Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Korban Pelecehan Seks di Timur Tengah, Puluhan Anak TKW Dibuang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
  • print Cetak


JAKARTA, Banyak tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di Arab Saudi menjadi korban pelecehan atau kekerasan seksual, juga melakukan hubungan gelap dengan majikan. Mereka harus menanggung aib, mengandung anak hasil perbuatan haram. Saat mereka pulang ke Indonesia, TKW yang bermasalah itu menjadi kebingungan dengan anak yang dibawanya. Apalagi, ada dari mereka yang telah mempunyai suami di kampung halaman.
Sehingga mereka terpaksa mengambil jalan pintas dengan menyerahkan anak-anak tersebut kepada orang lain. Mereka tidak mau aibnya diketahui keluarga dan dipusingkan dengan status anak tersebut kalau sudah besar. Salah satu, orang yang telah menampung anak-anak dari TKW yang pulang dari Arab Saudi adalah Hj Herlina, 52. Istri dari H Cecep Iwan S, pensiunan pegawai DAMRI ini mengaku telah mengangkat 22 anak TKW menjadi anak angkatnya.
Hj Herlina menuturkan pertama kali mendapatkan anak dari TKW yang baru pulang dari Arab Saudi. Waktu itu, tengah menjaga kantin di tempat pemulangan TKW dan kedatangan seorang TKW yang baru pulang dari Arab Saudi. Dirinya setengah tidak percaya, saat perempuan itu mengatakan mau memberikan anaknya. Alasannya, anak tersebut kalau dibawa pulang akan menjadi masalah, karena dirinya sudah punya suami di kampung. Sehingga akan membuat aib bagi keluarga.
Awalnya sempat ragu untuk menerima, tetapi begitu melihat anak yang tidak berdosa perasaannya menjadi iba dan trenyuh. “Sebagai seorang ibu rasanya tidak tega, melihat anak yang masih kecil dan tidak tahu apa-apa harus ditelantarkan. Sehingga saya mau menerima anak itu dan diasuh seperti anak sendiri dan dijadikan anak angkat. Anak-anak itu di akte kelahiran tertulis sebagai anak saya,” jelas ibu lima anak ini.
22 ANAK
Sejak itu, Hj Herlinapun tergerak hatinya dan berketetapan menampung anak-anak dari TKW yang pulang dari kawasan Timur Tengah yang bermasalah. Hingga saat ini, ada 22 anak yang menjadi anak angkatnya dan diasuh seperti anaknya sendiri. Sebanyak 10 balita anak ditempatkan di rumahnya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, dan 12 anak ada di Cirebon. Anak yang diasuhnya itu ada yang berumur 40 hari atau masih orok hingga sudah 13 tahun. “Mereka sudah saya anggap anak sendiri, kalaupun ada yang mau adopsi tidak akan saya kasih. Biar saya mengasuh dan mendidiknya sehingga menjadi anak yang berguna bagi agama, bangsa dan negara,” ujarnya.
Keseriusan nenek dari empat cucu untuk mengasuh anak-anak angkatnya tersebut, dibuktikan dengan adanya 12 pembantu yang mengasuh mereka di rumahnya. Dimana satu anak diasuh satu pembantu, sedangkan kalau mulai besar satu pembantu mengasuh dua anak. Mereka juga disekolahkan dan diajarkan mengaji dengan memanggil guru ngaji ke rumahnya. Termasuk juga di-pangilkan guru les untuk memberi pelajaran tambahan. Sehingga anak-anak angkatnya mendapatkan bekal pengetahuan agama dan pendidikan.
BIAYAI SENDIRI
Diakuinya, biaya untuk mengasuh anak-anak angkat itu sangat besar, tetapi Herlina tetap tidak mau menerima sumbangan dari pihak lain. Bahkan pernah pihak Departemen Sosial akan membantu, namun ditolaknya. Dia berkeyakinan Yang Maha Kuasa akan memberikan rezeki banyak sehingga bisa membiayai anak-anak angkatnya hingga besar nanti.
Suami dan anak-anak saya tidak ada yang keberatan, mereka sangat mendukung dan menganggap anak-anak itu sebagai anak sendiri dan saudara,” katanya.
Dia hanya berharap agar, usaha membuka kantin di tempat pemulangan TKW di Bandara Soekarno Hatta terus berjalan. Sehingga hasilnya bisa untuk membiayai anak-anak angkatnya yang masih membutuhkan biaya besar.
TAK DIJENGUK
Puluhan TKW yang telah membuang anak tersebut tak pernah sekalipun menengok darah dagingnya sendiri. “Ya saya tidak tahu kenapa mereka tidak pernah nengokin atau jenguk anak sendiri,” ujar Herlina.(PK/x)
Sumber : Sib

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perampokan Dengan Senpi Terjadi Saat Pilkada di Deliserdang

    Perampokan Dengan Senpi Terjadi Saat Pilkada di Deliserdang

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUK PAKAM (mandailing Online) – Aksi perampokan dengan senjata api terjadi di SPBU 14.203 1188 Desa Pasar Miring Kecamatan Pagar Merbau Deliserdang, Rabu, (23/10/2013) malam. Peristiwa itu terjadi disaat Pilkada sedang berlangsung di Deliserdang. Dua orang pelaku melakukan aksi perampokan disaat hujan sedang turun sehingga suasana disekitar lokasi sedang sepi. Kapolsek Pagar Merbau, HB Simaremare […]

  • Siapa Bilang “Sekda Planga Plongo” dan “Bupati Keong”? (bagian 1 dari 3 tulisan)

    Siapa Bilang “Sekda Planga Plongo” dan “Bupati Keong”? (bagian 1 dari 3 tulisan)

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MELACAK ARAH CAP “SEKDA PLANGA-PLONGO” DAN “BUPATI KEONG” Oleh: Tim Peci Manajemen   Dalam beberapa hari terakhir dunia maya khsusnya di facebook muncul postingan yang mengkritisi pemerintah daerah. Bentuk kritiknya berupa simbol dan sifat tertentu terhadap figur bupati dan sekda. Lantas bagaimana menyikapi topik-topik ini?   Ketika Kritik Berubah Menjadi Simbol Politik Dalam politik, kritik […]

  • Tak Tersentuh Polri dan TNI, ada Dugaan Kuat Tambang Emas Ilegal Rantobi Dibekingi

    Tak Tersentuh Polri dan TNI, ada Dugaan Kuat Tambang Emas Ilegal Rantobi Dibekingi

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal ( Mandailing Online ): aktifitas penambang emas ilegal di Desa Rantobi Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara tak henti beroperasi. Aktifitas penambangan yang beroperasi di daerah aliran sungai batang natal itu terpantau pada dini hari tadi senin 5/1/2026  sedang beroperasi. Memang aktifitas penambangan ini jelas terlihat dari jalan raya lintas pantai barat. […]

  • Tekan Inflasi Gubsu Salurkan Saprodi ke Petani

    Tekan Inflasi Gubsu Salurkan Saprodi ke Petani

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Guna menekan inflasi, 10 kelompok tani yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendapat perhatian khusus dari Pj. Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Agus Fatoni. Perhatian itu diwujudkan dengan pemberian bantuan bibit bawang merah, pupuk organik, dan pupuk cair. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Adri Nasution dari Dinas […]

  • Haji dan HAM

    Haji dan HAM

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Ibadah haji yang dilaksanakan umat Islam setiap tahun, sungguh sarat dengan nilai-nilai moral univerasal, terutama nilai-nilai HAM. Ritual haji yang melibatkan empat arsitek kemanusiaan teladan (Adam, Ibrahim, Ismail, dan Muhammad SAW.) merefleksikan evolusi hidup manusia. Setiap evolusi hidup manusia pada dasarnya adalah belajar tentang HAM. Memakai pakaian ihram mengharuskan manusia belajar menegakkan keadilan, persamaan, dan […]

  • Pertemuan Segitiga Bupati Madina, DPRD Madina, PT.SMGP Berbuntut Panjang

    Pertemuan Segitiga Bupati Madina, DPRD Madina, PT.SMGP Berbuntut Panjang

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pertemuan segi tiga antara Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, Wakil Ketua DPRD Madina Ja’far Sukheri Nasution dengan Direktur PT.SMGP (Sorik Merapi Geothermal Power) Peter Hobart yang berlokasi di salah satu tempat di Madina pada 10 Oktober 2014 lalu berbuntut panjang. Pasalnya pimpinan DPRD Madina, kamis (27/11) mulai mempertanyakan legalitas kehadiran […]

expand_less