Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

MMI Kembali Desak Hulman Sitorus Dilengserkan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
  • print Cetak


PEMATANGSIANTAR :
Majelis Muslimin Indonesia (MMI) kembali mendesak Hulman Sitorus dilengserkan dari jabatannya sebagai Wali Kota Pematangsiantar periode 2010-2015, karena diduga memilik ijazah palsu.

Desakan ini disampaikan ratusan massa MMI saat melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Kota Pematangsiantar Jalan H Adam Malik, Senin 14 Februari 2011. Kedatangan massa ini dengan membawa spanduk dan poster yang mendesak Hulman Sitorus mundur dari jabatannya.

Kordinator aksi MMI, Bona Tua Naipos-pos menuturkan, kedatangan pihaknya untuk menuntut janji dari Ketua DPRD Marulitua Hutapea saat aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu, termasuk mendesak agar Hulman Sitorus dilengserkan, karena saat dilantik menggunakan stempel palsu Ketua DPRD.

Dalam pernyataan sikapnya, MMI juga mendesak DPRD agar membetuk tim Panitia Khusus (Pansus) mengenai ijazah Hulman Sitorus yang diduga palsu, masalah penggunaan stempel Ketua DPRD, serta hasil urine dan darah. MMI juga menyinggung keberadaan Eliakim Simanjuntak yang merupakan orang dekat Hulman Sitorus, dimana dinilai tidak jelas statusnya di rumah dinas wali kota.

Program Hulman Sitorus juga dinilai tidak jelas arahnya, termasuk janji pencairan voucer yang dibagikan tim sukses Hulman-Koni saat Pemillukada 20110. Hal lain disampaikan MMI menyangkut status SMA Negeri 4 dan SMA Negeri 5 yang tidak jelas tempat dan keberadaannya.

Massa MMI juga mendesak agar Marulitua keluar untuk menemui mereka, karena secara bersamaan DPRD sedang melukan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Perhitungan Anggaran Sementara (PPAS). Beberapa anggota dewan seperti Saud Simanjuntak, Aulul Imran, dan Chondri Horas Silitongan berusaha menemui massa. Namun, massa MMI menolaknya dan menginginkan bertemu langsung dengan Ketua DPRD. Tak berapa lama, Marulitua akhrinya keluar dan menemui massa.

Menurut Maruli terkait dugaan ijazah palsu maupun penggunaan stempel Ketua DPRD telah dilaporkannya beberapa waktu lalu pada aparat penegak hukum. Sedangkan menyangkut hasil urine dan darah Hulman Sitorus, politisi Partai Demokrat mengaku hanya mengetahuinya dari massa media.

“DPRD sangat sulit menindaklanjutinya, jika tidak ada data maupun bukti-bukti,” ujarnya.

Dalam aksi kali ini, sempat terjadi perdebatan antara Bona Tua Naipos-pos yang juga penasehat MMI dengan angggota DPRD, Aulul Imran menyangkut isu hasil urine dan darah Hulman Sitorus yang diduga merupakan milik Eliakim Simanjuntak. Aksi MMI berlanjut dengan mendatangi rumdis wali kota di Jalan MH Sitorus, dan tak berapa lama massa membubarkan diri. (js)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadirkan Gagasan Membangun di Pilkades Madina

    Hadirkan Gagasan Membangun di Pilkades Madina

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Halvionata Auzora Siregar Putra Batang Natal* Tak lama lagi 256 desa di Kabupaten Mandailing Natal, Sumut akan melaksanakan pesta demokrasi, tepatnya tanggal 21 Agustus tahun 2023. Ini merupakan pemilihan kepala desa sebelum kita menyambut pesta demokrasi yang lebih besar yaitu Pemilihan Umum pada tahun 2024 yaitu pemilihan presiden, anggota DPR, DPD dan Kepala Daerah. […]

  • Job Fair Madina Dibuka, Saipullah Imbau Pemuda Tingkatkan Kompetensi

    Job Fair Madina Dibuka, Saipullah Imbau Pemuda Tingkatkan Kompetensi

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Dahlan Batubara
    • 0Komentar

      … PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution membuka Job Fair (bursa kerja) di Gedung Serba Guna Amru Daulay, Panyabungan, Rabu (23/9/20206). Dia menyatakan apresiasi yang tinggi kepada 15 perusahaan yang menyediakan lowongan kerja di Job Fair itu. Saipullah berharap dunia usaha dan pemerintah daerah bisa melanjutkan kerja sama pelaksanaan Job Fair […]

  • Jalan Panyabungan Timur Hancur

    Jalan Panyabungan Timur Hancur

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Minimnya Drainase di sepanjang jalan menuju Kecamatan Panyabungan Tiur Kabupaten Mandailing Natal membuat jalan hancur berlobang akibat dari kikisan air.(MO)

  • Hari Ini, Pemkab Madina Dihantam 2 Gelombang Unjukrasa Mahasiswa

    Hari Ini, Pemkab Madina Dihantam 2 Gelombang Unjukrasa Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 30 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintahan di Mandailing Natal makin rapuh, tak mampu memberikan keyakinan kepada elemen-elemen masyarakat bahwa pemerintahan Madina bersih dari pejabat-pejabat koruptor. Hari ini, Rabu (30/3/2016), Pemkab Madina didatangi dua gelombang unjukrasa dari tiga organisasi mahasiswa yang belainan. Tetapi, tuntutannya sama, yakni meminta pembersihan Pemkab Madina dari pejabat-pejabat korup. Unjukrasa gelombang pertama adalah […]

  • Wacana Rel Kereta Api Palas-Paluta

    Wacana Rel Kereta Api Palas-Paluta

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      PALAS – Perencanaan Pemerintah Kabupaten Padang Lawas untuk adanya rel kereta api dari Padang Lawas, tepatnya dari Desa Sungai Korang atau perbatasan Sumut Riau ke Padang Lawas Utara (Paluta) tepatnya di Gunung Tua, mendapat apresiasi. Meskipun itu perencanaan jangka panjang, dinilai itu sudah konsep luar biasa. “Intinya, kita mendukung semua program pemerintah yang bagus-bagus. […]

  • Dua Pelajar Mompang Julu Dapat Penangguhan Tahanan

    Dua Pelajar Mompang Julu Dapat Penangguhan Tahanan

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Polres Mandailing Natal mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terhadap dua pelajar kasus kerusuhan Mompang Julu. Kedua pelajar dan masih dibawah umur itu berinisial IAH (16) dan RN (17) dikembalikan kepada orang tua mereka, Rabu (8/7/2020). Penangguhan penahanan dikabulkan setelah dilaksanakan pertemuan antara Muspika Panyabungan Utara, Kadis PPPA, tokoh masyarakat dengan Kapolres […]

expand_less