 2015.

”Program MdGS seperti, memberantas kemiskinan dan kelaparan, mencapai pendidikan dasar, mempromosikan kesetaraan gender, mengurangi jumlah kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV AIDS, penyakit malaria dan penyakit lain, menjamin kelstarian lingkungan dan mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan bisa terwujud apabila penduduk Indonesia memiliki kualitas pengetahuan dan kesehatan,” jelasnya.

Menurutnya, sulit membandingkan BKKBN zaman reformasi dan orde baru. “Kalau dulu, sewaktu saya masih berada di kabinet, dari APBN yang ada, untuk alat kontrasepsi hanya dialokasikan 15 persen dari kebutuhan. Saya sudah ambil posisi bagaimana menutupi 85 persen lagi, makanya harus dilakukan program ketuk pintu dan akhirnya secara bergilir mereka ingin mendapat keyakinan bahwa anggarannya memang tak cukup. Tapi, sekarang saya tidak dengar ada program ketuk pintu itu,” ujarnya.

Dari sisi muslimat, Khofifah memandang, perlu ada sosialisasi mengenai latihan pranikah kepada pasangan yang akan menikah. Tidak hanya dari Kementerian Agama dan lembaga yang berhubungan dengan agama, namun BKKBN juga punya peran penting dalam hal pembangunan keluarga berkualitas. Dia menilai, selama ini latihan pranikah tidak professional, karena masih banyak gugatan cerai yang datang dari isteri kepada suaminya.

“Angka gugatan cerai dari isteri 65 persen keatas dan itu justeru mayoritas dari umat Islam. Hal itu mungkin karena proses adaptasi (latihan pranikah) hanya1hari, bahkan sering tidak dilakukan, sementara umat Kristen proses pranikahnya 60 hari. Kalau gugatan cerai dilakukan perempuan yang perlu dipertanyakan laki-laki bagaimana memperkuat keutuhan keluarganya. Karena gugatan cerai dikarenaka persoalan ekonomi, selingkuh dan dari 13 item yang menyebabkan perceraian adalah perbedaaan afiliasi politik,” katanya.

PBB saja lanjut Khofifah, memiliki struktur dimana salah satu struktur punya staf ahli khusus keluarga. Hal itu karena PBB melihat bahwa keluarga dianggap sangat pentign. BKKBN salah satunya harus fokus pada pembangunan keluarga menuju keluarga berkualitas. “Untuk itu, latihan pranikah perlu dioptimalkan, BKKBN harus kerjasama dengan kemenag,” ujarnya.

Kepala BKKBN Sumatera Utara Nofrijal mengaku, akan terus berupaya mengatasi ledakan penduduk di Sumatera Utara melalui sosialisasi dan penyuluhan program KB kepada pasangan usia subur. Selain itu meningakatan peran pemuda, pemerataan akses pelayanan dan peningkatan kualitas pelayanan. (BS-021)
Sumber : beritasumut.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musim Tanam Padi Tiba, PUPR Madina Bersihkan Saluran Irigasi Skunder

    Musim Tanam Padi Tiba, PUPR Madina Bersihkan Saluran Irigasi Skunder

    • calendar_month Rabu, 11 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mandailing Natal Elpianti Harahap, S.T mengatakan persoalan berkurangnya air irigasi untuk lahan pertanian akan berdampak luas dan rente dan akhirnya menurun produk pertanian berupa gabah dan naiknnya harga beras. ” Semua itu satu kesatuan yang tidak terpisahkan antara tersediannya air yang cukup, pupuk, pengelolaan lahan pertanian […]

  • Ketua Fraksi Gerindra Dukung Insentif Layanan Keagamaan dari APBDesa

    Ketua Fraksi Gerindra Dukung Insentif Layanan Keagamaan dari APBDesa

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengalihan sumber bantuan insentif layanan keagamaan di desa dari APBD Kabupaten ke APBDesa dinilai tidak masalah di tengah keterbatasan anggaran daerah akibat covid-19. Itu dikatakan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Madina, Suhandi, Sabtu (28/11/2021) menyikapi kebijakan Pemkab Madina itu. Untuk tahun 2022, Pemkab Madina akan mengalihkan sumber dana bantuan insentif guru MDTA, […]

  • Sengketa lahan di Paluta ricuh

    Sengketa lahan di Paluta ricuh

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    GUNUNGTUA – Terkait sengketa lahan yang terjadi antara warga dengan PT Wonorejo Perdana di Ujung Gading, Kecamatan Simangambat Kabupaten Padanglawas Utara yang tak kunjung tuntas berujung kemarahan massa. Satu unit alat berat milik perusahaan PT Wonorejo Perdana dibakar massa, setelah buldozer tersebut melakukan perusakan lahan sawit masyarakat sehingga warga mengamuk. Dari peristiwa itu, empat warga […]

  • Kuasa Hukum Ali Makmur Nasution Ajukan PK, Minta Eksekusi Ditunda

    Kuasa Hukum Ali Makmur Nasution Ajukan PK, Minta Eksekusi Ditunda

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kuasa hukum Ali Makmur Nasution, Elsa Syarif meminta Kejaksaan Negeri Panyabungan menunda eksekusi hukuman terhadap Ali Makmur Nasution yang divonsi 2 tahun penjara oleh Mahkamah Agung. Permintaan penundaan eksekusi tersebut dikirim melalui surat nomor 012/ESL/1/2014 tanggal 20 Januari 2014. Sementara itu, Kajari Panyabungan, Satimin, SH melalui Kasi Intel, Muhammad Yusuf, SH […]

  • Rusia Sebut Negara Barat Bak “Monyet Bergranat”

    Rusia Sebut Negara Barat Bak “Monyet Bergranat”

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    KOMENTAR pedas dilontarkan Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin terkait kebijakan negara-negara Barat terhadap dunia Islam. Ia menyebut Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya itu telah bertingkah layaknya “monyet bergranat”. “Sikap Barat terhadap dunia Islam seperti seekor monyet yang membawa granat” tulis Rogozin di akun Twitter miliknya, Selasa (27/8). Pernyataan keras ini dilontarkan seiring menguatnya ancaman intevensi […]

  • IMAMI Indonesia Kunjungi Paya Bulan

    IMAMI Indonesia Kunjungi Paya Bulan

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Ikatan Masyarakat Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI), Selasa, 02 Desember 2014  mengunjungi tempat wisata Payabulan, Desa Maga Lombang, Kec.Lembah Sorik Marapi, Mandailing Natal. Selain menikmati indahnya alam pegunungan rombongan ini juga sempat mengabadikannya dalam foto bersama.(hol)

expand_less