Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Pilkada Madina : Merobah Sikap Politik dan Cara Berpikir

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 1 Apr 2015
  • print Cetak

 

Oleh : Saifuddin Lubis

Kabupaten Madina termasuk dalam 12 kab/kota di Sumut yang akan melaksanakan pilkada serentak di akhir 2015 ini. Udara bakal di gelar lagi perhelatan besar  di daerah ini sudah mulai terasa dan ramai di perbincangkan. Berbagai persiapan pun sudah di mulai diantaranya validasi data petugas PPS dan TPS.

Namun hingga minggu ke tiga Maret ini belum ada kepastian siapa-siapa yang bakal muncul sebagai balon Bupati Madina, kecuali Syafaruddin Haji Lubis yang sudah mulai bersosialisasi terutama di kalangan ponpes yang tersebar di Madina termasuk dengan  sesama abituren Musthafawiyah sebagaimana di lansir  Malintang Pos edisi lalu.

Sebenarnya siapapun yang bakal maju jadi calon Bupati Madina 5 tahun kedepan tidak ada masalah, toh syaratnya telah di atur dalam peraturan perundang-undangan yang ada. Intinya sepanjang syarat itu terpenuhii semuanya, well come dalam pesta  demokrasi  Madina.

Masih sepi nya bursa balon bupati Madina di yakini karena balon  masih saling membaca peta politik, peluang, tantangan, rival  yang bakal turun gunung, lebih dari itu dalam upaya pemenuhan persyaratan Administratif sebagaimana di atur dalam peraturan perundang- undangan yang ada termasuk paling urgent terkait perahu yang bakal menyeberangkan hingga ke dermaga “calon” yang akan bersaing ketat termasuk cost/biaya.

Dalam konteks itu, Pimpinan Partai Politik di tingkat Kabupaten-pun tidak bisa berbuat banyak apalagi bersipat final dalam menetapkan Calon yang akan diusung. Kecuali harus mendapatkan restu dari tingkat Provinsi dan persetujuan / pengesahan dari tingkat pusat ( DPP) partai politik yang bersangkutan. Mekanisme ini seolah sudah baku dan bersifat final alias tidak bisa diganggugugat oleh pengurus partai setingkat kabupaten. Bahkan tidak jarang mereka elite politik di daerah hanya bisa menelan pahit begitu saja apa yang menjadi putusan partai ditingkat vertikalnya.

Ketika hal seperti itu menjadi realitas, maka tak pelak ketika mesin politik partai tak berjalan maksimal dalam menyukseskan pasangan Calon yang diusung, persis ibarat kenderaan yang mengalami jim panas karena kekurangan oli dan atau bahan bakar.

Berikut Pilkada Desember 2015 mendatang, Madina pasca dimekarkan dari Kabupaten Tapanuli Selatan sudah akan melaksanakan Pilkada sebanyak 3 ( tiga ) kali yakni tahun 2005, 2010, dan 2015 ini yang langsung melibatkan masyarakatnya, sedangkan tahun 2000 lalu masih dipilih oleh DPRD Madina ketika itu.

Tiga kali Pilkada langsung seyogianya kita sudah semakin cerdas terutama dalam menetapkan dan menjatuhkan pilihan. Visi-misi yang tersusun tebal dengan bahasa yang indah, puitis, atau intelektual bukanlah jaminan kalau pasangan Calon itu yang terbaik. Tawaran program gratis semisal “ pendidikan gratis, kesehatan gratis, lapangan kerja baru “ juga hendaknya tidak membius masyarakat sebab tawaran itu ternyata tidak merubah nasib rakyat dalam perjalannya selain itu pendidikan gratis dan kesehatan gratis adalah program dan kebijakan nasional pemerintah.

Tawaran rupiah…………………. ?, Ini yang banyak membuat kita salah dalam memberikan penilaian atas pasangan calon, Ada yang sampai mengatakan kalau pasangan yang dijagokannya ibarat dewa penolong karena dia kecipratan rupiah yang jumlahnya tak seberapa. Sesungguhnya,tawaran dengan  rupiah juga tidak akan bisa menyelesaikan persoalan nasib kita sebagai rakyat yang semestinya tidak saja sebagai objek pembangunan, tetapi juga harus dilibatkan sebagai subjek pembangunan itu.

Persoalan Mandailing Natal adalah persoalan kita semua sebagai masyarakat Mandailing Natal. Tumpukan persoalan yang mendera Kabupaten ini hanya dapat diselesaikan ketika masyarakatnya selektif dalam memilih pemimpinnya, Sikaf apatis hendaknya dibuang jauh-jauh, sebab sikaf apatis tidak hanya merugikan diri sendiri sebagai rakyat, tetapi juga sangat merugikan kita sebagai anggota masyarakat  dan daerah Mandailing Natal sebagai “Bona Bulu” kita bersama.

 

Robah Sikaf Politik dan Cara Berpikir

Tahun ini usia kabupaten kita ini sudah 16 tahun, ibarat anak manusia sudah mulai menanjak memasuki usia dewasa karena sebentar lagi sudah akan mengakhiri masa remajanya. Di usia sedemikian tentu banyak godaan, tantangan, impian dan khayalan, cita-cita melambung tinggi, ego yang terkadang berlebihan, merasa paling cantik, paling tampan dan paling ganteng, dan segalanya termasuk keinginan untuk senantiasa mendapatkan perhatian dan pujian lebih besar dari sekitarnya.

Pengaruh lingkungan sosial dengan segala dinamikanya yang terus berkembang termasuk hal terparah dalam mempengaruhi proses pertumbuhan dan pematangan identitas diri dan cara berpikir. Namun semua itu bisa teratasi dengan adanya motivasi, dorongan, dan keinginan kuat orang-orang terdekat disekitarnya  bagaimana kedepan se- remaja 16 tahun bisa menata dan menatap masa depannya meraih impian dan cita-citanya.

Ibarat Mandailing Natal ini adalah si remaja 16 tahun itu, maka orang-orang terdekatnya itu adalah kita semua, seluruh rakyat Madina, seluruh elemen atau komponen yang ada, terutama paling dekatnya ialah kita semua yang terdaftar dalam Daftar Pemilih yang pada Pilkada Desember 2015 nanti diperkirakan mencapai sekitar 230.000 jiwa. Jadi tidak hanya kaum Birokrat atau kaum elit politik di DPRD Madina sana yang jumlahnya Cuma 39 orang saja.

Persoalannya sekarang adalah kembali kepada kita yang jumlahnya mencapai 230.000 jiwa itu, Jika dengan tawaran rupiah pada kisaran Rp. 100 sampai 200 ribu saja sudah merem-melek konon pula sampai menyebut calon itu ibarat dewa penolong, maka percalah, hingga lima tahun mendatang nanti tidak akan ada perubahan signifikan apalagi perubahan kesejahteraan kearah lebih baik.

Namun, ketika mayoritas rakyat daerah ini ( pemilih ) bisa diajak berobah sikap politik dan cara berpikir kearah yang lebih berpihak pada kepentingan Mandailing Natal dalam arti sesungguhnya yakni Rakyat dan daerah sebagai Bona Bulu bersama, maka arah perjalanan, tujuan, dan cita-cita kelahiran Mandailing Natal sebagai Daerah Otonomi Baru tahun 1999 lalu akan semakin cepat terwujudkan.

Hakekat Otonomi Daerah sejatinya adalah memberikan kesempatan bagi masyarakat daerah untuk mengembangkan potensinya dalam kerangkan membangun daerahnya dan kesejahteraan masyarakatnya.

Dalam konteks itu, benarlah ketika mayoritas rakyat Madina yang berhak menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Desember 2015 mendatang bisa merobah sikap Politik dan Cara Berpikir kearah yang lebih berpihak pada kepentingan Mandailing Natal sebagai Bona Bulu bersama, maka hakekat Otonomi Daerah sebagaimana disebutkan diatas akan bisa terwujudkan sebagai cita-cita bersama seluruh rakyat Madina hari ini, dan cita-cita para tokoh dan pejuang lahirnya Madina sebagai Daerah Otonomi Baru tahun 1999 lalu.

 

 Sikap Politik dan Cara Berpikir Yang Harus Dibangun

Menyambut Pilkada Desember 2015 mendatang, sikap politik dan cara berpikir yang seyogianya terbangun ditengah masyarakat Madina khususnya yang terdaftar dalam Daftar pemilih adalah memandang dan memaknai bahwa pelaksanaan Pilkada ( pemilihan Kepala Daerah ) itu tidak lebih dari sebuah pertarungan politik untuk mencari kekuasaan lima tahun kedepannya sebagai Bupati dan Wakil Bupati.

Oleh karena itu, kita harus percaya bahwa lima tahun kedepannya harus ada perubahan yang lebih besar, lebih maju, lebih sejahtera, lebih berkeadilan, lebih merata pembangunannya sehingga tercipta kehidupan yang lebih bermartabat.

Agar semua itu terwujud, maka pengenalan terhadap karakter, kemampuan, kualitas, pengalaman, wawasan, etika dan moralitas, keteladanan,keseriusan ,keberpihakan dan komitmen dari pigur pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati terhadap rakyat dan daerah ini  sangatlah penting diketahui dan dipahami sebagai acuan dalam menjatuhkan pilihan.

Hingga hari ini dimana kita hidup di abad 21 Milenium ke-III, di Mandailing Natal masih terdapat sejumlah desa atau wilayah yang belum bisa dijangkau dengan kenderaan roda empat, belum diterangi oleh listrik, kalaupun ada Listrik Tenaga Surya yang daya tahannya diperediksi tidak lama karena rendahnya pemahaman masyarakat kita terkait perawatan dan keterbatasan spare partnya.

Untuk pengentasan keterisoliran sejumlah wilayah atau kawasan yang ada itu, butuh keseriusan, keberpihakan dan komitmen yang kuat dari pemimpin Madina mendatang. (penulis adalah ketua PWRI Madina)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Awas Lobang di Jalan AMD Lama

    Awas Lobang di Jalan AMD Lama

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Lobang menganga dan berbahaya muncul di jalur jalan AMD Lama yang menghubungkan Lintas Timur ke Kelurahan Kota Siantar, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Para pengemudi diminta hati-hati, sebab rawan terjadi kecelakaan. Lobang itu berdiameter sekitar 1 meter dengan kedalaman sekitar 1 meter, persis berada di badan jalan sisi pinggir. Keberadaan lobang tersebut […]

  • Saipullah-Atika Menang di MK

    Saipullah-Atika Menang di MK

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh permohonan Paslon nomor urut 1, Harun Mustafa Nasution–M. Ikhsan Nasuton (ON MA) dalam sidang putusan yang digelar di Ruang Sidang MK, Jakarta pada Senin (24/2/2025) dalam perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (PHPU Kada) Madina tahun 2024. Dengan demikian Pilkada Mandailing Natal (Madina) tahun […]

  • Kegiatan Pelatihan Pengelolaan Keuangan Desa di Madina Berjalan Sukses

    Kegiatan Pelatihan Pengelolaan Keuangan Desa di Madina Berjalan Sukses

    • calendar_month Senin, 7 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pelatihan Implementasi Transaksi Non Tunai Pada Pemerintahan Desa se Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang diadakan di Aula Hotel Rindang selama tiga hari berturut turut berjalan sukses. Kegiatan yang dihadiri perangkat desa itu bertujuan untuk melatih dan menyampaikan tata cara pengelolaan keuangan desa yang baik dan benar dalam skala besar maupun pengelolaan […]

  • Kemerdekaan RI Atas Ijtihad Para Ulama, Dan Ulama Bersatu Untuk Prabowo

    Kemerdekaan RI Atas Ijtihad Para Ulama, Dan Ulama Bersatu Untuk Prabowo

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Front Ulama Kabupaten Mandailing Natal, KH Abdul Baits Nasution, Lc. MA negara Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 bertepatan bulan puasa Ramadhan. Kemerdekaan itu menurut KH Abdul Baits berkat perjuangan rakyat dan jihad para ulama. “Dan dengan niat ikhlas mereka, maka diperolehlah kemerdekaan. Karena itulah, kita jangan sampai lupa […]

  • 34 calon pemain PSMS lolos seleksi

    34 calon pemain PSMS lolos seleksi

    • calendar_month Minggu, 21 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Sebanyak 34 pemain berhasil lolos seleksi tahap kedua PSMS Medan dan selanjutnya akan menjalani seleksi tahap ketiga yang meliputi tes fisik dan kesehatan. “Tes fisik dan kesehatan wajib mereka ikuti, kalau nanti ada yang tidak ikut maka mereka akan di anggap gugur,” kata Pelatih Kepala PSMS Medan Suimin Diharja di Medan, hari […]

  • Ketua Partai Demokrat Dicopot

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PALUTA – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat  Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) Basri Harahap, dicopot dari jabatannya karena dinilai gagal memimpin partai berlambang mercy tersebut. Untuk selanjutnya tugas pimpinan dilaksanakan Tiaisyah Ritonga yang telah ditunjuk DPP Partai Demokrat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC Partai Demokrat Paluta. Hal tersebut ditegaskan, Sekretaris DPC […]

expand_less