Minggu, 13 Sep 2026
light_mode

Pemkab Madina Harus Pikirkan Nasib Ribuan Honorer

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 16 Jan 2012
  • print Cetak

 

Panyabungan, DPRD  Mandailing Natal menyambut positif langkah yang dilakukan Pemkab Madina yang akan memanggil dan memperkerjakan kembali tenaga honorer yang beberapa waktu lalu sudah dirumahkan.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Madina Dodi Martua di Panyabungan, Ahad (15/01/2012) setelah melakukan konsultasi ke Pemerintah Pusat yaitu Kementerian Dalam Negeri terkait pemberhentian tenaga honorer.

Kendati pemberhentian honorer ini merupakan implementasi dari kebijakan Pemerintah Pusat pasca keluarnya PP No 48 Tahun 2005, namun permasalahan honorer ini sungguh tidak bijaksana jika honorer yang harus menjadi korban dari kebijakan pemerintah.

Sebelumnya mereka kan secara legal diangkat jadi honorer, tapi kenapa baru sekarang mau diberhentikan. Kenapa dulu masih diangkat, kenapa tidak dari dulu diberhentikan. Untuk itu, Dodi menegaskan tidak ada kata lain Pemkab Madina harus memperkerjakan kembali honorer apalagi anggaran untuk penggajian honorer pada APBD 2012 sudah disahkan DPRD beberapa waktu lalu.

Menurut Dodi, DPRD menyetujui kembali pengalokasian gaji miliaran untuk honorer. Alasannya, selain sisi kemanusian dan juga jika menghilangkan anggaran untukhonorer tersebut sama saja dengan menciptakan pengangguran besar di masyarakat. Tentunya hal ini sudah tidak sesuai dengan salah satu visi misi Bupati Madina yakni menciptakan lapangan kerja baru.

Selain itu lanjut Dodi, jika honorer diberhentikan maka tingkat pengangguran akan semakin bertambah dan apalagi kalau dilihat dari kualifikasi pendidikan sebagian besar honorer hanyalah tamatan SMA, jika harus bersaing mereka pasti akan semakin sulit mendapatkan pekerjaan dan lebih menyedihkan sebagian honorer merupakan tulang punggung keluarganya.

Terkait dengan temuan BPK terkait pengalokasian gaji honorer pada APBD, politisi Partai Pelopor ini menyatakan Pemkab Madina harus mencari solusi agar tidak menyalahi ketentuan yang berlaku, seperti outsourcing, melibatkan dalam kegiatan atau kerjasama dengan pihak ketiga atau kebijakan yang lain. Sebab hasil konsultasi dengan Biro Kepegawaian Kementerian Dalam Negeri, keputusan pemakaian anggaran APBD untuk gaji honorer berpulang pada kebijakan daerah.

“Sepanjang anggaran masih memungkinkan, daerah bisa saja mempertahankan honorer, namun kita tentu harus punya payung hukum yang jelas. Apalagi sampai saat ini belum ada kejelasan dari pusat yang katanya akan mengeluarkan peraturan pemerintah yang baru terkait pangangkatan honorer yang belakangan ini sudah didata,” ujarnya.

Untuk itu Dodi menyatakan, Pemkab Madina jangan hanya bisa melakukan pemberhentian honorer. Seharusnya Pemkab Madina lebih baik memikirkan bagaimana nasib honorer nanti apabila penggajian honorer sudah tidak ditampung pada APBD 2013, karena kebijakan pemerintah pusat tidak dapat lagi ditangguhkan.

Dodi berharap ada upaya yang serius dan langkah kongkrit Pemkab Madina untuk memperjuangkan nasib ribuan honorer. (BS-026.beritasumut)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saksi Mangkir, Sidang Ramli Ditunda

    Saksi Mangkir, Sidang Ramli Ditunda

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi ruislag Kebun Binatang Medan (KBM) dengan terdakwa mantan Sekda Kota Medan Ramli Lubis, mantan Kepala Kantor PBB Tarmidzi dan Direktur PT Gemilang Kreasi Utama (GKU) Haryono, Senin (24/01/2011), terpaksa ditunda karena saksi tidak hadir. Seharusnya sidang digelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi pemilik tanah antara lain Zatak, staf Bapedda […]

  • 350 Juta Uang Dinas Pendidikan Madina Dirampok

    350 Juta Uang Dinas Pendidikan Madina Dirampok

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dana Ujian Nasional sebesar Rp.350.000.000 digondol maling dari mobil Kurniawan Siregar, Bendahara Dikmenumjur Dinas Pendidikan Mandailing Natal (Madina), Rabu (4/6/2014). Kejadian terjadi pada pukul 13:00 Wib di pelataran parkir Madina Market, Panyabungan. Uang itu berada di tas dalam mobil yang baru saja diambil dari Bank Rakyat Indonesia. Keterangan Satpam Madina Market, […]

  • Penahanan Kadis dan Mantan Kadis Kelautan Madina, Menunggu Hasil BPK-RI

    Penahanan Kadis dan Mantan Kadis Kelautan Madina, Menunggu Hasil BPK-RI

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Onine) – Paska penetapan mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Madina berinisial KS dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Madina berinisial ZMN sebagai tersangka korupsi, pihak Kejari Panyabungan masih menunggu hasil koordinasi dengan BPK RI Sumut untuk menentukan kapan keduanya ditahan. “Masih menunggu hasil konkrit dari BPK-RI untuk menentukan kapan kita […]

  • 2026 RSUD Panyabungan Akan Buka 6 Layanan Baru Termasuk Jantung

    2026 RSUD Panyabungan Akan Buka 6 Layanan Baru Termasuk Jantung

    • calendar_month Jumat, 29 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Direktur Utama Rumah Sakit Adam Malik Medan dr.Zainal Safri,SP datangi RSUD Panyabungan dalam rangka penandatangan kesepakatan pengampuan layanan prioritas di RSUD Panyabungan Jum’at 29/9/2023. dr.Zainal Safri beserta rombongan disambut Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi didampingi Kepala RSUD Panyabungan dr.Rusly Pulungan dan Kadis Kesehatan Madina dr. Faisal Situmorang. Perlu diketahui bahwa […]

  • Rambin di Sabadolok Rusak Parah

    Rambin di Sabadolok Rusak Parah

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Titi Ganting di desa Sabadolok, Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal, Sumut, rusak parah. Rambin itu menuju Saba Rimbaan, pusat aktivitas pertanian dan perkebunan warga Saba Dolok. Melintang di atas Sungai Batang Gadis yang berarus deras. Kondisi rusak ini sudah berlangsung hampir satu tahun terakhir. Agar titi gantung ini tetap bisa di […]

  • Harga Cabai Merah di Tanjungbalai dan Panyabungan Naik

    Harga Cabai Merah di Tanjungbalai dan Panyabungan Naik

    • calendar_month Minggu, 21 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Harga cabai merah dalam beberapa hari terakhir ini yang diperdagangkan di Kota Tanjungbalai dan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami kenaikan. Di Tanjungbalai misalnya, harga cabai merah lokal kini seharga Rp12.000 per kg dari sebelumnya Rp10.000 per kg, sementara cabai merah keriting diperdagangkan seharga Rp18.000 per kg dari sebelumnya Rp14.000 per kg. Sedangkan di Kota […]

expand_less