Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Pelamar CPNS Gugat Pemko

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
  • print Cetak


Medan, Pemko Medan akan digugat pelamar CPNS Formasi Tahun 2010. Pemko Medan dituding mendiskriminasikan pelamar agar tidak ikut ujian. Padahal seluruh persyaratan yang diminta oleh Panitia Penerimaan CPNS Pemko Medan 2010 sudah dipenuhi.

Merasa hak-hak sebagai warga negara dan warga Kota Medan khususnya hak konstituen guna melamar CPNS melalui sistem yang dibuat Pemko Medan terabaikan, empat puluh pelamar yang dirugikan akan menggugat Pemko Medan pada Rabu (15/12/2010) ini di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Hal itu disampaikan Aditya Praditya Girsang, warga Kota Medan yang mengambil jurusan Analisis Hukum dengan bidang S1 Hukum pada Formasi CPNS Pemko Medan 2010 kepada wartawan di depan Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kota Medan, Selasa (14/12/2010).

Aditya yang datang bersama kuasa hukumnya Warinson Sinaga SH MHum, menuturkan gugatan akan dilayangkan pihaknya atas nama Panitia Penerimaan CPNS Pemko Medan 2010 dan Kantor Pos Medan. Gugatan yang dilayangkan tersebut berdasarkan tindakan diskriminatif Panitia Penerimaan CPNS Pemko Medan karena Aditya tidak dapat ikut ujian akibat fasilitas penerimaan CPNS Pemko Medan melalui website atau informasi teknologi (IT) rusak.

Warinson menuturkan, Aditya sudah melamar CPNS melalui website yang disediakan Pemko Medan yakni pcpns.pemkomedan.go.id sejak pertengahan November 2010 silam. Selanjutnya, Aditya dinyatakan lulus dan diminta mengirimkan berkas ke kantor Pos sebelum tanggal 4 Desember 2010.

Lantas, Aditya melengkapi seluruh berkas valid yang diminta dan telah dikirimkannya ke Kantor Pos Besar Medan pada akhir November 2010. Namun hingga Senin (13/12/2010), dia tidak mendapatkan kartu ujian yang seharusnya sudah dikirimkan ke alamat email masing-masing pendaftar CPNS dengan mencetak kartu ujian sendiri.

Pihaknya bersama orangtua juga mengaku telah meminta konfirmasi langsung ke Panitia Penerimaan CPNS Pemko Medan, di BKD Medan sebanyak enam kali, sejak Senin (13/12/2010) hingga Selasa (14/12/2010) terkait kartu ujian yang tidak diterimanya. Namun malah jawaban tidak menyenangkan disampaikan panitia kepadanya. Alhasil merasa haknya terabaikan, Aditya menunjuk Warinson Sinaga SH MHum sebagai kuasa hukum untuk melakukan gugatan pada Walikota Medan Rahudman Harahap.

“Kakak bersangkutan juga ikut testing dan sudah mendapat kartu ujian. Tapi dia tidak mendapat kartu ujian padahal saat mendaftar bersama-sama. Kita sudah beretikat baik untuk menanyakan kartu ujian ini pada panitia. Tapi malahan panitia meminta data kita apakah memang benar sudah dikirimkan ke kantor pos atau belum. Kita minta data itu ke Kantor Pos dan terdapat 15100 pendaftar yang sudah memasukan berkas ke kantor pos termasuk diantara nama itu, Aditya tercantum didalamnya. Data ini kita kasih ke panitia seperti yang diminta,” keluh Warinson Sinaga.

Tapi, lanjut Warinson, jawaban tidak menyenangkan didapatnya dari Panitia Penerimaan CPNS Pemko Medan melalui Kasubbag Penerimaan BKD Medan Andrian Saleh dengan menjawab, tidak mungkin semua data dari kantor pos itu dapat dicek satu per satu. Mendapat jawaban tersebut, selaku kuasa hukum dia menyatakan bahwa seharusnya panitia penerimaan CPNS menyertakan tenaga ahli IT untuk mendata pendaftar dari Kantor Pos Medan.

“Ini tidak, panitia tidak mengerti IT. Seharusnya, mereka mempekerjakan tenaga ahli IT sebagai pembantu untuk mendata banyaknya berkas pendaftar di Kantor Pos Medan. Tapi hasilnya, tidak. Ini bentuk kelalaian dan kesengajaan Pemko Medan pada warganya. Artinya, panitia telah mengabaikan hak-hak warganya. Kita akan mengguggat Panitia penerimaan CPNS dan Kantor Pos Besar Medan,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, gugatan juga akan didaftarkan ke PN Medan hari ini, Rabu (15/12/2010), dengan menampung masalah 40 pendaftar yang sama tidak mendapat kartu ujian padahal sudah melengkapi persyaratan yang diminta. 40 pendaftar yang tidak mendapat kartu ujian juga terlihat datang ke BKD Medan untuk meminta konfirmasi Panitia Penerimaan CPNS, namun keluhan pendaftar tidak dihiraukan. “Kita akan menampung keluhan 40 pendaftar yang lain juga, untuk melakukan gugatan ke Walikota Medan. Kita akan layangkan gugatan ke PN Medan karena Panitia Penerimaan sengaja mengabaikan hak-hak warganya,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala BKD Medan Lahum Lubis melalui Kabid Pengadaan BKD Medan Ayub Saufi yang dikonfirmasi wartawan, tidak bersedia berkomentar. Saat ditanya mengenai masalah kartu ujian pendaftar yang tidak diberikan panitia, Ayub hanya tertawa-tawa. “Nantila ya. Ya cemana, mereka mengeluh kartu ujian belum dapat. Saya pun baru tahu, karena waktu mereka ribut-ribut, saya baru datang dan menenangkan mereka juga. Cemanala ya. Nanti ajala, besok sudah ujian tes. Kita liat besok aja,” ujarnya sembari tertawa-tawa. (BS-024)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yayasan Mataniari Suplay Bibit Buah di Madina

    Yayasan Mataniari Suplay Bibit Buah di Madina

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    HUTABARGOT (Mandailing Online) – Pemberdayaan ekonomi rakyat yang terintegrasi dengan pelestarian lingkungan hidup patut dikembangkan. Interaksi kedua aspek ini sangat urgen dan memiliki nilai yang sangat mulia di tengah kian tingginya ancaman kerusakan ekosistem global. Dan kedua aspek itu menjadi bagian dari beberapa program Yayasan Mataniari di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut). Yayasan Mataniari […]

  • Round Bikes Transport Hadir di Madina

    Round Bikes Transport Hadir di Madina

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Round Bikes Transport (RBT) hadir di Mandailing Natal untuk menyahuti kebutuhan masyarakat dalam hal efektivitas waktu dengan pelayanan prima. Perusahaan yang bergerak di bisang jasa pengantaran ini mengedepankan pelayanan prima dengan biaya terjangkau. Perusahaan jasa yang dibidani Mulyadi Rizky ini pada Selasa (5/4) telah launching dan sosialisasi kepada masyarakat lewat konvoi […]

  • Bupati Madina : Gordang Sambilan Mulai Diperhitungkan Secara Nasional

    Bupati Madina : Gordang Sambilan Mulai Diperhitungkan Secara Nasional

    • calendar_month Minggu, 22 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait keikutsertaan kesenian Mandailing, Gordang Sambilan di acara pembukaan Asian Games pada Agustus mendatang menjadi kebaggaan bagi Mandailing Natal. Momen ini menunjukkan gambaran bahwa kesenian Mandailing, Gordang Sambilan telah diperhitungkan secara nasional. Dan, juga menjadi cemeti sebagai daya dorong untuk lebih memaksimalkan go internasional keberadaan Gordang Sambilan. Lebih dari itu, kesempatan […]

  • Terisolir, Kaum Ibu Desa Batahan Hanya Dua kali Setahun Melihat Pasar

    Terisolir, Kaum Ibu Desa Batahan Hanya Dua kali Setahun Melihat Pasar

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Berkunjung ke pasar Kotanopan bagi kaum ibu di Desa Batahan Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal (Madina) adalah kesempatan langka. Pasalnya angkutan umum hanya sekali dalam seminggu mesuk ke desa ini kaibat parahnya infrastruktur jalan. Perongkosan pun sangat mahal, 50.000 rupiah per orang. Ditengah kemiskinan, uang 50.000 adalah nilai yang sangat mahal sehingga […]

  • Pendidikan Vokasi yang Shohih, Adakah?

    Pendidikan Vokasi yang Shohih, Adakah?

    • calendar_month Kamis, 14 Jan 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Alfisyah, S.Pd Guru dan Pemerhati Masyarakat Dunia pendidikan SMK mengubah kembali kurikulumnya. Tujuannya agar mampu meningkatkan lebih jauh lagi daya serap lulusannya di dunia kerja. Lima aspek konsep pendidikan vokasi SMK mengerucut pada fokus dunia industri. Hal ini menjadi fakta yang mengukuhkan sistem pendidikan SMK yang semakin kapitalistik. Konsep yang menggeser hakikat pendidikan […]

  • Kagumi Konsep Kun Fayakun, Wanita Amerika Ini Memeluk Islam

    Kagumi Konsep Kun Fayakun, Wanita Amerika Ini Memeluk Islam

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    “Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan, ‘Jadilah, lalu terjadilah’,” surah al-An’am ayat 73. Inilah ayat yang membuat seorang wanita Amerika, Linda Koloctronis, mulai tertarik dengan Islam. Pada mulanya, ia membaca Alquran untuk mencari kesalahan di dalamnya. Namun, konsep kun fayakun dalam surah tersebut telah mengubah […]

expand_less