Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Merakit Senjata Api di Panyabungan Timur Sudah Lama Membudaya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Sejarah merakit senjata api di kalangan penduduk beberapa desa Panyabungan Timur, Mandailing Natal (Madina) sudah lama. Tahun berapa munculnya budaya merakit senjata api ini tak diketahui pasti.

“Tetapi seingat saya, sejak tahun 70-an sudah ada merakit senjata api di sini, namanya sinapang karben” ungkap selah seorang penduduk Panyabungan Timur yang namanya tak bersedia ditulis menjawab Mandailing Online, Selasa (12/5/2015).

Biasanya, senjata rakitan itu digunakan penduduk untuk berburu rusa. Selain itu juga digunakan untuk menjaga kebun dari serangan hama babi dan hama kera serta gerombolan monyet.

Tak hanya di kawasan Panyabungan Timur, di kawasan lain Madina juga banyak penduduk di era 1970-an dan hingga 1980-an. Kegunaannya sama, yakni menjaga kebun dari ganguan binatang.

Di kawasan Panyabungan Timur, budaya merakit senjata api ini menjadi wacana penting, sebab beberapa desa di kawasan ini terkenal dengan produksi ganja yang menyebabkan Kabupaten Mandailing Natal menjadi peringkat kedua penghasil ganja di Indonesia setelah Aceh.

Jenis senjata api rakitan di kawasan Panyabungan Timur berragam, ada jenis laras panjang, ada laras pendek.

Sejumlah penduduk yang diwawancarai menyebutkan, senjata api rakitan itu memakai sistem mesiu sebagai pemici dorong peluru. Sedangkan pelurunya ada yang memproduksi sendiri berbahan baku timah, ada juga memakai mimis lingkar roda kenderaan. Peluru yang berbahan baku timah ada dua jenis bentuk, yakni bentuk bulat dan lonjoong, tergantung selera si pemakai.

Peluru yang diolah dari timah biasanya digunakan sebagai peluru senjata api rakitan laras panjang. Peluru dari mimis untuk laras pendek. Mimis ini lebih ringan dari peluru yang diolah dari timah.

Dewasa ini, budaya merakit senjata api di kawasan Panyabungan Timur makin menjadi perhatian aparat keamanan, sebab ada kekhawatiran disalahgunakan sebgaian penduduk untuk melindungi ladang ganja dari sergapan personil kepolisian maupun TNI.

Meski sejauh ini belum ada kontak senjata antara aparat keamanan dengan penduduk yang terindikasi menanam ganja, namun sejumlah petani ganja dikabarkan telah mempergunakan senjata api rakitan melindungi ladang ganjanya dari pencuri. 

Secara aspek sosial, senjata api rakitan ini juga berfungsi untuk menjaga diri dan keluarga dari konstlasi dendam antar individu. Sebab, beberapa desa di kawasan itu tingkat dendam secara individu maupun antar keluarga masih kuat di kalangan penduduknya.

Selain itu, senjata api rakitan ini juga sudah pernah melukai manusia. Peristiwa penembakan terhadap seorang penduduk Kelurahan Gunung Baringin 4 tahun lalu menjadi salah satu indikasi penggunaan senjata api rakitan. Korban penembankan bernama Maksum mengalami cacat pada sebelah matanya, karena peluru tepat mengenai matanya. Hanya saja pelakunya hingga kini tak diketahui.

Dalam sejarah penyitaan senjata rakitan oleh aparat negara, paling tidak sudah pernah dua kali dilakukan oleh Polres Madina.  

Terakhir dilakukan jajaran Kodam I Bukit Barisan pada Senin (11/5/2015). Tersita sebanyak 40 pucuk senjata api rakitan dari petani di empat desa di Kecamatan Panyabungan Timur.

Rinciannya dari Desa Pardomuan  5 pucuk, Desa Huta Bangun 14 pucuk, Desa Sirangkap 4 pucuk dan Desa Huta Tinggi sebanyak 17 pucuk.

Kepala Penerangan Kodam I BB Kolonel Inf  Eno Solehuddin memaparkan, sebelum dilakukan penyitaan prajurit TNI terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyakarat di empat desa itu dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pemuka agama setempat.

"Karena sosialisasi yang dilakukan jajaran TNI itulah masyarakat kemudian menyerahkan senjata api rakitan yang mereka miliki ke TNI," ujar Eno Solehudin di Medan, Senin (11/5/2015).

 

Peliput : Tim Mandailing Online
Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agar Polemik Berakhir, Kuncinya di Tangan SMGP

    Agar Polemik Berakhir, Kuncinya di Tangan SMGP

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina), Erwin Efendi Lubis mendesak PT SMGP agar lebih responsif dan bertanggungjawab terhadap warga Sibanggor Julu. Polemik yang berkepanjangan di Madina akhir-akhir ini, menurut Erwin, akibat manajemen PT SMGP tidak mampu menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar. Akibatnya pemerintah daerah berada dalam posisi sulit. Itu disampaikan Erwin […]

  • Minum Kopi Mandailing 3.518 Cangkir Tempurung Masuk Rekor MURI

    Minum Kopi Mandailing 3.518 Cangkir Tempurung Masuk Rekor MURI

    • calendar_month Jumat, 10 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal berhasil memecahkan rekor MURI minum kopi secara massa sebanyak 1.518 cangkir tempurung.   Pihak MURI telah mencatat aksi minum kopi ini dalam catatan Rekor MURI sebagai Minum Kopi Memakai Cangkir Tempurung Kelapa Terbanyak. Aksi minum kopi missal itu berlangsung di Taman Raja Batu, Panyabungan, Kamis (9/3/2016) bertepatan dengan […]

  • Rumah Gubsu Syamsul Arifin di Jakarta Disita KPK

    Rumah Gubsu Syamsul Arifin di Jakarta Disita KPK

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita rumah tersangka penyalahgunaan APBD Langkat, Syamsul Arifin. Tim dari KPK bahkan sudah memasang papan penyitaan di rumah Gubernur Sumatera Utara tersebut. “Pukul 11.00 WIB, tim dari KPK memasang papan penyitaan,” ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi saat dihubungi wartawan, Senin 10 Januari 2011. Rumah Syamsul ini terletak di […]

  • Danrem 023/KS Instruksikan  Prajurit Tanam Cabai di Polybag

    Danrem 023/KS Instruksikan Prajurit Tanam Cabai di Polybag

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Danrem 023/KS Kolonel Inf Richard TH Tampubolon menginstruksikan kepada seluruh prajurit di jajarannya menanam cabai di pekarangan rumah maupun di wilayah perkantoran memakai polybag. Hal tersebut disampaikan Richard TH Tampubolon melalui Kapenrem Mayor Arm Ojak Simarmata kepada wartawan, Kamis (26/1/2016) dalam mensiasati lonjakan harga cabai. Jika seluruh prajurit yang ada di […]

  • Episode Baru Tahun Keempat Arab Spring

    Episode Baru Tahun Keempat Arab Spring

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Musthafa Luthfi (kolumnis hidayatullah.com, tinggal di Yaman) MENJELANG tutup tahun 2013 Masehi ini boleh dikatakan bahwa kawasan Timur Tengah (Timteng) memasuki episode baru pasca Arab Spring yang mamasuki tahun keempat dengan masih diwarnai ketidakmenentuan di negara-negara Arab yang “disinggahi“ musim semi tersebut. Isyarat episode baru itu dapat dilihat terutama dari perkembangan baru krisis nuklir […]

  • H-4 hingga H+1, Truk Dilarang Melintas di Sumut

    H-4 hingga H+1, Truk Dilarang Melintas di Sumut

    • calendar_month Selasa, 14 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, Untuk kenyamanan arus mudik, truk-truk akan dilarang melintasi wilayah Sumatra Utara (Sumut) sejak H-4 hingga H+1. Truk pengangkut sembako dan BBM saja yang masih diperbolehkan melintasi Sumut. Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Raden Heru Prakoso mengatakan ini diberlakukan karena volume kenderaan akan meningkat tajam menjelang Lebaran dan dikhawatirkan akan menyebabkan kemacetan jika truk-truk […]

expand_less