Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

KPK Awasi Dana BOS 2011

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
  • print Cetak


JAKARTA – Guna menghindari penyelewengan dana bantuan operasional sekolah (BOS) 2011, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi penyaluran serta penggunaannya.

“Bagaimana bentuk perngawasannya, KPK lebih tahu,” kata Menteri Pendidikan Nasional Muhamad Nuh seusai bertemu pimpinan KPK di kantor KPK, Jakarta, Rabu (22/12). Selama ini, dana BOS disalurkan dari Kemenkeu ke Kemendiknas dan disalurkan ke kantor Diknas tingkat Provinsi/Kab/Kota.

Namun, mulai tahun anggaran 2011, dana BOS disalurkan dari Kemenkeu melalui transfer ke kantor diknas daerah melalui dana APBD. “Baru dari APBD itu akan diserahkan ke ke sekolah-sekolah,” kata M Nuh. Selama ini, sebut Nuh, Kemendiknas telah menjalin kerja sama dengan KPK. Dengan mekanisme penyaluran dana BOS baru, pengawasan KPK akan lebih ketat.

“Supaya cerita-cerita lama kalau dana BOS dipakai si X dan si Y, yang tidak jelas, tidak terulang lagi,” katanya. Langkah preventif Kemendiknas yakni mengeluarkan buku pedoman petunjuk teknis laporan penggunaan dan pertanggungjawaban dana BOS untuk para kepala sekolah yang berperan sebagai perwakilan bendahara dana BOS.

“Itu sebabnya kami menggandeng KPK, BPKP, dan seterusnya, supaya make sure dipakai 100 persen untuk apa saja,” jelas mantan Rektor ITS itu. Kepala sekolah wajib memberikan laporan penggunaan dana BOS ke Kantor Diknas Kab/Kota setiap tiga bulan sekali. Jika anggaran dana BOS habis dalam kurun waktu 10 bulan, kepala sekolah wajib menyerahkan laporan ke Kemendiknas Pusat disertai penempalan LPJ di papan pengumuman sekolah.

“Ke manajemen (Kemendiknas) pusat disertai barang bukti kuitansi yang dilampirkan,” paparnya. Setelah itu, KPK bisa masuk untuk memeriksa seluruh LPJ yang masuk ke Kemendiknas. Nuh mempersilakan KPK memeriksa jika ada bawahannya yang terindikasi melakukan tindak pidana korupsi.

“Itu kan uangnya APBN, uang APBD. Berapapun besarnya, kalau ada unsur penyimpangan atau tindak pidana korupsi, yah harus ditindak,” tandasnya. Dengan runutan mekanisme penyaluran dana BOS ini, Nuh melihat bahwa manajemen kantor Diknas tingkat Kab/Kota mempunyai peran dan tugas untuk pengawasan.

Nuh mempersilakan lembaga swadaya masyarakat (LSM) ikut memantau penggunaan dana BOS. “Tapi, tolong dipahami jangan (LSM) hari ini datang ke kepala sekolah tanya mana kuintasinya, besoknya datang lagi,” keluhnya. Sejumlah kasus korupsi dana BOS terungkap ke permukaan di 2010.

LSM Koalisi Anti Korupsi Pendidikan (KAKP) meminta KPK mengambil alih kasus dugaan korupsi BOS di enam sekolah di Jakarta senilai Rp 5,7 miliar, yang selama ini ditangani Kejati DKI Jakarta. LSM ini belum melihat perkembangan kasus yang baik dilakukan oleh kejati.(tribunnews/coz)(*)
Sumber : Tribun

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres dan Kadin Siap Kawal Iklim Investasi

    Polres dan Kadin Siap Kawal Iklim Investasi

    • calendar_month Rabu, 8 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)- Polres Madina menyatakan siap bekerjasama dengan Kamar Dagang Industri (Kadin) Madina dalam menyelamatkan iklim investasi di wilayah Madina agar investor merasa nyaman menanamkan modal di Madina. Demikian terungkap pada audensi pengurus DPC Kadin Madina dengan Kapolres Madina AKBP Achmad Fauzi Dalimunte SIk di Mapolres Madina, Rabu (8/2). Disebutkan Fauzi bahwa Polri sebagai lembaga institusi […]

  • GITA DAN TWO STATES SOLUTION UNTUK GAZA ADALAH BELENGGU DAN DOSA BESAR

    GITA DAN TWO STATES SOLUTION UNTUK GAZA ADALAH BELENGGU DAN DOSA BESAR

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Srg, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Kondisi di Gaza masih terus menyita perhatian dunia. Desakan masyarakat global terus memberikan tekanan kepada para pemimpin negara, baik di Asia, Afrika, Eropa, hingga Amerika untuk menunjukkan aksi nyata bagi Gaza. Bahkan, isu Gaza juga menentukan rating politisi di beberapa negara. Salah satu langkah yang ditempuh dalam menyahuti […]

  • Ivan Batubara Gagas Bengkel Mujahid Ekonomi di Madina

    Ivan Batubara Gagas Bengkel Mujahid Ekonomi di Madina

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Kadin Sumut, Ivan Iskandar Batubara menggagas pendirian Bengel Mujahid Ekonomi dalam upaya pengembangan ekonomi di Mandailing Natal (Madina). Bengkel Mujahid ini berfungsi mencetak pengusaha-pengusaha yang memiliki jiwa tarung yang tinggi, bermartabat serta menjadi pengusaha pembayar zakat baru. Itu dikatakan Ivan dalam Rapat Kerja Kadin Sumut dan Kadin Madina Dalam […]

  • Kadis PU Madina Soal Jembatan Sinunukan : 4 Perusahaan Harus Ikut Membantu Biaya

    Kadis PU Madina Soal Jembatan Sinunukan : 4 Perusahaan Harus Ikut Membantu Biaya

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SINUNUKAN (Mandailing Online) : Empat perusahaan harus ikut menalangi biaya perbaikan jembatan di kilometer 12 Desa Air Apa, Kecamatan Sinunukan, Mandailing Natal. Keempat perusahaan itu bergerak di perkebunan sawit yakni PT. Gruti, PT. Palmaris, PT. Sago Nauli dan PTPN IV. Hal itu dikatakan  Plt. Kadis PU Madina Syahruddin Nasution, ST yang dilansir Malintang Pos […]

  • Ucapan Selamat Tahun Baru Hijriyah, Bolehkah?

    Ucapan Selamat Tahun Baru Hijriyah, Bolehkah?

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ustaz Nashih Nashrullah Ucapan selamat bukan ritual agama. Pada Selasa (5/11), tibalah masa peralihan tahun baru Hijriyah, dari 1434 menuju 1435 H. Sistem kalender Islam memang bukan sekadar penanggalan biasa. Melainkan, ada banyak hal momentum berharga di baliknya, termasuk soal identitas. Maka, dalam tradisi sebagian kalangan belakangan ini muncul fenomena ritual keagamaan atau sebatas […]

  • Merusak Konstruksi Tanah, Tinjau Ulang Izin PT BME di Siabu

    Merusak Konstruksi Tanah, Tinjau Ulang Izin PT BME di Siabu

    • calendar_month Sabtu, 7 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN, Secara empiris semua perusahaan tambang pasti akan merusak lingkungan, terutama tambang emas, batubara dan timah, karena bahan tambangnya ada di perut bumi yang harus dibor atau digali baik secara manual maupun secara modern. “ kibatnya kontruksi tanah pegunungan dan lingkungan hidup lainnya akan rusak baik hutan, batuan dan sumber daya alam hayati, flora dan […]

expand_less