Rabu, 2 Sep 2026
light_mode

Jangan ada politisasi berlebihan soal mobil Esemka

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
  • print Cetak

JAKARTA – Anggota DPR dari Fraksi PKS minta dihentikannya pro kontra soal layak tidaknya mobil Esemka sebagai kendaraan dinas pejabat dan jangan ada politisasi berlebihan dari karya inovasi anak-anak bangsa tersebut.

“Mari kita sama-sama apresiasi karya ini dan mendorong pemerintah memfasilitasi pengembangan serta kelayakannya agar terwujud sebagai mobil nasional dan awal dari bangkitnya kemandirian industri otomotif dalam negeri,” ujar Jazuli Juwaini di Jakarta, hari ini.
Ditegaskannya bahwa mobil jenis SUV Esemka tersebut menambah daftar prestasi anak bangsa dalam bidang teknologi, khususnya otomotif. Menurut dia, setelah beberapa jenis mobil produksi nasional muncul dan kemudian tenggelam tak terdengar kabar beritanya, Esemka menjadi angin segar dan seakan mengingatkan kembali akan potensi dan kreativitas bangsa ini. “Apalagi Esemka didisain dan diproduksi oleh siswa SMK yang memiliki modal kecil. Ini menjadi pelajaran untuk para pemangku kebijakan negeri kita. Dengan modal terbatas, siswa SMK mampu merakit mobil seperti itu,” ujarnya.

Mobil Esemka memiliki kandungan lokal 80 persen, dibuat dan dirakit oleh siswa-siswa SMKN 2 Solo, SMKN 5 Solo, dan SMK Warga Solo yang didampingi oleh Kiat Motor, Klaten. Mobil Esemka ini benar-benar murni hasil karya anak-anak Indonesia. Ditegaskannya bahwa pemerintah seharusnya langsung tanggap merespon potensi dan kreativitas anak bangsa ini dan jangan dikorbankan hanya karena kepentingan politik.

Lebih lanjut, anggota DPR RI Dapil Banten ini mengatakan, industri otomotif dalam negeri tidak bangkit-bangkit karena adanya berbagai hambatan terutama di level pengambil kebijakan. “Bisa jadi ada orang-orang yang selama ini menikmati keuntungan merasa terganggu jika industri dalam negeri bangkit,” tuturnya.

Indonesia punya banyak SDM yang pintar dan kreatif serta diakui di dunia internasional. Ia mencontohkan di Honda, Toyota, dan Ford, banyak disainer dan SDM andalannya justru berasal dari Indonesia. “Protonnya Malaysia saja sampai sekarang belum jelas keuntungannya, tapi mobil nasional Malaysia tersebut didukung oleh kebijakan pemerintahnya. Sama seperti Korea dan Jepang, pemerintah Malaysia sangat mendukung kemandirian industri otomotif,” papar Jazuli.

Apabila mobil Esemka itu nantinya akan diproduksi secara massal, ia mengakui, memang membutuhkan uji kelayakan dan keselamatan terlebih dahulu. Tapi, ia menambahkan, hal itu bukan berarti langsung menghentikan dan tidak mengapresiasi produk yang sudah dihasilkan anak-anak berprestasi ini. “Malah pemerintah seharusnya memperbaiki dan memfasilitasi peningkatan kualitas mobil tersebut,” kata Jazuli.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh berjanji akan menghadiahi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono mobil Esemka yang merupakan buatan siswa-siswi SMK di Solo. Itu akan dilakukan Nuh jika semua prosedur uji kelulusan yang diberlakukan terhadap mobil Esemka tuntas dilakukan.

“Tentu harus dipelopori. Saya sendiri harus mempelopori. Kami akan menghadiahi mobil ini jika sudah selesai semua. Kita berikan kepada Presiden, Wakil Presiden. Ini lho contoh yang sudah dihasilkan oleh adik-adik kita,” kata Mendikbud.

Menurut Nuh, kelak mobil Esemka ini akan digunakan oleh Kementerian yang dipimpinnya baik di pusat maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan seluruh Indonesia di daerah.

“Tanpa disuruh saya (gunakan). Karena saya bagian yang neken. Tentu dengan senang hati. Yang membiayai kan kementerian (Kemdikbud). Masa yang membiayai enggak mau pakai,” katanya.

Ia mengatakan, mobil Esemka ini sudah memasuki fase tahun ketiga dan keempat yaitu fase uji. Menurutnya ada sekian banyak fase yang harus dilakukan agar mobil ini layak pakai. Ada pula tahap uji emisi yang sekarang tengah dilakukan. “Harapannya kalau uji emisi itu sudah dilakukan, selesai semua. Maka barulah masuk pada fase komersialisasi,” kata dia.(waspada)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sentra Ikan Mas di Panyabungan, Animo dan Kendala (Bagian 1)

    Sentra Ikan Mas di Panyabungan, Animo dan Kendala (Bagian 1)

    • calendar_month Jumat, 9 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Desa-desa kawasan Panyabungan bagian barat, yang diharapkan menjadi sentra ikan mas, situasinya belum bisa menjadi sentra. Akibatnya, walau potensi lahan begitu sangat luas, namun Mandailing Natal harus pasrah menggantungkan diri pada pasokan ikan dari Rao, Pasaman, Sumatera Barat. Desa-desa itu meliputi Panyabungan Jae, Adian Jior, Pagaran Tonga, Gunung Manaon, Saba Jambu, Manyabar Jae, Manyabar Julu, […]

  • Unimed telah buka pendaftaran SLMPTN

    Unimed telah buka pendaftaran SLMPTN

    • calendar_month Kamis, 12 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Universitas Medan (Unimed) telah membuka pendafataran melalui jalur Seleksi Lokal Masuk Perguruan Tinggi (SLMPTN) tahun 2012 yang dimulai sejak 9 sampai dengan 20 Juli 2012. “Pendaftaran melalui online dan dapat dilakukan dari manapun melalui website http://www.unimed.ac.id. Pelaksanaan ujian SLMPTN pada tanggal 24-25 Juli 2012, sedangkan pengumuman hasil ujian tanggal 04 Agustus 2012,” kata […]

  • Ini Daftar Juara Musabaqoh Tahfidzul Qur’an Madina 2021

    Ini Daftar Juara Musabaqoh Tahfidzul Qur’an Madina 2021

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Musabaqoh Tahfidzul Qur’an Ke-VII Tingkat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Tahun 2021 berakhir pada Kamis (09/12 /2021). Ini daftar nama-nama peraih terbaik (juara) Golongan 30 Juz Untuk Putra Terbaik I: Ahmad Rizki Haholongan utusan Kecamatan Panyabungan Timur. Terbaik II: Ahmad Khairi utusan Ponpes Al-Iklas. Terbaik III: Anwar Martua utusan Kecamatan Siabu. Golongan […]

  • Rp.448.034.000 Anggaran Baju Dinas Untuk Anggota DPRD Madina Terpilih

    Rp.448.034.000 Anggaran Baju Dinas Untuk Anggota DPRD Madina Terpilih

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online: Sekretariat DPRD Madina mengajukan anggaran baju dinas Rp.448.034.000 bagi 40 anggota DPRD Madina terpilih periode 2024 – 2029. Hal itu dibenarkan Sekretaris DPRD Madina Afrizal Nasution pada Mandailing Online Rabu 18/7. “Ya benar anggaran baju dinas 40 anggota DPRD Madina terpilih sudah disediakan, namun belum terealisasi, ” Kata Rizal. Sejauh ini jelasnya, usulan […]

  • Penuntasan Desa Terpencil Harus Prioritas Bupati Madina Terpilih

    Penuntasan Desa Terpencil Harus Prioritas Bupati Madina Terpilih

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PAKANTAN (Mandailing Online) : Bupati terpilih di Pilkada 2015 diminta memprioritaskan penuntasan jalan ke desa-desa terpencil dan terisolir di Mandailing Natal (Madina). Hal itu di katakan Amiruddin (45), salah seorang warga Pakantan kepada wartaewan pekan lalu di Kotanopan. “Kita berharap bupati madina terpilih nanti harus punya program penuntasan jalan ke desa-desa terpencil. Kalau bisa, […]

  • Hutan Malintang Julu Digunduli Orang Kaya

    Hutan Malintang Julu Digunduli Orang Kaya

    • calendar_month Selasa, 18 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Wilayah hutan Desa Malintang Julu Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal (Madina) dikhawatirkan semakin gundul dan kian hilangnya daya serap air yang dibutuhkan sungai Pata Botung. Aktivitas penggundulan ini akibat ulah segelintir warga melibatkan Kepala Desa, Hottop Nasution yang diduga secara membabibuta menjual kawasan-kawasa hutan desa kepada orang-orang kaya bagi pembukaan perkebunan berskala […]

expand_less