Kamis, 5 Mar 2026
light_mode

KOPI UNTUK KITA, KITA UNTUK INDONESIA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 1 Jun 2018
  • print Cetak

Peningkatan Permintaan Kopi Domestik dan Kemajuan Agribisnis Kopi Indonesia

Oleh : Sonitia V. Sinaga
Mahasiswa Pascasarjana Agribisnis IPB

Sonitia V. Sinaga

 

Kopi merupakan 10 besar komoditi andalan ekspor pertanian Indonesia. Produksi kopi Indonesia pada tahun 2017 sebesar 666.000 ton.Berdasarkan data BPS, pada tahun 2017 kopi menghasilkan nilai ekspor sebesar US$ 1.037,2 juta atau 33,67 % dari total ekspor komoditi pertanian Indonesia. Negara tujuan ekspor terbesar kopi Indonesia adalah AS, Jerman, Malaysia dan Italy.

Produksi kopi Indonesia dari tahun ke tahun cenderung stagnan, hal ini dikarenakan kebanyakan perkebunan kopi Indonesia dibudidayakan oleh para petani skala kecil yang memiliki luas lahan relatif kecil sekitar 1-2 hektar.Petani skala kecil dengan modal terbatas sulit untuk melakukan perawatan yang maksimal pada perkebunan kopinya sehingga menemukan lebih banyak kesulitan untuk menjaga volume produksi dan kualitas yang stabil. Selain itu, banyak juga petani tidak melakukan peremajaan pada tanaman kopinya mengakibatkan produktivitas kopi kecil.

Kurangnya motivasi petani kopi Indonesia juga penyebab rendahnya kualitas. Petani takut kehilangan penerimaan saat melakukan peremejaan. Saat melakukan peremajaan diperlukan modal yang cukup besar untuk penggantian tanaman serta petani akan kehilangan tanaman kopi tua yang sudah menghasilkan sebelumnya meski produktivitasnya rendah. Keuntungan yang didapatkan petani saat melakukan peremajaan akanlebih kecil dibandingkan dengan tidak melakukan peremajaan karena besarnya pengeluaran melakukan peremajaan. Namun hal ini terjadi dalam jangka pendek, dimasa depan tentunya petani akan mendapatkan keuntungan yang lebih baik lagi. Hal ini berlawanan dengan pesaing seperti Vietnam, dimana usahatani kopi di Vietnam memiliki produktivitas kopi serta kepemilikan lahan petani kopi yang lebih besar dibanding Indonesia. Hal ini menyebabkan Indonesia dikalahkan oleh vietnam sebagai produsen kopi.

Dari total produksi kopi Indonesia sebesar 67% diekspor dan hanya 33% menjadi konsumsi dalam negeri. AEKI mencatat bahwa konsumsi kopi per kapita penduduk Indonesia 800 gr/thn, angka ini sangat kecil bila dibandingkan negara lain seperti Finlandia 11,4 kg/thn, Austria 7,6 kg/thn, AS 4,3 kg/thn,  Jepang 3,4 kg/thn. Ekspor kopi Indonesia saat ini sebagian besar masih dalam bentuk green bean (biji kopi hijau). Penjualan kopi dalam bentuk green bean (biji kopi hijau) hanya memberikan nilai tambah yang kecil bagi petani dan negara. Harga kopi dalam bentuk biji lebih murah dibandingkan bentuk bubuk kopi.

Ekspor kopi tentu dapat memberikan devisa negara tetapi jika ekspor hanya dalam bentuk biji tentu saja tidak dapat memberikan peningkatan kesejahteraan petani kopi yang signifikan.  Dalam hal ini peranan konsumen dalam negeri dapat meningkatkan permintaan akan kopi bubuk Indonesia. Tetapi hal ini jika konsumen mengkonsumsi kopi yang diproduksi dalam negeri bukan kopi impor dari negara lain. Kopi bubuk produksi dalam negeri memiliki ragam kualitas mulai dari kopi asalan hingga kopispesialty. Kopi spesialty merupakan kopi dengan kualitas aroma dan rasa premium yang menurut Association of America (SCAA) memiliki nilai cupping test 80 atau lebih dengan skala 100. Kopi bubuk asalan biasa dapat kita temukan di pasaran dan dijual dengan harga yang murah perkilogram. Kopi spesialty memang memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan kopi asalan tetapi dengan kualitas yang lebih baik. Kopi spesialty dapat dibeli di supermarket, langsung didaerah dimana kopi tersebut berasal, melalui media penjualan online maupun di coffee shop.

Saat ini Coffee Shop sudah semakin menjamur hampir diseluruh kota di Indonesia. Hampir setiap Coffee shop menyediakan kopi spesialty dari dalam negeri. Dengan peningkatan permintaan kopi bubuk tentunya nilai tambah kopi akan lebih baik dibandingkan penjualan kopi dalam bentuk biji.Peningkatan nilai tambah ini akan mendorong kemajuan agribisnis kopi di Indonesia. Pemintaan kopi domestik yang meningkat dapat membuat petani kopi kita tidak terlalu bergantung pada ekspor kopi. Seperti saat 2015 harga kopi melemah karena nilai tukar mata uang Brazil menurun tajam terhadap dollar Amerika Serikat.Harga kopi yang melemah tentunya akan mengurangi keuntungan petani kopi.

Kopi Indonesia memiliki cita rasa khas yang berbeda dan unik satu sama lain berdasarkan asal daerahnya dengan kondisi mikro-iklim yang spesifik (curah hujan, paparan cahaya matahari, dan sebagainya). Beberapa kopi yang dimaksud diantaranya adalah Kopi Sumatera yang terdiri dari Kopi Aceh Gayo, Aceh Ulee Kareeng, Kopi Solong, Kopi Mandheling, Kopi Lintong, Kopi Sidikalang, Kopi Kerinci Padang, Kopi Bengkulu, Kopi Robusta Lampung dan sebagainya. Lalu ada juga kopi dari beberapa daerah lainnya seperti Kopi Jawa Preanger, Kopi Toraja, Kopi Bali Kintamani, Kopi Flores Bajawa, Kopi Papua Wamena, dan Kopi Papua Moanemani.

Berdasarkan hasil penelitian, mengkonsumsi kopi 3-5 cangkir per hari dapat mengurangi resiko penyakit diabetes melitus type 2, alzheimer, parkinson dan jantung koloner. Oleh karena itu alangkah baiknya jika kita mulai membiasakan meminum kopi. Selain mendapatkan manfaat kesehatan juga dapat mendorong kemajuan agribisnis kopi Indonesia. Kemajuan agribisnis kopi Indonesia pada akhirnya dapat memotivasi petani untuk melakukan peremajaan pada tanaman kopi tua serta menghasilkan kopi yang berkualitas, meningkatkan kesejahteraan petani, meningkatkan lowongan kerja serta mendorong kemajuan perekonomian  Indonesia. Sudahkah anda minum kopi hari ini?***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Madina Janji Bongkar Kasus Dugaan Money Politic Pilkada Sampai Tuntas

    Polres Madina Janji Bongkar Kasus Dugaan Money Politic Pilkada Sampai Tuntas

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) – Polres Mandailing Natal berjanji membongkar kasus ada atau tidaknya kasus dugaan money politic pada Pilkada Madina 2015. Demikian dikatakan Kasat Reskrim Kapolres Mandailing Natal AKBP Andry Setiawan Sik melalui Kasat Reskrim Polres Madina AKP Hendro S,SH ketika menerima unjuk rasa dari Aliansi Masyarakat Madina Peduli Pilkada Bersih (AMMPPB) di halaman […]

  • Pemkab Tapteng Buka Pendaftaran CPNS

    Pemkab Tapteng Buka Pendaftaran CPNS

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    TAPTENG, – Pemkab Tapanuli Tengah mengumumkan secara resmi formasi penerimaan CPNS di lingkungan itu, Kamis (26/9). Pengumuman resmi penerimaan CPNS itu berdasarkan surat Bupati Tapteng dengan nomor 00/2760/BKD/2013, tertanggal 24 September 2013 yang ditandatangani langsung oleh Bupati Raja Bonaran Situmeang. Tahun ini, pemkab menerima 110 orang. 104 orang dari pelamar umum, 6 orang tamatan SMA […]

  • Polri Bina Hacker Peretas Situs Presiden

    Polri Bina Hacker Peretas Situs Presiden

    • calendar_month Rabu, 6 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO)  – Masih ingat ‘Jember Hacker’ Wildan Yani Ashari? Aksi pemuda berusia 22 tahun asal Jember mengusili situs presidenSBY.info berbuah penahanan oleh Polri. Lulusan SMK Bangunan ini pun disidik atas tindakan usilnya itu. Sejak akhir Januari lalu, dia mendekam di tahanan Polri. ”Saat ini sedang tahap penyelesaian perkara,” jelas Direktur Eksus Mabes Polri Brigjen […]

  • Anggota Badan Pemangku Adat Mandailing Julu Protes Dukungan Untuk Dahlan

    Anggota Badan Pemangku Adat Mandailing Julu Protes Dukungan Untuk Dahlan

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Sejumlah angota Badan Pemangku Adat Mandailing Julu memprotes keras pimpinan lembaga itu karena telah mengarahkan lembaga untuk mendukung calon bupati Dahlan Hasan Nasution di Pilkada Madina. “Ini lembaga bukan bisa dibawa-bawa dukung mendukung calon, sebab ini lembaga adat bukan lembaga politik,” kata seorang anggota Badan Pemangku Adat Mandailing Julu bermarga […]

  • Pemda se Tabagsel Teken Komitmen dengan KPK

    Pemda se Tabagsel Teken Komitmen dengan KPK

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK (Mandailing Online) – Bupati/Walikota beserta wakil masing-masing menadatangani komitmen bersama KPK. Komitmen itu berupa pencegahan korupsi di daerahnya masing-masing. Dari Mandailing Natal (Madina) ikut meneken adalah bupati Ja’far Sukhairi Nasution dan wakil bupati Atika Azmi Utammi Nasution. Penandatangan itu berlangsung dalam Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Pemerintahan Kabupaten/Kota Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan, Tapanuli Tengah, […]

  • Oji Ganding Batal Dilantik

    Oji Ganding Batal Dilantik

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – 39 orang dilantik dan diambil sumpahnya menjadi anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) priode 2014-2019 hasil Pemilu 2014 pada rapat paripurna istimewa di gedung DPRD Madina, Selasa (2/9/2014). Sejatinya jumlah yang dilantik sebanyak 40 orang, namun Ali Makmur Nasution alias Oji Ganding tidak bisa hadir. Informasi di gedung dewan menyebutkan bahwa Oji […]

expand_less