Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Jangan ada politisasi berlebihan soal mobil Esemka

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
  • print Cetak

JAKARTA – Anggota DPR dari Fraksi PKS minta dihentikannya pro kontra soal layak tidaknya mobil Esemka sebagai kendaraan dinas pejabat dan jangan ada politisasi berlebihan dari karya inovasi anak-anak bangsa tersebut.

“Mari kita sama-sama apresiasi karya ini dan mendorong pemerintah memfasilitasi pengembangan serta kelayakannya agar terwujud sebagai mobil nasional dan awal dari bangkitnya kemandirian industri otomotif dalam negeri,” ujar Jazuli Juwaini di Jakarta, hari ini.
Ditegaskannya bahwa mobil jenis SUV Esemka tersebut menambah daftar prestasi anak bangsa dalam bidang teknologi, khususnya otomotif. Menurut dia, setelah beberapa jenis mobil produksi nasional muncul dan kemudian tenggelam tak terdengar kabar beritanya, Esemka menjadi angin segar dan seakan mengingatkan kembali akan potensi dan kreativitas bangsa ini. “Apalagi Esemka didisain dan diproduksi oleh siswa SMK yang memiliki modal kecil. Ini menjadi pelajaran untuk para pemangku kebijakan negeri kita. Dengan modal terbatas, siswa SMK mampu merakit mobil seperti itu,” ujarnya.

Mobil Esemka memiliki kandungan lokal 80 persen, dibuat dan dirakit oleh siswa-siswa SMKN 2 Solo, SMKN 5 Solo, dan SMK Warga Solo yang didampingi oleh Kiat Motor, Klaten. Mobil Esemka ini benar-benar murni hasil karya anak-anak Indonesia. Ditegaskannya bahwa pemerintah seharusnya langsung tanggap merespon potensi dan kreativitas anak bangsa ini dan jangan dikorbankan hanya karena kepentingan politik.

Lebih lanjut, anggota DPR RI Dapil Banten ini mengatakan, industri otomotif dalam negeri tidak bangkit-bangkit karena adanya berbagai hambatan terutama di level pengambil kebijakan. “Bisa jadi ada orang-orang yang selama ini menikmati keuntungan merasa terganggu jika industri dalam negeri bangkit,” tuturnya.

Indonesia punya banyak SDM yang pintar dan kreatif serta diakui di dunia internasional. Ia mencontohkan di Honda, Toyota, dan Ford, banyak disainer dan SDM andalannya justru berasal dari Indonesia. “Protonnya Malaysia saja sampai sekarang belum jelas keuntungannya, tapi mobil nasional Malaysia tersebut didukung oleh kebijakan pemerintahnya. Sama seperti Korea dan Jepang, pemerintah Malaysia sangat mendukung kemandirian industri otomotif,” papar Jazuli.

Apabila mobil Esemka itu nantinya akan diproduksi secara massal, ia mengakui, memang membutuhkan uji kelayakan dan keselamatan terlebih dahulu. Tapi, ia menambahkan, hal itu bukan berarti langsung menghentikan dan tidak mengapresiasi produk yang sudah dihasilkan anak-anak berprestasi ini. “Malah pemerintah seharusnya memperbaiki dan memfasilitasi peningkatan kualitas mobil tersebut,” kata Jazuli.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh berjanji akan menghadiahi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono mobil Esemka yang merupakan buatan siswa-siswi SMK di Solo. Itu akan dilakukan Nuh jika semua prosedur uji kelulusan yang diberlakukan terhadap mobil Esemka tuntas dilakukan.

“Tentu harus dipelopori. Saya sendiri harus mempelopori. Kami akan menghadiahi mobil ini jika sudah selesai semua. Kita berikan kepada Presiden, Wakil Presiden. Ini lho contoh yang sudah dihasilkan oleh adik-adik kita,” kata Mendikbud.

Menurut Nuh, kelak mobil Esemka ini akan digunakan oleh Kementerian yang dipimpinnya baik di pusat maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan seluruh Indonesia di daerah.

“Tanpa disuruh saya (gunakan). Karena saya bagian yang neken. Tentu dengan senang hati. Yang membiayai kan kementerian (Kemdikbud). Masa yang membiayai enggak mau pakai,” katanya.

Ia mengatakan, mobil Esemka ini sudah memasuki fase tahun ketiga dan keempat yaitu fase uji. Menurutnya ada sekian banyak fase yang harus dilakukan agar mobil ini layak pakai. Ada pula tahap uji emisi yang sekarang tengah dilakukan. “Harapannya kalau uji emisi itu sudah dilakukan, selesai semua. Maka barulah masuk pada fase komersialisasi,” kata dia.(waspada)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oknum Suruhan Ketua OKP Aniaya Wartawan di Madina

    Oknum Suruhan Ketua OKP Aniaya Wartawan di Madina

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Oknum suruhan salah satu Ketua OKP menganiaya seorang wartawan di Madina. Akibat penganiayaan tersebut korban atas nama Jefry Barata Lubis (42 tahun) mengalami luka di bagian wajah. Wartawan Topmetronews tersebut dianiaya di salah satu Lopo Mandheling Coffee yang ada di SPBU Aek Galoga, Panyabungan, Jumat (4/3). Berdasarkan keterangan yang diterima Mandailing […]

  • Isu Permintaan Fee Revitalisasi Sekolah Pascabencana di Madina Dinyatakan Hoaks

    Isu Permintaan Fee Revitalisasi Sekolah Pascabencana di Madina Dinyatakan Hoaks

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Dahlan Batubara
    • 0Komentar

      … Sejumlah kepala sekolah di Mandailing Natal (Madina) yang ditemui Mandailing Online, Jum’at (18/9/2026) membantah pemberian fee dalam pelaksanaan program revitalisasi sekolah pascabencana yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Bukan saja membantah, mereka terkejut membaca berita di media massa yang menuding adanya permintaan fee dan pemberian fee. Berita-berita tersebut dinilai sebagai hoak yang […]

  • Terkait Posisi Lowong Wabup Madina, Golkar Desak Konsultasi ke Mendagri

    Terkait Posisi Lowong Wabup Madina, Golkar Desak Konsultasi ke Mendagri

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Partai Golkar Mandailing Natal (Madina) mendesak pihak eksekutif dan DPRD Madina melakukan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Itu dikatakan Ketua DPD II Partai Golkar Madina, As Imran Khaitamy Daulay, SH kepada wartawan, Senin (27/10) terkait jabatan wakil bupati Madina yang lowong pasca dilantiknya Dahlan Hasan Nasution menjadi bupati depenitif […]

  • Presiden SBY: Politisi Aceh jangan korbankan rakyat

    Presiden SBY: Politisi Aceh jangan korbankan rakyat

    • calendar_month Sabtu, 21 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menyoroti gangguan keamanan di Aceh yang disebabkan oleh persaingan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada). Presiden SBY menegaskan kepada para kontestan Pemilukada di Aceh untuk tetap menjaga stabilitas politik dan keamanan di Aceh. “Untuk Aceh, jaga stabilitas politik dan keamanan daerah yang telah ktia capai. Saya serukan agar […]

  • Istri Moeldoko Kunjungi Kampoeng Kaos

    Istri Moeldoko Kunjungi Kampoeng Kaos

    • calendar_month Senin, 9 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Istri Kepala Staf Presiden RI, Moeldoko, Ny Koesni Harningsih mengunjungi Kampoeng Kaos Madina, Senin (9/12/2019). Ny Koesni Harningsih didampingi Ny. Ika Desika, istri Dahlan Hasan Nasution (bupati Madina) ke base camp Kampoeng Kaos Madina di Sipolu-polu, Panyabungan, Madina. Rombongan disambut Direktur Utama Kampeng Kaos Madina, Wildan Sorimuda Daulay. Dalam […]

  • Bandara AH Nasution Bukit Malintang Akan Uji Penerbangan

    Bandara AH Nasution Bukit Malintang Akan Uji Penerbangan

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Bandara AH Nasution di Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akan uji penerbangan pada Kamis (21/3/2024). Pesawat Jenis Beechcraft Super Kings Air dari Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan (BBKFP) dikabarkan akan menjadi pesawat pertama yang akan landing (mendarat) di bandara itu. Kepala Satuan Pelayanan Bandar Udara  Abdul Haris Nasution, Doni […]

expand_less