Kamis, 29 Okt 2026
light_mode

Pemkab Madina Harus Pikirkan Nasib Ribuan Honorer

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 16 Jan 2012
  • print Cetak

 

Panyabungan, DPRD  Mandailing Natal menyambut positif langkah yang dilakukan Pemkab Madina yang akan memanggil dan memperkerjakan kembali tenaga honorer yang beberapa waktu lalu sudah dirumahkan.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Madina Dodi Martua di Panyabungan, Ahad (15/01/2012) setelah melakukan konsultasi ke Pemerintah Pusat yaitu Kementerian Dalam Negeri terkait pemberhentian tenaga honorer.

Kendati pemberhentian honorer ini merupakan implementasi dari kebijakan Pemerintah Pusat pasca keluarnya PP No 48 Tahun 2005, namun permasalahan honorer ini sungguh tidak bijaksana jika honorer yang harus menjadi korban dari kebijakan pemerintah.

Sebelumnya mereka kan secara legal diangkat jadi honorer, tapi kenapa baru sekarang mau diberhentikan. Kenapa dulu masih diangkat, kenapa tidak dari dulu diberhentikan. Untuk itu, Dodi menegaskan tidak ada kata lain Pemkab Madina harus memperkerjakan kembali honorer apalagi anggaran untuk penggajian honorer pada APBD 2012 sudah disahkan DPRD beberapa waktu lalu.

Menurut Dodi, DPRD menyetujui kembali pengalokasian gaji miliaran untuk honorer. Alasannya, selain sisi kemanusian dan juga jika menghilangkan anggaran untukhonorer tersebut sama saja dengan menciptakan pengangguran besar di masyarakat. Tentunya hal ini sudah tidak sesuai dengan salah satu visi misi Bupati Madina yakni menciptakan lapangan kerja baru.

Selain itu lanjut Dodi, jika honorer diberhentikan maka tingkat pengangguran akan semakin bertambah dan apalagi kalau dilihat dari kualifikasi pendidikan sebagian besar honorer hanyalah tamatan SMA, jika harus bersaing mereka pasti akan semakin sulit mendapatkan pekerjaan dan lebih menyedihkan sebagian honorer merupakan tulang punggung keluarganya.

Terkait dengan temuan BPK terkait pengalokasian gaji honorer pada APBD, politisi Partai Pelopor ini menyatakan Pemkab Madina harus mencari solusi agar tidak menyalahi ketentuan yang berlaku, seperti outsourcing, melibatkan dalam kegiatan atau kerjasama dengan pihak ketiga atau kebijakan yang lain. Sebab hasil konsultasi dengan Biro Kepegawaian Kementerian Dalam Negeri, keputusan pemakaian anggaran APBD untuk gaji honorer berpulang pada kebijakan daerah.

“Sepanjang anggaran masih memungkinkan, daerah bisa saja mempertahankan honorer, namun kita tentu harus punya payung hukum yang jelas. Apalagi sampai saat ini belum ada kejelasan dari pusat yang katanya akan mengeluarkan peraturan pemerintah yang baru terkait pangangkatan honorer yang belakangan ini sudah didata,” ujarnya.

Untuk itu Dodi menyatakan, Pemkab Madina jangan hanya bisa melakukan pemberhentian honorer. Seharusnya Pemkab Madina lebih baik memikirkan bagaimana nasib honorer nanti apabila penggajian honorer sudah tidak ditampung pada APBD 2013, karena kebijakan pemerintah pusat tidak dapat lagi ditangguhkan.

Dodi berharap ada upaya yang serius dan langkah kongkrit Pemkab Madina untuk memperjuangkan nasib ribuan honorer. (BS-026.beritasumut)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Generasi Bangsa Aset Yang tiada terharga Nilainya

    Generasi Bangsa Aset Yang tiada terharga Nilainya

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Siswa Sekolah Dasar SD Negeri No.126 Gunung Baringin Antusias mengerjakan tugas yang diberikan guru. Mereka yakin bahwa hari esok pasti gemilnag. (MOL)

  • Madina Kejadian Luar Biasa Diare, Sumut Turunkan Tim

    Madina Kejadian Luar Biasa Diare, Sumut Turunkan Tim

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Dinas Kesehatan Sumatera Utara mengirimkan tim ke Kabupaten Mandailing Natal terkait Kejadian Luar Biasa Diare yang terjadi di daerah itu dalam beberapa hari belakangan ini. Kepala Seksi Wabah dan Bencana Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut), Suhadi, Senin, 28 Maret 2011, mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan tim ke Kabupaten Mandailing Natal (Madina), guna meneliti penyebab […]

  • Kegiatan Sorikmas Mining Disosialisasikan Kepada LSM

    Kegiatan Sorikmas Mining Disosialisasikan Kepada LSM

    • calendar_month Senin, 27 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Manajemen PT. Sorikmas Mining melakukan sosialisasi tentang aktifitas perusahaan itu kepada pimpinan dan pengurus Lembaga Swadaya Masayarakat (LSM) yang ada di Mandailing Natal, Senin (27/8) bertempat di aula Hotel Rindang, Panyabungan. Aspek-aspek yang disosialisasikan mulai dari pofil perusahaan, persentase saham perusahaan, izin-izin yang dikantongi perusahaan, tahapan kegiatan perusahaan mulai dari eksplorasi hingga […]

  • Hasil Perhitungan KPU Madina : Hidayat-Dahlan Raih 72 Persen Suara

    Hasil Perhitungan KPU Madina : Hidayat-Dahlan Raih 72 Persen Suara

    • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Hasil perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal yang dilaksanakan, Kamis (28/4) memperlihatkan pasangan Hidayat-Dahlan memperoleh suara sebanyak 115.564 suara atau 72 persen disusul pasangan Indra Porkas-Firdaus dengan perolehan 12.458 suara atau 8 persen, pasangan Arsyad-Azwar dengan perolehan suara 10.883 suara atau 7 persen. Kemudian disusul pasangan Irwan – Samad dengan perolehan 8.329 suara […]

  • Pangdam: Penembakan di Aceh tak ganggu pilkada

    Pangdam: Penembakan di Aceh tak ganggu pilkada

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEULABOH – Panglima Kodam Iskandar Muda (IM) Mayjen TNI Adi Mulyono menegaskan bahwa aksi penembakan yang menewaskan warga Aceh di malam pergantian tahun baru 2012 tidak terkait unsur politik pemilukada. “Saya tegaskan aksi penembakan yang terjadi selama ini sama sekali tidak mengarah untuk menganggu berlangsungnya pemilukada di Aceh,” katanya tadi malam. Pernyataan tersebut menanggapi adanya […]

  • DPRD Madina Minta Audit Investigatif Defisit Keuangan

    DPRD Madina Minta Audit Investigatif Defisit Keuangan

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Enam fraksi di DPRD Mandailing Natal (Madina) mengusulkan dilakukan audit investigatif oleh BPK terkait terjadinya defisit keuangan pemkab tahun anggaran 2010. Hal tersebut disampaikan dalam pandangan fraksi-fraksi pada sidang paripurna pengesahaan Perubahan APBD 2010 yang dipimpin Ketua DPRD As Imran Khatamy Daulay SH dan dihadiri Pj Bupati Aspan Sopian Batubara, di gedung dewan, Panyabungan, […]

expand_less