Kamis, 25 Jun 2026
light_mode
Tak Berkategori

Pasar Laru Langganan Macet

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 4 Mei 2013
  • print Cetak

Jalinsum Pasar Tradisonal Laru Kec. Tambangan selalu macet setiap ada pekan tradisional di daerah ini. Terlihat antrian mobil penumpang dan truk  di daerah ini.TAMBANGAN (Mandailing Online)
Keberadaan Pasar Laru di Kecamatan Tambangan, Kab. Jalinsum Pasar Tradisonal Laru Kec. Tambangan selalu macet setiap ada pekan tradisional di daerah ini. Terlihat antrian mobil penumpang dan truk di daerah ini semakin lama semakin sumpek dan padat. Akibatnya warga setempat merasa resah bergitu juga dengan pengendara yang melintasi pasar tradisional. Warga berharap agar Pemkab Madina melakukan perluasan Pasar sehingga kemacetan bisa teratasi. Penyebab kemacetan lalu lintas ini adalah banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan melebar hingga ke badan jalan.
“Kami harus mengelus dada jika melewati Jalan Lintas Sumatera di Pasar tradisonal Laru Kecamatan Tambangan ini. Sebab, badan jalan menyempit akibat sejumlah pedagang memakai badan jalan serta angkutan desa yang parkir di badan jalan menunggu sewa,” ujar M. Nasir salah seorang sopir mobil pribadi yang melintasi Pasar hari Rabu lalu tepatnya hari pekan di Pasar Laru
Situasi ini, katanya, membuat arus kenderaan terganggu hingga menimbulkan antrian panjang. Untuk melewati kemacetan sekitar 250 meter itu butuh waktu sekitar 30 menit. Mestinya Pemkab Madina membuat kebijakan serta bernegoisasi dengan masyarakat di sekitar Pasar untuk mencari lahan bila ingin merelokasi kawasan ini.
Dikatakannya, selain mobil angkutan yang parkir di badan jalan juga ditambah minimnya aparat kepolisian yang mengatur lalu lintas di daerah ini. Pantuan Rabu lalu, aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan tidak ada di daerah ini, yang ada hanya petugas Banpol satu orang. Sepertinya petugas ini kewalahan mengatur lalu lintas yang tidak sabar ingin saling mendahului karena sudah terlalu lama terjebak macet di wilayah ini.
Sementara Camat Tambangan H. M. Yunus, S. Sos yang di hubungi mengatakan, kondisi pasar ini memang jadi dilema karena posisinya pas di pinggir jalan Jalinsum. “Kalau dipindahlan belum ada lokasi yang pas, lagi pula biasanya Pasar memang berada di sekitar pemukiman penduduk dan mudah dijangkau warga. Kita tidak ingin nanti seperti di tempat lain, pasarnya mubazir karena pedagang tidak mau menempatinya disebabkan kondisinya yang sepi dan jauh dari pemukiman penduduk,” ujarnya.
Sedangkan Anggota DPRD Madina, Ir. Zubeir Lubis, menyebutkan Pemda dan DPRD sudah lama merencanakan perpindahan Pasar Laru ini ke tempat yang lain. “Solusi untuk perkembangan Pasar ini adalah dipindahkan untuk peningkatan ekonomi serta melancarkan arus lalulintas yang sering macet,” katanya.
Dikatakannya, “Kita dari DPRD Madina sepenuhnya mendukung pemindahan Pasar ini. Kita akui setiap ada Pekan tradisional di daerah ini Jalinsum ini memang selalu macet, di samping sebagian badan jalan dipakai untuk berjualan, angkutan pedesaan juga parkir di sembarangan tempat untuk menunggu sewa dan menurunkan penumpang. Kita berharap untuk sementara waktu, aparat terkait pro aktif mengatur lalu lintas di daerah ini,” ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan Madina, Harlan Batubara, SH yang di hubungi mengatakan, upaya menghindari kemacetan setiap minggu pihaknya menurunkan petugas pengamanan ketertiban Laluintas di Pasar tersebut. Namun akibat sempitnya ruas jalan serta sulitnya untuk menertibkan kenderaan angkot yang tidak memiliki parkir serta terminal, pihaknya kewalahan, akibatnya sering macet. (L)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Abituren di Yaman Kembali Gelar Haul Syekh Musthafa Husein Nasution

    Abituren di Yaman Kembali Gelar Haul Syekh Musthafa Husein Nasution

    • calendar_month Senin, 19 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TARIM, YAMAN (Mandailing Online) –   Keluarga Abituren Musthafawiyah (KAMUS) di Yaman kembali menyelenggarakan haul Syekh Musthafa Husein Nasution dan Milad pesantren Musthafawiyah Purba Baru ke 110 tahun. Kegiatan berlangsung di aula Masbah Syahir, Kota Tarim, Hadhramaut, Yaman, Jumat (16/12/22). Pesantren Musthofawiyah berada di Purba Baru, Mandailing Natal, Sumatera Utara, Indonesia. Tokoh pendirinya adalah Syekh Musthafa […]

  • Di Balik Penarikan Indomie di Taiwan

    Di Balik Penarikan Indomie di Taiwan

    • calendar_month Kamis, 14 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ada kabar menyentak di awal pekan ini. Pemerintah Taiwan menarik mi instan merek Indomie dari supermarket-supermarket di negara tersebut. Produk buatan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk itu mengandung methyl p-hydroxybenzoate dan asam benzoat. Bahan pengawet itu dilarang di Taiwan dan hanya bisa digunakan dalam produk kosmetik. Bahan tersebut bisa menyebabkan muntah-muntah, dan jika dikonsumsi […]

  • Jalur Tengah Lintas Sumatera di Muara Mais Tertimbun Material Longsor

    Jalur Tengah Lintas Sumatera di Muara Mais Tertimbun Material Longsor

    • calendar_month Kamis, 16 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN, ( Mandailing Online )- Jalan tengah lintas sumatera di Desa Muara Mais, Kecamatan Kota Nopan, Kabupaten Mandailing Natal pagi ini Kamis 16/11/2023 terpaksa tidak bisa di lewati kendaraan, pasalnya material longsor dari perbukitan menimbun badan jalan nasional itu. Kendaraan melintas si jalur perhubung Sumatera Utara dan Sumatera Barat ini pun terpaksa terhenti sementara menunggu […]

  • Calon Anggota DPRD Madina Bawa Perempuan Dinikahkan Paksa

    Calon Anggota DPRD Madina Bawa Perempuan Dinikahkan Paksa

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Sahbana salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal terpilih periode 2014-2019 dari PAN bersama seorang kawannya bernama Sangkot terpaksa dinikahkan secara paksa dengan dua perempuan kencan mereka karena dicurigai berbuat tak senonoh di Desa Hutagodang Muda, Senin (21/7/2014). Kedua perempuan tersebut berinisial LM berstatus gadis dan DL status janda. Keduanya warga […]

  • Marhata-Hata Dalam Upacara Marhorja di Nagari Kota Nopan, Rao Utara, Pasaman (1)

    Marhata-Hata Dalam Upacara Marhorja di Nagari Kota Nopan, Rao Utara, Pasaman (1)

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pendahuluan Pada hakikatnya sastra lisan merupakan bagian dari suatu kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun secara lisan sebagai milik bersama. Menurut Louis (dalam Sudikan, 2001:3) ada tiga unsur pokok suatu kebudayaan, yaitu: (1) Isi yang berupa pola perilaku sosial gaya yang menyatakan sesuatu dan cara memahami sesuatu benda yang diwariskan; […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 47)

    MARSIDAO-DAO (episode 47)

    • calendar_month Rabu, 14 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Laing ikusandarkon dadaboru ni Muklan i do sibuk ni Si Siti tu indorana painte becak masin marobanna. Dadaboru ni Mahlil margoso palagut parabiton ni Siti nangkan obanon tu ruma sakit. Si Rahim iambit ombar balok ni alai. Poso-poso na manjalahi becak i, marlojong maripas tu dalan godang an. Dung […]

expand_less