Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Korban Pelecehan Seks di Timur Tengah, Puluhan Anak TKW Dibuang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
  • print Cetak


JAKARTA, Banyak tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di Arab Saudi menjadi korban pelecehan atau kekerasan seksual, juga melakukan hubungan gelap dengan majikan. Mereka harus menanggung aib, mengandung anak hasil perbuatan haram. Saat mereka pulang ke Indonesia, TKW yang bermasalah itu menjadi kebingungan dengan anak yang dibawanya. Apalagi, ada dari mereka yang telah mempunyai suami di kampung halaman.
Sehingga mereka terpaksa mengambil jalan pintas dengan menyerahkan anak-anak tersebut kepada orang lain. Mereka tidak mau aibnya diketahui keluarga dan dipusingkan dengan status anak tersebut kalau sudah besar. Salah satu, orang yang telah menampung anak-anak dari TKW yang pulang dari Arab Saudi adalah Hj Herlina, 52. Istri dari H Cecep Iwan S, pensiunan pegawai DAMRI ini mengaku telah mengangkat 22 anak TKW menjadi anak angkatnya.
Hj Herlina menuturkan pertama kali mendapatkan anak dari TKW yang baru pulang dari Arab Saudi. Waktu itu, tengah menjaga kantin di tempat pemulangan TKW dan kedatangan seorang TKW yang baru pulang dari Arab Saudi. Dirinya setengah tidak percaya, saat perempuan itu mengatakan mau memberikan anaknya. Alasannya, anak tersebut kalau dibawa pulang akan menjadi masalah, karena dirinya sudah punya suami di kampung. Sehingga akan membuat aib bagi keluarga.
Awalnya sempat ragu untuk menerima, tetapi begitu melihat anak yang tidak berdosa perasaannya menjadi iba dan trenyuh. “Sebagai seorang ibu rasanya tidak tega, melihat anak yang masih kecil dan tidak tahu apa-apa harus ditelantarkan. Sehingga saya mau menerima anak itu dan diasuh seperti anak sendiri dan dijadikan anak angkat. Anak-anak itu di akte kelahiran tertulis sebagai anak saya,” jelas ibu lima anak ini.
22 ANAK
Sejak itu, Hj Herlinapun tergerak hatinya dan berketetapan menampung anak-anak dari TKW yang pulang dari kawasan Timur Tengah yang bermasalah. Hingga saat ini, ada 22 anak yang menjadi anak angkatnya dan diasuh seperti anaknya sendiri. Sebanyak 10 balita anak ditempatkan di rumahnya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, dan 12 anak ada di Cirebon. Anak yang diasuhnya itu ada yang berumur 40 hari atau masih orok hingga sudah 13 tahun. “Mereka sudah saya anggap anak sendiri, kalaupun ada yang mau adopsi tidak akan saya kasih. Biar saya mengasuh dan mendidiknya sehingga menjadi anak yang berguna bagi agama, bangsa dan negara,” ujarnya.
Keseriusan nenek dari empat cucu untuk mengasuh anak-anak angkatnya tersebut, dibuktikan dengan adanya 12 pembantu yang mengasuh mereka di rumahnya. Dimana satu anak diasuh satu pembantu, sedangkan kalau mulai besar satu pembantu mengasuh dua anak. Mereka juga disekolahkan dan diajarkan mengaji dengan memanggil guru ngaji ke rumahnya. Termasuk juga di-pangilkan guru les untuk memberi pelajaran tambahan. Sehingga anak-anak angkatnya mendapatkan bekal pengetahuan agama dan pendidikan.
BIAYAI SENDIRI
Diakuinya, biaya untuk mengasuh anak-anak angkat itu sangat besar, tetapi Herlina tetap tidak mau menerima sumbangan dari pihak lain. Bahkan pernah pihak Departemen Sosial akan membantu, namun ditolaknya. Dia berkeyakinan Yang Maha Kuasa akan memberikan rezeki banyak sehingga bisa membiayai anak-anak angkatnya hingga besar nanti.
Suami dan anak-anak saya tidak ada yang keberatan, mereka sangat mendukung dan menganggap anak-anak itu sebagai anak sendiri dan saudara,” katanya.
Dia hanya berharap agar, usaha membuka kantin di tempat pemulangan TKW di Bandara Soekarno Hatta terus berjalan. Sehingga hasilnya bisa untuk membiayai anak-anak angkatnya yang masih membutuhkan biaya besar.
TAK DIJENGUK
Puluhan TKW yang telah membuang anak tersebut tak pernah sekalipun menengok darah dagingnya sendiri. “Ya saya tidak tahu kenapa mereka tidak pernah nengokin atau jenguk anak sendiri,” ujar Herlina.(PK/x)
Sumber : Sib

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014. Ruang I. (Sesi I) Hari :  Kamis, Pukul : 08.00 s/d 10.00 wib Tanggal : 18 Desember 2014   NO.   RUANG UJIAN   NO. PESERTA   NAMA PESERTA 1 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 1 52132001259 WINDA AMELIA 2 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 1 […]

  • “Berkawan” dengan Pers (bagian 2-selesai)

    “Berkawan” dengan Pers (bagian 2-selesai)

    • calendar_month Senin, 4 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Belajar dari Kasus Malintang Pos) Oleh : Muhammad Ludfan Nasution, S.Sos* Bedah “Kasus” Malintang Pos Apakah Malintang Pos termasuk pers oposan bagi Pemkab Madina? Ukuran kuantitatifnya bisa saja mengacu pada perbandingan antara jumlah berita yang mengkritik menggunakan bahasa sarkastis atau sensasional dengan berita yang sekedar informatif (promotif). Namun sejatinya, sekalipun kategori “pers oposan” itu ada, […]

  • Majikan Akui Siksa Sumiati

    Majikan Akui Siksa Sumiati

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    HP Masuk Klausul Pengiriman TKI JAKARTA – Kasus penyiksaan Sumiati binti Salan Mustapa (23), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) di Arab Saudi memasuki babak baru. Dalam pemeriksaan lanjutan, istri majikan Sumiati, Khalid Saleh Mohammad Al Hamimi telah mengakui perbuatan kejinya kepada buruh migran Indonesia itu. “Tersangka mengakui sempat membantah, namun […]

  • Lencana Pancawarsa Harus Akhiri Kevakuman Pramuka

    Lencana Pancawarsa Harus Akhiri Kevakuman Pramuka

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sembilan penggerak pramuka di Mandailing Natal (Madina) memperoleh Tanda Penghargaan Lencana Pancawarsa. Tanda Penghargaan itu berdasar Surat Keputusan Kwartir Daerah Sumatera Utara Nomor 42 Tahun 2021 tentang Penganugerahan Tanda Penghargaan Lencana Pancawarsa tanggal 24 Agustus 2021 ditandatangani Ketua Kwarda Pramuka Sumut, H. Nurdin Lubis, SH.MM. Penyematan dilakukan Asisten II Pemkab […]

  • Sengketa Tanah Ulayat Masyarakat Tapsel-Madina Diimbau Tak Terprovokasi

    Sengketa Tanah Ulayat Masyarakat Tapsel-Madina Diimbau Tak Terprovokasi

    • calendar_month Rabu, 15 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Ketua Dewan Pakar DPP Laskar Merah Putih, Deddy Nasution mengimbau masyarakat Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Mandailing Natal (Madina) jangan mau terprovokasi dalam kaitan berbagai sengketa lahan perkebunan di daerah itu. Seperti dalam persoalan adanya permintaan rakyat di sana agar PT Barumun Raya Padang Langkat mengembalikan tanah ulayat. “Jadi, walau perusahaan tersebut sudah memberikan tanah […]

  • ARAH POLITIK INTELEKTUAL MUDA

    ARAH POLITIK INTELEKTUAL MUDA

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Elvi Hasan, SE Aktivis Peduli Generasi   Pengesahan UU Omnibus Law telah menyentakkan semua pihak terutama para mahasiswa dari tidur panjangnya. Ketukan palu itu seperti suara dentuman gunung Krakatau yang memekakkan telinga yang memalingkan pandangan siapa saja yang selama ini tersibukkan dengan urusan hidupnya. Ancaman itu terasa hingga masuk ke relung hati dan […]

expand_less