Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Longsor makan korban di Tapteng 500 meter

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
  • print Cetak

MEDAN – Longor yang terjadi di Desa Sibiobio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera utara mencapai lebih kurang 500 meter dan berada di delapan titik.

“Kedalaman longsor mencapai 5 sampai 20 meter dan lebar 3 tiga meter,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapteng, Bonaparte Manurung saat dihubungi dari Medan, Minggu.

Longsor tersebut, menurut dia, sempat menghilangkan lima warga Sibiobio karena terjatuh ke Sungai Garoga yang tidak begitu jauh dari lokasi kejadian.

“Longsor terjadi pada Jumat (21/11) sekitar pukul 19.00 WIB dan menghancurkan beberapa rumah warga yang berada di bawah pengunungan,” ujarnya.

Bonaparte menjelaskan, dari lima orang korban itu, empat di antaranya telah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh tim SAR (Search And Rescue), personel TNI AD, Polri, dan petugas BPBD Tapteng yang melakukan pencaraian Sabtu, (22/11) siang.

Ke empat korban itu yakni Saut Marito Zebua (28), Dalizato Zebua (20), Yunita Telaumbenua (20) dan Kaani Telaumbenua (18) merupakan warga Desa Sibiobio. Sedangkan, satu orang lagi korban yang belum ditemukan adalah seorang bayi yang masih berusia empat bulan, saat ini masih terus dalam pencarian.

“Pencarian yang dilakukan Sabtu (22/11) hingga pukul 16.00 WIB, belum membuahkan hasil dan terpaksa dihentikan untuk sementara,” katanya.

Ia menjelaskan, saat terjadinya longsor pada malam hari itu, rumah korban yang berada di bawah pegunungan, tidak hanya ditimpa material berupa tanah dan batu ukuran besa, tetapi juga pohon karet.

“Rumah warga yang dihantam tanah longsor itu masuk ke Sungai Garoga yang tidak berapa jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) dan hanyut dibawa arus sungai yang cukup dalam,” jelas Bonaparte.

Kepala BPBD menambahkan, ke empat korban longsor tersebut ditemukan tersangkut di rawa-rawa Sungai Garoga, setelah dicari aparat keamanan di Kabupaten Tapteng selama tujuh jam.

“Sebelum terjadinya tanah longsor yang merengut lima orang korban warga Sibiobio, hujan turun cukup deras dan juga terjadi banjir bandang,” kata Bonaparte.

Sumber : antara

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Gunung Baringin Rasakan Manfaat PNPM

    Masyarakat Gunung Baringin Rasakan Manfaat PNPM

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Masyarakat Kelurahan Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merasakan manfaat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan. Terbukti dengan pebangunan jembatan rambin menuju sentara produksi masyarakat, yang dibangun dengan dana PNPM. Demikian pengakuan masyarakat kepada MedanBisnis, Selasa (11/1), di Gunung Baringin. Menurut Abdullah (47), salah seorang warga, sebelum jembatan itu dibangun, […]

  • Desakan Deklarasi Capres dan Cawapres  Prabowo-Cak Imin Datang Dari Akar Rumput Madina

    Desakan Deklarasi Capres dan Cawapres Prabowo-Cak Imin Datang Dari Akar Rumput Madina

    • calendar_month Senin, 12 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN( Mandailing Online) Desakan Deklarasi pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden dari Partai Gerinda dan PKB mulai mu cul dari akar rumput. Di Kabupaten Mandailing Natal, desakan itu muncul dari kader partai PKB dan sejumlah simpatisan senin 12/6/2023. Patut diketahui, Partai Gerindra dan PKB telah mendeklarasikan koalisi Kebangkitan Indonesia Raya pada 13 Agustus 2022 […]

  • Angin Kencang Landa Madina, Pasar Sihepeng Rubuh

    Angin Kencang Landa Madina, Pasar Sihepeng Rubuh

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Angin kencang melanda sebagian wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Selasa (25/6/2013) sekira pukul 20.00 Wib. Kawasan Kecamatan Siabu yang terparah. Angin kencang merobhkan sekurangnya tiga jalur lods di pasar Sihepeng. Sementara itu, Kepala Dinas Perindang UKM Pasar, Lis Mulyadi Nasution yang dikonfirmasi, Rabu (26/6) membenarkan pasar Sihepeng rubuh akibat diterpa angin […]

  • Perubahan Progam BPJS Kesehatan Menghasilkan Ketidakadilan

    Perubahan Progam BPJS Kesehatan Menghasilkan Ketidakadilan

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nonny Handayani Ibu Peduli Generasi/tinggal di Balikpapan, Kaltim   Dikutip dari KOMPAS.com (12/12/ 2021) – Pemerintah akan memperkenalkan program baru jaminan kesehatan. Kelas-kelas rawat inap di BPJS Kesehatan ini akan dihapuskan pada tahun 2022 mendatang. Awalnya rencana ini  akan dilaksanakan pada awal 2021 lalu. Ini artinya, semua layanan rawat inap bagi pemegang kartu […]

  • SI BELE-BELE

    SI BELE-BELE

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pala muli eme di Huta Namale, dung salose sude mardege dohot mamiari eme, tarida mei alak huta i udur-udur mamorsan karung ni eme. Dung lopeh manarui eme, marayak ariannai male muse mei simanare. Adope, mangan bubur cacak ma jolo le so ro gogoi mulak muda manarui eme. Dung salose karejo sude, laos muli tu huta […]

  • Lagi, Poldasu Nyatakan Positif Pewarna Berbahaya

    Lagi, Poldasu Nyatakan Positif Pewarna Berbahaya

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Nasib Tahana Djuandi alias Jimmi selaku Direktur PT. DAP, pabrik pembuat saus merek Dena, Sun Flower dan Bola Dunia bakal ditentukan hari ini (31/3). “Tim sudah pulang. Besok (Selasa) kita akan gelar perkara,” tandas Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus Poldasu, AKBP Frido Situmorang, Senin (30/3). Apakah Jimmi akan ditetapkan tersangka? “Hasil gelar perkara akan menjawab […]

expand_less