Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Parkir Tak Jelas, Pasar Panyabungan Semrawut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 26 Jan 2012
  • print Cetak

MADINA- Kesemrawutan di jalan protokol Kota Panyabungan sebagai pusat kota Kabupaten Mandailing Natal (Madina) disebabkan areal parkirnya tidak jelas. Sehingga, di jam lalulintas padat, pengendara akau sulit melewati ruas jalan tersebut.
Amatan METRO, Selasa (24/1) Kabupaten Madina mekar dari Kabupaten Tapsel tahun 1998 lalu, kondisi jalinsum Kota Panyabungan masih tetap seperti dulu. Di kiri kanan badan jalan akan terlihat angkutan umum berjejer mencari penumpang. Kondisi ini terlihat dari depan ruko di sekitar KPU Madina di Jalan Merdeka Kelurahan Jayu Jati. Anngkutan Desa (Angdes) trayek Panyabungan-Siabu terlihat berjejer dan antri menunggu penumpang.
Lalu di Pasar Lama Panyabungan tepatnya di samping jembatan Aek Mata, terlihat mobil taksi jenis L300 trayek Panyabungan-Psp juga berjejer hingga ke depan Madina Square yang berjarak sekitar 100 meter. Kemudian di sekitar depan Losmen Bahagia juga berjejer antrian mobil taksi jenis L300 trayek Panyabungan-Kotanopan sepanjang sekitar 100 meter.
Angdes trayek Panyabungan-Panyabungan Selatan dan Lembah Sorik Merapi juga terlihat mangkal sepanjang sekitar 50 meter di seberang Jalan Masjid Raya Alqurra Walhuffaz Pasar Lama Panyabungan. Sedangkan di Pasar Baru Panyabungan angkutan umum juga berjejer sepanjang 70 meter menunggu penumpang jurusan Panyabungan-Panyabungan Barat dan Puncak Sorik Merapi.
Kondisi ini tentunya dikeluhkan warga, karena jalan selebar sekitar 6 meter itu semakin sempit ketika kendaraan lain sulit lewat, bahkan bisa memicu kemacetan.
”Konidisi ini sejak dulu sudah ada dan belum pernah ada perubahan. Padahal, sudah sering terjadi gesek-gesekan kendaraan akibat sempitnya jalan dan parkir kendaraan yang tidak ada. Begitu juga dengan mobil angkutan yang memadati pinggir badan jalan,” sebut Mulia Raja seorang pemilik ruko di Pasar Lama kepada METRO, Selasa (24/1)
Sebenarnya kata Mulia, pemilik ruko sudah mengeluhkan kondisi ini. Karena tidak penertiban oleh Pemkab, mereka terpaksa menerima saja.
”Mau buat apa kita, mereka juga butuh makan. Kita keluhkan pun tidak pernah ada tindakan dari penegak peraturan itu. Padahal kondisi ini sudah menyulitkan masyarakat yang melintas di sepanjang Panyabungan, dan sering ribut akibat sering terjadi gesekan kendaraan bahkan tak jarang terjadi kecelakaan,” katanya.
Sementara, Arifin Lubis seorang supir angkutan kepada METRO mengungkapkan, mereka parkir di sepanjang badan jalan karena memang disitu full mereka. Para supir hanya mengikuti pimpinan CV atau perusahaan angkutan.
”Dari dulu parkirnya sudah disini, karena full kita juga disini, dan kami juga bisa saja pindah asal ada parkir dan perintah dari pengusaha dan perwakilan kami,” sebutnya.
Kepala Dinas Perhubungan Madina, Harlan Batubara menjelaskan, pihaknya saat ini sudah melakukan koordinasi dengan pimpinan CV atau pengusaha angkutan. Hasilnya, ada kesepakatan pembentukan Forum Angkutan Umum dan juga kesepakatan agar parkir dipindahkan ke tempat lain, untuk mengurangi kepadatan kendaraan angkutan di pusat Kota Panyabungan.
”Namun secara teknis masih dalam proses,” ucapnya. Kata Harlan, Pemkab bersama institusi terkait akan menertibkan mobil angkutan umum dan akan memindahkan parkirnya ke Jalan Lingkar Timur.
”Secara emosional para pengusaha dan CV sudah sepakat dan akan mencari full masing-masing di Jalan Lintas Timur. Hanya saja kita masih menunggu persetujuan dan arahan dari Bupati. Bila semuanya sudah disetujui secara teknis, maka kita akan lakukan himbauan secara formal kepada pengusaha dan perwakilan CV untuk pindah ke Lintas Timur,. Mereka sendiri yang mencari fuul mereka disana, karena ini demi kepentingan umum, untuk mengurangi kepadatan dan kemacetan lalu lintas di pusat Panyabungan,” katanya. (wan/mer.metrotabagsel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 500 Ha Pengembangan Kacang Kedelai

    500 Ha Pengembangan Kacang Kedelai

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Pengembangan kacang kedelai di Kabupaten Mandailing Natal untuk tahun 2015 mencapai 500 hektar. Pengembangan itu melibatkan 50 kelompok tani  tersebar di berbagai desa dan kecamatan. Untuk Kecamatan Kotanopoan digarap 12 kelompok tani. Kepala Dinas Pertanian Mandailing Natal, Taufik Zulhendra Ritonga, kemarin, menyatakan program ini dilaksanakan dalam rangka menyahuti Program Gerakan Tanam PAT-PIT, […]

  • Tak Ada Rambin, Warga Bergelayut di Tali Kawat

    Tak Ada Rambin, Warga Bergelayut di Tali Kawat

    • calendar_month Senin, 25 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Tak ada jembatan, tak ada rambin alias titi gantung, warga terpaksa bergelayut di kawat menyeberangi sungai agar sampai ke areal persawahannya. Itu terjadi di Desa Muara Siambak Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal. Selama ini, warga sangat mengharapkan pembangunan titi gantung, tetapi belum pernah terealisasi. Warga terpaksa memasang kawat di atas sungai Batang […]

  • Penerima Raskin Madina Berkurang 1.854 RTS

    Penerima Raskin Madina Berkurang 1.854 RTS

    • calendar_month Rabu, 3 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penerima beras miskin (raskin) untuk Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tahun 2013 ini berkurang sebanyak 1.854 Rumah Tangga Sasaran (RTS). Pengurangan ini akibat berkurangnya jumlah keluarga miskin di Madina. Demikian data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang dilansir Bagian Perekonomian Pemkab Madina. Kepala Bagian Prekonomian Madina, Suandi Usman Nasution melalui Kasubbag […]

  • Ketua DPRD Madina : Kehadiran Taman Raja Batu Mesti Disyukuri

    Ketua DPRD Madina : Kehadiran Taman Raja Batu Mesti Disyukuri

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis menyatakan keberadaan Taman Raja Batu patut disyukuri masyarakat Madina. Itu dikatakannya menjawab wartawan saat meninjau Taman Raja Batu, Jum’at (6/3/2020). Menurutnya, kehadiran Taman Raja Batu secara otomatis telah mengurangi biaya apabila pemerintah daerah menyelenggarakan even atau acara kedaerahan yang selama ini selalu menyewa lapangan. […]

  • Kasus Kepala Sekolah Berkualitas Dipecat, Warga Juga Mengadu ke PDI Perjuangan

    Kasus Kepala Sekolah Berkualitas Dipecat, Warga Juga Mengadu ke PDI Perjuangan

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus kepala sekolah SD Negeri Sirangkap Kecamatan Panyabungan Timur terus merembet.   Selain mendatangi Komisi I DPRD Madina, warga dan komite sekolah juga mendatangi sekretariat DPC PDI Perjuangan Madina, Senin (6/4).   Kedatangan mereka langsung diterima Ketua DPC PDIP Madina, Iskandar Hasibuan. “Kita akan kawal pengaduan masyarakat dan komite sekolah […]

  • Pesantren Darul Mursyid Tidak Naikkan SPP

    Pesantren Darul Mursyid Tidak Naikkan SPP

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Pihak manajemen Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM) mengaskan bahwa tidak menaikkan biaya SPP untuk tahun ajaran baru tahun. Kebijakan itu diputuskan pada rapat pimpinan PDM di Berastagi yang berlangsung di Berastagi Cotage tanggal 13 hingga 16 Juni 2013. Kebijakan tidak menaikkan biaya SPP itu berdasar beberapa factor. Pertama, pertimbangan […]

expand_less