Jumat, 17 Jul 2026
light_mode

Meski Dikritik, Indonesia Impor Beras Besar-Besaran

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 18 Sep 2023
  • print Cetak

Karyawan mengatus beras di gudang Bulog. (Ilustrasi)

 

JAKARTA (Mandailing Online) – Indonesia secara besar-besaran meningkatkan impor beras selama delapan bulan pertama pada tahun ini dibandingkan periode yang sama pada tahun 2022.

Kebijakan itu di tengah riuhnya kritikan yang menilai pemerintah Indonesia tak serius memperbaiki kebijakan pertanian dan terhadap nasib petani.

Menurut Badan Pusat Statitisk (BPS), kebijakan itu seiring upaya pemerintah untuk mengisi kembali stok bahan kebutuhan pokok itu.

Indonesia ikut panik menyusul kepanikan global terhadap harga beras akibat El Nino. Negara-negara esportir beras dipimpin India mengurangi ekspor beras mereka untuk menekan inflasi di negara masing-masing.

Indonesia mengimpor 1,59 juta ton beras pada periode Januari-Agustus, naik dari 237.146 ton pada periode yang sama tahun lalu, kata Amalia Adininggar Widyasanti, penjabat Kepala BPS saat memberikan keterangan tentang data perdagangan, Jumat (15/9) dilansir VoA Indonesia.

Lebih dari separuh pembelian beras itu berasal dari Thailand (802.000 ton), katanya, disusul oleh Vietnam (674.000 ton), India (66.000 ton) dan Pakistan (45.000 ton).

Pemerintah menugaskan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk mengimpor 2,3 juta ton beras tahun ini untuk mengurangi dampak pola cuaca El Nino yang menyebabkan kekeringan di Asia Tenggara. Namun, kontrak pembelian beras sebanyak 453.000 ton belum diperoleh, kata seorang pejabat Bulog awal pekan ini.

“Harga beras global sedang naik. Kami ingin meningkatkan cadangan beras strategis kami, tetapi untuk mengimpor pun sulit mendapatkannya,” kata Presiden Joko Widodo pada acara terpisah pada Jumat, seraya menambahkan bahwa kesulitan untuk mendapatkan beras dari luar negeri didorong oleh pembatasan ekspor oleh beberapa negara.

Cuaca panas di wilayah-wilayah pertumbuhan utama padi di Asia mengancam panen, menaikkan harga beras sebanyak 20%, dan negara-negara yang dipimpin oleh eksportir utama India membatasi pengiriman untuk mengendalikan inflasi dan menjamin ketahanan pangan bagi masyarakatnya.

Total impor beras Indonesia pada 2023, termasuk untuk hotel dan restoran, diperkirakan mencapai 2,9 juta ton, kata Badan Pangan Nasional awal pekan ini.

India pada bulan Juli lalu melarang ekspor beras non-basmati untuk menjaga agar harga beras di dalam negeri tetap rendah. Tetapi larangan itu menimbulkan dampak terhadap negara-negara lain.

India, yang merupakan pengekspor beras terbesar di dunia, menyumbang 40% perdagangan beras global. India mengekspor beras ke sekitar 140 negara.

Harga ekspor beras Vietnam, telah mencapai titik tertinggi dalam 15 tahun terakhir sehingga membuat orang-orang yang paling rentan di beberapa negara termiskin terancam.

Indonesia dan Pertanian

Anggota DPRD Kaltim Harun Al Rasyid mengingatkan Indonesia agar tidak menjadikan impor sebagai solusi mengatasi ketersediaan beras.

“Indonesia ini kan tanahnya luas begitu juga lautnya. Seharusnya Indonesia jadi negara agraris dan maritim. Ini harusnya jadi prioritas pembangunan, yang menciptakan swasembada pangan,” ungkap, Minggu (9/4/2023) dikutip dprd.kaltimprov.

“Kami menyesalkan langkah pemerintah mengambil kebijakan impor beras. Ini merupakan buah dari buruknya pemerintah dalam menangani persoalan pangan, yang hampir tiap tahun selalu berulang,” kata Ketua Umum Serikat Petani Indonesia, Henry Saragih, dalam keterangannya, Selasa (28/3) dikutip Alinea.id.

Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPR RI Slamet saat menyampaikan interupsi dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-14 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2022-2023 di Gedung Nusantara II, Jakarta.

Mewakili Fraksi Patai Keadilan Sejahtera, Slamet menilai selain kebijakan pertanian, rencana impor beras juga akibat dari sengkarut tata kelola beras nasional.

“Menurut kami, persoalan ini terjadi karena lemahnya tata kelola beras nasional, di mana saat musim panen raya bulan Februari hingga April, penyerapan Bulog yang mendapatkan penugasan pemerintah untuk mengisi CBP sangat rendah. Hanya 233.240 ton. Sedangkan, produksi beras petani dari bulan Februari-April 2022 12,82 juta ton. Artinya, produksi dalam negeri (seharusnya) cukup untuk pemenuhan CBP,” ungkap Slamet, Selasa (10/1/2023).

Sumber: VoA Indonesia / dprd.kaltimprov / Alinea.Id / dpr.go.id.
Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemelut DPRD, Kepentingan Daerah Dan Harapan Kepada Bupati

    Kemelut DPRD, Kepentingan Daerah Dan Harapan Kepada Bupati

    • calendar_month Minggu, 7 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kemelut di DPRD Madina bisa dikatakan sudah membahayakan daerah. Sebab, kemelut tersebut sudah pada stadium menghambat agenda-agenda persidangan dewan, agenda yang sangat penting bagi kelanjutan perjalanan Kabupaten Madina. Beberapa kali Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Madina gagal bersidang akibat dua kutup kekuatan kelompok di gedung dewan saling menyerang, saling mengganjal. Selesai maslah Bamus, muncul lagi persoalan […]

  • Ujian Bagi Demokrat Adalah Nazaruddin

    Ujian Bagi Demokrat Adalah Nazaruddin

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TANJUNGPINANG – Pakar politik Zamzami A Karim mengatakan pernyataan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin dari tempat persembunyian yang dipublikasikan berbagai media massa merupakan ujian berat bagi Partai Demokrat. “Ini sebagai ujian berat, apakah Partai Demokrat memang partai pionir dalam agenda reformasi dan pemberantasan korupsi atau tidak berbeda dengan partai lain yang mudah tergoda […]

  • Jalur Panyabungan Pantai Barat Longsor

    Jalur Panyabungan Pantai Barat Longsor

    • calendar_month Kamis, 21 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Jalur Panyabungan Pantai Barat Longsor : Meterial batu dan tanah serta pohon tumbang menutupi badan jalan penghubung Panyabungan Pantai Barat Madina. Longsor di Wilayah Desa Tanobato Kecamatan Panyabungan Selatan ini terjadi kemarin mengakibatkan antrian panjang baik yang dari dan menuju Pantai Barat Madina.(MO/Mar)

  • Job Hugging, Efek Ketidakpastian Ekonomi Kapitalisme

    Job Hugging, Efek Ketidakpastian Ekonomi Kapitalisme

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban Muncul fenomena baru di dunia kerja yang disebut job hugging. Kalau dulu banyak orang sering pindah-pindah kerja atau job hopping demi mengejar tawaran gaji yang lebih tinggi. Kini, justru banyak pekerja memilih ‘memeluk’ pekerjaannya yang ada saat ini meskipun merasa merana dan tidak nyaman. Fenomena ini […]

  • Warga Nilai Cara Harun Mustafa Jadikan Lopo Kopi Salah Satu Cara Jemput Aspirasi Tepat

    Warga Nilai Cara Harun Mustafa Jadikan Lopo Kopi Salah Satu Cara Jemput Aspirasi Tepat

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online) : serap aspiraai tanpa batas, Cabup Madina nomor 1 Harun Mustafa Nasution terus mengakar. Lopo kopi dijadikan media untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat. Ada dua warung kopi pagi ini selasa 22/10 yang dikunjungi Harun Mustafa Nasution. Warung kopi Banjar Rebak dan Warung Kopi Manohara di Lintas Timur Panyabungan. Warga yang […]

  • Jembatan Ambruk, Kecamatan Batahan Terisolir

    Jembatan Ambruk, Kecamatan Batahan Terisolir

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jembatan di jalur Pantai Barat Mandailing Nmatal (Madina) penghubung Kecamatan Natal – Kecamatan Batahan, ambruk, pekan lalu. Jembatan yang berada di titik Desa Kubangan Pandan Sari Kecamatan Batahan ini diduga dibangun amburadul sehingga ambruk ketika dilalui truk pembawa alat berat (trado). Tokoh Pemuda Batahan, Aswin kepada wartawan, Rabu (24/9/2014) mengatakan, […]

expand_less