Jumat, 10 Apr 2026
light_mode

Manuver Politik Murahan Sang Bupati

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 24 Apr 2019
  • print Cetak

M. Amin Nasution,SH.MH

Oleh : M. Amin Nasution,SH.MH
Ketua LBH Al-Amin Madina

 

Hari gini ada Bupati yang tidak tahu prosedur pengunduran diri dari jabatan adalah sungguh sangat ironis mengingat jabatan Bupati adalah jabatan politik yang sangat

prestise yang mengemban amanat mayoritas suara rakyat dalam satu kabupaten.

Sahdan, tanggal 18 April 2019 (sehari setelah Pilpres/Pileg) Bupati Mandailing Natal mengajukan pengunduran diri dari jabatannya kepada Presiden RI dengan tembusan kepada Menteri Koordinator Perekonomian karena merasa tidak berhasil memenangkan calon presiden tertentu di wilayahnya.

Sebagaimana tanggapan Menteri Dalam Negeri melalui media online, bahwa permohonan tersebut adalah salah prosedur, semestinya pengunduran diri dimaksud diajukan kepada DPRD Mandailing Natal dan diteruskan kepada Gubernur Sumatera Utara dan selanjutnya kepada Menteri Dalam Negeri, dan apabila persyaratannya terpenuhi maka diterbitkanlah Keputusan Presiden untuk memberhentikannya.

Tindakan Bupati Mandailing Natal tersebut mengandung multi tafsir yang ujung-ujungnya bisa dikategorikan sebagai manuver politik murahan, sebab kalau benar dia tidak tahu prosedur pengunduran diri berarti perlu dikasih tahu bagaimana prosedurnya.

Kedua, kalau dicermati isi surat pengunduran diri tersebut dapat dimaknai sebagai hal terkonfirmasinya dugaan Bupati Mandailing Natal telah bertindak secara aktif untuk

memobilisasi aparatur sipil negara di Mandailing Natal agar memenangkan calon presiden tertentu, dengan kata lain tidak netral sehingga dapat dijerat dengan delik tindak pidana Pemilu.

Ketiga bisa jadi surat pengunduran diri tersebut sekedar pamer kepada publik bahwa beliau sangat dekat dengan Presiden dan Menteri Koordinator Perekonomian agar masyarakat menambah rasa hormat kepada beliau dan orang-orang yang tidak sepaham dengannya tambah segan.

Di era reformasi dan demokratisasi sekarang ini manuver tersebut termasuk kategori jualan basi yang tidak punya tempat di hati masyarakat dan juga tidak punya pijakan dalam bingkai negara hukum yang akhirnya hanya menyisakan ketidakstabilan di masyarakat, baik secara politik maupun sosiologis.

Sebab DPRD Mandailing Natal sebagai lembaga yang berkompeten untuk memproses pengunduran diri dimaksud tidak punya dasar untuk menindaklanjutinya karena surat tersebut tidak ditujukan kepada DRPRD Mandailing Natal, sementara dengan beredarnya secara luas surat pengunduran diri Bupati tersebut pasti mengundang tanda tanya yang berkepanjangan di masyarakat tentang bagaimana kelanjutannya.

Dan terhadap kebijakan-kebijakan maupun keputusan-keputusan yang akan diambil oleh Bupati pada masa-masa yang akan datang akan lebih meresahkan masyarakat lagi dengan mempertanyakan legitimasinya.

Demi ketenangan dan kepastian hukum masyarakat Mandailing Natal semestinya Bapak Drs. Dahlan Hasan Nasution segera menempuh prosedur yang benar untuk proses pengunduran dirinya sebagai Bupati Mandailing Natal agar masyarakat Mandailing Natal

tidak merasa dipermainkan oleh pimpinannya di tengah-tengah himpitan kesulitan ekonomi yang menimpa mayoritas masyarakat karena harga hasil bumi yang sangat rendah saat ini.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lebih 3,1 juta orang laksanakan ibadah haji di Makkah

    Lebih 3,1 juta orang laksanakan ibadah haji di Makkah

    • calendar_month Minggu, 28 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mekkah, Arab Saudi, (MO)- Sebanyak 3.161.573 umat muslim dari seluruh dunia melakukan ibadah haji di Makkah tahun ini, demikian dilaporkan kantor berita Saudi Jumat. Di antara semua gabungan jamaah di Makkah, 1.408.641 berasal dari Arab Saudi dan 1.752.932 berasal dari luar negeri, kata Departemen Pusat Statistik dan Informasi dalam satu pernyataan. Sebagian besar jemaah dari […]

  • DCS Dapil 3 PKP Madina

    DCS Dapil 3 PKP Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 3 PKP Madina

  • Minuman Air Kelapa Muda Kian Diminati Warga Panyabungan

    Minuman Air Kelapa Muda Kian Diminati Warga Panyabungan

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seiring gerak perkembangan kota Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), bisnis kuliner pun kian berkembang dari sisi jumlah maupun ragamnya. Salah satu yang baru muncul adalah minuman air kelapa muda. Pedagang air kepala muda ini memilih lokasi di kawasan Dalan Lidang dan Aek Godang Panyabungan sepanjang jalur Lintas Sumatera. Ahmad Saputra, warga Desa […]

  • Mantan Hakim MK: Mahkamah Konstitusi Bisa Mendiskualifikasi Paslon Curang

    Mantan Hakim MK: Mahkamah Konstitusi Bisa Mendiskualifikasi Paslon Curang

    • calendar_month Selasa, 9 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Mahkamah Konstitusi (MK) tidak saja berwenang mendiskualifikasi petahana yang memutasi pejabat sebagaimana larangan UU Pilkada. Lebih dari itu, MK memiliki kewenangan mendiskualifikasi paslon di Pilkada yang terbukti melakukan kecurangan secara terstruktur, sistematis dan massif (TSM). Dilansir Tribunnews, mantan hakim MK, Maruarar Siahaan mengatakan jika pelanggaran TSM terbukti, MK berwenang menyatakan paslon […]

  • Limbah Pengolahan Emas atau Tong Beroperasi Bebas. Warga Mulai Resah Dampak Kimia nya

    Limbah Pengolahan Emas atau Tong Beroperasi Bebas. Warga Mulai Resah Dampak Kimia nya

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online )- tong raksasa untuk pengolahan material pasiran mengandung emas di jalan irigasi desa panyabungan jae, kecamatan panyabungan kota, kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) mersahkan masyarakat. Pasalnya pengolahan emas ini beroperasi dengan menggunakan bahan kimia berbahaya. Inisial ND diduga menjadi pengusaha nya. Aparat penegak hukumpun terkesan tak berani menyentuh nya meski […]

  • Sekilas Budaya Mandailing (Bagian 3-Selesai)

    Sekilas Budaya Mandailing (Bagian 3-Selesai)

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Z Pangduan Lubis (in memoriam) Pada masa sekarang, bahasa daun-daunan (hata bulung-bulung), dan penggunaannya sudah hilang dari tradisi budaya Mandailing. Demikian pula halnya dengan ragam-ragam bahasa yang tersebut di atas. Yang masih terus digunakan oleh warga masyarakat Mandailing di negeri mereka ialah hata somal (ragam bahasa sehari-hari). Sedangkan ragam bahasa yang lainnya, boleh […]

expand_less