Minggu, 8 Mar 2026
light_mode

Jangan ada politisasi berlebihan soal mobil Esemka

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
  • print Cetak

JAKARTA – Anggota DPR dari Fraksi PKS minta dihentikannya pro kontra soal layak tidaknya mobil Esemka sebagai kendaraan dinas pejabat dan jangan ada politisasi berlebihan dari karya inovasi anak-anak bangsa tersebut.

“Mari kita sama-sama apresiasi karya ini dan mendorong pemerintah memfasilitasi pengembangan serta kelayakannya agar terwujud sebagai mobil nasional dan awal dari bangkitnya kemandirian industri otomotif dalam negeri,” ujar Jazuli Juwaini di Jakarta, hari ini.
Ditegaskannya bahwa mobil jenis SUV Esemka tersebut menambah daftar prestasi anak bangsa dalam bidang teknologi, khususnya otomotif. Menurut dia, setelah beberapa jenis mobil produksi nasional muncul dan kemudian tenggelam tak terdengar kabar beritanya, Esemka menjadi angin segar dan seakan mengingatkan kembali akan potensi dan kreativitas bangsa ini. “Apalagi Esemka didisain dan diproduksi oleh siswa SMK yang memiliki modal kecil. Ini menjadi pelajaran untuk para pemangku kebijakan negeri kita. Dengan modal terbatas, siswa SMK mampu merakit mobil seperti itu,” ujarnya.

Mobil Esemka memiliki kandungan lokal 80 persen, dibuat dan dirakit oleh siswa-siswa SMKN 2 Solo, SMKN 5 Solo, dan SMK Warga Solo yang didampingi oleh Kiat Motor, Klaten. Mobil Esemka ini benar-benar murni hasil karya anak-anak Indonesia. Ditegaskannya bahwa pemerintah seharusnya langsung tanggap merespon potensi dan kreativitas anak bangsa ini dan jangan dikorbankan hanya karena kepentingan politik.

Lebih lanjut, anggota DPR RI Dapil Banten ini mengatakan, industri otomotif dalam negeri tidak bangkit-bangkit karena adanya berbagai hambatan terutama di level pengambil kebijakan. “Bisa jadi ada orang-orang yang selama ini menikmati keuntungan merasa terganggu jika industri dalam negeri bangkit,” tuturnya.

Indonesia punya banyak SDM yang pintar dan kreatif serta diakui di dunia internasional. Ia mencontohkan di Honda, Toyota, dan Ford, banyak disainer dan SDM andalannya justru berasal dari Indonesia. “Protonnya Malaysia saja sampai sekarang belum jelas keuntungannya, tapi mobil nasional Malaysia tersebut didukung oleh kebijakan pemerintahnya. Sama seperti Korea dan Jepang, pemerintah Malaysia sangat mendukung kemandirian industri otomotif,” papar Jazuli.

Apabila mobil Esemka itu nantinya akan diproduksi secara massal, ia mengakui, memang membutuhkan uji kelayakan dan keselamatan terlebih dahulu. Tapi, ia menambahkan, hal itu bukan berarti langsung menghentikan dan tidak mengapresiasi produk yang sudah dihasilkan anak-anak berprestasi ini. “Malah pemerintah seharusnya memperbaiki dan memfasilitasi peningkatan kualitas mobil tersebut,” kata Jazuli.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh berjanji akan menghadiahi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono mobil Esemka yang merupakan buatan siswa-siswi SMK di Solo. Itu akan dilakukan Nuh jika semua prosedur uji kelulusan yang diberlakukan terhadap mobil Esemka tuntas dilakukan.

“Tentu harus dipelopori. Saya sendiri harus mempelopori. Kami akan menghadiahi mobil ini jika sudah selesai semua. Kita berikan kepada Presiden, Wakil Presiden. Ini lho contoh yang sudah dihasilkan oleh adik-adik kita,” kata Mendikbud.

Menurut Nuh, kelak mobil Esemka ini akan digunakan oleh Kementerian yang dipimpinnya baik di pusat maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan seluruh Indonesia di daerah.

“Tanpa disuruh saya (gunakan). Karena saya bagian yang neken. Tentu dengan senang hati. Yang membiayai kan kementerian (Kemdikbud). Masa yang membiayai enggak mau pakai,” katanya.

Ia mengatakan, mobil Esemka ini sudah memasuki fase tahun ketiga dan keempat yaitu fase uji. Menurutnya ada sekian banyak fase yang harus dilakukan agar mobil ini layak pakai. Ada pula tahap uji emisi yang sekarang tengah dilakukan. “Harapannya kalau uji emisi itu sudah dilakukan, selesai semua. Maka barulah masuk pada fase komersialisasi,” kata dia.(waspada)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fraksi Golkar : Bupati Harusnya Mencopot Tersangka Koruptor

    Fraksi Golkar : Bupati Harusnya Mencopot Tersangka Koruptor

    • calendar_month Rabu, 10 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Madina harusnya tak menjamin pejabat tersangka koruptor yang berakibat polisi tak bisa melakukan penahanan. “Seharusnya bupati mencopot jabatan, bukan memberikan jaminan,” kata Ketua Fraksi Golkar DPRD Mandailing Natal (Madina) As. Imran Khaitamy Daulah SH kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa (9/2). Itu dikatakan Imran terkait kegagalan Polres Madina menahan […]

  • Perkun Daftar ke PKB Madina Bakal Caleg Dapil II Pemilu 2024

    Perkun Daftar ke PKB Madina Bakal Caleg Dapil II Pemilu 2024

    • calendar_month Jumat, 23 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Muhammad Roihan Tanjung menjadi salah satu pendatang baru di kancah politik Madina menyongsong Pemilu 2024. Pria kelahiran Roburan Lombang, Panyabungan Selatan ini sangat terkenal dengan sebutan Perkun alias Abu Nawas Madina. Dia hadir di launching pendaftaran bakal caleg  DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Mandailing Natal, Sumut yang berlangsung di aula Riyadhoturrohman, […]

  • Ribuan Orang Hadiri Kampanye Akbar Dahlan Sukhairi

    Ribuan Orang Hadiri Kampanye Akbar Dahlan Sukhairi

    • calendar_month Sabtu, 28 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ribu warga menghadiri kampanye Akbar Calon Bupati Madina dan Wakil Bupati Madina nomor urut 2, Drs H Dahlan Hasan Nst dan Mhd Jakfar Sukhairi di lapangan Aek Godang, Dalan Lidang, Panyabungan, Sabtu (28/11). Kampanye akbar itu dihibur langsung oleh artis dari Jakarta Ike Nurjannah, Edwin, Siti Badriah, Ucok Baba, Loli Syamsir […]

  • Batalnya Sunnatullah Karena Allah  Memenangkan Suatu Kaum

    Batalnya Sunnatullah Karena Allah  Memenangkan Suatu Kaum

    • calendar_month Jumat, 20 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfisyah Ummu Arifah, S.Pd Pendidik dan Pegiat Literasi Islam Kota Medan Terkadang manusia lupa akan satu perkara yang dihadapinya. Dia sejenak lupa bahwa dia hidup bersandar pada yang lainnya. Faktor x tempat dia bersandar itu, bahkan tak dipikirkannya. Saat kesulitan menimpa manusia tadi, manusia lupa ingin mengadu kepada siapa. Begitulah, sesuai namanya. Al-Insan yang […]

  • Guru Dibunuh , Sebelum Meninggal, Kakak Diteror Via SMS

    Guru Dibunuh , Sebelum Meninggal, Kakak Diteror Via SMS

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JENAZAH Ellijah SPd , 49, korban pembunuhan sadis di Desa Bandarpanjang, Muarasipongi, Kabupaten Mandailing Natal itu, telah dikebumikan oleh keluarganya, Selasa (14/12) sekira pukul 08:00 di Pekuburan Muslim Jalan Letda Sujono Gang Istirahat, Kelurahan Bandarselamat Kecamatan Medan Tembung. Seluruh sanak keluarga larut dalam duka mengantarkan jenazah anak sulung dari tujuh bersaudara itu ke tempat peristirahatan […]

  • Supangat Dipukul Preman di Markas Polres Madina

    Supangat Dipukul Preman di Markas Polres Madina

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penganiayaan terjadi di markas Polres Mandailing Natal (Madina) pada Sabtu malam (2/5/2020) lalu. Supangat (55) warga Sinunukan Kecamatan Batahan dianiaya oleh Isman warga Batahan. Sebelum kejadian, Supangat beserta sejumlah pengurus Koperasi Sawit Murni lainnya di Kecamatan Batahan melaporkan kasus pencurian yang dilakukan beberapa orang yang diduga dari kelompok Tarman Tanjung pada […]

expand_less