Senin, 20 Apr 2026
light_mode

Nazar Sebut Anas Terlibat Belasan Proyek

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 20 Jan 2014
  • print Cetak

JAKARTA – Kubu Anas Urbaningrum memang masih belum tahu pasti makna proyek-proyek lain yang dituduhkan oleh KPK. Jika ocehan M. Nazaruddin selama ini benar, berarti setidaknya ada 20 kasus lain terkait dengan suami Athiyyah Laila itu. Saat ini, semua proyek itu sudah disampaikan kepada komisi antirasuah.

Hal itu diungkapkan kuasa hukum M. Nazaruddin, Elza Syarief seperti dikutip Jawa Pos edisi hari ini. Dia mengatakan dari 20 kasus tersebut, 12 proyek sudah dibuka dan dimasukkan BAP (berita acara pemeriksaan). “Masih ada delapan lagi yang belum di-BAP,” ujarnya.

Pengacara kondang itu menambahkan, apa yang disampaikan Nazaruddin bisa dipastikan bukan isapan jempol belaka. Sebab, saat melaporkan ke KPK juga disertai dengan bukti-bukti. Di samping itu, kesaksian Yulianis, mantan Wakil Direktur Keuangan PT Permai Grup juga menyebut adanya aliran uang ke Anas.

Saat ditanya bukti-bukti itu ada di mana, Elza memastikan semuanya masih ada. Ada harapan dari kliennya, ditahannya Anas bisa membuka tabir kasus lebih lebar. Uang-uang yang telah hilang bisa kembali ke negara. “Dokumen-dokumen asli masih di Pak Anas semua,” terangnya.

Namun, dia mengaku lupa untuk merinci dokumen kasus itu karena sudah lama diberikan pada KPK. Yang pasti, dari 12 kasus yang disebutnya sudah di BAP itu termasuk proyek Hambalang. Nazaruddin juga sudah menjelaskan kasus-kasus itu saat memberikan keterangan di persidangan.

Terkait proyek-proyek tersebut, Nazaruddin pernah “menyanyikannya” saat diperiksa KPK pada Juli 2013. Ketika itu, dia membeberkan berbagai kasus dengan alasan ingin menebus dosa kepada rakyat Indonesia. Apa yang disebutnya diyakini Nazar benar karena dirinya juga ikut dalam permainan kotor itu.

“Proyek e-KTP misalnya, ada Setya Novanto (Fraksi Golkar), beberapa mantan ketua komisi 2, Mas Anas (Anas Urbaningrum), dan saya juga ada di situ,” aku Nazar saat itu.

Saat bersaksi di sidang Kamis (16/1) lalu, Nazar juga sempat berceloteh soal Anas. Dia menyebut kalau Anas yang mengatur di DPR untuk proyek Hambalang.

Versi suami Neneng Sri Wahyuni itu, Anas punya tujuh kantong usaha dengan nilai proyek Rp 64 triliun. Nah, apakah ocehan Nazaruddin itu bernilai benar atau tidak, belum ada kepastian. Sebab, KPK sendiri tidak merinci apa saja kasus-kasus lain yang dimaksud dalam sprindik.

Dikonfirmasi terpisah, kuasa hukum Anas, Firman Wijaya menyebut apa yang dikatakan pihak Nazar tidak jelas. Hanya ocehan tanpa bukti nyata sehingga dia tidak berminat untuk menanggapi.

Firman mempersilakan KPK untuk mengikuti alur pikiran Nazaruddin kalau ocehan mantan bendahara umum PD itu dirasa benar. “Diteruskan saja, didalami ke mana maunya,” katanya.

Dia juga mengatakan kalau Anas tidak berminat untuk melaporkan Nazaruddin ke Polisi karena tuduhan-tuduhannya itu. Bukti-bukti bahwa Nazar kerap mencemarkan nama baik Anas juga dia koleksi. Tapi, itu tidak membuat pihaknya mau melapor. (jpnn)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mal Praktek di RSU Panyabungan Tewaskan Mahasiswi

    Mal Praktek di RSU Panyabungan Tewaskan Mahasiswi

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus dugaan mal praktek di RSU Panyabungan yang menewaskan seorang mahasiswi, kini mulai ditangani Komisi IV DPRD Mandailing Natal (Madina). Pertemuan di Komisi IV DPRD Madina berlangsung Kamis (2/1/2014) dipimpin Ketua Komisi Martua Nasution Lc dan Wakil Ketua Komisi, Hamzsah, pihak keluarga korban serta Direktur RSU Panyabungan Drg. Bidasari. Korban bernama […]

  • Longsor makan korban di Tapteng 500 meter

    Longsor makan korban di Tapteng 500 meter

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Longor yang terjadi di Desa Sibiobio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera utara mencapai lebih kurang 500 meter dan berada di delapan titik. “Kedalaman longsor mencapai 5 sampai 20 meter dan lebar 3 tiga meter,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapteng, Bonaparte Manurung saat dihubungi dari Medan, Minggu. Longsor […]

  • Kadis Perhubungan Madina Gagal Ditahan Polres

    Kadis Perhubungan Madina Gagal Ditahan Polres

    • calendar_month Rabu, 3 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Kepala Dinas Perhubungan Mandailing Natal Harlan Batubara gagal ditahan Polres Madina, usai pemeriksaan di Mapolres Madina, Selasa malam (2/2). Kegagalan penahanan itu karena adanya surat bupati Mandailing Natal (Madina) dan Sekda Madina kepada Polres Madina yang meminta penangguhan penahanan terhadap pria tersangka kasus korupsi sebesar sekitar 1,7 milyar rupiah itu. Harlan […]

  • Berkas Kasus Dugaan Korupsi Mantan Camat Sipirok

    Berkas Kasus Dugaan Korupsi Mantan Camat Sipirok

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dilimpahkan Pertengahan Februari SIPIROK- Berkas mantan Camat Sipirok, Amirsyam SSos, tersangka kasus dugaan korupsi pengutipan biaya administrasi pembebasan lahan pendirian tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Padangsidimpuan. Demikian juga dengan salah seorang mantan stafnya, Ramadhan. “Pemeriksaan terhadap saksi-saksi telah selesai kita lakukan, dan berkas keduanya tinggal menjilid […]

  • Dugaan Korupsi Sertifikasi Guru, Polisi Kembali Periksa Sekda Labuhanbatu

    Dugaan Korupsi Sertifikasi Guru, Polisi Kembali Periksa Sekda Labuhanbatu

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LABUHANBATU: Lagi, Sekdakab Labuhanbatu diperiksa di Mapolres Labuhanbatu terkait dugaan korupsi dana sertifikasi guru se Labuhanbatu. Hasban Ritonga Sekdakab Labuhanbatu datang ke Mapolres di Jalan HM Thamrin Rantauprapat. Kamis 21 April 2011 ditemani Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Erwin Siregar. Hasban diperiksa dan dimintai ulang keterangannya di ruangan Res Ekonomi terkait kasus […]

  • RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian 8)

    RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian 8)

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Diceritakan Tagor Lubis dari Pojok Kedai Lontong Medan (kenangan masa kecil di Mandailing 1970 – 1980) Ada sejumput cerita tentang munculnya pasar bawah setiap pekan Ramadhan di kampung kami. Ya, orang orang menyebutnya pasar bawah karena lokasinya terpisah dengan pasar yang sebenarnya. Lokasinya sedikit tersembunyi  di tepi sungai, di sela sela pohon kopi.  Dingin dan […]

expand_less