Rabu, 9 Sep 2026
light_mode
Tak Berkategori

Pasar Laru Langganan Macet

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 4 Mei 2013
  • print Cetak

Jalinsum Pasar Tradisonal Laru Kec. Tambangan selalu macet setiap ada pekan tradisional di daerah ini. Terlihat antrian mobil penumpang dan truk  di daerah ini.TAMBANGAN (Mandailing Online)
Keberadaan Pasar Laru di Kecamatan Tambangan, Kab. Jalinsum Pasar Tradisonal Laru Kec. Tambangan selalu macet setiap ada pekan tradisional di daerah ini. Terlihat antrian mobil penumpang dan truk di daerah ini semakin lama semakin sumpek dan padat. Akibatnya warga setempat merasa resah bergitu juga dengan pengendara yang melintasi pasar tradisional. Warga berharap agar Pemkab Madina melakukan perluasan Pasar sehingga kemacetan bisa teratasi. Penyebab kemacetan lalu lintas ini adalah banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan melebar hingga ke badan jalan.
“Kami harus mengelus dada jika melewati Jalan Lintas Sumatera di Pasar tradisonal Laru Kecamatan Tambangan ini. Sebab, badan jalan menyempit akibat sejumlah pedagang memakai badan jalan serta angkutan desa yang parkir di badan jalan menunggu sewa,” ujar M. Nasir salah seorang sopir mobil pribadi yang melintasi Pasar hari Rabu lalu tepatnya hari pekan di Pasar Laru
Situasi ini, katanya, membuat arus kenderaan terganggu hingga menimbulkan antrian panjang. Untuk melewati kemacetan sekitar 250 meter itu butuh waktu sekitar 30 menit. Mestinya Pemkab Madina membuat kebijakan serta bernegoisasi dengan masyarakat di sekitar Pasar untuk mencari lahan bila ingin merelokasi kawasan ini.
Dikatakannya, selain mobil angkutan yang parkir di badan jalan juga ditambah minimnya aparat kepolisian yang mengatur lalu lintas di daerah ini. Pantuan Rabu lalu, aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan tidak ada di daerah ini, yang ada hanya petugas Banpol satu orang. Sepertinya petugas ini kewalahan mengatur lalu lintas yang tidak sabar ingin saling mendahului karena sudah terlalu lama terjebak macet di wilayah ini.
Sementara Camat Tambangan H. M. Yunus, S. Sos yang di hubungi mengatakan, kondisi pasar ini memang jadi dilema karena posisinya pas di pinggir jalan Jalinsum. “Kalau dipindahlan belum ada lokasi yang pas, lagi pula biasanya Pasar memang berada di sekitar pemukiman penduduk dan mudah dijangkau warga. Kita tidak ingin nanti seperti di tempat lain, pasarnya mubazir karena pedagang tidak mau menempatinya disebabkan kondisinya yang sepi dan jauh dari pemukiman penduduk,” ujarnya.
Sedangkan Anggota DPRD Madina, Ir. Zubeir Lubis, menyebutkan Pemda dan DPRD sudah lama merencanakan perpindahan Pasar Laru ini ke tempat yang lain. “Solusi untuk perkembangan Pasar ini adalah dipindahkan untuk peningkatan ekonomi serta melancarkan arus lalulintas yang sering macet,” katanya.
Dikatakannya, “Kita dari DPRD Madina sepenuhnya mendukung pemindahan Pasar ini. Kita akui setiap ada Pekan tradisional di daerah ini Jalinsum ini memang selalu macet, di samping sebagian badan jalan dipakai untuk berjualan, angkutan pedesaan juga parkir di sembarangan tempat untuk menunggu sewa dan menurunkan penumpang. Kita berharap untuk sementara waktu, aparat terkait pro aktif mengatur lalu lintas di daerah ini,” ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan Madina, Harlan Batubara, SH yang di hubungi mengatakan, upaya menghindari kemacetan setiap minggu pihaknya menurunkan petugas pengamanan ketertiban Laluintas di Pasar tersebut. Namun akibat sempitnya ruas jalan serta sulitnya untuk menertibkan kenderaan angkot yang tidak memiliki parkir serta terminal, pihaknya kewalahan, akibatnya sering macet. (L)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PKS: Gatot sering diabaikan Syamsul

    PKS: Gatot sering diabaikan Syamsul

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Hubungan Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin dengan wakilnya, Gatot Pujo Nugroho, dikabarkan tidak harmonis. Apalagi, sejak ditahan di Rutan Salemba Jakarta, Gubsu ternyata tidak pernah dapat berhubungan dengan Wagubsu baik via telepon maupun pesan singkat (SMS). Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Utara (Sumut) menyatakan, hubungan Wakil Gubernur Sumut Gatot Pujo […]

  • Wilayah Mandailing Dari Pasaman Hingga Perbatasan Riau

    Wilayah Mandailing Dari Pasaman Hingga Perbatasan Riau

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manailing Online) – Sejatinya wilayah Mandailing sangat luas, mulai dari garis Gunung Opir di Pasaman (Sumatera Barat) di arah tenggara, kemudian perbatasan Riau arah Timur, serta ujung Batang Toru (batas dengan Tapanuli Tengah). Hanya saja, oleh kepentingan administrasi pemerintahan, wilayah Mandailing itu lama-lama menjadi ciut. Itu diungkapkan Budayawan Mandailing, Pandapotan Nasution pada pembukaan acara […]

  • DPRD Madina Gagal Agendakan Naga Juang

    DPRD Madina Gagal Agendakan Naga Juang

    • calendar_month Selasa, 2 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rapat dengar pendapat membahas kasus Naga Juang gagal dilaksanakan DPRD yang sejatinya dilaksanakan pada Senin (01/04/2013 sesuai janji pimpinan DPRD Madina As Imran Khaitamy dan Fakrizal Efendi Nasutioan kepada masyarakat Naga Juang. Rapat itu beragenda meminta keterangan pihak muspida serta pihak PT. Sorikmas Mining (SM) serta masyarakat dalam rangka mencari format […]

  • Anomali Piala Dunia 2026

    Anomali Piala Dunia 2026

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Subuh Iskandar Batubara Pegiat di GEREP INSTITUTE (Pusat Kajian Mandailing Natal)   Piala Dunia adalah sihir, kata seorang kawan. Bayangkan! Lebih dari separuh populasi penduduk dunia bisa dijangkau olehnya. Dan lebih dari separuh jumlah itu pula bisa tersihir dan menunggu perhelatannya. Mereka yang sudah tersihir akan rela menahan tidur sampai larut malam, demi bisa […]

  • PPPK Tahun Depan Pemkab Madina Buka 315 Formasi Guru PAI

    PPPK Tahun Depan Pemkab Madina Buka 315 Formasi Guru PAI

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) akan membuka 315 formasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada ujian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun depan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Arbiuddin Harahap ketika mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi I DPRD dengan agenda Menindaklanjuti Surat Audiensi AGPAI Madina […]

  • KEK, realistis dan ilutif

    KEK, realistis dan ilutif

    • calendar_month Kamis, 19 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Siapapun pasti ingin ada KEK di wilayahnya. Daerah manapun pasti ingin ada KEK di daerahnya. Kapitalis macammanapun pasti ingin ada KEK di basis usahanya. Rakyat manapun pasti setuju ada KEK di kabupaten mereka. Harapan itu wajar. Keingingan itu alamiah. Karena KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) akan menguntungkan dari sisi pengembangan ekonomi. Tetapi, berkhayal dan berilusi […]

expand_less