Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Nada Dering Lantunan Alquran, Bolehkah?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 18 Nov 2013
  • print Cetak

lebih baik menggunakan nada dering yang standar.

Kehadiran teknologi memang cukup menguntungkan di banyak hal. Di satu sisi teknologi mendongkrak mobilitas dan memudahkan aktivitas manusia. Namun, tak dimungkiri di sisi lain, menurut perspektif Islam, ada persoalan yang mengganjal sebagai efek dan konsekuensi dari teknologi itu.

Fenomena mutakhir ini, seperti terlihat dari maraknya mp3 Alquran yang bisa tersimpan di berbagai perangkat pintar dan telepon genggam.

Bermaksud baik, hendak menghadirkan kekhusyukan dan keteduhan, tak sedikit Muslim memasang nada dering berupa lantunan ayat suci Alquran itu atau kalimat tayibah lainnya. Seperti, azan, iqamat, basmalah, dan taawudz. Bolehkah hal ini dilakukan?

Persoalan ini mendapat sorotan dari berbagai lembaga fatwa di beberapa negara Timur Tengah, antara lain, Mesir, Arab Saudi, Sudan, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Lembaga-lembaga fatwa otoritatif di negara-negara tersebut sepakat menegaskan, penggunaan lantunan ayat suci Alquran sebagai nada dering tidak diperbolehkan. Tindakan ini dianggap merusak kesucian Alquran. Sebab, tak seharusnya Alquran diposisikan untuk nada dering.

Secara garis besar, argumentasi yang disampaikan oleh lembaga-lembaga itu telah terwakili oleh dua lembaga fatwa berikut, yakni Dar al-Ifta’ Mesir dan Komite Tetap Kajian dan Fatwa Arab Saudi.

Dar al-Ifta’ Mesir menguraikan, pemasangan Alquran sebagai nada dering dianggap tak sesuai dengan etika kepatutan dan kepantasan berinteraksi dengan kitab suci Alquran. Apalagi, terdapat tuntutan bersuci saat memegang atau membaca Alquran.

“Sesungguhnya Alquran ini adalah bacaan yang sangat mulia. Pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh) tidak menyentuhnya, kecuali orang-orang yang disucikan.” (QS al-Waqiah [56] :77-79)

Menurut lembaga yang kini dipimpin oleh Syekh Syauqi Ibrahim Abd el-Karim Allam itu, Alquran diturunkan sebagai bahan bacaan dan renungan, sedangkan jika dipakai sebagai nada dering, tujuan itu tak tercapai.

Alih-alih menghadirkan kekhusyukan, justru suasana hening itu dengan sendirinya akan terpecah saat menjawab panggilan. Ayat yang semestinya terbaca sempurna, bisa terpotong secara tak beraturan dan menghilangkan esensi makna yang sesungguhnya.

Komite Tetap Kajian dan Fatwa Arab Saudi menambahkan, nada dering Alquran dilarang karena dikhawatirkan dapat merendahkan Alquran.

Ini karena pada dasarnya Allah menurunkan Alquran sebagai kitab petunjuk untuk dibaca, dipahami maknanya, dan dipraktikkan nilai-nilai berikut ajarannya. Bukan untuk dijadikan sebagai nada dering. Baik di ponsel ataupun perangkat pintar lainnya.

Bahkan, menurut Komite yang pernah diketuai Syekh Abdullah bin Baz ini, larangan penggunaan nada dering itu tidak terbatas pada bacaan Alquran, tetapi juga mencakup nada dering lagu-lagu dan musik atau instrumen appun bentuknya. Baik berupa nasyid murni apalagi yang disertai dengan iringian alat musik.

Larangan ini merujuk pada hadis sahih riwayat Bukhari tentang larangan musik secara umum. Mengutip pendapat Syekh Ibnu Taimiyah, Komite ini menjelaskan, musik atau sejenisnya, termasuk ma’azif yang dilarang. Maka sebagai solusi, cukup memakai nada dering standar berupa bunyi dering bel atau suara telepon klasik.

Lalu, bagaimana dengan nada dering azan atau kalimat tayibah lainnya, seperti doa, shalawat, dan zikir lainnya? Lembaga-lembaga di atas masih sepakat, hukumnya tidak boleh.

Dalam konteks azan, misalnya, pemakaiannya untuk nada dering bisa menimbulkan kebingungan soal waktu shalat. Orang di sekitar yang tak sengaja mendengarkannya, bisa terkecoh. Dan, pemakaiannya pun dianggap tak sepantasnya.

Serangkaian kalimat tayibah itu adalah bentuk ibadah. Maka, tak sepatutnya menempatkan posisi syiar agama itu dalam kondisi tak sepantasnya, seperti penggunaannya untuk nada dering. Ini dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap syiar agama.

Niat baik itu tak selamanya sejajar lurus dengan norma dan etika syariat. Karenanya, lebih baik menggunakan nada dering selain syiar-syiar di atas.

Bagaimanapun, syiar-syiar agama itu lazimnya dihormati dan diagungkan. Bukan malah sebaliknya. “Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS al-Hajj [22]: 32).(rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukungan Arus Bawah Mengalir, Warga Sukarela Dirikan Baliho Ivan Iskandar Batubara

    Dukungan Arus Bawah Mengalir, Warga Sukarela Dirikan Baliho Ivan Iskandar Batubara

    • calendar_month Selasa, 28 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MAGA LOMBANG ( Mandailing Online ): puluhan orang warga desa Maga Lombang, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Mandailing Natal dirikan baliho bergambar Bacalon Bupati Madina Ivan Iskandar Batubara. Mereka ternyata dengan suka rela mendirikan baliho bertulisan “Patujoloon Mandailing Standar Baru Kemajuan Daerah”. Tidak hanya kaum bapak yang bergotong royong mendirikan baliho Ivan Iskandar Batubara tersebut, kaum […]

  • 16 Tahun Mandailing Online: Mendengar, Memberitakan, Mengawal Rakyat

    16 Tahun Mandailing Online: Mendengar, Memberitakan, Mengawal Rakyat

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Supardi
    • 0Komentar

    Oleh: Supardi S.H.I Sociopreneur/Founder Business Ouners Community   … Enam belas tahun bagi sebuah portal berita lokal bukan perjalanan yang pendek. Di tengah perubahan teknologi, munculnya media sosial dan semakin cepatnya masyarakat memperoleh informasi, Mandailing Online telah melewati berbagai zaman sekaligus berbagai tantangan. Hari ini, ulang tahun ke-16 Mandailing Online semestinya tidak hanya dirayakan sebagai […]

  • Arief Tampubolon Minta Kajari Madina Mundur Jika Dugaan Korupsi Smart Village Takterungkap

    Arief Tampubolon Minta Kajari Madina Mundur Jika Dugaan Korupsi Smart Village Takterungkap

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Aktivis anti korupsi Sumatera Utara (Sumut), Arief Tampubolon menilai ada salah persepsi dari tim penyidik di Kejaksaan Negeri Kabupaten Mandailing Natal (Kejari Madina). Hal ini dikarenakan pelimpahan kasus dugaan korupsi dana desa Smart Village 2023 kembali dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut). Demikian ditegaskan Arief Tampubolon dalam siaran […]

  • DPP Ima Madina Minta Keberadaan PT SMGP Ditinjau Ulang

    DPP Ima Madina Minta Keberadaan PT SMGP Ditinjau Ulang

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    |Panyabungan, Rencana pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Panas Bumi di kaki Gunung Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) oleh PT Sorik Merapi Geothermal Power (PT SMGP) perlu ditinjau ulang kembali. Karena dampak lingkungan yang akan ditimbulkan PT SMGP dianggap sangat berbahaya bagi masyarakat. Hal itu disampaikan Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (Ima Madina) Ahmad Irwandi […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 8)

    MARSIDAO-DAO (episode 8)

    • calendar_month Kamis, 3 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Naisuratkon : Dahlan Batubara Sonima arasoki ni na tingon tobat i, arop mandapoti do halak bope namarsoluk-soluk tingon manyogot ni ari santak tu arian. Soni muse pala borngin ni ari les dodas do adong arasokina, ima halak namarsulu. I longko-longko ni tobat i asa pe longko na ilambung pambulu nai ma marlagut gulaen […]

  • Uang Komite SLTA Dihapus

    Uang Komite SLTA Dihapus

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pelajar Yang Masuk PT Rp. 5 Juta/Tahun Panyabungan MO– Tahun ini Pemkab Mandailing Natal (Madina) mengeluarkan kebijakan pembebasan iuran komite sekolah di tingkat SLTA negeri maupun swasta se-Madina. Kebijakan ini merupakan implementasi visi misi Hidayat-Dahlan. Besaran dana untuk itu sebesar Rp.50.000 per siswa per bulan. Kemampuan APBD Madina TA 2012 masih sebatas besaran ini, diharapkan […]

expand_less