Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Petani Blitar Lahirkan Padi Raksasa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 27 Mar 2018
  • print Cetak

Seorang pria berdiri di antara rumpunan padi raksasa

BLITAR (Mandailing Online) – Padi setinggi hampir dua meter yang ditanam warga Blitar jadi fenomena. Banyak orang datang ke rumah Mohammad Diaudin Aridowi (24).

Udin, sapaan akrab Diaudin Aridowi, adalah warga Dusun Bebekan Desa Combong Kecamatan Garum Kabupaten Blitar, Jawa Timur yang menanam padi itu.

Selain penasaran, mereka juga ingin mencoba menanam padi varietas baru yang diberi nama PIM1 itu. Menanam padi jenis ini selain lebih menguntungkan, rasanya juga enak. Apakah PIM1?

“PIM itu kepanjangan dari Petani Indonesia Menggugat,” jelas Udin kepada detikcom di rumahnya, Minggu (25/3/2018).

Pencipta varietas padi ini, tambah Udin, ingin petani Indonesia lebih makmur. Karena banyak regulasi di bidang pertanian yang dinilai menghambat peningkatan kesejahteraan petani.

“Bibit padi ini sengaja tidak disertifikasi. Padahal dari balai benih pernah menawar Rp 600 juta, tapi ditolak. Sampai Rp 1 miliar juga tetap ditolak,” ungkap Udin.

Kalau disertifikasi, lanjut Udin, dikhawatirkan bibit PIM1 jadi mahal. Padahal tujuan penciptaan varietas ini agar petani bisa meraup keuntungan lebih.

Adalah sosok Boing Kristiawan, petugas penyuluh lapangan (PPL) yang ikut melakukan uji coba padi PIM1. Boing membenarkan semua cerita yang disampaikan Udin.

“PIM1 itu hasil riset sejak 2002 – 2012. Kemudian 2012 – 2014 mulai ditanam di greenhouse. Tahun 2015 mulai ditanam oleh petani. Bagi saya yang juga petani, produktivitas dan rasa adalah 2 hal yang menjadi visi,” tulisnya dalam pesan di WhatsApp, Senin (26/3/2018).

Walaupun uji coba PIM1 telah berhasil panen dan rasa padinya enak, Boing menyatakan uji coba ini belum selesai. “Belum selesai, prosesnya masih panjang. Ini saya juga mulai uji coba PIM2 dan PIM3. Risetnya lama dan dengan dana swadaya murni, menurut Anda, apakah sesuatu yang logis?” jelas Boing.

Memang, proses uji coba sebuah varietas padi baru sangat lama. Juga butuh biaya tak sedikit. Karena itu, tim memanfaatkan alat seadanya. Misalnya untuk memisahkan DNA, tim menggunakan cara manual.

Padi PIM1 ditanam Udin awal Januari 2018. Pekan lalu, padi dipanen. Hasilnya menggembirakan, 2 kali lipat dibanding varietas lain. Berasnya juga pulen.

Sumber : Detik com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jakfar Lubis Asal Madina Utusan Sumut Lomba Kopetensi Siswa Tingkat Nasional

    Jakfar Lubis Asal Madina Utusan Sumut Lomba Kopetensi Siswa Tingkat Nasional

    • calendar_month Jumat, 20 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jakfar Lubis siswa kelas XI SMK Negeri 2 Panyabungan menjadi utusan Sumatera Utara di Lomba Kopetensi Siswa (LKS) bidang Kabinet Making tingkat Nasional. Jakfar Lubis diberangkatkan Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal, Syafei Lubis, Jum’at (20/5/2016) dari perkantoran Pemkab Madina  menuju Malang, Jawa Timur lokasi Lomba Kopetensi Siswa. Lomba tingkat nasional itu […]

  • Alhamdulillah, Inilah Kabar Baik untuk Bidan Desa PTT

    Alhamdulillah, Inilah Kabar Baik untuk Bidan Desa PTT

    • calendar_month Selasa, 15 Mar 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA -‎‎ Asisten Deputi Perencanaan dan Sistem Informasi SDM Aparatur, pada Kedeputian SDM Aparatur, KemenPAN-RB Subowo Djoko Widodo mengungkapkan, Wakil Presiden Jusuf Kalla menginstruksikan agar seluruh bidan desa PTT diangkatmenjadi CPNS. Mengingat, kebutuhan masyarakat akan tenaga kesehatan sangat tinggi. “Instruksi Wapres memang disuruh angkat semua. Tapi ada kendalanya terutama untuk bidan desa yang berusia di […]

  • Paluta Terima 122 CPNS Formasi Didominasi Guru

    Paluta Terima 122 CPNS Formasi Didominasi Guru

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PALUTA, – Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Pemkab Paluta) melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD), akhirnya secara resmi membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Ada 122 formasi yang diterima tahun 2013 ini. Dari 122 formasi itu, rinciannya terdiri dari tenaga guru 67 orang, tenaga kesehatan 42 orang dan tenaga teknis sebanyak 13 orang. “Sesuai dengan […]

  • Gagal Bamus DPRD Juga faktor Uang Sogok

    Gagal Bamus DPRD Juga faktor Uang Sogok

    • calendar_month Sabtu, 11 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Kegagalan Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Madina menyelenggarakan rapat membahas jadwal pembahasan Perhitungan APBD 2011, tidak melulu berlatar penekanan politik kepada pemerintahan Hidayat-Dahlan. Motif kebanyakan anggota dewan adalah uang. Banyak anggota dewan ditengarai mematok konpensasi 10 juta rupiah agar bersedia hadir di rapat Bamus. “ ini dikarenakan banyak anggota DPRD saat ini sudah […]

  • Banjir Terus Melanda, 1 Anak Dilaporkan Hanyut

    Banjir Terus Melanda, 1 Anak Dilaporkan Hanyut

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Satu orang hanyut terbawa arus sungai, Rabu (26/11) di Desa Sale Baru Kecamatan Muara Batanggadis, Mandailing Natal (Madina) dalam peristiwa banjir di desa itu. Demikian data yang diterima dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah ) Madina, Kamis (27/11). Sejauh ini belum diketahui nama orang yang hanyut tersebut, tetapi […]

  • Belum Ada Data Valid Luas Perkebunan Yang Terbakar

    Belum Ada Data Valid Luas Perkebunan Yang Terbakar

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejauh ini belum diperoleh data valid tentang luas perkebunan sawit dan hutan yang terbakar di wilayah Pantai Barat, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Madina, Mara Ondak belum bisa memberikan keterangan resmi. Sementara penyebab kebakaran, sejauh ini diserahkan kepada Poldasu untuk menyelidikinya. “Kalau mengenai itu sudah ditangani oleh […]

expand_less