Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Pilkada Madina : Merobah Sikap Politik dan Cara Berpikir

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 1 Apr 2015
  • print Cetak

 

Oleh : Saifuddin Lubis

Kabupaten Madina termasuk dalam 12 kab/kota di Sumut yang akan melaksanakan pilkada serentak di akhir 2015 ini. Udara bakal di gelar lagi perhelatan besar  di daerah ini sudah mulai terasa dan ramai di perbincangkan. Berbagai persiapan pun sudah di mulai diantaranya validasi data petugas PPS dan TPS.

Namun hingga minggu ke tiga Maret ini belum ada kepastian siapa-siapa yang bakal muncul sebagai balon Bupati Madina, kecuali Syafaruddin Haji Lubis yang sudah mulai bersosialisasi terutama di kalangan ponpes yang tersebar di Madina termasuk dengan  sesama abituren Musthafawiyah sebagaimana di lansir  Malintang Pos edisi lalu.

Sebenarnya siapapun yang bakal maju jadi calon Bupati Madina 5 tahun kedepan tidak ada masalah, toh syaratnya telah di atur dalam peraturan perundang-undangan yang ada. Intinya sepanjang syarat itu terpenuhii semuanya, well come dalam pesta  demokrasi  Madina.

Masih sepi nya bursa balon bupati Madina di yakini karena balon  masih saling membaca peta politik, peluang, tantangan, rival  yang bakal turun gunung, lebih dari itu dalam upaya pemenuhan persyaratan Administratif sebagaimana di atur dalam peraturan perundang- undangan yang ada termasuk paling urgent terkait perahu yang bakal menyeberangkan hingga ke dermaga “calon” yang akan bersaing ketat termasuk cost/biaya.

Dalam konteks itu, Pimpinan Partai Politik di tingkat Kabupaten-pun tidak bisa berbuat banyak apalagi bersipat final dalam menetapkan Calon yang akan diusung. Kecuali harus mendapatkan restu dari tingkat Provinsi dan persetujuan / pengesahan dari tingkat pusat ( DPP) partai politik yang bersangkutan. Mekanisme ini seolah sudah baku dan bersifat final alias tidak bisa diganggugugat oleh pengurus partai setingkat kabupaten. Bahkan tidak jarang mereka elite politik di daerah hanya bisa menelan pahit begitu saja apa yang menjadi putusan partai ditingkat vertikalnya.

Ketika hal seperti itu menjadi realitas, maka tak pelak ketika mesin politik partai tak berjalan maksimal dalam menyukseskan pasangan Calon yang diusung, persis ibarat kenderaan yang mengalami jim panas karena kekurangan oli dan atau bahan bakar.

Berikut Pilkada Desember 2015 mendatang, Madina pasca dimekarkan dari Kabupaten Tapanuli Selatan sudah akan melaksanakan Pilkada sebanyak 3 ( tiga ) kali yakni tahun 2005, 2010, dan 2015 ini yang langsung melibatkan masyarakatnya, sedangkan tahun 2000 lalu masih dipilih oleh DPRD Madina ketika itu.

Tiga kali Pilkada langsung seyogianya kita sudah semakin cerdas terutama dalam menetapkan dan menjatuhkan pilihan. Visi-misi yang tersusun tebal dengan bahasa yang indah, puitis, atau intelektual bukanlah jaminan kalau pasangan Calon itu yang terbaik. Tawaran program gratis semisal “ pendidikan gratis, kesehatan gratis, lapangan kerja baru “ juga hendaknya tidak membius masyarakat sebab tawaran itu ternyata tidak merubah nasib rakyat dalam perjalannya selain itu pendidikan gratis dan kesehatan gratis adalah program dan kebijakan nasional pemerintah.

Tawaran rupiah…………………. ?, Ini yang banyak membuat kita salah dalam memberikan penilaian atas pasangan calon, Ada yang sampai mengatakan kalau pasangan yang dijagokannya ibarat dewa penolong karena dia kecipratan rupiah yang jumlahnya tak seberapa. Sesungguhnya,tawaran dengan  rupiah juga tidak akan bisa menyelesaikan persoalan nasib kita sebagai rakyat yang semestinya tidak saja sebagai objek pembangunan, tetapi juga harus dilibatkan sebagai subjek pembangunan itu.

Persoalan Mandailing Natal adalah persoalan kita semua sebagai masyarakat Mandailing Natal. Tumpukan persoalan yang mendera Kabupaten ini hanya dapat diselesaikan ketika masyarakatnya selektif dalam memilih pemimpinnya, Sikaf apatis hendaknya dibuang jauh-jauh, sebab sikaf apatis tidak hanya merugikan diri sendiri sebagai rakyat, tetapi juga sangat merugikan kita sebagai anggota masyarakat  dan daerah Mandailing Natal sebagai “Bona Bulu” kita bersama.

 

Robah Sikaf Politik dan Cara Berpikir

Tahun ini usia kabupaten kita ini sudah 16 tahun, ibarat anak manusia sudah mulai menanjak memasuki usia dewasa karena sebentar lagi sudah akan mengakhiri masa remajanya. Di usia sedemikian tentu banyak godaan, tantangan, impian dan khayalan, cita-cita melambung tinggi, ego yang terkadang berlebihan, merasa paling cantik, paling tampan dan paling ganteng, dan segalanya termasuk keinginan untuk senantiasa mendapatkan perhatian dan pujian lebih besar dari sekitarnya.

Pengaruh lingkungan sosial dengan segala dinamikanya yang terus berkembang termasuk hal terparah dalam mempengaruhi proses pertumbuhan dan pematangan identitas diri dan cara berpikir. Namun semua itu bisa teratasi dengan adanya motivasi, dorongan, dan keinginan kuat orang-orang terdekat disekitarnya  bagaimana kedepan se- remaja 16 tahun bisa menata dan menatap masa depannya meraih impian dan cita-citanya.

Ibarat Mandailing Natal ini adalah si remaja 16 tahun itu, maka orang-orang terdekatnya itu adalah kita semua, seluruh rakyat Madina, seluruh elemen atau komponen yang ada, terutama paling dekatnya ialah kita semua yang terdaftar dalam Daftar Pemilih yang pada Pilkada Desember 2015 nanti diperkirakan mencapai sekitar 230.000 jiwa. Jadi tidak hanya kaum Birokrat atau kaum elit politik di DPRD Madina sana yang jumlahnya Cuma 39 orang saja.

Persoalannya sekarang adalah kembali kepada kita yang jumlahnya mencapai 230.000 jiwa itu, Jika dengan tawaran rupiah pada kisaran Rp. 100 sampai 200 ribu saja sudah merem-melek konon pula sampai menyebut calon itu ibarat dewa penolong, maka percalah, hingga lima tahun mendatang nanti tidak akan ada perubahan signifikan apalagi perubahan kesejahteraan kearah lebih baik.

Namun, ketika mayoritas rakyat daerah ini ( pemilih ) bisa diajak berobah sikap politik dan cara berpikir kearah yang lebih berpihak pada kepentingan Mandailing Natal dalam arti sesungguhnya yakni Rakyat dan daerah sebagai Bona Bulu bersama, maka arah perjalanan, tujuan, dan cita-cita kelahiran Mandailing Natal sebagai Daerah Otonomi Baru tahun 1999 lalu akan semakin cepat terwujudkan.

Hakekat Otonomi Daerah sejatinya adalah memberikan kesempatan bagi masyarakat daerah untuk mengembangkan potensinya dalam kerangkan membangun daerahnya dan kesejahteraan masyarakatnya.

Dalam konteks itu, benarlah ketika mayoritas rakyat Madina yang berhak menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Desember 2015 mendatang bisa merobah sikap Politik dan Cara Berpikir kearah yang lebih berpihak pada kepentingan Mandailing Natal sebagai Bona Bulu bersama, maka hakekat Otonomi Daerah sebagaimana disebutkan diatas akan bisa terwujudkan sebagai cita-cita bersama seluruh rakyat Madina hari ini, dan cita-cita para tokoh dan pejuang lahirnya Madina sebagai Daerah Otonomi Baru tahun 1999 lalu.

 

 Sikap Politik dan Cara Berpikir Yang Harus Dibangun

Menyambut Pilkada Desember 2015 mendatang, sikap politik dan cara berpikir yang seyogianya terbangun ditengah masyarakat Madina khususnya yang terdaftar dalam Daftar pemilih adalah memandang dan memaknai bahwa pelaksanaan Pilkada ( pemilihan Kepala Daerah ) itu tidak lebih dari sebuah pertarungan politik untuk mencari kekuasaan lima tahun kedepannya sebagai Bupati dan Wakil Bupati.

Oleh karena itu, kita harus percaya bahwa lima tahun kedepannya harus ada perubahan yang lebih besar, lebih maju, lebih sejahtera, lebih berkeadilan, lebih merata pembangunannya sehingga tercipta kehidupan yang lebih bermartabat.

Agar semua itu terwujud, maka pengenalan terhadap karakter, kemampuan, kualitas, pengalaman, wawasan, etika dan moralitas, keteladanan,keseriusan ,keberpihakan dan komitmen dari pigur pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati terhadap rakyat dan daerah ini  sangatlah penting diketahui dan dipahami sebagai acuan dalam menjatuhkan pilihan.

Hingga hari ini dimana kita hidup di abad 21 Milenium ke-III, di Mandailing Natal masih terdapat sejumlah desa atau wilayah yang belum bisa dijangkau dengan kenderaan roda empat, belum diterangi oleh listrik, kalaupun ada Listrik Tenaga Surya yang daya tahannya diperediksi tidak lama karena rendahnya pemahaman masyarakat kita terkait perawatan dan keterbatasan spare partnya.

Untuk pengentasan keterisoliran sejumlah wilayah atau kawasan yang ada itu, butuh keseriusan, keberpihakan dan komitmen yang kuat dari pemimpin Madina mendatang. (penulis adalah ketua PWRI Madina)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Perlu Waspadai Pekerja Cina di PT SMGP Yang Liburan Imlek

    Pemerintah Perlu Waspadai Pekerja Cina di PT SMGP Yang Liburan Imlek

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah pekerja asal negara Cina di Mandailing Natal, Sumut dikabarkan sedang berlibur untuk merayakan hari raya Imlek. Sayangnya, belum diperoleh data kemana pekerja asal negara Cina itu berlibur. Dan berapa jumlah mereka yang berlibur. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Pemprov Sumatera Utara diminta menelusuri tujuan liburan Imlek pekerja asing itu. […]

  • Bupati: Tindak Jika Terbukti Jual Beli Proyek

    Bupati: Tindak Jika Terbukti Jual Beli Proyek

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Plt Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution ternyata tidak siap memberikan komentar seputar jual beli paket Proyek tahun anggaran 2014 yang banyak diributkan para kontraktor di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Madina. “Saya tidak mengomentari yang saya tidak tau dan tidak jelas,” kata Dahlan hasan menjawab wartawan melalui SMS telefon seluler, […]

  • Anggaran PNPM untuk Madina Turun

    Anggaran PNPM untuk Madina Turun

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) mendapat anggaran sebesar Rp 40,75 miliar melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Anggaran untuk pemberdayaan pedesaan di semua kecamatan tersebut menurun dibandingkan tahun 2010 yang mencapai Rp 48,5 miliar. “Meski menurun, Madina merupakan daerah dengan alokasi anggaran PNPM Mandiri terbesar kedua di Sumut setelah Kota Sibolga,” kata […]

  • DPRD Akan Tangani Kasus BOS

    DPRD Akan Tangani Kasus BOS

    • calendar_month Rabu, 25 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Sekretaris Komisi 1 DPRD Mandailing Natal (Madina) Iskandar Hasibuan mengungkapkan pihaknya akan memanggil para kepala sekolah SD, SMP, SMA/SMK, manager BOS, Kepala Dinas Pendidikan dan jajarannya. Pemanggilan itu terkait mencuatnya kasus-kasus penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sekolah-sekolah di Madina. “Paling lambat akhir bulan Juli 2012 ini Pimpinan DPRD akan memanggil […]

  • Tagilang Julu Diterjang Banjir Bandang, 5 Rumah Hanyut

    Tagilang Julu Diterjang Banjir Bandang, 5 Rumah Hanyut

    • calendar_month Kamis, 18 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Banjir bandang menerjang Desa Tagilang Julu, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal, 5 rumah hanyut, 17 rumah rusak parah. Sejauh ini belum ada laporan korban tewas. Banjir bandang terjadi Senin (15/10/2018) lalu. Sulitnya akses informasi menyebabkan banjir bandang di desa itu lama terakses media. Desa Tagilang merupakan desa […]

  • Istana: Penyadapan Berpotensi Ganggu Hubungan

    Istana: Penyadapan Berpotensi Ganggu Hubungan

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono telah mengetahui ramainya pemberitaan seputar penyadapan oleh Australia terhadap dirinya, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan sejumlah tokoh. Menurut Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah, pemerintah Australia perlu memberi klarifikasi pada Indonesia terkait enyadapan itu. “Sepengetahuan saya menlu telah menyampaikan informasi awal ke Bapak Presiden atas berita […]

expand_less