Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Manuver Politik Murahan Sang Bupati

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 24 Apr 2019
  • print Cetak

M. Amin Nasution,SH.MH

Oleh : M. Amin Nasution,SH.MH
Ketua LBH Al-Amin Madina

 

Hari gini ada Bupati yang tidak tahu prosedur pengunduran diri dari jabatan adalah sungguh sangat ironis mengingat jabatan Bupati adalah jabatan politik yang sangat

prestise yang mengemban amanat mayoritas suara rakyat dalam satu kabupaten.

Sahdan, tanggal 18 April 2019 (sehari setelah Pilpres/Pileg) Bupati Mandailing Natal mengajukan pengunduran diri dari jabatannya kepada Presiden RI dengan tembusan kepada Menteri Koordinator Perekonomian karena merasa tidak berhasil memenangkan calon presiden tertentu di wilayahnya.

Sebagaimana tanggapan Menteri Dalam Negeri melalui media online, bahwa permohonan tersebut adalah salah prosedur, semestinya pengunduran diri dimaksud diajukan kepada DPRD Mandailing Natal dan diteruskan kepada Gubernur Sumatera Utara dan selanjutnya kepada Menteri Dalam Negeri, dan apabila persyaratannya terpenuhi maka diterbitkanlah Keputusan Presiden untuk memberhentikannya.

Tindakan Bupati Mandailing Natal tersebut mengandung multi tafsir yang ujung-ujungnya bisa dikategorikan sebagai manuver politik murahan, sebab kalau benar dia tidak tahu prosedur pengunduran diri berarti perlu dikasih tahu bagaimana prosedurnya.

Kedua, kalau dicermati isi surat pengunduran diri tersebut dapat dimaknai sebagai hal terkonfirmasinya dugaan Bupati Mandailing Natal telah bertindak secara aktif untuk

memobilisasi aparatur sipil negara di Mandailing Natal agar memenangkan calon presiden tertentu, dengan kata lain tidak netral sehingga dapat dijerat dengan delik tindak pidana Pemilu.

Ketiga bisa jadi surat pengunduran diri tersebut sekedar pamer kepada publik bahwa beliau sangat dekat dengan Presiden dan Menteri Koordinator Perekonomian agar masyarakat menambah rasa hormat kepada beliau dan orang-orang yang tidak sepaham dengannya tambah segan.

Di era reformasi dan demokratisasi sekarang ini manuver tersebut termasuk kategori jualan basi yang tidak punya tempat di hati masyarakat dan juga tidak punya pijakan dalam bingkai negara hukum yang akhirnya hanya menyisakan ketidakstabilan di masyarakat, baik secara politik maupun sosiologis.

Sebab DPRD Mandailing Natal sebagai lembaga yang berkompeten untuk memproses pengunduran diri dimaksud tidak punya dasar untuk menindaklanjutinya karena surat tersebut tidak ditujukan kepada DRPRD Mandailing Natal, sementara dengan beredarnya secara luas surat pengunduran diri Bupati tersebut pasti mengundang tanda tanya yang berkepanjangan di masyarakat tentang bagaimana kelanjutannya.

Dan terhadap kebijakan-kebijakan maupun keputusan-keputusan yang akan diambil oleh Bupati pada masa-masa yang akan datang akan lebih meresahkan masyarakat lagi dengan mempertanyakan legitimasinya.

Demi ketenangan dan kepastian hukum masyarakat Mandailing Natal semestinya Bapak Drs. Dahlan Hasan Nasution segera menempuh prosedur yang benar untuk proses pengunduran dirinya sebagai Bupati Mandailing Natal agar masyarakat Mandailing Natal

tidak merasa dipermainkan oleh pimpinannya di tengah-tengah himpitan kesulitan ekonomi yang menimpa mayoritas masyarakat karena harga hasil bumi yang sangat rendah saat ini.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalur Medan-Berastagi Kembali Normal

    Jalur Medan-Berastagi Kembali Normal

    • calendar_month Minggu, 17 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pemilik Bus Rugi Puluhan Juta Pemilik Bus Rugi Puluhan Juta BERASTAGI, (MO)- Jalan Negara jalur Medan-Tanahkaro-Kutacane yang sempat mengalami lumpuh total Jumat ( 15/2), berangsur normal pada Sabtu (16/2). Kerja keras petugas menggunakan alat berat sejak Jumat malam, berhasil membuka jalur utama yang menghubungkan 2 propinsi dan 12 kabupaten ini. Setelah berfungsi normal sekira pukul […]

  • Penjajahan Singapura, Malaysia Atas TI Indonesia Menyakitkan

    Penjajahan Singapura, Malaysia Atas TI Indonesia Menyakitkan

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Anggota Fraksi Partai Golkar di Komisi I DPR RI, Fayakhun Andriadi mengatakan, penjajahan pihak Singapura atas teknologi informasi (TI) Indonesia benar-benar sangat menyakitkan, karena sepertinya kita enggan keluar dari tekanan itu. “Jelas sekali, kedaulatan kita pada ranah `cyber` atau TI secara keseluruhan benar-benar porak poranda, dan ini butuh atensi serius sejumlah kementerian serta perguruan tinggi,” […]

  • Rabu, Syamsir KDI Akan Manggung di Madina

    Rabu, Syamsir KDI Akan Manggung di Madina

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rabu lusa (11/12/2015) Syamsir KDI dijadwalkan akan manggung di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Kehadiran Syamsir di Panyabungan dalam rangka memeriahkan pelantikan pengurus DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Mandailing Natal. Lokasinya diadakan di lapangan Toguda Simpang Staim,Dalan Lidang,Panyabungan pada siang hari. Selain Syamsir, juga dimeriahkan artis-artis lokal. Kepastian kehadiran […]

  • Kasus ISPA di Puskesmas Kotanopan 458 Orang

    Kasus ISPA di Puskesmas Kotanopan 458 Orang

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Onlie) – Data per bulan September 2015, jumlah pasien kasus ISPA yang berobat ke Puskesmas Kotanopan sebanyak 458 orang. Faktor penyebab penyakit ISPA yang melanda penduduk itu ditengarai akibat dampak kabut asap dan non asap. Demikian data yang berhasil dihimpun di Puskesmas Kotanopan, Mandailing Natal. Kasus ISPA (infeksi saluran pernafasan akut) ini dari […]

  • Tuntut Ketua DEMA Mundur, Mahasiswa STAIN Madina Berunjuk Rasa di Kampus

    Tuntut Ketua DEMA Mundur, Mahasiswa STAIN Madina Berunjuk Rasa di Kampus

    • calendar_month Kamis, 22 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online): Puluhan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri ( STAIN ) Mandailing Natal ( Madina ) dari berbagai Prodi siang tadi Kamis 22/6/2023 berunjuk rasa di depan kampus. Aksi mahasiswa ini sendiri kata Kordinator Aksi Abdul Rahman, dipicu karena Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa ( DEMA ) Khairul Amri dinilai tidak layak memimpin organisaai […]

  • Mengapa Barus Menjadi Titik Nol Masuknya Islam ke Indonesia? (bagian 2-selesai)

    Mengapa Barus Menjadi Titik Nol Masuknya Islam ke Indonesia? (bagian 2-selesai)

    • calendar_month Rabu, 22 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

                        Disebutkan pula bahwa di perkampungan-perkampungan ini, orang-orang Arab bermukim dan telah melakukan asimilasi dengan penduduk pribumi dengan jalan menikahi perempuan-perempuan lokal secara damai. Mereka sudah beranak-pinak di sana. Dari perkampungan-perkampungan ini mulai didirikan tempat-tempat pengajian al-Qur’an dan pengajaran tentang Islam sebagai cikal bakal madrasah dan […]

expand_less