Minggu, 20 Sep 2026
light_mode

Nama Bandara Abdul Haris Nasution Bentuk Penghargaan terhadap Jasa Pahlawan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 2 Okt 2024
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penyematan Jenderal Besar Abdul Haris Nasution sebagai nama bandar udara (bandara) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merupakan bentuk penghargaan atas jasa pahlawan nasional yang berasal dari Bumi Gordang Sambilan.

Perjalanan penamaan bandar udara di Bukitmalintang itu juga panjang. Mulai dari diskusi, pengambilan keputusan, surat bupati kepada pemerintah provinsi dan pusat, surat pernyataan dari keluarga Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, sampai kemudian ditetapkan.

“Itu penghargaan kita, masyarakat dan Pemkab Madina, atas jasa-jasa beliau kepada bangsa ini,” kata Bupati Madina HM Jakfar Sukhairi Nasution saat dibincangi wartawan di Kecamatan Panyabungan, Selasa (1/10/2024) malam.

Lebih lanjut, Sukhairi menjelaskan penyematan nama satire ‘Bandara Insyaallah’ oleh masyarakat karena pembangunan yang tak kunjung selesai mendorong Pemkab Madina untuk menuntaskan pembangunannya. “Sembari dalam hal itu tentu harus disiapkan namanya,” lanjut bupati.

Dia menerangkan, kelanjutan pembangunan Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution merupakan prestasi tersendiri, karena berlangsung di tengah situasi anggaran yang tidak maksimal.

“Itu ada situasi Covid, refocusing anggaran, tapi Pemkab Madina bertekad dan berhasil meyakinkan pemerintah pusat untuk melanjutkan pembangunan bandara,” ungkapnya.

Di sisi lain, bupati dan wakil bupati menimbang nama besar dan jasa Jenderal Besar Abdul Haris Nasution bagi bangsa ini patut dikenang. “Itu murni dari kami pemilihan nama itu,” tutur ketua DPW PKB Sumut ini.

Bupati Sukhairi mengungkapkan, pada pemerintahan sebelumnya sudah ada rencana membangun monumen untuk Jenderal Besar Abdul Haris Nasution. “Tapi, ada semacam perbedaan pendapat yang tak selesai sampai hari ini, apa dibangun patung atau monumen,” ungkapnya.

Pembangunan monumen atau patung, jelas Sukhairi, belum menjadi prioritas pada masa pemerintahannya karena berbagai hal. Pertama, kondisi keuangan daerah yang tidak ideal karena refocusing dan tahun politik. Kedua, gaungnya hanya skop kabupaten yang dipandang tidak maksimal dalam membesarkan nama mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu.

“Kalau monumen kita bangun tidak fundamental dan gaungnya, kan, hanya di kabupaten ini. Kalau nama bandara gaungnya lebih luas, nasional,” sebut Bupati Sukhairi.

Dia menutup keterangannya dengan memaparkan perjalanan penamaan bandar udara di Bukitmalintang itu. Mulai dari diskusi, pengambilan keputusan, surat bupati kepada pemerintah provinsi dan pusat, surat pernyataan dari keluarga Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, sampai kemudian ditetapkan.

Pemberian nama pahlawan untuk bandar udara bukan hal baru di dunia. Di Indonesia pun banyak bandar udara yang memakai nama pahlawan sebagai bentuk kebanggaan dan penghormatan. Beberapa di antaranya Soekarno-Hatta, Adi Soemarno, I Gusti Ngurah Rai, Halim Perdanakusuma, Jenderal Ahmad Yani, Djoeanda (Juanda), dan Sultan Hasanuddin. (dahlan batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ibu Bawa Dua Bocah Kelola Ladang Ganja

    Ibu Bawa Dua Bocah Kelola Ladang Ganja

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Polres Mandailing Natal (Madina) selama tiga hari (4-6) Februari mengadakan operasi penyisiran ladang ganja yang dimulai dari Desa Rao-Rao Panjaringan, Kec. Tambangan hingga ke Tor Sihite Panyabungan Timur, Kab. Madina. Selama operasi itu, petugas berhasil membekuk seorang ibu rumah tangga yang membawa dua anaknya yang masih bocah di ladang ganja kawasan Tor Sihite.(sp)

  • Plasma PTPN IV Terkendala Status Lahan Tumpang Tiindih

    Plasma PTPN IV Terkendala Status Lahan Tumpang Tiindih

    • calendar_month Kamis, 1 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak PTPN IV mengaku kesulitan mengadakan lahan perkebunan plasma sawit yang akan diperuntukkan bagi warga sekitar. Sebab, banyak lahan yang berstatus tumpang tindih. Hal itu terungkap pada acara dengatr pendapat antara DPRD Kabupaten Mandailing Natal dengan pihak PTPN IV di gedung dewan, Selasa (1/11). DPRD memanggil manajemen PTPN IV terkait mencuatnya […]

  • Polres Madina Tangkap Satu Tersangka Pembawa Ganja 5 Kg  

    Polres Madina Tangkap Satu Tersangka Pembawa Ganja 5 Kg  

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Polres Mandailing Natal berhail menangkap 1 pria berikut baran bukti 5 kg ganja kering di Desa Gunungtua Panggorengan, Panyabungan, Selasa dinihari (29/10/2019). Tersangka berinisial AT Batubara (43) warga Desa Gunung Tua, Panyabungan ditangkap Sat Res Narkoba Polres Mandailing Natal (Madina) dalam satu misi penyamaran. Tersangka ditangkap sekira pukul 00.30 WIB. […]

  • Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 3)

    Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 3)

    • calendar_month Selasa, 7 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: HARIS SUTAN LUBIS Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara   Dengan rasa kagum melihat keberanian dan kecekatan putra raja, kontelir akhirnya memberikan senjata itu sebagai hadiah. Dari cerita dapat dilihat betapa tanggung jawab merupakan sesuatu yang harus dijunjung tinggi apabila seseorang ditugaskan melakukan suatu pekerjaan. Di samping itu, cerita tersebut pun memberikan gambaran bahwa Willem […]

  • Hartono Tenang Setelah Kembali ke Islam

    Hartono Tenang Setelah Kembali ke Islam

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Acara di radio membuatnya tertarik mempelajari Islam lebih dalam. Hartono (25 tahun) lahir dari keluarga Islam. Namun, ia besar tanpa pendidikan agama. Hal ini membuat jiwanya kosong. Ia mengaku selama itu ia tak pernah mendalami Islam secara sungguh-sungguh. “Saya blank sama sekali tentang Islam,” ujarnya kepada Republika lewat sambungan telepon, pekan lalu. Ia merasa pemahaman […]

  • Pelamar Padati Hotel di Madina

    Pelamar Padati Hotel di Madina

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Penginapan dan hotel di Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Selasa sore (14/12), mulai dipadati pelamar CPNS yang datang dari luar Madina untuk mengikuti ujian CPNS, Rabu (15/12). Ujian ini juga membawa hikmah tersendiri bagi pelamar asal Madina yang berdomisili di daerah luar untuk pulang kampung. Pantauan METRO di sejumlah hotel di Panyabungan, Selasa (14/12), […]

expand_less