Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Pengungsi Sinabung Segera Terima Bantuan Rp 12,8 M

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2015
  • print Cetak

Tanahkaro  – Sebanyaka 3.084 kepala keluarga (KK) pengungsi Sinabung dari 9 desa, akan menerima bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekitar Rp12,8 miliar. Bantuan ini terbagi dalam tiga item seperti sewa rumah lanjutan, sewa rumah dan sewa lahan tambahan serta pendanaan padat karya disalurkan melalui BRI Cabang Kabanjahe, setelah dokumen identitas kepala keluarga 9 desa dilengkapi. Demikian disebutkan Kepala BPBD Kabupaten Karo, Ir Subur Tambun melalui Sekretarisnya, Drs Jhonson Tarigan kepada MedanBisnis di ruang kerjanya, Kamis (26/2).

Kata Jhonson Tarigan, sewa rumah lanjutan diberikan kepada tujuh desa seperti Sukameriah sebanyak 137 KK, Simacem 130KK, Berastepu767KK, Gamber 182KK, Kuta Tonggal 107KK, Bekerah 100KK dan Gurukinayan 753KK dengan biaya Rp 1.800.000 per KK.

Sementara sebagai sewa rumah dan sewa lahan tambahan diterima warga sebesar Rp 3.800.000 per KK, mereka yang menerima desa Sukameriah sebanyak 5KK, Desa Simacem 8KK, Berastepu 18KK, Gamber 23KK, Kuta Tonggal 1KK, Bekerah 5KK dan Gurukinayan 74KK.

Bagi warga Desa Sigarang-garang yang sebanyak 349KK dan Sukanalu sebanyak 425KK akan diberikan bantuan dana dengan dana padat karya sejumlah Rp 50 ribu setiap KK dalam kurun waktu 60 hari.

Pembayaran bantaun kepada warga pengungsi sembilan desa ditargetkan realisasinya sekitar tanggal 2 Maret 2015 bertempat di aula kantor Bupati Karo. Bila kepala desa masing-masing terlambat memberikan identitas warganya yang sudah valid, maka pemberian bantuan untuk sewa rumah lanjutan selama enam bulan, sewa rumah dan sewa lahan tambahan selama enam bulan , maka realisasinya juga belakangan.

Khusus untuk warga pengungsi desa Sigarang-garang dan desa Sukanalu yang saat ini masih berada di pengungsian seperti KWK Berastagi, UKA II dan UKA III, GBKP jalan Kota Cane dan Posko KNPI Kabanjahe yang segera bakal dipulangkan sesuai rekomendasi pihak Vulkanologi, pencairan dana bantuan padat karya disalurkan melalui BRI Cabang Kabanjahe dengan buku rekening masing-masing kepala keluarga. Hal ini disepakati untuk menjauhi presebsi negative dalam penyaluran batuan jika dilakukan dari tangan ke tangan.

Kacab BRI Kabanjahe, Toufik Hidayat, Rabu (25/2) di kantor BPBD Karo mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah siap menyalurkan bantuan kepada warga dua desa pengungsi Sinabung, tentunya atas dasar kordinasi BRI Kabanjahe dengan BPBD Karo.

sumber : medanbisnis

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jeruk Brastagi Masih Andalan

    Jeruk Brastagi Masih Andalan

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasokan jeruk manis ke Mandailing Natal (Madina) masih didominasi jeruk dari Kabupaten Karo ditengah naiknya harga buah impor. “Jeruk Maga yang khas Mandailing sudah lama raib, sementara jeruk impor itu mahal, makanya jeruk Brastagi jadi andalan kita,” ungkap Rudy Nasution penjual buah di pasar Panyabungan, Jum’at (19/7/2013). Dia menjelaskan, dagangan jeruk […]

  • Hj Nurliyah Kades Wanita Pertama di Siabu

    Hj Nurliyah Kades Wanita Pertama di Siabu

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Hj Nurliyah terpilih sebagai Kepala Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal. Kades wanita pertama di kecamatan tersebut menang dalam pemilihan kades, Sabtu (27/11), dengan meraih 238 suara, mengalahkan saingannya Tagor Lubis dengan 114 suara dari 463 suara dalam daftar pemilih tetap. Ketua panitia Pilkades Abdul Lubis mengatakan, kemenangan Hj Nurliyah merupakan […]

  • Pembangunan Drainase Jalur Batang Natal Bermasalah?

    Pembangunan Drainase Jalur Batang Natal Bermasalah?

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online) – Pihak Bina Marga Sumut UPT Kotanopan menyatakan telah menyurati kontraktor yang mengerjakan pembangunan drainase jalan titik Jembatan Merah – Muara Soma terkait dugaan pengerjaan asal jadi. Hal itu dikatakan Pengawas Bina Marga Sumut UPT Kotanopan, Ade Paisal, menjawab Mandailing Online, Rabu (20/9/2019) terkait munculnya penilaian masyarakat terhadap pembangunan drainase […]

  • Kampoeng Kaos Madina Tampilkan Kekayaan Daerah

    Kampoeng Kaos Madina Tampilkan Kekayaan Daerah

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Meski baru beberapa bulan berdiri namun pasar Kampoeng Kaos Madina (KKM) sudah merambah ke luar daerah bahkan luar Propinsi Sumatera Utara (Sumut). KKM yang dikelola oleh generasi muda Mandailing Natal (Madina) di Jalan Jambu Lintas Timur Sipolu-polu Kecamatan Panyabungan ketika dijambangi MedanBisnis, Minggu (21/11) terlihat sibuk mempersiapkan pesanan dari berbagai pihak maupun untuk persediaan. […]

  • Wali Kota Takut Temui Korban Kebakaran

    Wali Kota Takut Temui Korban Kebakaran

    • calendar_month Minggu, 6 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIANTAR- Satu hari pasca kebakaran Pasar Parluasan, Senin (28/2) Wali Kota Pematangsiantar, Hulman Sitorus belum berkunjung ke lokasi. Padahal, puluhan pedagang yang kiosnya terbakar ingin mendapat dukungan moral dari orang nomor satu di Pemko Pematangsiantar tersebut. Beredar informasi, ketidakhadiran Hulman Sitorus dikarenakan ‘takut’ dengan pedagang. Apalagi beredar juga kabar bahwa kebakaran ratusan kios itu, ada […]

  • Kasus Kekeringan Sawah, Tak Mampu Sekolahkan Anak Hingga Pindah Kampung

    Kasus Kekeringan Sawah, Tak Mampu Sekolahkan Anak Hingga Pindah Kampung

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Kasus kekeringan ribuan hektar tanaman padi di 6 desa Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal (Madina) ternyata sudah berlangsung lama. Petani selama ini hanya pasrah berapapun pendapatan dari sawah harus diterima. Banyak petani berupaya tidak tergantung pada irigasi yang dibangun pemerintah di era tahun 90-an itu, melainkan berupaya mencari aliran tradisional […]

expand_less